Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Rencana jahat Nyai Ratu Sekar Arum


__ADS_3

Di tempat lain, juragan Susilo dan juga Karta kini telah berada di rumah, mereka berdua masih tak percaya dengan apa yang telah mereka saksikan sewaktu di kediamannya mbah Jambrong, bahkan Karta hingga saat ini masih tidak bisa menelan makanan akibat merasa jijik melihat keadaan mbah Jambrong waktu itu.


" Kenapa kau Karta,? ku lihat kau tidak mau memakan nasi yang sudah istriku sediakan," tanya juragan Susilo kepada Karta.


" Ampun juragan, saya mohon maaf, bukan tak lapar perut ini juragan, namun saya masih merasa mual dan jijik apabila mengingat kondisi dari mbah Jambrong waktu itu juragan," jawab Karta kepada sang juragan.


" Halah, masa preman mual lihat mayat, cemen kau Karta," ejek juragan Susilo.


" Preman sih preman juragan, tapi seumur hidup baru lihat mayat yang hancur dan menjijikan seperti itu juragan," jawab Karta membela diri.


" Ya sudah kalau begitu, jadi apa yang harus kita lakukan kedepannya, sementara mbah Jambrong sudah tiada," tanya juragan Susilo kepada Karta.


" Wah apalagi saya juragan, saya tidak tau apa-apa juragan, apa tidak sebaiknya kita menunggu Nyai Ratu Sekar Arum saja juragan,?" ucap Karta sembari bertanya kembali kepada juragan Susilo.


" Hem, betul juga kamu Karta, ngapain juga kita harus bingung, toh Nyai Ratu sekar Arum pastinya akan datang, jadi sekalian aku tanyakan sama dia saja," timpal juragan Susilo.


" Nah itu dia juragan, daripada kita yang bingung kan juragan, heheh," celoteh Karta sembari terkekeh.


Namun pembicaraan diantara mereka berdua pun akhirnya terhenti, pada saat telinga juragan Karta menangkap sebuah bisikan ke telinganya yang menyuruh dia untuk segera masuk ke dalam ruangan khusunya itu. Dan tak lain itu adalah suara dari Nyai Ratu Sekar Arum.


" Karta, sebaiknya kau segera berjaga, soalnya aku mau masuk ke ruangan khusus ku," terdengar juragan Susilo langsung memerintahkan Karta untuk segera berjaga.


" Baik juragan, tapi kenapa bisa tiba-tiba gini juragan,?" tanya Karta yang merasa heran melihat sikap juragan Karta.

__ADS_1


" Tidak perlu kau banyak tanya Karta, lebih baik laksanakan saja apa yang aku perintahkan barusan," bentak juragan Susilo kepada Karta.


Karta yang melihat raut wajah sang juragan sudah mulai berubah dan dia juga tidak mau kalau sang juragan tambah marah, akhirnya Karta pun segera melaksanakan apa yang di perintahkan oleh sang juragan.


" Siap laksanakan juragan," jawab Karta singkat.


Juragan Susilo pun kemudian segera memasuki ruangan khusunya itu, dan langsung menutup rapat-rapat pintu ruangan tersebut dengan sangat tergesa-gesa. Dan benar saja, didalam ruangan tersebut ternyata sudah hadir sosok dari Nyai Ratu Sekar Arum yang tengah berbaring di ranjang dengan memberikan senyuman manisnya itu kepada Susilo.


" Kemari Lah Susilo, mendekat lah kepadaku," ajak Nyai Ratu Sekar Arum kepada Susilo, kemudian Susilo pun segera menghampirinya.


" Ampun Nyai Ratu, ada apakah gerangan sehingga Nyai tiba-tiba saja datang,?" tanya juragan Susilo kepada sesembahannya itu.


" Hahahaha, kapan pun aku mau, sudah tugasmu melayaniku," jawab Nyai Ratu Sekar Arum sembari tertawa.


" Baik Nyai Ratu, maafkan saya," timpal juragan Susilo sembari menundukkan kepalanya di hadapan Nyai Ratu Sekar Arum.


Susilo yang mendapat ajakan itu pun sudah mengerti, sehingga si kecil pun langsung terbangun dan seketika menegang hebat. Selanjutnya Susilo langsung mendekap dan mengecup bibir Nyai Ratu Sekar Arum. balas membalas kecupan pun tak bisa terelakan. sentuhan demi sentuhan mereka berdua mainkan, sehingga apa yang mereka inginkan pun akhirnya mereka dapatkan, yang di tandai dengan erangan hebat dari mulut mereka berdua lalu terbaring lemas di atas tempat tidur tersebut.


"Kamu memang hebat Susilo, kamu selalu membuat aku puas," ucap Nyai Ratu sekar Arum yang setengah berbisik ke arah telinga Susilo.


" Terimakasih apabila Nyai Ratu merasa puas," jawab Susilo dengan nada suara nya yang terdengar berat akibat kelelahan.


Setelah mereka berdua telah selesai memakai kembali pakaian mereka, Nyai Ratu Sekar Arum pun mengatakan sesuatu kepada Susilo, dan hal itu harus Susilo kerjakan secepatnya.

__ADS_1


" Susilo, aku mau kau menjalankan sesuatu untukku," ucap Nyai Ratu Sekar Arum kepada Susilo.


" Ampun Nyai Ratu, kalau boleh saya tau, apa yang harus saya kerjakan Nyai,?" tanya Susilo kepada Nyai Ratu Sekar Arum penasaran.


" Kau harus menculik si Yuni dari rumahnya, kemudian kau bawa dia ke tempat Jambrong, karena aku mau membalas dendam kepada keluarga si Wisnu, sekalian akan ku jadikan dia sebagai tumbal ku," ujar Nyai Ratu Sekar Arum menjelaskan kepada juragan Susilo mengenai apa yang harus juragan Susilo lakukan.


" Maaf Nyai, apakah tidak berbahaya apabila saya menculik adiknya si Wisnu itu Nyai,?" tanya juragan Susilo kepada sesembahannya itu.


" Apakah kau sanggup Susilo,? atau kau mau aku murka,? bentak Nyai Ratu Sekar Arum kepada juragan Susilo.


" A, ampun Nyai, ampun, saya siap melaksanakan perintah Nyai Ratu," jawab juragan Susilo sembari mengatupkan kedua telapak tangannya sembari meminta ampun.


" Bagus, kalau bisa sebelum bulan purnama kau sudah menculiknya, karena aku sudah tidak sabar menjadikannya untuk tumbalku," ucap Nyai Ratu Sekar Arum kepada juragan Susilo.


" Baik Nyai Ratu, perintah Nyai Ratu akan segera saya laksanakan," timpal juragan Susilo.


" Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu, dan ingat, kalau sampai kau tidak bisa membawakan adiknya si Wisnu itu, kau akan tau akibatnya Susilo," dengan kedua mata yang menyalak tajam ke arah juragan Susilo, kembali Nyai Ratu Sekar Arum mengingatkan juragan Susilo.


" Baik Nyai, akan saya pastikan sebelum purnama saya sudah membawakannya untuk Nyai," jawab juragan Susilo sembari gemetar.


Setelah mendapatkan kepastian dari juragan Susilo, Nyai Ratu Sekar Arum pun kemudian segera melesat pergi dan menghilang dari hadapan juragan Susilo, namun seperti biasa, di atas tempat tidur kini sudah bertabur emas, uang dan juga perhiasan lainnya, sehingga membuat juragan Susilo pun sangat senang karena kekayaanya terus bertambah.


" Hahahaha, kini semakin banyak harta ku, dan urusan menculik si Yuni, akan aku serahkan kepada Karta, karena hanya dia lah satu-satunya orang kepercayaanku yang bisa menjalankan tugas ini, hahahaha," gumam juragan Susilo dalam hatinya sembari tertawa.

__ADS_1


Dan setelah ia telah selesai menyimpan semua harta yang tadi di berikan oleh Nyai Ratu Sekar Arum kepadanya, juragan Susilo pun bergegas keluar dari ruangan tersebut kemudian segera menghampiri Karta yang masih terlihat berjaga di depan pintu kamarnya itu.


Next>>>>>


__ADS_2