
Setelah mendengar ucapan dari mbah Darmo, ketiganya pun kemudian segera membuka kedua mata mereka itu selanjutnya segera mendekati mbah Darmo. Mereka bertiga pun seketika dibuat terperangah, disaat mereka melihat kearah mbah Darmo yang kala itu tengah meringis. Terlihat tangannya itu ia elus-eluskan ke dadanya seperti sedang merasakan kesakitan yang luar biasa. Apalagi disaat mereka bertiga juga melihat darah segar yang keluar dari dalam mulut mbah Darmo itu.
" Mbah, mbah gak kenapa-napa kan mbah,? Tanya Bambang terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan mbah Darmo saat itu.
" Alhamdulillah mbah tidak apa-apa Bang, yang terpenting mbah telah menemukan jasad istrimu Marni, uhuk,,, uhuk,,"
timpal mbah Darmo dengan suaranya yang terdengar sangat berat itu sembari terbatuk.
" Alhamdulillah ya allah, terimaksih banyak mbah, gara-gara ini mbah jadi terluka mbah," ucap Bsmbang seraya mengucapkan syukur atas keberhasilan mbah Darmo.
Yuni dan juga Wisnu yang mendengar kabar baik dari mbahnya itu pun segera memeluk Bambang kemudian mereka bertiga menangis saking merasa terharu. Begitupun dengan mbah Darmo yang saat itu terlihat tersenyum melihat anak dan kedua cucunya tersebut terlihat bahagia.
" Jadi mbah, kira-kira kapan kita bisa menjemput jasad istri saya itu mbah,? Tanya Bambang kepada mbah Darmo seraya segera melepas pelukan dari kedua anaknya itu.
" Malam Jum' at Kliwon saat bulan purnama penuh nanti. Karena disaat itulah titik terlemah dari siluman yang telah menyekap sukma dan juga jasad istrimu sedang lengah, sehingga kita bisa dengan mudah mengambil jasad istrimu itu nanti," sahut mbah Darmo dengan sorot matanya yang tajam kearah mereka bertiga.
" Apakah nanti jasad istriku itu tidak akan kenapa-napa apabila ditinggal lama disana mbah,? Bambang terdengar kembali bertanya kepada mbah Darmo.
" Insya allah, jasad Marni akan tetap aman, karena sebelumnya mbah sudah menutup jasadnya tersebut menggunakan ajian Payung Malaikat milikku. Sehingga, para siluman, demit, dan hantu belau tidak akan ada yang bisa melihat jasad istrimu tersebut," ucap mbah Darmo supaya Bambang tidak perlu khawatir.
" Syukurlah mbah kalau begitu, saya bisa tenang sekarang mbah," sahut Bambang seraya menghela nafasnya panjang.
Sementara itu, Nyai Ratu Sekar Arum terlihat sangat murka. Disaat mengetahui kalau kelima prajurit pilih tandingnya tersebut kembali tewas ditangan mbah Darmo,
__ADS_1
" Lihat saja nanti pembalasanku Darmo, dan kau juga akan segera merasakan kemarahan ku ini Darmo, hahahahahah,,, hahahhahah," Ucap Nyai Ratu Sekar Arum sembari mulutnya itu kini tertawa sangat mengerikan.
Sedangkan mahluk suruhan Ratu Anjani yang amsih berada disekitar rumah Wisnu pun terlihat sedikit agak menjauh dari rumah tersebut. Itu karena pancaran aura dari mbah Darmo yang membuat mahluk itupun menjadi kepanasan, sehingga ia memutuskan untuk tinggal disebuah pohon mangga yang berada tak terlalu jauh dari rumah wisnu tersebut.
Mbah Darmo sebenarnya telah merasakan keberadaan dari mahluk tersebut. Akan tetapi dia tau, kalau sebenarnya mahluk terebut berusaha menjaga rumah Wisnu itu atas suruhan dari seseorang yang belum ia ketahui itu, sehingga mbah Darmo sengaja membiarkannya tetap berada di sekitar rumah tersebut.
" Hmmmmm, ternyata kamu yang sudah membantu menjaga mereka selama aku pergi," gumam mbah Darmo dalam hati kemudian tersenyum tipis sembari ia terlihat mengangguk-anggukan kepalanya tersebut pelan.
Waktu pun kian larut, dan tak terasa sudah hampir jam 12 malam, sehingga Bambang pun segera menyuruh mereka semua untuk segera beristirahat.
" Mbah, sebaiknya kita segera beristirahat, supaya mbah bosa segera pulih mbah," ajak Bambang kepada mbah Darmo.
" Baiklah, mbah juga memang sudah lelah sekali Bang," tmpal mbah Darmo kepada Bambang seraya segera bangkit dari duduknya kemudian bergegas menunu kearah kamar.
" Baik pak, kami akan segera kekamar," timpal Wisnu yang kemudian langsung diikuti oleh Yuni untuk segera menuju kedalam kamar. Disusul oleh Bambang yang saat itu juga segera masuk kedalam kamarnya. Dan tak lama kemudian, mereka semua pun akhirnya kini tertidur dengan begitu pulasnya.
Namun ternyata tidak berlaku untuk Wisnu, ia terlihat masih mengguling-gulingkan badannya tersebut kekanan dan kekiri. Bahkan kedua matanya tersebut seolah enggan untuk dia pejamkan, sehingga Wisnu pun akhirnya segera duduk didekat jendela kamarnya tersebut.
" Ada apa denganku ini, padahal sedari tadi aku merasakan kantuk yang luar biasa, tapi kenapa kedua mataku ini malah semakin susah untuk dipejamkan," gumam Wisnu dalam hatinya yang merasa sangat keheranan.
Hingga tiba-tiba saja telinganya itu mendengar suara Ratu Anjani yang memang kini telah ia ingat betul tengah memanggil namanya.
" Mas, mas Wisnu , pejamkanlah kedua matamu itu mas," terdengar perintah Ratu Anjani yang menyuruh Wisnu untuk segera memejamkan kedua matanya itu.
__ADS_1
" Ra, Ratu anjani,? Tanya Wisnu dalam hatinya.
" iya mas, sekarang pejamkanlah kedua matamu mas," pinta Ratu Anjani anjani kembali kepada Wisnu .
" Baiklah Ratu, saya akan menuruti perintah Ratu," sahut Wisnu seraya ia segera memejamkan kedua matanya tersebut.
Setelah Wisnu memejamkan kedua matanya tersebut, tiba-tiba tubuh Wisnu seperti melayang-layang seperti seekor burung yang terbang tinggi diatas awan dengan sangat ringannya. Sehingga tanpa dia sadari, saat ini Wisnu telah berada di dalam kamar istana kerjaan milik Ratu Anjani tersebut.
" Bukalah matamu perlahan-lahan mas Wisnu," ucap Ratu Anjani kepada Wisnu, kemudian Wisnu pun mengikuti apa yang diperintahkan oleh Ratu Anjani kepadanya.
Betapa kagetnya Wisnu saat ia mulai membukakan kedua matanya tersebut. Saat itu ia melihat sosok seorang perempuan yang sangat cantik itu kini telah berada dihadapannya dan tak lain itu adalah Ratu Anjani.
" Ratu Anjani,? Ucap Wisnu dengan mimik mukanya yang saat itu menujukan rasa terkejutnya itu kepada Ratu Anjani.
" Panggil sana Anjani mas, tidak perlu mas memanggil saya dengan nama Ratu Anjani," sahut Ratu anjani kepada Wisnu seraya ia terlihat menyunggingkan senyum manisnya itu kearah Wisnu.
" Baik, Ra,,, eh maaf baik Anjani," timpal Wisnu dengan suaranya yang terdengar gelagapan itu kepada Ratu Anjani.
Dengan Senyum manisnya itu, Ratu Anjani kemudian segera menyapa Wisnu, saat itu masih terlihat dalam keadaan terheran-heran seraya kedua matanya itu masih menyorot tajam kearah Ratu Anjani.
" Mas, aku mohon maaf ya, karena secara mendadak aku membawamu kemari," ucap Ratu Anjani seraya meminta maaf kepada Wisnu.
" Tidak apa-apa Anjani, terus terang saja aku sangat senang bisa kembali kesini dan melihatmu Anjani," timpal Wisnu kepada Ratu Anjani. Karena memang tak dapat dipungkiri lagi bahwa selama ini Wisnu memang selalu mengingat Ratu Anjani.
__ADS_1
" Syukurlah mas, aku merasa senang mendengarnya mas," sahut Ratu Anjani seraya kembali tersenyum kepada Wisnu.