
" Karta, kemari kau sebentar," ujar juragan Susilo yang terdengar memanggil Karta.
" Siap juragan," sahut Karta yang segera berjalan menghampiri juragan Susilo.
" Ada apa juragan memanggil saya,? tanya Karta yang sedikit terengah akibat sedikit berlari menghampiri sang juragan.
" Karta, aku telah diberi tugas baru oleh Nyai Ratu Sekar Arum, bahwa purnama yang akan datang aku harus menyediakan tumbal. apakah kamu bersedia apabila aku memberimu tugas ini Karta,? jelas sang juragan kemudian bertanya balik kepada Karta.
" Maaf juragan, kira-kira siapa yang kita bisa jadikan tumbal juragan,? apakah juragan sudah mempunyai target juragan,? Karta pun balik bertanya kepada juragan Susilo.
" Hahahaha, tentu saja aku sudah punya target yang nantinya akan aku jadikan tumbal untuk Nyai Ratu Sekar Arum Karta, kau tinggal menjalankan saja apa yang aku perintahkan," ucap juragan Susilo sembari terdengar tawa dari mulut juragan Susilo.
" Wah bagus juragan, saya dengan senang hati akan menjalankan segala perintah yang juragan berikan untuk saya, asalkan juragan juga jangan lupa kasih bonusnya untuk saya juragan, hehehe," timpal Karta dengan sumringah ketika dia tahu bahwa tugas tersebut tidak perlu lagi harus bersusah payah mencari target untuk dijadikan tumbal.
" Tenang Karta, selama kau bisa menjalankan tugas dengan benar, masalah duit tidak perlu kau khawatirkan, karena aku pastinya akan memberikan kau lebih banyak lagi dari yang sebelum-sebelumnya," sahut juragan Susilo meyakinkan Karta.
" Terimakasih banyak juragan, dan kalau boleh saya tahu, siapa kira-kira yang akan juragan jadikan target nanti juragan,? tanya Karta yang masih penasaran tentang siapa yang akan juragan Susilo jadikan tumbal.
" Kemari kau mendekat Karta," perintah juragan Susilo kepada Karta.
Karta pun segera menuruti perintah dari juragannya tersebut.
" Aku akan jadikan si Yuni adiknya si Wisnu sebagai tumbal Karta, karena si Yuni itu masih gadis dan aku sangat dendam dengan keluarganya apalagi sama bapaknya yaitu si Bambang," bisik juragan Susilo kepada Karta.
Karta yang mendengar hal tersebut pun seketika mengerenyitkan dahi seolah tidak percaya atas apa yang ia dengar barusan dari sang juragan.
__ADS_1
" Apa juragan,? si Yuni,? apa nanti tidak akan menimbulkan kecurigaan terhadap warga kampung sini juragan,? tanya Karta kepada juragan Susilo karena khawatir Warga akan curiga apabila terjadi sesuatu kepada Yuni.
" Kau tenang saja Karta, aku sudah memikirkan caranya, tinggal kau lah yang nantinya meng eksekusi," timpal juragan Susilo yang kembali meyakinkan Karta.
" Syukurlah juragan kalau begitu. Jadi kapan dan bagaimana caranya juragan,? sambil menghela nafas Karta kembali bertanya kepada juragan Susilo.
Juragan Susilo pun kemudian menjelaskan dan menerangkan kepada Karta mengenai tugas dan cara yang nantinya akan Karta pakai ketika menjalankan tugas dari sang juragan.
" Memang juragan saya paling mantap, pokoknya saya siap melaksanakan tugas dari juragan," sahut Karta dengan semangat setelah mendengar penjelasan dari juragan Susilo.
" Ya sudah sekarang kau atur dulu semua yang nantinya kita butuhkan untuk menjalankan rencana kita nanti, selebihnya aku akan meminta bantuan dari Nyai Ratu Sekar Arum agara rencana kita nanti bisa berhasil." ucap juragan Susilo kepada Karta.
" Baik juragan, saya akan segera mempersiapkan segala keperluan tersebut. namun juragan saya tidak punya uang, soalnya sudah habis juragan," timpal Karta yang dengan tidak ragu lagi langsung meminta uang kepada juragan Susilo.
mendengar sang anak buah memberi kode masalah uang, juragan Susilo pun langsung mengeluarkan beberapa gepok uang pecahan lima puluh ribuan dan juga seratus ribuan yang memang telah dia sediakan untuk Karta.
" Siap juragan, siap saya laksanakan, yang pastinya saya akan melaksanakan rencana kita ini sampai berhasil juragan," timpal Karta dengan penuh semangat karena kini di tangannya sudah ada gepokan uang pemberian juragan Susilo.
" Aku pegang omonganmu Karta, jangan sempat kau tidak berhasil," tegas juragan Susilo dengan raut muka datarnya mengingatkan Karta.
" Baik juragan, saya tidak akan mengecewakan juragan," timpal Karta kembali meyakinkan sang juragan.
" Bagus Karta, bagus, itu yang aku inginkan. Dan ingat kau harus berhati-hati selama kau menjalankan tugas ini Karta." ucap juragan Susilo kepada Karta.
" Baik juragan, saya akan berhati-hati dan memastikan bulan purnama nanti sudah ada tumbal yang juragan inginkan," jawab Karta.
__ADS_1
" Ya sudah sekarang kau pergi, mulailah kau kerjakan tugas dariku ini Karta." ucap juragan Susilo memerintahkan Karta untuk segera pergi.
" Baik kalau begitu juragan, saya akan segera laksanakan," sahut Karta sembari berlalu pergi meninggalkan sang juragan.
" Gak salah rupanya aku menjadikan dia sebagai kaki tanganku, karena dalam pikirannya sudah pasti hanya ada uang, hahahaha," gumam juragan Karta dalam hatinya.
Namun tiba-tiba saja juragan Karta di kejutkan dengan kedatangan istrinya yang datang menyapa Susilo.
" Pak, bapak lagi apa pak disini sendirian,? Karta nya mana pak, kok sudah tidak ada,? tanya sang istri kepada juragan Susilo.
" Eh ibuk, bikin kaget saja to buk, bapak lagi pengen cari angin saja buk, kalau Karta baru saja pulang memang," jawab juragan Susilo terkejut mendengar istrinya bertanya.
" Oh gitu toh pak, tadi ibu sempat dengar rencana, emang ada rencana apa sama Karta kalau boleh ibuk tau," ucap istrinya juragan Susilo kemudian bertanya kepadanya.
" Biasa lah buk, masalah bisnis jadi harus ada rencana agar bisnis kita ini bisa terus berjalan buk," jawab juragan Susilo berbohong kepada sang istri.
" Hem, ibuk kira tentang apa pak, ya sudah ibuk kedalam lagi ya pak, bapak jangan malam-malam kali di luar nanti masuk angin," timpal istrinya juragan Susilo sembari berlalu pergi meninggalkan sang suami sendiri dan ia pun langsung masuk kembali kedalam rumah.
" Kok hatiku gak tenang ya,? kenapa ucapan suamiku tadi rasanya aku kurang percaya,? hem udahlah mungkin cuma perasaanku saja," gumamnya dalam hati.
" Hahahaha, kau lihat nanti ya Bambang, apa yang akan aku lakukan kepada anakmu si Yuni, kau pasti akan segera merasakan pembalasanku ini Bambang, hahahaha," gumam juragan Susilo dalam hatinya sembari tertawa riang membayangkan apa yang akan terjadi kepada keluarganya Bambang ayahnya Wisnu.
waktu pun semakin beranjak malam, juragan Susilo yang memang sangat kelelahan setelah melayani Nyai Ratu Sekar Arum pun bergegas bangkit dari tempat duduknya kemudian segera bergegas memasuki rumahnya tersebut menuju kamar.
Disisi lain Wisnu tiba-tiba saja di datangi oleh sang kekasih ghaib nya yaitu Ratu Anjani, Wisnu pun merasa sangat bahagia melihat sang pujaan hati kini telah berada di hadapannya.
__ADS_1
>>> Bersambung.....