
Wisnu dan juga Ratu Anjani kini tengah berdua didalam sebuah kamar yang berada di istana tersebut. Mereka terlihat saling memendam sebuah perasaan yang memang telah mereka rasakan selama ini, namun Wisnu maupun Ratu Anjani keduanya sama-sama tidak berani mengungkapkan perasaan masing-masing, itu karena Wisnu merasa dia tidak akan pantas untuk seorang ratu seperti Ratu Anjani. Sementara Ratu Anjani sendiri merasa bingung karena alam mereka yang sudah jelas berbeda itu.
" Anjani, kenapa kamu diam saja,? sahut Wisnu bertanya kepada Ratu Anjani.
" Oh, enggak mas, aku bahagia bisa bertemu kembali dengan kamu mas Wisnu, apalagi jasad ibumu kini bisa di temukan mas," timpal Ratu anjani dengan suaranya yang lembut, ditambah dengan pesona wajhnya yang cantik itu sehingga membuat Wisnu pun semakin jatuh hati kepadanya.
" Iya Anjani, mas juga merasa senang bisa kembali ke kerajaan ini, apalagi bisa bertemu denganmu," ucap Wisnu seraya tatapan kedua matanya itu melirik tajam kearah Ratu Anjani.
" Kenapa mas melihatku seperti itu mas,? Aku jelek ya mas,? Tanya Ratu Anjani yang kini merasa kikuk karena mendapat tatapan tajam oleh Wisnu.
" Kamu sungguh sangat cantik Anjani, aku tidak dapat melepaskan pandanganku ini dari wajahmu itu Anjani," ucap Wisnu yang terlihat sudah tak bisa lagi membendung perasaan kagumnya itu terhadap Ratu Anjani
Mendengar ucapan dari Wisnu barusan membuat Ratu Anjani pun seketika tersipu malu. Dia sangat terkejut mendengar Wisnu bisa berkata seperti itu kepadanya sehingga Ratu Anjani pun hanya bisa tersenyum sembari kedua pipinya itu terlihat seketika memerah.
" Ahh, mana ada mas, aku jelek loh mas, mas mungkin salah lihat kali mas,? timpal Ratu Anjani merasa malu.
" Bener loh Anjani, terus terang aku sangat mengagumi kecantikan dan kebaikan hatimu Anjani, belum pernah aku menjumpai seorang perempuan yang sudah lah cantik baik pula hatinya," Sahut Wisnu kembali memuji kecantikan dan kebaikan hati Ratu Anjani tersebut.
" Mas Wisnu, jujur aku sangat mencintai kamu mas, akan tetapi kamu belum mengetahui tentang aku yang sebenarnya mas Wisnu," gumam Ratu Anjani yang kini terlihat bingung akan situasinya tersebut.
" Loh kok kamu diam lagi sich Anjani,? Kamu kenapa,? Kamu tidak suka ya sama ucapanku barusan,?" tanya Wisnu yang nampak keheranan melihat Ratu Anjani langsung terdiam setelah mendengar ucapannya itu.
__ADS_1
" Maaf mas, aku cuma bingung mau berkata apa lagi mas, hehehhe," timpal Ratu Anjani mencoba menutupi kekhawatiran dia apabila suatu saat nanti Wisnu mengetahui wujud aslinya tersebut.
" Hmmmm kirain kenapa, hehehhe," Wisnu kini tersenyum kearah Ratu Anjani.
Semakin lama semakin intens saja pembicaraan diantara mereka berdua, bahkan sesekali terdengar gelak tawa yang keluar dari mulut mereka berdua. Entah apa yang membuat mereka berdua saat itu terlihat sangat bahagia sekali. Hingga tiba-tiba saja Wisnu saat itu melontarkan sebuah pernyataan yang akan menjadi awal dari hubungan terlarang diantara mereka berdua.
" Anjani, bolehkah aku mengatakan sesuatu kepadamu,? Ucap Wisnu kepada Ratu Anjani.
" Boleh mas, katakan saja mas, aku dengan senang hati pasti akan mendengarkannya mas," jawab Ratu Anjani sembari teihat tersenyum kearah Wisnu.
" Eumm, aku ingin mengutarakan tentang perasaanku ini terhadapmu Anjani, kalau sebenarnya aku sungguh sangat menyukaimu dari semenjak pertama kali kita bertemu. Apakah kamu juga punya perasaan yang sama seperti ku ini Anjani,? Ucap Wisnu yang memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan yang telah ia pendam selama ini terhadap Ratu Anjani.
" Jujur aku sangat mencintaimu Anjani, setiap hari aku selalu memikirkanmu selama ini, bahkan perasaanku ini semakin dalam terhadapmu, apakah engkau mau menjadi pendamping hidupku Anjani,? Sahut Dimas menyatakan isi hatinya itu dengan seluruh keberanian yang ia punya.
Ratu Anjani yang mendapatkan pertanyaan itu pun seketika terdiam, dia masih takut apabila Wisnu kelak akan mengetahui wujud aslinya tersebut. Namun dia juga tidak ingin menyakiti perasaan Wisnu sehingga ia pun segera menjawabnya.
" Mas Wisnu, apakah mas sungguh-sungguh dengan apa yang mas ucapkan itu mas,? apakah mas tidak akan menyesal dikemudian hari nanti mas,? Apalagi mas tau sendiri kan kalau alam kita ini berbeda," Ucap Ratu Anjani dengan melontarkan beberapa pertanyaan kepada Wisnu.
" Apa yang harus kusesalkan lagi Anjani,? sungguh perasaan ini begitu dalam terhadapmu Anjani. Dan akupun tau kalau alam kita ini berbeda, namun rasa sayang ini telah mengalahkan semua logika yang ada pada diriku ini," Sahut Wisnu seraya menggenggam erat kedua tangan Ratu Anjani.
" Baiklah kalau begitu mas Wisnu, karena akupun sangat mencintaimu mas Wisnu," jawab Ratu Anjani sembari menyunggingkan senyuman manisnya itu kearah Wisnu.
__ADS_1
" Benarkah itu Anjani,? Sumpah, aku sangat menyayangimu Anjani," timpal Wisnu yang segera memeluk dan mencium kening Ratu Anjani tersebut sehingga membuat Ratu Anjani semakin merasakan kebahagiaan yang tiada terkira saat itu.
" Benar mas, aku juga sudah menyukaimu semenjak pertama kali kita bertemu mas," ucap Ratu Anjani sembari ia pun terlihat membalas pelukan hangat dari Wisnu.
Semakin lama mereka berpelukan membuat hasrat kelelakiannya itu tiba-tiba saja naik, dan tanpa ia sadari, kini si kecil pun ikut menegang hebat yang membuat Wisnu saat itu pun seketika menjadi gelagapan.
Dalam keadaan Wisnu yang kian tak bisa mengontrol hasratnya tersebut, Ratu Anjani tiba-tiba saja mendaratkan sebuah ciuman ke bibir Wisnu yang sontak saja membuat Wisnu dengan reflek segera membalas ciuman dari Ratu Anjani tersebut hingga mereka berdua pun akhirnya segera merebahkan tubuh mereka itu keatas tempat tidur, sehingga mereka berdua pun semakin larut dalam suasana yang penuh nafsu tersebut.
Wisnu dengan gagahnya segera melancarakan serangan-serangannya itu kepada Ratu Anjani, dari mulai atas hingga bawah tak luput dari permainannya, sehingga Ratu Anjani yang kini merasakan hasratnya juga ikut memuncak itupun kemudian segera melucuti semua pakaiannya itu sehingga membuat kedua mata Wisnu pun seketika terbelalak melihat keindahan dari tubuh polos milik kekasihnya tersebut.
" Anjani, maafkan aku," ucap Wisnu dengan nada suaranya yang terdengar pelan kearah telinga Ratu Anjani.
" Tidak apa-apa mas, aku senang bisa melakukannya denganmu mas," jawab Ratu Anjani yang kemudian segera mengarahkan adik kecil Wisnu itu kearah mrs V nya tersebut dengan tanganya.
" Terimakasih sayang," ucap Wisnu seraya segera melayangkan serangan pamungkasnya itu kepada kekasihnya. Hingga pada akhirnya mereka berdua pun kini bergulat dalam kenikmatan yang tiada taranya tersebut.
Serangan demi serangan saling mereka lancarkan, hingga pada puncaknya, mereka berdua pun segera melepaskan lava bening milik mereka itu secara bersamaan seraya terdengar suara erangan yang seketika memecah keheningan malam itu. Dan setelah bergumul melepaskan hasrat, mereka berdua pun seketika itu langsung terbaring lemas di atas tempat tidur tersebut kemudian langsung tertidur dengan pulasnya.
...***************...
Bersambung
__ADS_1