
" Itulah tipu daya dari iblis, mereka akan menggunakan berbagai cara agar kita semua bisa mereka kelabui, dan kalau kamu masih tidak yakin dengan ucapan mbah, besok kita akan bongkar kuburan dari Marni istrimu itu," sahut mbah Darmo kepada Bambang.
" Apa mbah, membongkar kuburan istriku mbah,? Apa nanti tidak akan ketahuan sama penduduk kampung ini mbah,? terus bagaimana caranya nanti kita bisa membongkar kuburan tersebut mbah,? tanya Bambang yang semakin dibuat kebingungan oleh ucapan mbah Darmo kepadanya itu. Namun, tiba-tiba saja Wisnu pun kini ikut bersuara kepada mereka berdua.
" Betul sekali apa yang di ucapkan mbah Darmo pak, karena hanya itu jalan satu-satunya untuk membuktikannya. Dan masalah penduduk nanti, Wisnu akan datangi penjaga kuburan, sekalian meminta ijin kepada beliau untuk membongkar kuburan ibu tersebut pada saat malam. Agar pada saat kuta membongkar kuburan ibu, keadaan sedang sepi pak, bagai mana menurut bapak sama mbah,? ujar Wisnu kepada Bambang dan mbah Darmo, seraya ia terdengar memberi sebuah saran kepada mereka berdua.
" Kalo menurut mbah, apa yang disampaikan oleh nak Wisnu ada benarnya juga, karena disaat malam hari, pastinya di komplek pekuburuan tersebut akan sepi, sehingga dapat mengurangi kecurigaan para penduduk kampung. Namun itu balik lagi kepada kamu Bambang, apakah kamu setuju dengan usulan dari anakmu Wisnu, atau pun kamu punya saran lain," timpal mbah Darmo yang terdengar ikut mendukung usulan dari Wisnu tersebut.
" Bismillah, kalau itu memang jalan yang terbaik, insya allah allah saya akan menerima saran dari anak saya Wisnu mbah, dan mudah-mudahan ini adalah jalan dari allah untuk segera mengetahui kejadian yang sebenarnya dari kematian Marni yanhmg secara tiba-tiba tersebut mbah," ucap Bambang kepada mbah Darmo yang seketika itu langsung menyetujui usulan dari anaknya tersebut yaitu Wisnu.
" Ya sudah, besok Wisnu akan ke kuburan untuk segera menjumpai pak Wawan, karena beliau lah yang selama ini dipercaya sabagai penjaga sekaligus sebagai pengurus kuburan umum tersebut pak, mbah," sahut Wisnu memberi tahu kepada mbah dan juga bapknya yaitu Bambang.
" Baiklah kalo begitu, untuk malam ini, mbah bisa istirahat di kamar Yuni, nanti Yuni bisa tidur dikamar Wisnu," ucap Bambang kepada mbah Darmo yang saat itu ia melihat jam yang berada di dinding telah menunjukan pukul 23:45 wib tengah malam, sehingga Bambang pun segera menyuruh kedua anaknya tersebut untuk segera tidur. Sedangkan mbah Darmo terlihat menuju kamar Yuni sembari terlihat membawa sebuah keris yang terselip di pinggangnya tersebut.
__ADS_1
" Yowes Nduk, sana masuk kekamar masmu, karena besok kita semua ada pekerjaan penting," sahut Bambang kepada Yuni yang seketika itu Yuni pun segera menuruti oerintah bapaknya tersebut.
setelah mereka semua masuk kedalam kamar, Bambang pun segera menuju kedalam kamarnya. Sembari dalam hatinya terus-terusan memanjatkan doa kepadasang khalik.
" Ya allah, apabila ini jalan yang memang engkau ridhoi, maka berilah kami kelancaran dan keselamatan saat kami melaksanakan niatan kami tersebut ya allah," gumam Bambang dalam hatinya seraya berdoa memohon kelancaran dan perlindungan kepada allah, kemudian ia segera merebahkan tubuhnya tersebut kemudian segera tidur.
Keesokan harinya, mereka semua terlihat telah berkumpul diruang tengah rumah bersama mbah Darmo, sementara Wisnu memang sedari tadi sudah berangkat menuju ke kuburan yang terletak di ujung kampung Pandan Sari tersebut, sehingga Bambang, mbah Darmo dan Yuni pun kini hanya tinggal menunggu kabar dari Wisnu saja sebelum mereka semua berangkat menuju kuburan tersebut untuk melakukan pembongkaran kububuran dari Marni.
Akhirnya, Wisnu pun sudah kembali dari kuburan, kemudian ia segera memberitahukan mengenai pertemuannya tersebut dengan pak Wawan tadi pada saat di pekuburan.
" Alhamdulillah, insya allah nanti bapak akan beri mereka uang lelah," sahut Bambang yang terlihat senang ketika mendengar penuturan dari anaknya tersebut itu. Begitupun mbah Darmo dan juga Yuni yang turut merasa senang.
" Ya sudah nanti selepas ba'da isya kita semua berangkat menuju pekuburan tersebut, dan jangan lupa bawak perbekalan untuk kita nanti disana," sahut Bambang kembali seraya mengingatkan untuk membawa perbekalan.
__ADS_1
Dan, waktu yang mereka telah tunggu-tunggu pun kini telah tiba, mereka pun kini terlihat tengah bersiap untuk segera pergi. Setelah dirasa siap, akhirnya mereka berempat kemudian segera berjalan menuju pekuburan tersebut, namun mereka sengaja mengambil jalan sedikit memutar dari arah perkebunan. Itu karena mereka tidak mau jika nantinya akan berjumpa dengan warga, yang justeru akan membuat curiga terhadap mereka, sehingga mau tak mau, mereka pun akhirnya memilih untuk berjalan melewati kebun-kebun warga yang gelap tersebut untuk segera menuju pekuburan.
Hingga setelah beberapa waktu mereka berjalan, akhirnya mereka pun kini telah sampai didepan pintu masuk pekuburan umum tersebut, kemudian mereka berempat segera menghampiri gubuk yang berada di tengah pekuburan tersebut, tempat pak Wawan dan juga ketiga anaknya tinggal.
" Assalamualaikum pak Wawan," ucap Bambang sembari mngucapkan salam kepada pak Wawan.
" Waalaikumslam, silahkan masuk bapak-bapak," sahut pak Wawan seraya menyuruh mereka berempat untuk segera masuk kedalam gubuk yang pak Wawan sebut rumah tersebut.
Bambang lantas kembali menjelaskan tentang maksud dan tujuan mereka, dan setelah di jelaskan kembali, akhirnya mereka semua pun bergegas menuju dimana kuburan Marni berada. Malam yang gelap, ditambah suasana di pekuburan tersebut pun kini terasa sangat berbeda, sehingga membuat Yuni kala itu langsung begidik ngeri dan seketika bulu kuduknya pun langsung meremang.
" Duhh, kok jadi merinding sich, apalagi dari tadi perasaanku tiba-tiba saja jadi gak enak, semoga saja aku tidak di jumpai oleh penghuni-penghuni disini, hiiiiii," gumam Yuni dalam hatinya yang kini merasakan ketakutan yang luar biasa tersebut.
Sedangkan mbah Darmo terlihat seperti sedang berkomat kamit membaca sesuatu, sementara tangannya pun terlihat seperti sedang melakukan sebuah dzikir namun tanpa menggunakan tasbih. Hingga saat mereka tiba di depan kuburan Marni, tiba-tiba saja mbah Darmo segera menyuruh kami untuk segera berkumpul di satu titik yang telah ia tunjukan kepada mereka. Sehingga mereka semua pun secara bersamaan segera menuju tempat yang ditunjukan oleh mbah Darmo tersebut tanpa bertanya kembali.
__ADS_1
" Kalian semua pergi dulu kebawah pohon itu, dan ingat, sebelum aku menyuruh kalian untuk kembali kemari, jangan pernah kalian meninggalkan pohon yang sudah aku beri pagar tersebut, karena di dekat makam Marni telah berkumpul beberapa mahluk suruhan sang iblis untuk menggagalkan tujuan kita," sahut mbah Darmo sembari ia terlihat segera duduk bersila di dekat kuburan Marni tersebut.