Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Kedatangan Mbah Darmo


__ADS_3

Hari itu, Wisnu, Yuni, dan juga Bambang tengah berada diruang tengah rumah mereka. Terlihat, Bambang kala itu sedang berbincang dengan kedua anaknya tersebut.


" Nu, gimana menurutmu mengenai uang hasil penjualan kebun kita itu Nu,? apa kamu tidak mau buka usaha saja, daripada ikut bapak terus ke kebun,? Tanya Bambang kepada Wisnu mengenai uang hasil penjualan kebun mereka, yang kebetulan memang sudah di bayar lunas oleh pembeli yang dibawa pak lurah waktu itu.


" Sebenarnya Wisnu pun ingin buka usaha bengkel pak, kebetulan memang Wisnu kan skil nya di mesin pak, namun Wisnu juga kasian nanti sama bapak kalau harus mengurus kebun yang satunya lagi sendirian pak," sahut Wisnu yang terdengar mengkhawatirkan orang tuanya tersebut.


" Yo,, kamu ndak usah mikiri bapak toh Nu, lagian bapak bisa di temani pak lek sama buk lek mu nanti, mereka juga kan memang biasanya pun sering bantui kita di kebun, apalagi semenjak pak lek mu sudah tidak bekerja lagi. Jadi daripada bapak suruh orang lain, lebih bagus bapak minta tolong pak lek sama buk lek mu, itung-itung bapak berbagi rejeki sama mereka Nu," ucap Bambang kembali menjelaskan perihal siapa yang nantinya bantuin dia di kebun miliknya itu.


" Iya pak, tapi tetap saja Wisnu kasian sama bapak, apalagi semenjak ibu meninggal pak, bagusan Wisnu bantui bapak saja dikebun ya pak," sahut Wisnu keukeuh dengan pendiriannya tersebut kepada bapaknya.


" Dengar bapak dulu Nu, kalau kamu punya usaha sendiri, setidaknya kelak di kemudian hari kamu mau berumah tangga, kamu sudah ada usaha Nu. Apalagi kamu memang punya skil, sayang kan kalo gak dimanfaatin," timpal Bambang mencoba memberi saran kepada Wisnu agar mau membuka usaha bengkel.


" Memang sih pak, Wisnu juga terfikir kesitu pak, tidak mungkin nanti Wisnu bikin beban bapak lagi, karena Wisnu ingin disaat sudah berumah tangga, Wisnu punya usaha sendiri pak," ucap Wisnu yang tetap mengkhawatirkan bapaknya tersebut.


" Sudah, kamu tidak perlu khawatirkan tentang bapak, yang lebih penting sekarang ini adalah masa depanmu Nu, karena adikmu Yuni sebentar lagi akan segera kuliah. Bapak juga ingin kamu segera mempunyai usaha sendiri anakku," sahut Bambang yang terus meyakinkan Wisnu agar tetap membuka usaha bengkelnya itu.


" Ya sudah, Wisnu ikuti saja apa yang terbaik menurut bapak," timpal Wisnu yang akhirnya luluh juga.

__ADS_1


" Nah gitu dong, bapak kan jadi senang dengernya," ucap Bambang dengan tersenyum kearah Wisnu anaknya itu yang kini mau mengikuti ucapannya tersebut.


Sementara itu, Yuni juga terlihat menyunggingkan senyumnya, saat mendengar kalo masnya itu akhirnya mau membuka usaha. Karena, selama ini Yuni juga tau kalau Wisnu abangnya itu sangat menginginkan untuk membuka usaha bengkel tersebut.


Ketika mereka tengah asik berbincang, tiba-tiba saja terdengar sebuah ketukan dari arah pintu depan rumah mereka. Bambang, Wisnu, dan juga Yuni pun seketika menoleh secara bersamaan ketika mendengar suara seseorang dari luar pintu mengucapkan salam.


" Assalamualaikum, Bambang," Sahut suara yang terdengar serak, seperti suara dari seorang laki-laki yang sudah tua.


Dengan gerak cepat, Bambang seketika itu langsung bangkit dari tempat duduknya, seraya ia segera menghampiri pintu depan rumahnya tersebut.


"Waalaikumsalam,"


Ucap Bambang menjawab salam dari orang tersebut dengan kedua matanya yang terbelalak kaget, ketika ia membuka pintu rumahnya, yang barusan mengetuk adalah Mbah Darmo, abang tertua dari bapak nya Bambang. Sehingga, seketika Bambang segera mencium tangan Mbah Darmo sembari segera mangajaknya untuk segera masuk kedalam rumah.


Setelah didalam rumah, Wisnu dan juga Yuni masih terheran dengan kehadiran lelaki tua yang dipanggil dengan nama mbah Darmo oleh ayah mereka itu, karena selama ini, baik Wisnu maupun Yuni, mereka belum pernah mendengar nama tersebut, apalagi bertemu dengannya, ya pantas saja mereka berdua jadi keheranan dibuatnya.


" Wisnu, Yuni, sini salami dulu mbah kalian ini," sahut Bambang seraya menyuruh Wisnu dan juga Yuni untuk segera menyalami orang tua tersebut, namun mereka berdua nampak masih terbengong, sehingga Bambang pun kemudian menjelaskan kepada mereka berdua tentang mbah Darmo itu.

__ADS_1


" Loh, kok malah bengong si kalian bukannya salam," ucap Bambang terheran melihat tingkah dari kedua anaknya tersebut seraya segera memperkenalkan mbah Darmo keoada mereka berdua.


" Ini mbah kalian, mabah Darmo namanya, beliau adalah abang tertua dari kakek kalian, jadi beliau juga termasuk dari kakek kalian juga. Dan kalian selama ini belum pernah bertemu, itu karena beliau orangnya sering di hutan-hutan, sehingga kalau kita mau jumpa ya tunggu mbah kalian yang mendatangi kita. Gitu loh cerita singkatnya Wisnu, yuni, jadi sekarang kalian salami dulu mbah kalian ini," sahut Bambang yang menyuruh kembali kedua anaknya tersebut untuk segera menyalami mbah Darmo.


Setelah mereka menyalami mbah Darmo, kemudian Yuni segera kebelakang untuk membuatkan minum mereka bertiga. Sedangkan Wisnu, bapaknya, dan juga mbah Darmo pun kini telah duduk di kursi mereka masing-masing, kemudian, mereka pun terlibat sebuah perbincangan yang diawali oleh Bambang.


" Mbah, kok tiba-tiba mbah bisa datang kemari mbah,? Ada apa mbah,? apa ada hal yang begitu pentingnya, sehingga mbah jauh-jauh datang kerumah kami mbah,? Mbah sehat kan mbah,? Ucap Bambang mengawali pembicaraan diantara mereka dengan penuh rasa kepenasaran, itu karena kedatangan mbah Darmo yang secara tiba-tiba tersebut, sehingga Bambang pun memberondong pertanyaan kepada mbah Darmo.


" Mbah alhamdulillah sehat nak Bambang, dan kedatangan mbah kemari karena mbah rindu sama kalian, terutama mbah juga ada beberapa hal yang ingin mbah tanyakan kepada kalian," sahut mbah Darmo seraya ia segera menghidupkan rokok yang terbuat dari daun, kemudian segera menghisapnya.


" Oh,, syukurlah kalo mbah sehat mbah, saya juga sebenarnya sudah lama ingin bertemu sama mbah, namun mbah tau sendiri kan, kalo jumpai mbah itu susah sekali mbah," ucap Bambang kepada mbah Darmo yang seraya menyunggingkan senyum dari bibir keriputnya tersebut kearah Bambang dan juga Wisnu.


" Terus mbah, memangnya ada apa mbah,? dan juga mengenai apa yang hendak mbah tanyakan kepada kami mba,? Bambang pun melontarkan kembali beberapa pertanyaan kepada mbah Darmo, kemudian mbah Darmo pun terlihat segera mengambil nafasnya dalam-dalam, setelah itu mbah Darmo pun segera menjawab pertanyaan dari Bambang kepadanya.


" Mbah sebelumnya minta maaf, apabila pertanyaan mbah ini agak sedikit sensitif, karena bagai manapun juga, mbah tetap harus bertanya kepadamu mengenai Marni," sahut mbah Darmo yang kini raut wajahnya seketika berubah menjadi tegang.


Sedangkan Bambang dan juga Wisnu, mereka nampak terkejut mendengar ucapan dari mbah Darmo tersebut, sehingga tanpa mereka sadari, Yuni kini telah kembali dsri dapur dengan sebuah nampan berisi beberapa gelas minuman dan juga kudapan untuk mereka bertiga. Kemudian Yuni bergegas menaruh gelas-gelas berisi minuman dan kudapan tersebut di atas sebuah meja.

__ADS_1


" Silahkan diminum dulu mbah, pak, mas Wisnu, itu juga Yuni sudah buatkan pisang sama singkong goreng" ucap Yuni sembari tangannya tersebut ia tunjukan kearah pisang dan juga singkong goreng yang barusan ia buat untuk mereka.


Bersambung>>>>>>


__ADS_2