
"Kemana saja kau Karta, tadi ku cari-cari kau tidak ada" terdengar suara dari juragan Susilo yang sedikit membentak tersebut ke arah Karta. Sehingga Karta yang baru saja datang pun seketika di buat kaget.
"Eh ia juragan , tadi saya ketemu dengan pujaan hati saya juragan, jadinya mojok dulu deh hehehhee", timpal Karta menjelaskan sembari cengengesan karena dibuat kikuk oleh juragan Karta.
"Pantas lah kalau begitu, terus udah kau berikan amplop tersebut? ucap juragan Susilo yang kini menanyakan tentang amplop yang ia suruh Karta berikan tadi kepada Wisnu.
"Reeeebees..eh beres maksudnya juragan, sudah saya berikan kepada yang bersangkutan juragan, sahut Karta meberitahukan kepada juragan Susilo bahwa ia telah memberikan amplop tersebut sesuai yang di perintahakan oleh sang juragan tersebut.
Yang pada kenyataannya ialah, dia sebenarnya telah melakukan sebuah kesalahan, karena amplop tersebut ternyata telah salah sasaran. Yang seharusnya dia berikan kepada Wisnu, ternyata Karta malah memberikan amplop tersebut kepada Marni ibunya Wisnu, dan hingga sekarang, Karta masih belum menyadari atas apa yang telah ia lakukan tersebut.
"Baguslah kalau memang sudah kau berikan, sekarang lebih baik kita segera kerumah, soalnya ada yang pekerjaan lagi yang harus segera kau lakukan untukku Karta", ucap juragan Susilo kepada Karta, sembari mereka terlihat berjalan dengan beriringan menuju ke rumah juragan Susilo.
Sementara itu Wisnu dan juga ibunya, kini telah sampai di rumah mereka, kemudian mereka berdua pun segera masuk kedalam rumah dan terlihat segera menyimpan perlengkapan yang mereka bawa tadi ke ladang.
" Eh ibuk sudah pulang, Wisnu mana buk? tanya Bambang ketika melihat istrinya itu sudah pulang, seraya ia menanyakan keberadaan dari Wisnu.
"Ia pak alhamdulillah, tadi kerjaanya sudah selesai pak, besok kami kesana lagi soalnya mau beresin sisa panen yang tadi belum sempat kami semua selesaikan pak, kalo Wisnu tadi ibu lihat dia lagi di kamar mandi pak, sahut marni menjelaskan.
"Ya sudah kalau begitu, ibu pamit mau bersihkan diri dulu ya pak, soalnya badan ibuk terasa gatal semua pak, ucapnya sembari berjalan ke arah belakang.
"Nduuk,,
"Nduukk,,
"Siapkan dulu untuk makan kita nanti nduk, ibu sama masmu sudah pulang, kasian mereka pasti belum pada makan", terdengar suara Bambang memanggil anaknya yaitu Yuni untuk segera menyiapkan makanan untuk makan mereka.
"Ia pak, sebentar lagi Yuni siapkan, sahut Yuni dari dalam kamarnya tersebut.
"Setelah Yuni menyiapkan segala keperluan untuk mereka makan, Yuni langsung menghampiri ibunya, kemudian menyuruh ibunya untuk segera makan, sekalian juga iapun memanggil mas nya untuk ikut makan bersama di meja makan.
"Marni dan juga Wisnu yang mendengar itupun kemudian bergegas berjalan menghampiri meja makan tersebut. Terlihat disana sudah ada Bambang dan juga Yuni yang telah menunggu kedatangan mereka berdua.
"Ya sudah, sekarang ayo kita makan, mumpung masih hangat nasik dan juga lauknya nanti keburu dingin jadi gak enak, ucap Bambang yang mengajak anak dan istrinya itu untuk segera menyantap makanan yang sudah Yuni siapkan sedari tadi itu.
Mendengar itu, merekapun akhirnya bergegas menyantap makanan yang sudah tersaji di depan mereka dengan lahapnya. Bambang yang melihat pemandangan itupun terlihat tersenyum penuh rasa kebahagiaan.
Sekilas tentang Karta, setelah Karta resmi dijadikan sebagai kaki tangan sekaligus orang kepercayaan oleh juragan Susilo, hampir semua seluk beluk dari juragan Susilo telah Karta ketahui. Seperti yang juragan Susilo telah perbuat untuk mendapatkan seluruh kekayaanya tersebut.
Bagi Karta, mau apapun yang di lakukan oleh juragan Susilo, baginya itu tidak akan menjadi sebuah masalah, selama pundi-pundi uang akan terus mengalir kepadanya, karena memang selama dia ikut juragan Susilo, perlahan kehidupannya pun lambat laun ikut mengalami perubahan yang drastis. Bahkan, sekarang Karta sudah mempunyai rumah sendiri, kemudian beberapa kendaraan termasuk juga dengan satu buah kios didepan rumahnya yang dikelola oleh saudaranya.
Semua yang ia dapatkan sekarang ini tak lain dan tak bukan ialah hasil dari dia menjadi seorang kaki tangan kepercayaan dari juragan Susilo. Makanya setiap apa yang di perintahkan juragan Susilo pasti kepadanya, sudah pasti akan segera ia laksanakan, karena dari situlah Karta akan sebuah mendapatkan imbalan dari juragan Susilo.
__ADS_1
"Karta, apakah sudah kau persiapkan segala keperluanku untuk nanti malam? ucap juragan Susilo yang terdengar menanyakan segala keperluannya itu kepada Karta.
"Siap juragan"
Sudah saya siapkan di dalam kamar juragan, sahut Karta seraya jari jempolnya ia arahkan ke arah ruangan khusus yang akan digunakan oleh juragan Susilo untuk melakukan ritualnya tersebut.
"Ya sudah kalau begitu, nanti malam kau harus berjaga di depan pintu kamarku ini hingga aku selesai nanti, ucap juragan Susilo yang seketika langsung di sahut oleh Karta.
"Baik juragan, perintah juragan akan saya laksanakan sebaik mungkin, sahut Karta.
Malam pun tiba, langit terlihat begitu nampak sangat terang seperti bukan pada malam hari, karena memang malam ini adalah malam yang sangat dinanti oleh juragan Susilo.
Ya benar sekali, malam ini adalah tepat malam bulan purnama yang akan digunakan oleh juragan Susilo untuk memberikan tumbal kepada Nyai Ratu Sekar Arum sesembahannya tersebut.
Sementara itu, terlihat juragan Susilo pun kini telah masuk kedalam ruangan yang khusus dipersiapkan olehnya untuk proses ritual pemujaan kepada Nyai Ratu Sekar Arum. Sedangakan Karta yang memang sudah terbiasa akan hal tersebut, dan juga telah mendapatkan perintah dari sang juraganpun, langsung bergegas kedepan pintu kamar tersebut untuk segera mulai berjaga selama sang juragan sedang malakuan ritualnya.
Ditempat lain, Bambang dan juga Marni terlihat belum tidur. Sedangkan anak-anak mereka yaitu Wisnu dan juga Yuni, memang sejak tadi sudah berada di kamar mereka masing-masing, yang kini hanya tinggal mereka berdua saja yang masih terlibat sebuah percakapan.
"Pak, kenapa dengan tangan jari tangan bapak, kok di balut sama kain pak? ucap Marni bertanya kepada suaminya ketika ia tak sengaja melihat jari telunjuk dari suaminya itu sudah di bungkus dengan sebuah kain.
"Oh ini ya bu, tadi pas bapak sedang mengasah parang, jari bapak tak sengaja tergores buk, jadi bapak bungkus pakai kain, lagian gak apa-apa kok buk, cuma luka biasa aja kok, sahut Bambang kepada istrinya tersebut.
"Hmmm makanya pak, kalau lagi memegang benda tajam itu jangan sambil melamun toh pak, ucap Marni seraya tangannya segera meraih jari telunjuk dari suaminya itu sembari mengingatkan.
"Yowes ayok kita tidur buk, ini kan sudah malam buk, apalagi ibu bilang besok ibuk masih kerja di tempat juragan Susilo toh buk" ucap Bambang yang mengajak Marni untuk segera tidur. Marni pun seketika langsung mengangguk, seraya ia dan juga suaminya tersebut segera bangkit dari tempat duduk mereka kemudian segera berjalan meninggalkan ruang tamu rumahnya itu. kemudian merekapun segera masuk kedalam kamar.
Waktupun kini telah menunjukan pukul 00: 30 Wib, sementara Marni sendiri kala itu matanya tidak dapat ia pejamkan, seolah tidak merasakan ngantuk sama sekali. Bahkan ia kini tiba-tiba saja merasakan sebuah ketakutan yang selama ini belum pernah ia rasakan. Sementara itu ketika ia menoleh kesamping, Marni melihat suaminya kini sudah tertidur dengan cukup nyenyak sekali, sehingga yang tadinya ia berniat untuk membangunkan suaminya tersebut pun akhirnya ia urungkan karena kasihan.
Marni kini dilanda ketakutan yang luar biasa, bahkan belum sempat hilang rasa takut dari dirinya, kini ia tiba-tiba saja merasakan hawa di dalam ruangan kamarnya tersebut seketika menjadi sangat panas.
"Kok tiba-tiba ruangan ini terasa sangat panas ya, twpi kenapa bapak malah bisa tertidur dengan nyenyak? gumam Marni dalam hati.
Selang waktu berikutnya, sayup-sayup namun terdengar cukup jelas di telinganya, Marni mendengar seperti ada sebuah suara ringkikan seekor hewan yang cukup familiar bagi telinganya tersebut.
Ya, suara yang ia dengar barusan itu terdengar sangat mirip sekali dengan suara dari seekor kuda, sehingga ia sangat kebingungan dengan pendengarannya tersebut, karena bagai mana mungkin ada kuda di sekitar rumahnya tersebut, sementara di kampung Pandan Sari sendiri, seingatnya tidak ada satu orangpun warga yang memelihara kuda.
"Ya allah apa itu?
"Apa aku hanya salah dengar, kenapa ada suara kuda pada malam hari? terus kenapa suaranya terdengar mengelilingi rumahku?
"Ya allah tolong lindungilah hamba beserta keluarga hamba dari gangguan ataupun dari niat jahat yang akan mencelakai hamba dan juga keluarga hamba ya allah, gumam Marni dalam hati sembari kedua telapak tangannya tersebut ia arahkan ke atas sembari mengucapkan doa untuk memohon perlindungan kepada allah.
__ADS_1
Marni memang sengaja tidak membangunkan suaminya itu, karena ia merasa kasian padanya apabila ia harus terbangun gara-gara rasa takut yang sedang ia rasakan saat ini. Sebisa mungkin Marni pun kini berusaha untuk tetap menguasai rasa takutnya tersebut. Walaupun kini, peluh sebesar biji jagung mulai membasahi sekujur tubuhnya, namun ia tetap saja menguat-nguatkan dirinya untuk tetap bisa bertahan dari rasa ketakutan yang tengah ia landa saat ini seorang diri itu.
Dalam keadaan yang masih sama, tiba-tiba saja dalam pandangan matanya yang samar, terlihat sebuah sosok bayangan yang lambat laun kini mulai nampak jelas di matanya, bahwa itu adalah sesosok dari seorang perempuan dengan bentuk wajah yang sangat menyeramkan, dengan badannya yang setengah manusia dan setengahnya lagi adalah seekor ular itupun kini mulai mendekati dirinya.
Kaget,cemas,dan ketakutan itulah yang kini sedang Marni rasakan tanpa bisa berbuat apa-apa.
Marni pun berusaha untuk berteriak, namun usahanya untuk berteriak sekuat apapun juga seolah sia-sia saja. Karena, tetap saja orang-orang yang berada di rumah tak satupun ada yang mendengar teriakannya tersebut. Sedangkan mereka tak tau apa yang kini sedang Marni alami, termasuk juga dengan suaminya, ia terlihat masih tertidur dengan begitu pulasnya.
Sementara itu, Marni pun kini telah saling berhadapan dengan mahluk siluman yang berwujud menyeramkan tersebut.
Dengan sisa keberanian Marni yang kini hampir habis, Marni kemudian berusaha bertanya kepada mahluk tersebut.
"Siapa kamu?
"Mau apa kamu datang kemari!!
"Tolong jangan ganggu aku!!!
"Pergi dari sini!
Ucap Marni dengan suaranya yang terbata-bata seraya berteriak kearah mahluk siluman tersebut untuk segera pergi dari hadapannya. Namun bukannya pergi, mahluk tersebut kini terdengar tertawa, sehingga sontak saja membuat Marni seketika semakin di landa ketakutan dan kengerian yang teramat sangat.
"Hahahahhaha..!!!
"Dasar manusia bodoh.!!
"Kau tidak tau kalau sekarang sudah waktunya kau untuk aku jemput, dan akan di jadikan budak oleh Nyai Ratu Sekar Arum.
"Hahahahahahaaa..!!
Ucap mahluk siluman ular tersebut sembari terlihat menyeringai di sertai tawanya yang terdengar sungguh mengerikan itu. Sedangkan Marni hanya bisa terdiam memaku tanpa bisa berbuat apapun lagi.
"Maksud kamu apa..?
"Siapa yang akan dijadikan budak..?
" Pergi kau mahluk laknat!!!
Teriak Marni yang tetap berusaha menyuruh mahluk tersebut untuk segera pergi.
__ADS_1
Bersambung....