Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Rogo Sukmo


__ADS_3

Gedebong pisang dan juga kain kafan milik Marni itu pun mereka letakkan ditengah rumah. Sementara Wisnu sendiri saat itu telah diperintahkan oleh mbah Darmo untuk mencari pucuk daun pisang emas yang masih kuncup. Sedangkan Bambang dan mbah Darmo berada di ruang tengah mengahadap kearah gedebong pisang tersebut mereka letakkan.


" Mbah, selanjutnya bagaimana mbah,? bagaimana dengan nasib Marni istri saya itu mbah,? Tanya Bambang kepada mbah Darmo yang saat itu terlihat tengah sibuk menyusun segala keperluannya untuk melakukan ritual ngerogo sukmo.


" Mbah belum bisa mengatakan apapun saat ini mengenai istrimu Marni. Dan yang bisa kamu lakukan sekarang ini ialah memperbanyak doa Bang, karena hanya kepadanya kita meminta pertolongan," sahut mbah Darmo yang terdengar mengingatkan Bambang agar senantiasa berdoa kepada allah.


" Astaghfirullah, terima kasih mbah, mbah sudah mengingatkan kekhilafan saya," ucap bambang yang seketika langsung mengucap istighfar disaat mendengar nasihat dari mbah Darmo kepadanya.


Tak berselang lama, Wisnu terlihat sudah kembali kerumahnya sembari ditanganya itu terlihat telah membawa pucuk daun pisang emas pesanan mbah Darmo tadi.


" Assalamualaikum, pak, mbah, ini pesanan mbah tadi mbah," sahut Wisnu kepada bapak dan juga mbah Darmo seraya Wisnu segera memberikan daun pisang emas tersebut kepada mbah Darmo.


" waalaikumsalam, syukurlah kamu sudah pulang dan membawa syarat dari mbah Darmo itu Nu," sahut Bambang menjawab salam dari anaknya tersebut.


" Iya pak, alhamdulillah kebetulan tadi di dekat kebun punya pak Tarno ada pohon pisang emasnya, kemudian Wisnu datangi rumah pak Tarno untuk meminta ijin. Dan untungnya pak Tarno pun dengan senang hati memberikan Wisnu ijin untuk mengambil pucuk dahn pisang emas tersebut pak," timpal Wisnu yang menjelaskan darimana dia bisa mendapatkan pucuk daun pisang emas tersebut kepada ayahnya.


" Nu, tolong panggilkan adikmu Yuni, karena sebentar lagi mbah akan memberikan tugas untuk kalian bertiga," sahut mbah Darmo yang seketika menyuruh Wisnu untuk memanggilkan adiknya tersebut untuk segera ikut berkumpul bersama mereka.


" Baik mbah, sebentar Wisnu panggilkan dulu Yuni mbah," timpak Wisnu kepada mbah Darmo, kemudian Wisnu pun segera berjalan menghampiri kamar Yuni.

__ADS_1


" Tok,, tok,toookk,,!!


" Yun, buka dulu pintunya Yun, mas mau masuk," sahut Wisnu yang terdengar memanggil Yuni adiknya itu untuk segera membukakan pintu kamarnya tersebut.


" Ia mas, sebantar," timpal Yundi dari dalam kamarnya itu kemudian segera membukakan pintu untuk Wisnu.


" Iya mas Wisnu, ada apa mas,? Tanya Yuni kepada Wisnu.


" Mbah Darmo menyuruhmu untuk segera ikut bergabung dengan kami semua didepan Yun," timpal Wisnu menjelaskan maksudnya tersebut memanggil Yuni, Kemudian Yuni pun segera mengikuti Wisnu kedepan menjumpai bapak dan juga mbah Darmo yang telah menunggunya untuk segera datang.


Sesampainya Yuni dan juga Wisnu, mereka berdua pun seketika itu langsung duduk, sementara mbah Darmo saat itu terlihat tengah menghidupkan rokok daunnya tersebut. Kemudian ia segera mengawali pembicaraan.


Bambang beserta kedua anaknya tersebut pun seketika itu langsung berjalan dan beranjak pergi menuju kamar mandi belakang untuk segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh mbah Darmo kepada mereka beritiga. Setelah itu, mereka bertigapun kembali lagi ketempat dimana mbah darmo berada.


" Mbah, kami sudah mengambil air wudhu, selanjutnya bagaiman mbah," tanya Bambang kepada mbah Darmo sesaat setelah mereka telah selesai mengambil air wudhu tersebut.


" Baiklah kalau begitu," sejenak mbah Darmo terlihat mengambil nafas kemudian segera melanjutkan ucapannya itu kepada Bambang dan kedua anaknya tersebut.


" Mbah malam ini akan melakukan rogo sukmo untuk mencari keberadaan jasad Marni di alam siluman. Dan selama mbah menjalankan rogo sukmo ini, mbah harap kalian bertiga membantu mbah dengan doa dari kalian semua," ucap mbah Darmo yang seketika menghentikan ucapannya tersebut karena merasakan kehadiran dari sesosok siluman kiriman dari Nyai Ratu Sekar Arum tersebut dan seketika itu juga mbah Darmo terlihat langsung memejamkan matanya tersebut dalam beberapa saat kemudian langsung melanjutkan ucapannya yang sempat terhenti itu kepada kami bertiga.

__ADS_1


" Sebantar ya, mbah buatkan dulu kalian bertiga penjagaan badan," ucap mbah Darmo kepada mereka bertiga seraya mulutnya kini komat kamit membaca sesuatu, lalu segera ditiupkan kedalam gelas berisi air putih yang berada di tangannya tersebut. Setelah itu ia pun menyuruh kami untuk segera meminum air doa tersebut hingga habis.


" Mbah kenapa tadi berhenti mbah,? Tanya Bambang dengan penasaran itu kepada mbah Darmo.


" Hmmm,,,!!


" Karena, tepat di atap rumah kalian ini telah datang sesosok siluman yang sengaja dikirim untuk menggagalkan niat kita ini, sehingga mbah tadi langsung mengusir mahluk tersebut pergi. Namun, mereka pasti akan datang lagi kemari untuk tetap mencoba menggagalkan ikhtiyar yang akan kita laksanakan ini, bahkan akan lebih banyak lagi gangguan kepada kalian, sehingga mbah langsung membuatkan pagar ghaib untuk kalian bertig," sahut mbah Darmo menjawab rasa penasaran Bambang.


" Lalu apa yang harus kami lakukan nanti selain berdoa mbah,? Tanya bambang kembali kepada mbah Darmo yang masih saja penasaran.


" Mbah minta tolong kepada kalian, agar pada saat kalian sedang memejamkan kedua mata kalian, tolong jangan pernah sekalipun berniat untuk membuka mata kalian itu. Sebelum mbah kembali ke raga mbah ini dan mbah sendiri yang akan menyuruh kalian bertiga untuk membukakannya. Karena siluman-siluman tersebut pasti akan mencoba untuk mengganggu konsentrasi kalian pada saat tengah melakukan dzikir, sehingga itu akan menjadi sebuah kegagalan yang berakibat mbah sendiri nantinya tidak akan pernah bisa kembali lagi kedalam raga mbah ini, apa kalian sudah faham,? Sahut mbah Darmo kembali menjelaskan seraya bertanya kepada mereka bertiga.


" Insya allah mbah, kami akan senantiasa untuk menjalankan ala yang mbah perintahkan itu," timpal Bambang yang mencoba meyakinkan mbah Darmo.


" Syukurlah kalau begitu, dan khusus untukmu Yuni, apapun nanti yang akan kamu lihat atau dengar selama memejamkan matamu itu, karena disini kamu yang paling rentan untuk di ganggu," sahut mbah Darmo seraya mengingatkan kembali kepada Yuni.


" Baik mbah, insya allah Yuni akan berusaha sekuat dan semampu Yuni untuk tidak terganggu oleh mereka mbah," timpal Yuni kepada mbah Darmo, padahal dalam hatinya Yuni sebenarnya sedang merasakan ketakutan yang sungguh luar biasa mendera dirinya tersebut. Namun demi ibunya, sebisa mungkin Yuni akan hadapi itu semua.


" Baiklah kalau begitu, mbah akan segera mulai melaksanakan rogo sukmo ini, setelah itu kalian bisa segera memulai Dzikir yang sudah mbah ajarkan tadi," sahut mbah Darmo yang seketika langsung duduk dengan posisi bersila itu seraya segera memejamkan kedua matanya tersebut.

__ADS_1


Bersambung lagi ya guys>>>>>


__ADS_2