Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Murkanya Sang Ratu Siluman


__ADS_3

Berbeda dengan yang di rasakan oleh Wisnu dan juga Ratu Anjani, Nyai Ratu Sekar Arum semakin murka dengan tewasnya mbah Jambrong di tangan mbah Darmo, bahkan saking murkanya, seisi istananya pun ikut bergetar hebat akibat teriakan Nyai Ratu Sekar Arum. Sehingga seluruh penghuni istana tersebut dari mulai panglima hingga siluman-siluman pengikut Nyai Ratu Sekar Arum pun terlihat sangat ketakutan melihat sang Ratu begitu murka.


" Ahhhhhhhhhh,,!!!!!!


teriak Nyai Ratu Sekar Arum.


" Lihat saja nanti kau Darmo, dan juga kau Ratu Anjani, akan aku binasakan kalian semua termasuk orang-orang yang kau lindungi," Nyai Ratu Sekar Arum pun mengeluarkan sebuah senjata mirip sebuah cemeti sembari mulutnya terus mengumbar kemarahannya.


" Ampun Nyai Ratu, ijinkan saya yang akan membunuh Darmo beserta keluarganya itu Nyai," sahut salah satu panglima perang kerajaan Nyai Ratu Sekar Arum yang pada saat itu langsung bersimpuh kemudian menawarkan diri untuk melenyapkan mbah Darmo dan juga keluarganya.


" Tidak, jangan dulu wahai panglima, aku akan melihat dulu kelemahan mereka, agar kita bisa menyerang dan membinasakan mereka semua," sahut Nyai Ratu Sekar Arum kepada panglimanya tersebut.


" Tapi Nyai, apa tidak sebaiknya kita segera menyerang mereka Nyai," timpal sang panglima kepada Nyai Ratu Sekar Arum.


" Dasar bodoh kau, kau tidak tau siapa yang telah membantu mereka, karena tanpa bantuannya mereka sudah pasti mati," ucap Nyai Ratu Sekar Arum dengan nada suaranya yang meninggi itu kepada sang panglima.


" Ampun Nyai Ratu, apabila hamba boleh tau siapakah orang yang telah membantu mereka itu Nyai Ratu,? tanya sang panglima kepada Nyai Ratu Sekar Arum karena merasa penasaran.


" Hahaha, dia adalah Ratu Anjani, saudaraku sendiri, namun dia lebih memilih manusia daripada bangsa dia sendiri," jawab Nyai Ratu Sekar Arum sembari tertawa,


Mendengar jawaban dari sang Ratu, panglima dan seluruh siluman yang berada di dalam istana tersebut pun seketika terkejut, mereka tidak percaya apabila saudara dari sang ratu sendiri lah yang selalu ikut campur.

__ADS_1


" Kalau begitu kirim lah saya untuk segera membumi hanguskan kerajaan beserta seluruh penghuninya itu Nyai Ratu," ucap sang panglima dengan berapi-api.


" Jangan bodoh kau Guntara, kau tidak akan mampu menandingi kehebatan dari Ratu Anjani, apalagi dia mempunyai bala tentara dan juga pengawal-pengawalnya yang tangguh-tangguh, sama saja kau mengantarkan nyawa. Tunggu saja perintah dariku, dan di saat itu sudah ku pastikan mereka semua akan merasakan kemurkaanku Guntara," jawab Nyai Ratu Sekar Arum mengingatkan panglimanya itu yang bernama Guntara.


" Baiklah Nyai Ratu, hamba dan juga pasukan hamba akan menunggu perintah dari Nyai Ratu," timpal sang panglima kepada Nyai Ratu Sekar Arum.


" Bagus, untuk sementara ini kau kirimkan beberapa prajuritmu untuk mengintai setiap pergerakan mereka," ucap Nyai Ratu Sekar Arum memberi perintah kepada panglima Guntara.


" Sendiko Nyai Ratu, hamba akan segera memerintahkan prajurit-prajurit pilihan yang nantinya akan hamba suruh mengawasi mereka," jawab Guntara seraya ia segera mundur kemudian pergi menemui beberapa orang prajuritnya untuk di kirim ke tempat Ratu Anjani dan juga kediaman Wisnu.


" Gajah oleng, Wanayasa, dan kau buto wisesa, pergilah kalian dengan beberapa anak buah kalian ke tempat Ratu Anjani dan juga kediaman Wisnu, ingat kalian jangan sampai ketahuan," ujar panglima Guntara kepada para prajurit pilihannya tersebut memberikan tugas.


Mereka semua yang sudah di tugaskan oleh sang panglima pun kemudian segera berangkat ke tempat yang telah di perintahkan oleh sang panglima. Sementara itu sang panglima kembali menuju ke singgasana Nyai Ratu Sekar Arum untuk segera melapor.


" Baguslah, aku tunggu hasil pengintaian kalian," timpal Nyai Ratu Sekar Arum singkat.


" Baik Nyai Ratu Sekar Arum, hamba akan melaporkan apapun yang sedang mereka rencanakan," sahut panglima Guntara.


" Yasudah kalian semua boleh pergi, aku ingin sendiri dulu," perintah Nyai Ratu Sekar Arum kepada seluruh siluman yang berada di sana.


" Kalian lihat saja, apa yang akan aku perbuat untuk membalas perbuatan kalian, hahahaha, tunggu saja pembalasanku," gumam Nyai Ratu Sekar Arum dalam hatinya sembari tertawa.

__ADS_1


Di tempat lain, juragan Susilo dan juga Karta semakin kebingungan, apalagi di hadapan mereka berdua teronggok sesosok jasad yang tak lain adalah jasad dari mbah Jambrong dengan keadaan yang begitu menyeramkan. Bagaimana tidak, seluruh tubuhnya gosong seperti terbakar, kemudian darah mengalir dari sekujur tubuhnya, bahkan bau menyengat seketika menyeruak yang membuat juragan Susilo dan juga Karta seketika muntah-muntah akibat bau tersebut. Bukan hanya itu, kedua mata dari mbah Jambrong pun keluar dari tempatnya di sertai lidahnya yang menjulur membuat juragan Susilo dan Karta pun sangat ketakutan.


" Karta, apa yang harus kita lakukan sekarang,? apalagi mbah Jambrong telah tewas," tanya juragan Susilo kepada Karta.


" Saya juga tidak tau juragan, apalagi juragan lihat keadaan dari mbah Jambrong juragan, saya takut juragan," jawab Karta yang memang sangat ketakutan.


" Hus, bukan kau saja yang saat ini merasakan takut Karta, aku juga sama, apalagi kita di tengah-tengah hutan angker Karta. Lebih baik kita pikirkan jalan keluarnya bagaimana," timpal juragan Susilo yang sangat kebingungan.


" Iya juragan, jadi apa yang akan kita lakukan juragan,? atau kita segera pulang saja Juragan,? tanya Karta kepada juragan Susilo.


" Bagaimana kita bisa pulang Karta, apa kamu berani jalan di tengah hutan angker itu lagi Karta,? juragan Susilo pun balik bertanya kepada Karta.


" Tidak apa-apa juragan, daripada disini harus melihat terus jasad mbah Jambrong, lebih baik saya paksakan lewati hutan itu lagi juragan," jawab Karta.


" Baiklah kalau begitu, aku juga mana mau disini lama-lama lagi, bisa-bisa kita nanti yang menyusul seperti mbah Jambrong," sahut juragan Susilo sambil bergidik kearah Karta.


" Kalau gitu sekarang saja kita berangkat juragan, tidak usah lama-lama," ajak Karta kepada juragan Susilo.


" Ya sudah ayok, tapi kita tutup saja jasad mbah Jambrong ini pakai kain hitam itu," juragan Susilo pun mengajak Karta untuk menutup jasad dari mbah Jambrong.


Setelah selesai menutup jasad mbah jambrong, mereka berdua pun segera mengambil langkah seribu meninggalkan pondok tempat mbah Jambrong itu untuk segera pulang. Jalanan setapak yang gelap dengan hanya di temani sebuah senter kecil pun tak menghalangi kedua orang tersebut, bahkan banyak suara dan juga geraman yang mereka berdua dengar pun lagi-lagi tidak mereka hiraukan, karena yang ada di dalam pikiran mereka saat itu hanyalah bagaimana mereka bisa segera sampai di rumah. Hingga sekitar 1 jam lebih perjalan akhirnya mereka berdua pun kini telah sampai di tempat mobil juragan Susilo di simpan kemudian mereka pun langsung menancap gas dan segera pergi dari tempat tersebut.

__ADS_1


Next>>>>>


__ADS_2