
" Tidak usah banyak bicara wahai mahluk laknat, karena ada allah yang akan selalu melindungiku," timpal mbah Darmo yang kemudian segera mengambil ancang- ancang untuk segera menyerang siluman tersebut.
" Hiaaattttt,,,,!!!
" Terimalah ajalmu manusia," Terdengar suara siluman itu cukup menggelegar seraya ia melesat dengan sangat cepat menghampiri mbah Darmo.
" Argggghhhhhh,,,,!!!
" Bruuuukkkk,,,!!!
Mbah Darmo seketika terjungkal akibat terkena serangan yang secara tiba-tiba dari siluman harimau itu sehingga membuat mbah Darmo tidak sempat untuk mengelak. Darah segar seketika keluar dari mulut mbah Darmo, begitupun dengan badan mbah Darmo yang berada dirumah Wisnu tak jauh berbeda dengan keadaannya sekarang di alam siluman tersebut.
" Haaaaahahahha, rasakan kau manusia busuk,,!!!
" Hiaaatttttt,,,,!!!!!! ucap siluman harimau tersebut seraya menyerang kembali mbah Darmo yang masih tersungkur di tanah.
Tanpa memberi kesempatan mbah Darmo untuk bisa melawan balik, dihantamnya kembali tubuh mbah Darmo itu sehingga tubuhnya tersebut pun seketika terlontar cukup jauh kebelakang dan masuk kedalam semak belukar yang ditumbuhi duri-duri tajam. Sehingga membuat tubuh mbah Darmo itu pun kini telah banyak mendapatkan luka.
" Arrrggghhh,, ya allah bantulah hamba mu ini ya allah, berilah hamba kekuatan untuk melawan mahluk yang engkau laknat itu," gumam mbah Darmo dalam hatinya seraya menahan sakit yang luar biasa akibat serangan siluman harimau tersebut kepadanya.
Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya itu, mbah Darmo kemudian segera keluar dari dalam semak belukar tersebut, kemudian segera mengambil posisi duduk bersila. Dikeluarkannya keris pusaka miliknya itu kemudian dia pun segera melakukan dzikir untuk mengembalikan tenaga sekaligus kekuatanya kembali.
" Keluarkan semua kesaktianmu wahai manusia, karena sebentar lagi ajalmu akan segera tiba, hahahahha,,!! terdengar suara ketawa dari mulut siluman tersebut seolah dia memang sudah sangat yakin bahawa dia bisa menghabisi mbah Darmo.
Namun diluar dugaan, mbah Darmo tiba-tiba merasakan sebuah kekuatan kini telah memasuki sukmanya tersebut, sehingga mbah Darmo pun seketika menjadi lebih kuat dan juga bisa melihat kelemahan dari siluman harimau tersebut.
" Bismillahirrahmanirrahim kulhu geni,,!!!
Hiaaattttttt,,,!!
__ADS_1
Sreeettt,,, sreetttt,, sreettt,,!!
Teriak mbah Darmo dengan sangat keras, sembari ia segera melompat kearah siluman harimau itu kemudian segera menyabet-nyabetkan keris pusakanya tersebut kebagian tubuh siluman itu.
" Argggghhh,,!!
Tidaaaak,,,,,,,!!!!
Siluman tersebutpun seketika mengerang hebat, setelah keris pusaka mbah Darmo mengenai beberapa bagian tubuhnya itu sehingga langsung membuatnya seketika tersungkur lalu terbakar dan seketika itu lenyap menjadi asap kemudian binasa ditangan mbah Darmo.
" Alhamdulillah ya allah, engkau telah membantu hamba," gumam mbah Darmo dalam hatinya. Seraya ia segera mengucap rasa syukur karena telah berhasil mengalahkan siluman harimau tersebut.
" Uhuk,, uhuk,, uhuk,,!
mulut mbah Darmo masih mengeluarkan darah segar akibat serangan siluman harimau tadi, kemudian mbah Darmo segera duduk di dekat sebuah batu untuk memeriksa luka-lukanya tersebut.
" Ampun nyai, ijinkan kami untuk menyerang manusia itu, agar kami bisa balaskan dendam saudara kami yang telah ia bunuh," ucap salah satu pengawal pribadinya tersebut menawarkan diri.
" Apa kau memang yakin bisa mengalahkan si Darmo baji**an itu,? Tanya Nyai Ratu Sekar Arum kepada pengawalnya tersebut.
" Hamba sangat yakin Nyai, apalagi dengan bantuan dari keempat saudara-saudara hamba ini Nyai," timpal pengawal Nyai Ratu Sekar Arum meyakinkan.
" Baiklah kalau begitu, sekarang kalian pergi kesana kemudian bunuh lah manusia itu segera," sahut Nyai Ratu Sekar Arum yang segera menyuruh mereka untuk membunuh mbah Darmo.
" Baik Nyai, kami terima perintah dari Nyai," ucap pengawal tersebut seraya segera pergi bersama keempat saudaranya itu.
Sementara itu, Ki Welang dan juga Sastra Dewa kini sudah kembali dari kerajaan. kemudian mereka berdua segera menghampiri Broto jenggala pimpinan mereka tersebut.
" Sendiko gusti, kami telah kembali dari kerajaan," ucap Ki Welang dan Sastra Dewa ketika sudah berada tepat dihadapan Broto jenggala.
__ADS_1
" Baguslah kalian sudah datang, ayo ikut aku kedekat manusia itu, agar kita bisa membantunya," sahut Broto jenggala seraya mengajak Sastra Dewa dan Ki Welang untuk membantu mbah Darmo.
" Baik gusti," timpal mereka berdua kemudian segera mengikuti Broto Jenggala untuk mendekati mbah Darmo yang tengah bersandar di sebuah batu yang berada tak jauh dari pohon besar yang diduga menjadi tempat ditahannya Marni.
" Arrggh,, sebaiknya aku harus segera memulihkan tenagaku, sehingga aku bisa menghadapi para siluman yang berusaha menggalkan upayaku ini," gumam mbah Darmo dalam hatinya. Seraya ia merasakan sakit di seluruh tubuhnya itu.
Sedangkan kelima siluman yang diperintahkan Nyai Ratu Sekar Arum pun kini telah tiba di sana, namun mereka tidak langsung menyerang mbah Darmo. Itu karena mereka ingin mengetahui seberapa besar kekuatan mbah Darmo terlebih dahulu. Sehingga mereka dapat segera mengetahui pusat kelemahannya tersebut.
Sementara itu Broto jenggala, Sastra Dewa, dan juga Ki Welang kini telah berada dekat dengan mbah Darmo, mereka juga telah mengetahui akan kedatangan dari kelima siluman suruhan Nyai Ratu Sekar Arum untuk menyerang mbah Darmo.
" Kalian lihat, mereka berlima sedang mencari cara untuk membunuh manusia ini, lebih baik kita segera menggubakan ajian halimunan agar mereka tidak mengetahui keberadaan kita disini," ujar Broto jenggala kepada Sastra Dewa dan Ki Welang agar segera menggunakan ajian halimunan milik mereka bertiga.
" Baik gusti, kami akan segera menggunakan ajian tersebut," sahut Sastra Dewa dan Ki Welang kemudian segera mengeluarkan ajian halimunan tersebut sehingga kini merekapun sudah tidak bisa dilihat oleh siapapun.
" Kakang, aku merasakan ada beberapa kekuatan yang berada disekitar manusia itu kang, apakah kakang juga merasakannya kang,? Ucap salah satu dari kelima siluman bersaudara itu kepada kakangnya yaitu Kala Ireng.
" Apa maksudmu Wuni Geni,? Apakah ada mahluk lain yang berada disini,? Tanya Kala Ireng kepada adiknya yaitu Wuni Geni.
" Benar kakang aku juga merasakannya, namun aku tidak dapat melihat adanya mahluk lain di sekitar sini kang," sahut Pasopati Abang yang seketika menjawab pertanyaan dari kakangnya tersebut.
" Kalau begitu kita semua harus berhati-hati, sepertinya ini tidak akan mudah bagi kita," timpal Kala Ireng kepada keempat adiknya tersebut.
" Baik kakang, lebih baik kita menunggu waktu yang tepat untuk segera menyerang manusia itu kang," sahut kempat bersaudara itu secara serempak.
Suasana ditempat tersebut pun kian mencekam, begitu juga yang kini tengah dirasakan oleh mbah Darmo. Dia merasakan begitu banyak energy dan kekuatan yang besar sedang berada disekitarnya.
" Akan kugunakan ajian Rajah Kolo Cokro, karena aku merasakan banyak sekali aura jahat yang begitu kuat disini," gumam mbah Darmo sembari segera menggunakan ajian tersebut.
Bersambung>>>>
__ADS_1