
Juragan Susilo kini terlihat tengah sibuk mempersiapkan segela keparluan untuk menyambut kedatangan dari Nyai Ratu Sekar Arum sesembahannya itu. Dia mulia menata ubo rampe beserta tempat tidur yang akan mereka gunakan untuk melaksanakan ritual birahi tersebut. sedangkan Karta juga terlihat ikut sibuk membantu juragannya itu.
" Karta, kau harus ingat, selama aku melaksanakan ritual ini jangan sampai anak dan istriku tahu, apalagi sampai kemari," ucap juragan Susilo yang terdengar memberikan sebuah intruksi kepada Karta.
" Baik juragan, seperti biasa saya akan selalu waspada dan menjaga di luar juragan," timpal karta meyakinkan juragan Susilo.
" Bagus, karena ini sudah waktunya, sekarang juga kau bisa meninggalkan ruangan ini dan segeralah kau berjaga di luar," perintah juragan Susilo kepada Karta.
" Baik juragan," sahut Karta kemudian ia segera melangkah keluar meninggalkan ruangan tersebut.
Juragan Susilo duduk bersila sambil menghadapkan tubuhnya itu kearah tempat sesajian yang tadi telah ia siapkan, kemudian ia segera menghidupkan kemenyan setelah itu ia bergegas memejamkan kedua matanya tersebut.
Tiba-tiba saja seisi ruangan seperti berguncang, disusul kemudian terdengar suara angin yang berhembus begitu sangat kencangnya. Namun hebusan angin itu hanya berputar-putar di sekitar tubuh juragan Susilo, sehingga juragan Susilo pun tahu bahwa sesembahannya itu kini telah hadir di dalam ruangan tersebut disertai dengan kemunculan asap tebal dihadapan juragan Susilo yang lambat laun kini telah menjelma menjadi sesosok permpuan cantik yang tak lain adalah Nyai Ratu Sekar Arum.
" Susilo, bukalah kedua matamu itu, aku sudah datang memenuhi panggilanmu," ucap Nyai Ratu Sekar Arum memberitahukan tentang kedatangannya itu kepada juragan Susilo.
" Nyai Ratu, terimakasih sudah hadir Nyai," sahut juragan Susilo sesaat setelah ia membukakan kedua matanya tersebut sembari ia terlihat segera merapatkan kedua telapak tangannya itu untuk memberikan penghormatan.
" Iya Susilo, aku juga akan memberitahumu sesuatu," timpal Nyai Ratu Sekar Arum seraya ia segera duduk diatas tempat tidur khusunya tersebut.
" Baik Nyai Ratu Sekar Arum, kira-kira apa yang hendak Nyai beritahukan kepada saya nyai,? Sahut juragan Susilo yang kini terlihat penasaran.
__ADS_1
" Apakah kau tahu kalau jasad Marni yang kau tumbalkan itu kini telah hilang Susilo,? Tanya Nyai Ratu Sekar Arum kepada Susilo.
" Ampun Nyai Ratu, saya sama sekali tidak mengetahuinya Nyai," jawab juragan Susilo sembari ia menundukan wajahnya tersebut karena ia kini tengah merasakan sebuah ketakutan kepada Nyai Ratu Sekar Arum.
" Hahahhahah, jelas kau tidak akan tahu Susilo, karena yang tahu hanyalah aku, dan aku juga sudah tahu siapa yang telah melepaskan jasad Marni tersebut, dan aku minta kau untuk segera mendapatkan tumbal penggantinya Susilo," ucap Nyai Ratu Sekar Arum dengan sorot kedua matanya yang tajam itu kearah Susilo.
" Ba baik Nyai Ratu, akan saya usahakan secepatnya untuk memberikan Nyai tumbal pengantinya. Tapi siapa yang telah berani mengambil jasad Marni tersebut Nyai,? Sahut Susilo dengan suaranya yang terdengar terbata-bata.
" Nanti kau akan tau sendiri Susilo, yang terpenting saat ini adalah, kau harus segera memberikan aku tumbal seorang gadis atau pemuda yang akan aku jemput pada malam jum'at depan. Apa kau sanggup Susilo,? Atau kau harus menerima akibatnya," sahut Nyai Ratu Sekar Arum dengan nada suaranya yang tinggi.
" Sanggup Nyai Ratu Sekar Arum, saya akan segera memberikan tumbal itu kepada Nyai," timpal Susilo dengan perasaannya yang kian merasa takut.
" Kemarilah kau Susilo, mendekatlah kepadaku, karena aku sudah ingin untuk segera kau jamah Susilo," pinta Nyai Ratu Sekar Arum kepada Susilo.
Mendengar perintah dari Nyai Ratu Sekar Arum itu pun membuat juragan Susilo segera bangkit dari duduknya kemudian ia segera mendekat kearah Nyai Ratu Sekar Arum berada.
" Iya Nyai, saya juga sudah sangat meninginkan kehangatan dari Nyai Ratu Sekar Arum," ujar juragan Susilo kemudian ia segera duduk berdampingan dengan Nyai Ratu Sekar Arum.
Setelah saling berdekatan, juragan Susilo kemudian segera mengecup bibir dari Nyai Ratu Sekar Arum yang pada saat itu terlihat begitu sangat ranum dan mempesona, sehingga juragan Susilo pun merasakan hasratnya seketika itu langsung meninggi. Sedangkan Nyai Ratu Sekar Arum yang mendengar deru nafas Susilo yang kian menderu itu pun segera membalas mesra kecupan dari Susilo, sehingga mereka berdua pun kini saling membalas kecupan diantara bibir mereka berdua. Semakin lama, hasrat keduanya pun kian naik, sehingga permainan mereka pun kini semakin memanas. Juragan Susilo yang sedari tadi memang telah naik, dengan segera mulai melucuti satu persatu kain penutup tubuh Nyai Ratu Sekar Arum, dan begitu juga sebaliknya, hingga mereka berdua pun kini telah saling berhadapan dengan kedua tubuh mereka yang polos tanpa sehelai kain pun yang menutupi tubuh mereka berdua.
" susilo, ayok lakukan sekarang, aku sudah gak tahan Susilo," bisik Nyai Ratu Sekar Arum kearah telinga Susilo dengan suaranya itu yang kian berat.
__ADS_1
" Baik Nyai Ratu Sekar Arum, ayok kita lakukan," timpal juragan Susilo kemudian ia segera mendorong tubuh Nyai Ratu Sekar Arum tersebut hingga terlentang.
Dengan cepat juragan Susilo pun segera menghujam-hujamkan rudalnya tersebut kedalam mrs v milik Nyai Ratu Sekar Arum, sehingga Nyai Ratu Sekar Arum pun saat itu semakin merasakan kenikmatan dari permainan yang dilakukan oleh juragan Susilo.
" Terus Susilo, jangan berhenti," sahut Nyai Ratu Sekar Arum menyuruh juragan Susilo untuk tidak berhenti.
Semakin lama semakin menggila permainan mereka berdua, hingga sesekali terdengar suara erangan dari Nyai Ratu Sekar Arum dan juga juragan Susilo. Hujaman demi hujaman juragan Susilo lesatkan, sehingga Nyai Ratu Sekar Arum pun semakin menggelinjang dibuatnya. Bahkan sesekali juragan Susilo pun mengatur arah posisinya menyerang, dan hingga pada akhirnya mereka berdua pun segera melepaskan lava bening milik mereka berdua secara bersamaan setelah itu terdengar erangan yang cukup kuat dari mulut mereka, kemudian mereka berdua pun akhirnya terkulai lemas diatas tempat tidur tersebut.
" Terimakasih Susilo, memang kau selalu membuat aku puaskan," bisik Nyai Ratu Sekar Arum ketelinga juragan Susilo.
" Sama-sama Nyai Ratu Sekar Arum, saya akan terus berusaha untuk bisa memuaskan Nyai Ratu Sekar Arum," timpal Susilo dengan suara nafasnya yang kini terdengar ngos-ngosan.
" Baiklah kalau begitu aku sekarang akan kembali ke istanaku, dan ingat, kau harus memberiku tumbal malam jum'at depan," ucap Nyai Ratu Sekar Arum mengingatkan juragan Susilo.
" Baik Nyai Ratu, saya akan segera memberikan tumbal tersebut kepada Nyai," timpal Susilo.
Setelah itu, Nyai Ratu Sekar Arum pun langsung pergi dari hadapan juragan Susilo kemudian lenyap disertai dengan kemunculan koin-koin emas, uang dan juga perhiasan begitu banyak yang kini terhampar di atas tempat tidur juragan Susilo.
" Akhirnya kekayaanku kini bertambah lagi, hahahahha," gumam juragan Susilo sembari melihat tumpukan uang, koin dan juga perhiasan yang begitu banyaknya sembari tertawa.
Bersambung>>>>
__ADS_1