
Segera setelah sampai di kediaman juragan Susilo, Karta langsung menghampiri sang juragan yang kebetulan waktu itu juragan Susilo tengah duduk di depan kursi depan teras rumahnya tersebut. Juragan Susilo yang melihat kedatangan Karta dengan wajah yang berseri-seri pun lantas segera memanggil anak buahnya itu untuk segera menemuinya.
" Kemari cepat kau Karta, ada berita apa yang akan kau sampaikan kepadaku,? Sahut juragan Susilo kepada Karta.
" Anu juragan, anu," jawab Karta dengan deru nafasnya yang terdengar ngos-ngosan.
" Anu apa,? Yang jelas kau ngomong Karta, duduk dulu kau terus minum siap itu baru kau ngomong," ucap juragan Susilo yang menyuruh karta untuk duduk.
Setelah merasa bisa mengendalikan nafasnya, Karta pun mulai menceritakan akan apa yang telah ia dengar tadi di rumah Wisnu.
" Begini juragan, tadi saya kerumah si Wisnu, kemudian saya mendengar si Yuni minta di antar kerumah temannya yang berada di kampung sebelah juragan. Kan itu kesempatan baik untuk kita kan juragan,? Ujar Karta yang menjelaskan kepada juragan Susilo tentang rencana Yuni yang akan pergi ke rumah temannya.
" Hem, jadi maksudmu bagaimana Karta,? Coba kau jelaskan apa hubungan antara kepergian si Yuni ke rumah temannya dengan apa yang sedang kita rencanakan,? Tanya juragan Susilo yang merasa kebingungan mendengar penjelasan Karta barusan.
" siap juragan, jadi kan si Yuni ini mau ke tempat temannya yang bernama Rita, nah si Rita itu kan anak yatim, yang kalo boleh di bilang anak kurang mampu lah, apalagi si Rita itu mau di lamar hari ini, rencana saya juragan, kita pergi ke rumah si Rita itu yang kebetulan juga dia anak dari sahabat dekat saya juragan," sahut Karta menjelaskan kembali niatannya itu kepada juragan Susilo.
" Aku masih belum faham Karta, coba kau jelaskan lagi lebih detail atau langsung pada intinya saja Karta, gak usah berbelit-belit," timpal juragan Susilo yang masih merasa bingung akan rencana yang akan di pakai oleh Karta.
" Maaf juragan, maksud saya, kita bisa gunakan si Rita sebagai kepanjangan tangan kita agar si Yuni mau menerima pemberian juragan yang nantinya akan menjadikan dia tumbal juragan," terang Karta lebih singkat dan jelas.
" Nah kalo begini kan enak, jelas, jadi aku gak bingung Karta. Tapi caranya bagaimana Karta,? Tanya juragan Karta kepada Karta.
" Kita berikan uang sama si Rita atau keluarganya, biar urusan itu saya yang atur, yang jelas juragan tau beres lah," timpal Karta dengan begitu yakinnya.
__ADS_1
" Oke Karta, kalau begitu aku siapkan dulu uangnya, sekalian juga aku persiapkan untuk proses tumbal nya," jawab juragan Susilo seraya pergi meninggalkan Karta kemudian masuk kedalam ruangan khusunya tersebut.
" Hahaha, cair lagi ah, gak sia-sia aku tadi pergi ke rumah si Wisnu, hahahaha," gumam Karta sembari tertawa dalam hatinya.
Sementara itu di kediaman Wisnu, Yuni masih berada di dalam kamar mandi, sedangkan Wisnu sendiri masih rebahan di atas tempat tidur nya sembari terus terbayang wajah dari sang pujaan hatinya. Namun perasaan Wisnu secara tiba-tiba jadi tak tenang, seolah ada suatu hal yang akan terjadi kepada dirinya dan juga keluarganya.
" Ya Allah, kenapa tiba-tiba saja perasaanku menjadi tidak tenang seperti ini ya Allah, apakah akan terjadi sesuatu kepadaku atau kepada ayah dan juga adikku,? Ya Allah jauhkanlah kami semua dari mara bahaya ya Allah," ujar Wisnu dalam hatinya seraya ia berdoa dan memohon keselamatan kepada yang maha kuasa.
" prang,,,!!!!
terdengar suara seperti piring atau gelas yang pecah dari arah dapur.
Bergegas Wisnu bangkit dari tempat tidurnya kemudian segera berlari menuju kearah dimana suara tersebut terdengar.
" Gak apa-apa kok mas, memangnya kenapa mas,? jawab Yuni kepada Wisnu dari dalam kamar mandi.
" Oh gak apa-apa Yun, mas cuma nanya aja Yun," timpal Wisnu singkat.
" Apa si Yuni gak dengar suara tadi ya,? Atau aku yang memang salah dengar,? Tapi gak mungkin aku salah dengar, jelas-jelas aku dengar tadi ada piring atau gelas yang pecah di dapur," gumam Wisnu bertanya-tanya dalam hatinya.
" Ah lebih baik aku cek lagi ke dapur, siapa tau memang ada yang terjatuh," kembali Wisnu berbicara dalam hatinya seraya ia berjalan menuju ke arah dapur.
Dan ternyata memang benar apa yang telah Wisnu dengar tadi, rupanya piring dan gelas yang tadi mereka pakai untuk makan kini telah pecah berserakan di lantai dapurnya tersebut.
__ADS_1
" Ya Allah pertanda apakah ini ya Allah,? Jauhkanlah kami dari mara bahaya ya Allah," kembali Wisnu berdoa seraya memohon keselamatan kepada Allah.
Wisnu pun segera memungut dan membersihkan pecahan-pecahan beling yang terlihat berserakan di lantai dapurnya tersebut. Sementara Yuni pun kini sudah selesai mandi kemudian keluar dan tak sengaja melihat abang nya itu tengah memungut sesuatu di lantai dapur mereka.
" Mas, mas Wisnu lagi ngapain mas,? memangnya apa yang tengah mas lakukan di situ mas,? Tanya Yuni kepada Wisnu penuh rasa ke penasaran.
" Eh Yun udah siap kamu mandi,? Oh ini mas lagi bersihkan sisa pecahan-pecahan piring dan gelas yang tadi jatuh Yun," jawab Wisnu sembari menolehkan kepalanya ke arah Yuni adiknya.
" Kirain Yuni mas entah lagi ngapain di situ mas, udah biar Yuni aja yang rapikan mas, tunggu Yuni mau pakai dulu baju ya mas," ucap Yuni menawarkan diri.
" Gak usah Yun, gak apa-apa kok, lagian ini sudah mau selesai kok Yun, kamu selesaikan saja keperluanmu Yun," timpal Wisnu yang menyuruh adik ya untuk mempersiapkan segala keperluan dia pergi.
" Oh ya sudah kalo begitu Yuni ke kamar dulu ya mas," sahut Yuni sembari berjalan masuk menuju kedalam kamarnya tersebut.
Setelah selesai, Wisnu kemudian segera kembali menuju kedalam kamarnya, walaupun sebenarnya dia merasakan kekhawatiran yang kini kian mendera.
" Mas Wisnu kenapa ya,? Kok hari ini terlihat sangat tidak biasa ya,? Ah mudah-mudahan ini hanya pikiranku saja," gumam Yuni dalam hatinya.
" Karta, ini uang dua puluh juta, kau berikan sama si Rita lima belas juta, nah yang Lima juta nya lagi untuk mu, nanti kalau sudah selesai aku tambahi lagi, sekalian amplop berisi uang ini usahakan bisa diberikan si Rita itu untuk si Yuni," ucap juragan Susilo kepada Karta seraya memberikan beberapa gepok uang pecahan seratus kepada Karta.
" Baik juragan, saya akan segera berangkat, takutnya si Yuni sama Wisnu keduluan nanti kesana," jawab Karta sembari menerima uang tersebut kemudian ia pun segera pergi menuju ke kediaman si Rita.
>>>> tunggu kelanjutannya guys bersambung dulu.....
__ADS_1