Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Menjemput Jasad Marni


__ADS_3

" Mas, bangun mas, sudah saatnya kamu pulang mas," sahut Ratu Anjani mencoba membangunkan Wisnu.


" Hoaaammmmm,,!!!


" Eh Anjani, maaf mas tadi keenakan tidur, maaf ya sayang," ucap Wisnu dengan mesranya kepada Ratu Anjani yang saat itu dia terlihat masih menahan kantuknya.


" Tidak apa-apa mas, namun aku takut nanti mbah mu mengetahui tentang kita berdua mas, soalnya beliau kan punya ilmu kebatinan yang cukup tinggi mas," sahut Ratu Anjani dengan raut wajahnya itu yang menyiratkan sebuah perasaan khawatir.


" Kamu tenang saja ya, yang terpenting cinta kita berdua ini tulus Anjani," timpal Wisnu seraya ia segera mengecup kening kekasih beda alamnya tersebut dengan penuh kemesraan. Sehingga membuat hati Ratu Anjani pun kembali tenang.


" Terimakasih banyak ya mas, kamu sudah mau mencintaiku apa adanya," ucap Ratu Anjani sembari tersenyum manis kearah Wisnu.


" Ia sayang, mas akan selalu mencintaimu sampai kapan pun juga" timpal Wisnu kemudian segera memeluk tubuh Ratu Anjani itu dengan eratnya.


" Ya sudah mas, sekarang mas bersiaplah untuk pulang, mumpung mereka semua belum ada yang bangun mas," ucap Ratu Anjani yang menyuruh Wisnu untuk segera bersiap.


" Baik Anjani, namub dalam waktu dekat, mas akan kembali kemari, boleh kan,? Tanya Wisnu.


" Boleh mas, aku akan sangat senang apabila mas bisa sering kemari mas," timpal Ratu Anjani dengan girangnya.


Setelah itu, Wisnu pun segera beranjak dari tempat tidur tersebut seraya segera melangkahkan kakinya itu dan segera menuju kearah lintu keluar dari istana tersebut. Ratu anjani pun segera menggandeng tangan Wisnu kemudian segera mengikutinya keluar.


" Pejamkan kedua mata mas Wisnu mas," ucap Ratu Anjani kepada Wisnu.


" Baik Anajani," timpal Wisnu yang saat itu sudah sangat faham akan perintah tersebut kemudian ia segers menutup kedua matanya tersebut.

__ADS_1


Hanya hitungan Detik, Wisnu kini telah berada kembali didalam kamarnya itu. Dilihatnya Yuni masih tertidur dengan pulasnya, sehingga kedatangganya tak diketahui oleh Yuni pada saat itu. Wisnu segera menutup jendela kamarnya yang terbuka itu kemudian segera berbaring di lantai dekat tempat tidurnya yang di pakai oleh Yuni adiknya tersebut.


" Hmmmm, syukurlah Yuni belum bangun, kalau semlat dia terbangun bisa gawat," gumam Wisnu dalam hati seraya segera menutup kedua matanya utu untuk segera istirahat kembali.


Sementara itu, di kerajaan milik Nyai Ratu Sekar Arum kini tengah sibuk mencari jasad Marni. Seluruh prajuri dan juga pengawal Nyai Ratu Sekar Arum pun terlihat dikerahkan untuk mencari keberadaan jasad Marni yang kini telah hilang entah kemana itu.


" Kalian Harus segera mencarinya sampai dapat, kalau tidak ingin kalian semua aku musnahkan," Sahut Nyai Ratu Sekar Arum kepada seluruh anak buahnya sembari menunjukan raut wajahnya yang lada saat itu terlihat sangat menyeramkan.


" Baik Nyai Ratu Sekar Arum, kami akan kerahkan semua kemampuan kami untuk segera menemukan jasad manusi itu," timpal salah satu siluman yang terlihat sangat ketakutan kepada Ratunya tersebut.


" Ingat ucapanku, kalian harus bisa menemukan jasad manusia itu," bentak Nyai Ratu Sekar Arum kepada seluruh pengawalnya tersebut kemudian ia pun segera pergi dari tempat tersebut.


" Dimanakah jasad itu berada,? Apa mungkin si Darmo itu yang telah membawa jasad tersebut,? Aahhh, mana mungkin, sedangkan dirumanya saja tidak ada. Awas saja kau Darmo, tunggu saja pembalasan dariku," gumam Nyai Ratu Sekar Arum dengan begitu marahnya kepada mbah Darmo.


" Nanti malam, selepas maghrib kita akan berangkat ke hutan dibawah kaki gunung merangin, namun sebelum itu kalian berdua akan aku berikan lagar badan terlebih dahulu. Agar nanti kalian bisa menjaga diri kalian disaat memasuki wilayah kekuasaan siluman tersebut," ucap mbah Darmo kepada Bambang dan juga Wisnu.


" Baik mbah, terus Yuni bagaimana mbah,? Tanya Wisnu kepada mbah Darmo.


" Untuk kamu Yuni, kamu akan tinggal dirumah," sahut mbah Darmo kepada Yuni yang ketika mendengar ucapan darinya itu seketika wajah Yuni terlihat ketakutan.


" Jadi Yuni sendiri disini mbah,? Terus siapa kawan Yuni nanti mbah,? Yuni takut sendirian malam-malam mbah," timpal Yuni bertanya kepada mbah Darmo.


" Kamu jangan takut ya nduk, kawanmu adalah allah, nanti pun kamu akan mbah kasih juga untuk perlindungan diri. Dan kalau bisa, kamu isi hati dan fikiranmu dengan berdzikir selama kami bertiga pergi," sahut mbah Darmo yang pada saat itu tengah berusaha untuk menenangkan Yuni.


" Baiklah mbah, Yuni akan berusaha sekuat mungkin agar Yuni juga bisa bantu kalian," ucap Yuni.

__ADS_1


" Bagus kalau begitu, sekitar jam lima sore hari nanti mbah akan memasang lagar pada diri kalian masing-masing," terdengar mbah Darmo yang memberi tahu kepada mereka bertiga.


" Baik mbah," jawab mereka bertga secara bersamaan.


Setelah memberikan arahan untuk mereka, mbah Darmo kemudian segera beranjak dari tempat duduknya itu kemudian ia bergegas menuju kamari Yuni.


" Nduk, seperti apa yang mbahmu itu katakan, kamu tidak perlu khawatir ataupun takut ya nduk, insya allah kita akan dapat membawa jasad ibumu segera nduk," ucap Bambang .


" Insya allah pak, Yuni gak apa-apa kok tinggal sendiri, itung-itung belajar kan pak," timpal Yuni kepada ayahnya tersebut dengan penuh semangat.


" Nah gitu dong, itu baru namanya anak bapak, hehehe," Bambang pun seketika tertawa.


" Ahh, bapak ini bisa aja," sahut Yuni sembari tersenyum melihat bapaknya itu tertawa.


Wisnu yang melihat bapak dan adiknya tersebut pun seketika ikutan tertawa, dia merasa senang melihat mereka bisa tertawa bahagia. Sedangkan mbah Darmo sendiri tengah membuat pagar perlindungan untuk Bambang, Wisnu, dan juga Yuni, namun tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan sebuah penglihatan ghaibnya yang pada saat itu melihat banyak sekali sosok siluman yang tengah berada di sekitar jasad Marni.


" Gawat, rupanya iblis itu telah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan jasad Marni, aku harus segera menambah kekuatan pagar ghaib tersebut. Agar mereka tidak akan pernah bisa menemukan jasad itu," gumam mbah Darmo dalam hatinya, kemudian ia segera melakukan dzikir untuk menambah kekuatan ajian payung malaikat yang melindungi jasad Marni tersebut.


" Bismillahirrahmanirrahim,"


mbah Darmo pun terlihat memejamkan kedua matanya tersebut, kemudian ia segera membacakan amalan-amalan tertentu untuk menambah kekuatan ajian payung malaikat miliknya tersebut. Dan setelah hampir lima belas menit ia bertirakat, akhirnya ia kembali membuka kedua matanya tersebut.


" Alhamdulillah, semoga tidak terjadi apa-apa dengan jasad Marni," ucap mbah darmo yang telah selesai melakukan tirakatnya itu kemudian bergegas menyelesaikan pembuatan pagar ghaib yang sempat terhenti itu.


Bersambung>>>

__ADS_1


__ADS_2