
"Baiklah kalau begitu mbah, saya ijin kembali ke kerajaan saya, dan saya titipkan mas Wisnu beserta keluarganya kepadamu mbah Darmo," ucap Ratu Anjani kepada mbah Darmo.
" Baik Ratu Anjani, insya Allah saya akan menjaga anak dan cucu saya," jawab mbah Darmo.
Wisnu yang mendengar Ratu Anjani akan pulang pun segera melirik ke arahnya kemudian dia pun segera berkata kepada Ratu Anjani.
" Anjani, doakan agar keinginan kita ini di beri jalan oleh Allah, dan kita bisa hidup bersama sebagai sepasang suami istri Anjani," sahut Wisnu kepada Ratu Anjani calon istrinya tersebut.
" Iya mas Wisnu, kalian juga hati-hati ya, karena Nyai Ratu Sekar Arum kini tengah murka, akibat tewasnya mbah Jambrong, sehingga cepat atau lambat dia akan membalas dendam. Namun kalian tidak perlu khawatir, saya akan menyuruh panglima saya untuk berjaga di sini ya mas," timpal Ratu Anjani kepada Wisnu.
Wisnu pun mengangguk, namun sorot kedua matanya itu tak henti-hentinya terus memandang kearah Ratu Anjani sehingga Ratu Anjani yang merasa di perhatikan pun seketika melayangkan senyum manisnya itu kepada orang yang sangat ia cintai itu kemudian segera menghilang dari pandangan mereka berdua disertai hembusan angin dan kemudian gumpalan asap itu pun lambat laun menghilang tanpa bekas.
" Wisnu, mbah nanti mau pergi dulu ke suatu tempat untuk menjalankan laku batin, mbah harap kamu bisa menjaga bapak dan juga adik mu selama mbah tidak ada," ucap mbah Darmo sesaat setelah kepergian Ratu Anjani.
" Lantas apa yang harus saya lakukan mbah,? tanya Wisnu kebingungan.
" Rumah ini sudah di pagari oleh Ratu Anjani, dan mbah juga akan menambahkan pagar untuk rumah ini, jadi kami tidak perlu khawatir, dan juga saran mbah, lebih baik kalian lebih mendekatkan diri kepada sang ilahi," jawab mbah Darmo sembari memberikan wejangan kepada Wisnu.
" Insya Allah mbah, Wisnu akan menjalankan amanat mbah," timpal Wisnu.
" Ya sudah mbah mau siap-siap dulu, kamu boleh keluar, sekalian kamu sampaikan nanti pesan mbah sama bapak dan juga adikmu itu," ujar mbah Darmo yang menyuruh Wisnu untuk segera keluar dari kamar tersebut.
Wisnu yang mendengar ucapan mbah Darmo pun segera mengangguk kemudian bergegas keluar dari dalam kamar tersebut.
Di tempat lain di kerjaan Nyai Ratu Sekar Arum kini tengah sibuk mempersiapkan rencana jahat mereka untuk keluarga Wisnu. Terlihat Nyai Ratu Sekar Arum di temani beberapa pengawal terbaiknya yang pada saat itu seperti sedang berkumpul.
__ADS_1
" Jago, aku tugaskan kamu untuk menyelidiki kediaman Wisnu, apapun yang kamu lihat disana segeralah kamu laporkan," ucap Nyai Ratu Sekar Arum kepada salah satu pengawal nya tersebut.
" Baik Nyai Ratu Sekar Arum, hamba akan segera berangkat," jawab siluman yang bernama Jago itu seraya pergi menghilang dari hadapan Nyai Ratu Sekar Arum dan juga yang lainnya.
" Dan kamu Sota, pergilah kau ke goa tali jiwo, sampaikan kepada pangeran Setan Kober bahwa aku akan menemuinya," terdengar kembali Nyai Ratu Sekar Arum menyuruh salah satu pengawalnya untuk pergi ke sebuah goa.
" Sendiko Nyai Ratu Sekar Arum, hamba akan segera berangkat," tak berbeda jauh dengan Jago, Sota pun segera pergi kemudian seketika menghilang menuju ke tempat yang di perintahkan oleh Nyai Ratu Sekar Arum.
" Dan untuk kalian, berjaga lah kalian selama kepergianku, karena aku merasakan kalau adikku Ratu Anjani akan melakukan sesuatu,"
" Baik Nyai Ratu Sekar Arum," jawab para pengawal tersebut secara bersamaan.
" Ya sudah, kalian mulai lah berjaga, aku sebentar lagi akan menemui pangeran setan kober," ucap Nyai Ratu Sekar Arum yang kemudian segera masuk kedalam kamar istananya tersebut.
" Wisnu, mbah pamit dulu ya, mbah pergi dulu," sahut mbah Darmo kepada Wisnu yang kala itu terlihat tengah duduk di ruang tengah rumahnya.
Wisnu pun segera mencium tangan mbah nya, kemudian ikut berjalan kedepan dengan mbah Darmo. Mbah Darmo pun kini telah pergi, sementara Wisnu sebenarnya masih bingung akan apa yang nanti bakalan ia lakukan apabila terjadi sesuatu kepadanya dan juga keluarganya itu.
" Nu, kamu ngapain di luar,? terus mbah darmo Mana Nu,? tanya Bambang kepada Wisnu secara tiba-tiba, sontak saja Wisnu pun terkaget di buat bapaknya tersebut.
" Astaghfirullah, bapak, bikin kaget Wisnu saja pak," timpal Wisnu dengan terkejut.
" Maaf lah Nu, lagian bapak lihat kamu kpk asik bengong di situ," ucap Bambang sambil tersenyum.
" Gak ada pak, Wisnu baru saja antar mbah Darmo ke depan pak," jawab Wisnu.
__ADS_1
" Loh emangnya mbah mu pergi kemana,? kok ndak bilang bapak dulu,? tanya Bambang kembali kepada Wisnu.
" Iya pak, Wisnu juga tidak tau mbah Darmo kemana, hanya saja kata mbah Darmo beliau mau melakukan laku bathin di suatu tempat, terus mbah juga minta kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah pak," ujar Wisnu menjelaskan.
" Tapi kenapa mbah mu itu gak pamit dulu sama bapak,? kok gak biasanya,? kembali Bambang melayangkan pertanyaan kepada Wisnu yang kini merasa heran dengan kepergian mbah Darmo yang secara mendadak tersebut.
" Wisnu juga tidak tau pak, soalnya mbah terlihat sangat buru-buru, makanya mbah suruh Wisnu yang sampaikan sama bapak," jawab Wisnu.
" Ya sudah, mudah-mudahan mbah mu itu selamat sampai tujuan ya Nu," timpal Bambang sembari mendoakan mbah Darmo.
" Amin pak, mbah juga berpesan agar kita tetap hati-hati pak," ucap Wisnu kembali mengingatkan bapaknya tersebut.
Setelah dirasa cukup mendapat penjelasan dari Wisnu anaknya, Bambang kemudian segera mengajak Wisnu untuk segera masuk kedalam rumah.
" Yo wes, ayo kita masuk Nu, biar adikmu Yuni bapak suruh bikinkan minum untuk kita," ajak Bambang kepada Wisnu yang kemudian Wisnu pun segera menuruti ajakan bapaknya tersebut untuk segera masuk kedalam rumah.
Kebetulan pada saat itu Yuni pun ternyata sudah bangun, dilihatnya abang dan juga bapaknya tengah ngobrol berdua di ruang tengah. Melihat itu, Yuni pun segera menghampiri mereka berdua sembari menyapa.
" Bapak, mas Wisnu ngapain,? kok Yuni gak di ajak sich,? ucap Yuni manja.
" Eh anak bapak sudah bangun, kebetulan bapak sama mas mu ini mau minum hehehe," sahut Bambang berkelakar kepada anak bungsunya itu.
" Hem, iya deh pak, demi bapak dan mas Wisnu, Yuni segera buatkan, hehehe," balas Yuni sambil terkekeh.
Sementara itu Wisnu hanya bisa senyum sembari menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah konyol bapaknya dan juga Yuni.
__ADS_1
Next>>>>>>