
"Disaat Wisnu yang kini sudah berjumpa dengan Ratu Anjani, sementara itu disebuah rumah mewah sendang terjadi perdebatan hebat. Antara seorang majikan dan anak buahnya.
"Ya,, dialah juragan Susilo, yang kini tengah merasakan sebuah kegelisahan. Bukan tanpa sebab seorang juragan yang terkenal sangat kaya raya, terpandang dan bisa di bilang orang paling berpengaruh di Kampung Pandan Sari tersebut, kini hati dan fikirannya sedang dilanda sebuah kekalutan, kekhawatiran dan juga kegelisahan yang tengah ia rasakan saat ini.
" Karta, apakah benar yang kau bilang tadi,? ucap juragan Susilo kepada karta, seorang kaki tangan yang paling di percaya oleh juragan Susilo.
" Benar juragan, karena, desas-desus tentang kematian buk Marni kini sudah menjadi perbincangan para warga, bahkan, sebagian dari mereka percaya kalau juragan adalah pemuja setan, alias pelaku pesugihan juragan," sahut Karta kepada juragan Susilo.
" Terus, kenapa yang menjadi tumbal tersebut malah ibunya, bukan si Wisnu Karta,? lagian mana mungkin warga berani berfikir seperti itu, kalau tidak ada yang kompori mereka, apalagi mereka tau siapa aku ini, siapa yang akan berani sama aku,?
" Braaakk,,,!!
Ucap juragan Susilo dengan nadanya yang tinggi, sembari tangannya seketika menggebrak meja yang terletak di hadapannya hingga pecah.
Karta yang melihat itupun hanya bisa terdiam, dengan jantungnya yang kini berdegup dengan sangat kencang.
"Ayo jawab Karta,!!!!
kenapa bisa si Marni yang jadi tumbal, bukan si Wisnu,? dengan marah, kembali pertanyaan itu terlontar dari mulut juragan Susilo.
" Saya tidak tahu juragan, saya tidak bohong," sahut Karta sembari menahan rasa takutnya terhadap juragan Susilo itu.
"Ya sudah, besok kau antarkan aku ke tempat mbah Jambrong, aku mau tau kenapa ini bisa terjadi, padahal aku telah memberi tumbal kepada Nyai Ratu Sekar Arum tepat waktu," ucap juragan Susilo kepada Karta, yang saat itu masih terlihat diam dan hanya bisa menganggukkan kepalanya tersebut. Dengan masih ketakutan, Karta pun berkata kepada juragan Susilo, bahwa dia akan berusaha mencari siapa yang telah menyebarkan rumor tentang juragan Susilo.
__ADS_1
" Maaf juragan, nanti akan saya usahakan bersama para anggota yang lain, untuk mencari tahu siapa yang telah menyebarkan rumor tentang juragan", ucap Karta dengan suara yang agak terbata-bata.
" Hahahahha,,,,!!!
" Haahahahahaha,,,!!!
bagus Karta, gak salah aku telah menjadikanmu seorang kaki tanganku yang sangat aku percaya", terdengar suara tertawa juragan Susilo, sembari ia menepukkan telapak tangannya pada punggung Karta.
" Terimakasih juragan, besok sepulang dari tempat mbah Jambrong, saya akan menyuruh seluruh anggota kita untuk segera menyebar, mencari informasi tentang siapa yang telah menyebarkan rumor tersebut juragan", ucap karta meyakinkan juragan Susilo.
" Ok Karta, kau atur itu sesegera mungkin, sekarang aku mau istirahat. Sekarang kau sudah bisa pulang, besok pagi kau datang kemari lebih cepat", ucap juragan Susilo yang menyuruh Karta untuk segera pulang. Mendengar perintah juragan Susilo tersebut kepadanya, Karta pun segera membalikan badannya, kemudian langsung berjalan keluar dari dalam ruangan khusus milik juragan Susilo tersebut. Dan, hanya juragan Susilo sama Karta sajalah yang bisa memasuki ruangan tersebut. Bahkan, anak dan juga istrinya sendiri pun tidak ada satupun yang diperbolehkan masuk ke ruangan tersebut.
Sepeninggalnya Karta, tiba-tiba saja angin terasa berputar putar mengelilingi ruangan tersebut, kemudian, di dekat meja tempat pemujaan seketika muncul asap hitam tebal, yang dengan perlahan kini mulai berubah menjadi sosok seorang wanita cantik. Dengan sorot matanya yang tajam, kemudian setengah dari badannya adalah seekor ular kini mulai mendekati juragan Susilo. Namun dimata juragan Susilo, dia tetaplah terlihat sebagai seorang wanita yang sangat cantik rupawan, padahal yang sebenarnya itu adalah sosok asli dari Nyai Ratu Sekar Arum yang merupakan seekor ular siluman, sesembahan dari juragan Susilo.Dengan segera, juragan Susilo pun langsung bersimpuh di hadapan sosok tersebut.
" Hikhikhik,,,,,!!!!
Terdengar suara cekikian dari mulut wanita siluman tersebut. Sehingga membuat bulu kuduk Susilo seketika langsung meremang hebat.
" Susilo, dibulan purnama yang akan datang nanti, kau harus segera memberiku tumbal baru, karena tumbal yang kau berikan itu adalah perempuan tua bangka. Aku hanya menginginkan tumbal seorang anak muda. Kuterima tumbal mu waktu itu, karena aku tau kau sakit hati terhadap suaminya, dan itu adalah kesalahan si Karta anak buahmu, yang telah salah memberiķan tanda, sehingga aku tetap menerima tumbal tersebut Susilo.
Namun tidak untuk kali ini, apalagi sesuai dengan perjanjian, kau akan memberiku tumbal seorang anak laki-laki di saat bulan purnama, apa kau sudah lupa Susilo,? ucap Nyai Ratu Sekar Arum itu kepada juragan Susilo yang seketika membuat nyalinya seketika menciut.
" Tapi maaf Nyai Ratu Sekar Arum, kenapa bisa jadi ibunya yang menjadi tumbal, padahal saya sudah memberikan amplop itu kepada Wisnu anaknya," sahut Susilo bertanya mengenai kesalahan tumbal tersebut.
__ADS_1
"Bodoh kau Susilo, itu karena amplop yang telah kau titipkan kepada anak buahmu itu diberikan bukan kepada Wisnu, melainkan kepada si Marni," ucap Nyai Ratu Sekar Arum membentak juragan Susilo.
" Apakah betul itu Nyai Ratu Sekar Arum,?
berarti itu kesalahan dari si Karta Nyai,?
Kalau begitu, tolong maafkan saya Nyai Ratu Sekar Arum, saya berjanji akan mencarikan seorang pemuda ataupun seorang anak gadis untuk saya jadikan tumbal pada saat bulan purnama penuh nanti," jawab juragan Susilo dengan terbata-bata akibat merasakan takut ysng luar biasa kepada sesembahannya tersebut.
"Baiklah kalau begitu, malam ini, kau puaskan aku terlebih dahulu Susilo," sahut Nyai Ratu Sekar Arum kepada Susilo, kemudian juragan susilo pun bergegas bangkit dan segera menuju ranjang yang memang sengaja di sediakan di ruangan tersebut untuk melakukan ritual persetubuhan dengan wanita siluman tersebut.
Itu karena, pada waktu-waktu tertentu, Nyai Ratu Sekar Arum pasti akan datang untuk meminta dilayani oleh juragan Susilo. Nyai Ratu Sekar Arum terlihat sangat cantik , dengan memakai kemban khas seorang putri dari sebuah kerajaan, kemudian dia juga mengenakan sebuah mahkota yang terbuat dari emas di kepalanya sehingga menambah keanggunan plus kecantikan yang terpancar dari raut wajah sosok wanita siluman tersebut. Dialah Nyai Ratu Sekar Arum sang penguasa goa di bawah kaki gunung Merangin yang di kenal sebagai tempat paling angker. Yang mana, wilayah kekuasaanya terbentang hingga ke wilayah bukit mayangan, yang di tandai dengan adanya sebuah batu besar yang sempat Wisnu jumpai waktu ia akan menuju ke Air Terjun. Karena wilayah tersebut sudah masuk kedalam kekuasaan Ratu Anjani.
Nyai Ratu Sekar Arum pun mulai malaksanakan malam bir**i nya tersebut dengan juragan Susilo. Hingga akhirnya, setelah ia merasa terpuaskan oleh juragan susilo itu pun segera kembali ke wujud aslinya tersebut, seraya menyunggingkan senyumannya kearah juragan Susilo yang masih terbaring lemas di atas tempat tidur.
" Terimakasih Susilo, kau memang peliharaanku yang bisa di andalkan," ucap Nyai Ratu Sekar Arum kepada Susilo, kemudian langsung melesat pergi dari ruangan tersebut dan seketika lenyap dengan meninggalkan beberapa keping koin emas dan juga lembaran uang kertas yang begitu banyak, sehingga memenuhi hampir seluruh tempat tidur milik juragan Susilo tersebut. Bahkan, karena saking banyaknya koin dan uang pembarian dari Nyai Ratu Sekar Arum itu, membuat sebagian dari uang dan juga koin itupun berserakan di lantai kamarnya. Itu adalah hadiah untuk juragan Susilo yang sebelumnya telah melakukan pergumulan dengan sosok siluman sesembahan sang juragan.
" Hahahhahhaha,,,,!!!
memang kau paling tahu apa yang aku mau Nyai Ratu Sekar Arum," ucap juragan Susilo ketika ia melihat tumpukan uang dan juga koin emas miliknya tersebut.
Setelah itu, dia bergegas merapihkan tempat tersebut, kemudian segera mengumpulkan uang beserta koin emas tersebut yang langsung ia masukan kedalam sebuah peti khusus yang sengaja ia buat untuk menyimpan barang berharga miliknya. Setelah selesai, ia pun segera keluar dari ruangan khusus itu, kemudian bergegas menuju kamar yang ada di sebelahnya untuk segera tidur. Karena ia merasa cukup sangat kelelahan akibat telah melayani hasrat dan bi**hi wanita siluman yang menjadi sesembahannya tersebut. Dengan segera ia rebahkan tubuhnya ke atas tempat tidurnya, dan sesaat kemudian ia pun seketika tertidur dengan pulasnya.
Bersambung>>>>>>>
__ADS_1