Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Selamatnya Mbah Darmo


__ADS_3

Kita kembali kepada Bambang yang pada saat itu terlihat masih menunggu kedatangan mbah Darmo. Bambang sangat mengkhawatirkan mbah Darmo yang hingga saat ini belum juga kembali, sementara di fikirannya yang lain masih berharap bahwa anaknya yaitu Wisnu memang benar-benar selamat.


" Ya allah, tolong selamatkan mereka ya allah, selamatkanlah anak hamba dan juga mbah Darmo yang kini masih berjuang disana ya allah," lirih Bambang dalam hatinya sembari berdoa kepada yang maha kuasa.


Sedangkan mbah Darmo yang saat itu masih berada di alam jin, dia terlihat sedang berusaha untuk segera keluar dari sana. Namun itu bukanlah perkara yang mudah, mengingat dia masih harus melawan beberapa mahluk besar yang kini tengah mencoba untuk menyerang mbah Darmo.


" Rupanya kau yang telah mengganggu pekerjaan Nyai Ratu Sekar Arum manusia laknat, sekarang kau harus menerima ganjarannya," gertak salah satu siluman yang berwujud ular besar itu kepada mbah Darmo.


" Aku tidak akan pernah takut dengan kalian mahlu-mahluk terkutuk, dengan senang hati aku akan menerima setiap serangan dari kalian semua," sahut mbah Darmo seraya ia pun bergegas mengeluarkan keris pusakanya tersebut kemudian segera bersiap menghadapi para mahluk siluman itu.


" Hahahahha, bernyali juga kau manusia lemah," terdengar tawa yang membahana dari salah satu mahluk siluman itu seolah mengejek mbah Darmo.


Dan tak berselang lama, akhirnya pertarungan merekapun telah dimulai. Terlihat beberapa mahluk siluman tersebut berusaha menyerang mbah Darmo dari berbagai sisi, namun dengan cepat mbah Darmo menangkis setiap serangan dari para mahluk siluman tersebut.


" Kuat juga kau manusia, sekarang rasakan seranganku ini , hiaaatttt," ucap salah satu mahluk siluman yang paling besar diantara siluman-siluman yang lain seraya terbang kearah mbah Darmo.


memang tidak dapat di pungkiri oleh mbah Darmo, bahwa dia sekarang merasa kesulitan dalam menghadapi setiap serangan dari para mahluk siluman tersebut hingga pada akhirnya Broto jenggala tiba disana beserta Sastra Dewa dan juga Ki Welang untuk membantu mbah Darmo. Mbah Darmo awalnya heran dengan kemunculan ketiga mahluk tersebut yang kemudian membantunya itu, namun tiba-tiba batinya merasakan sebuah suara yang entah dari mana asalnya itu yang menyuruh mbah Darmo untuk tidak perlu khawatir.


" Darmo, kamu tidak perlu khawatir, karena sengaja aku menyuruh mereka bertiga itu agar membantumu, dan kau juga tidak perlu mengkhawatirkan Wisnu, karena dia berada bersamaku," ucap suara misterius itu didalam bathin mbah Darmo.


mengetahui itu pun mbah Darmo kini bersatu bersama ketiga mahluk tersebut untuk segera menghadapi serangan dari mahluk-mahluk siluman yang sedari tadi terus-terusan menyerangnya.


Serangan demi serangan pun saling mereka hantamkan, sehingga memmbuat tempat tersebut seketika itu menjadi gelap gulita. Ditambah dengan suara dentuman dan juga suara erangan yang sesekali terdengar dari kedua belah pihak, baik dari kubu Nyai Ratu Sekar Arum maupun dsri kubu mbah Darmo. Cukup lama mereka bertempur dan hingga pada akhirnya satu- persatu mahluk kiriman dari Nyai Ratu Sekar Arum itu pun akhirnya bertumbangan akibat mendapat serangan dari Broto jenggala beserta kedua pengikutnya tersebut sehingga kini hanya tinggal menyisakan satu mahluk lagi yang terlihat paling besar dan kuat itu.

__ADS_1


" Untuk yang satu ini, biarlah aku yang menghadapinya, kalian tidak perlu membantuku lagi," sahut mbah Darmo dengan sangat begitu yakinnya.


" Baiklah kalau itu memang keinginanmu manusia," timpal Broto jenggala seraya segera menyuruh Sastra Dewa dan juga Ki Welang untuk segera mundur.


" Hahahah, kau mau melawanku manusia,? Sudah bosan hidup rupanya kau," ujar mahluk siluman tersebut sembari tertawa.


" Kita lihat saja, siapa yang duluan akan mati," sahut mbah Darmo yang kemudian segera melompat kemudian terbang sembari menghunuskan keris pusakanya itu kearah siluman tersebut.


Arggggggg,,,!!!!


Seketika itu terdengar raungan keras dari mulut siluman tersebut, tatkala keris pusaka milik mbah Darmo itu menghujam tepat dibagian jantung siluman tersebut sehingga mahluk itupun seketika meraung kemudian terbakar dan hanya menyisakan asap tebal yang mengepul dari seluruh tubuhnya itu kemudian lenyap.


" Alhamdulillah ya allah, akhirnya aku bisa memusnahkan mahluk-mahluk siluman ini ya allah," gumam mbah Darmo dalam hatinya yang seketika itu mengucapkan rasa syukurnya karena telah berhasil membunuh para mahluk siluman tersebut.


" Mohon maaf, kalian ini sebenarnya siapa,? Lalu siapakah perempuan yang telah mengirim kalian bertiga untuk membantuku,? Tanya mbah Darmo yang pada saat itu telah berada diantara ketiga mahluk tersebut.


" Perkenalkan namaku adalah Broto jenggala, aku adalah maha patih dari sebuah kerajaan milik Ratu Anjani, sedangakan kedua abdiku ini adalah Sastra Dewa dan juga Ki Welang, mereka berdua adalah panglima perang kerajaan," sahut Broto jenggala memperkenalkan diri kepada mbah Darmo.


" Lalu siapakah Ratu Anjani itu,? Tanya mbah Darmo kembali kepada Broto jenggala.


" Mohon maaf, kami tidak bisa menjelaskan mengenai itu, yang jelas, Ratu Anjani telah menyuruh kami untuk membantumu, bahkan selama jasad Marni disini, kamilah yang selalu mengawasinya. Dan satu hal lagi, suatu saat kamu pasti akan mengetahui siapakah Ratu Anjani itu sebenarnya," timpal Broto jenggala yang mencoba menjelaskan kepada mbah Darmo.


" Baiklah kalau begitu, aku juga tidak akan mungkin memaksa kalian untuk menjelaskan tentang Ratu Anjani itu kepadaku, tolong sampaikan rasa terimakasihku ini kepadanya," sahut mbah Darmo yang kemudian segera mengucapkan terimakasihnya itu kepada mereka bertiga.

__ADS_1


" Baik, akan kami sampaikan kepada ratu. Silahkan kisanak segera meninggalkan tempat ini sebelum Nyai Ratu Sekar Arum kembali," ucap Broto jenggala yang menyuruh mbah Darmo untuk segera pergi dari tempat tersebut.


" Sekali lagi aku ucapkan terimakasih banyak kepada kalian yang telah membantuku, kalau begitu aku pamit," timpal mbah Darmo kemudian segera pergi menungglkan mereka bertiga.


" Sekarang kita bisa segera kembali ke kerajaan," ucap Broto jenggala kepada Sastra Dewa dan juga Ki Welang kemudian mereka bertiga pun akhirnya segera menghilang.


" Bambang, kamu masih disini,? Ucap mbah Darmo sesaat setelah ia berhasil keluar dari alam siluman tersebut kemudian segera menhhampiri Bambang.


" Ya allah syukurlah mbah, mbah akhirnya bisa selamat," timpal Bambang yang sedikit terkejut atas kehadiran mbah Darmo yang secara tiba-tiba tersebut.


" Iya Bambang, alhamdulillah tadi sempat ada yang datang membantuku disana, sehingga aku bisa kembali dengan selamat," ujar mbah Darmo menjelaskan kepada Bambang.


" Jadi kita sekarang bagaimana mbah,? Tanya Bambang.


" lebih baik kita segera pulang dan segera menguburkan jasad istrimu itu Bang, karena iblis itu akan segera kembali," timpal mbah Darmo yang mengajak Bambang untuk segera kembali pulang.


" Baiklah kalau begitu mari kita segera pulang mbah," ucap Bambang yang terlihat segera bangkit dari tempat duduknya kemudian segera memanggul jasad marni lalu bergegas berjalan meninggalkan tempat tersebut bersama mbah Darmo.


Namun rupanya dari jauh, mbah Jambrong juga telah mengetahui bahwa jasad Marni telah dibawa kembali ke alam manusia, sehingga ia segera memasuki alam mimpinya juragan Susilo, itu dilakukannya supaya bisa menyampaikan pesan kepada juragan Susilo mengenai siapa yang telah mnegambil jasad tersebut.


" Lebih baik aku segera masuk ke alam mimpinya Susilo, agar dia tau siapa yang telah mengambil jasad tersebut," gumam mbah Jambrong dalam hatinya seraya ia segera melakukan ritualnya tersebut.


Bersambung>>>

__ADS_1


__ADS_2