Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Keadaan Semakin Memanas


__ADS_3

Setelah selesai minum, Wisnu kemudian bertanya kepada Bambang mengenai jasad dari ibunya tersebut yaitu Marni. Ditariknya nafas Wisnu dalam- dalam kemudian ia segera bertanya kepada ayahnya tersebut.


" Pak, bagaimana dengan jasad ibu apakah sudah dikebumikan lagi pak,? tanya Wisnu kepada ayahnya.


" Alhamdulillah berkat mbah Darmo jasad ibumu itu berhasil kami keluarkan dari alam siluman tersebut kemudian kami segera kebumikan di pemakaman umum Nu," jawab Bambang kepada Wisnu.


" Syukur alhamdulillah kalau begitu pak, maafkan Wisnu yang tidak bisa menemani kalian berdua ya pak," timpal Wisnu seraya segera meminta maaf karena tidak bisa bersama mereka disaat pengambilan jasad ibunya tersebut.


" Tidak apa-apa nak, yang terpenting kamu bisa selamat anakku, jadi kamu tidak perlu meminta maaf sama kami," ucap Bambang kepada Wisnu seraya tangannya itu terlihat mengelus pundak anaknya tersebut.


" Iya Wisnu, kamu tidak perlu meminta maaf, toh alhamdulillah kami berdua selamat dan jasad ibumu pun bisa kami selamatkan, dan sekarang kamu bisa pulang juga sudah sebuah anugrah dari yang maha kuasa," sahut mbah Darmo meyakinkan Wisnu.


" Namun bapak masih penasaran sama kamu Wisnu, dengan cara apa kamu bisa selamat dari jurang tersebut,? lalu kemana kamu setelah itu,? tanya Bambang yang pada saat itu masih merasa penasaran dengan selamatnya Wisnu setelah terjatuh dari atas tebing.


" Anu pak, em anu," mendengar itu pun Wisnu langsung tergagap tanpa tau apa yang harus ia katakan kepada ayahnya tersebut.


" Dia bisa selamat semata- mata atas ijin Allah, jadi kamu tidak bertanya lagi Bambang," sahut mbah Darmo yang seolah tampil mewakili Wisnu.


" Iya mbah, saya juga tau itu mbah, namun sebagai manusia awam saya memang merasa penasaran sekali mbah," timpal Bambang menjelaskan.


" Wisnu lebih baik sekarang kamu mandi saja dulu kemudian ganti pakaianmu itu, setelah itu makan ya," mbah Darmo pun segera menyuruh Wisnu untuk mandi seolah dia memang terus-terusan menghindarkan Wisnu dari pertanyaan ayahnya tersebut.


'' Baik mbah,' Wisnu pun segera beranjak dari tempat duduknya kemudian bergegas menuju ke kamar mandi.


" Anakmu itu masih belum kembali normal, jadi lebih baik biarkan dahulu anakmu itu, nanti mbah yang akan menjelaskan kepadamu," sahut mbah Darmo kepada Bambang.


" Iya mbah maafkan saya mbah, karena terlalu penasaran sehingga melupakan keadaan Wisnu anakku," timpal Bambang sembari mengangguk kearah mbah Darmo.

__ADS_1


" Nduk, buatkan makan untuk masmu itu nduk, kasian masmu mungkin belum ada makan nduk," sahut Bambang menyuruh Yuni anaknya itu untuk segera membuatkan makanan untuk Wisnu.


" Iya pak, Yuni mau buatkan makanan dulu ya pak," timpal Yuni yang kemudian segera melangkah menuju ke arah dapur.


Disisi lain, Nyai Ratu Sekar Arum rupanya tengah membuat rencana balasan untuk mbah Darmo dan keluarga Bambang yang telah berani mengambil jasad marni dari kerajaannya itu.


" Pitaloka cepat kau kemari," teriak Nyai Ratu Sekar Arum kepada salah satu pengawal nya tersebut


" Sendiko Nyai Ratu, hamba siap menerima perintah," sahut sang pengawal kepada Nyai Ratu Sekar Arum sembari bersujud.


" Kau ku perintahkan untuk mencari tau siapa yang selama ini telah membantu keluarga Wisnu, sekalian kau awasi si Darmo manusia yang telah berani mengusik kerajaanku ini Pitaloka," timpal Nyai Ratu Sekar Arum kepada Pitaloka dengan nada suaranya yang keras.


" Baik Nyai Ratu Sekar Arum, hamba akan segera melaksanakan perintah dari Nyai Ratu," sahut Pitaloka kemudian bergegas pergi meninggalkan istana Nyai Ratu Sekar Arum tersebut.


" Kalian akan merasakan pembalasan dariku wahai manusia-manusia laknat, kalian akan merasakan murka ku karena telah berani mengusik dan menganggu ku," ucap Nyai Ratu Sekar Arum sembari tangannya itu terlihat menggebrak sebuah meja yang berada tepat dihadapannya tersebut hingga hancur berkeping-keping.


Berbeda dengan Nyai Ratu Sekar Arum yang pada saat itu tengah murka, Juragan Susilo terlihat tengah sibuk mencari tumbal untuk segera ia serahkan kepada Nyai Ratu Sekar Arum sebagai ganti dari Marni yang telah di ambil kembali oleh Bambang.


" karta, apakah kau sudah dapatkan calon tumbal pengganti itu Karta,? ucap Juragan Susilo kepada Karta.


" Belum juragan, tapi saya sudah mendapatkan gambaran siapa yang nanti akan kita jadikan tumbal itu Juragan," timpal Karta kepada Juragan Susilo.


" Siapa,? apakah warga dari kampung ini atau bukan,? tanya Juragan Susilo.


" Bukan juragan, tapi dari kampung sebelah dan kebetulan masih keluarga dekat dari pacar saya itu juragan, soalnya keadaan mereka sangat miskin sementara anak-anaknya banyak, sehingga bisa kita ambil salah satunya untuk kita jadikan tumbal juragan," sahut Karta menjelaskan kepada juragan Susilo.


" Hahahaha, bagus Karta memang aku berharap tumbalku itu nanti bukan dari warga kampung sini, sehingga tidak akan menimbulkan kecurigaan terhadapku," ucap juragan Susilo sembari tertawa kearah Karta.

__ADS_1


" Oh iya juragan, saya saya juga sudah dapat info mengenai siapa yang telah membantu keluarga Bambang itu juragan," ucap Karta.


" Memangnya siapa Karta,? lalu dimanakah orang tersebut berada,? tanya juragan Susilo penasaran.


" Orang tersebut berada di kediaman Bambang, dan menurut kabar yang saya terima, orang itu bernama mbah Darmo, dan dia adalah orang yang mempunyai ilmu kebatinan tinggi juragan," timpal Karta menjawab pertanyaan dari juragan Susilo.


" Hem, kalau begitu kita harus secepatnya pergi ke tempat mbah Jambrong Karta, biar mbah Jambrong nanti yang akan mengurusnya," sahut juragan Susilo.


" Jadi kapan kita berangkat ke tempat mbah Jambrong itu juragan,? tanya Karta kepada juragan Susilo.


" Hari ini juga Karta, kita tidak boleh membiarkan orang seperti itu hidup, karena akan menjadi ancaman untukku Karta," ucap juragan Susilo.


" Ya sudah kalau begitu saya akan segera siapkan mobil untuk kita berangkat kesana juragan," timpal Karta.


" Ya, segeralah kau siapkan mobil itu, aku sudah gak sabar ingin segera memberi pelajaran kepada mereka terutama kepada Bambang," sahut juragan Susilo dengan berapi-api.


" Baik juragan," timpal Karta singkat seraya bergegas pergi dari hadapan juragan Susilo.


" Awas saja kau Bambang, Darmo, kalian akan segera menerima pembalasanku ini, kalian harus menerima akibatnya yang telah menganggu pekerjaanku ini hahahaha," gumam Bambang dalam hatinya sembari tertawa.


Sementara itu kini Karta telah selesai mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan oleh juragan Susilo untuk berangkat menuju ketempat mbah Jambrong. Ia pun terlihat segera menemui juragan Susilo.


" Juragan, semua telah siap, apakah kita berangkat sekarang juragan,? tanya Karta.


" Ya, kita berangkat saja sekarang, gak usah nunggu lama- lama lagi, aku ingin segera memberi pelajaran kepada mereka Karta," sahut juragan Susilo seraya bangkit dari tempat duduknya kemudian berjalan menuju mobil yang sudah dipersiapkan oleh Karta.


Bersambung>>>>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2