
"Anjani,? Ucap Wisnu dengan kedua sorot matanya yang tajam kearah sesosok wanita cantik yang berada dihadapannya yang tak lain adalah sang kekasih yaitu Ratu Anjani.
" Saya mas Wisnu," timpal Ratu Anjani seraya memberi senyuman manisnya itu kepada Wisnu.
" Ke, kenapa kamu datang tiba-tiba Anjani,? Apa yang membuatmu kemari,? tanya Wisnu heran bercampur bahagia karena didatangi oleh sang pujaan hati.
" Kamu jangan kaget mas, aku sengaja datang kemari karena ada suatu hal yang ingin aku sampaikan kepadamu, dan ini sangat penting," jawab Ratu Anjani sembari menghampiri Wisnu kemudian ia pun duduk di samping Wisnu.
" Apakah hanya karena ada sesuatu yang penting ataukah memang karena kamu kangen sama mas,? Kelakar Wisnu kepada Ratu Anjani.
Mendengar kelakar dari sang kekasih pun tak pelak membuat Ratu Anjani tersipu malu. Itu karena Ratu Anjani memang sangat merindukan sang kekasih hati.
" Hem, mas kok tau sih kalo aku memang rindu dan kangen sama mas,? Apa mas gak kangen sama aku mas,? Kini Ratu Anjani lah yang balik bertanya sama Wisnu.
" Ya sudah pastilah mas kangen sama kamu Anjani, itu tidak perlu mas utarakan lagi, yang pasti kamu sudah pasti tahu apa yang ada di hati dan pikiranku ini.," timpal Wisnu dengan nada suaranya yang begitu berat menahan gejolak rasa rindu kepada Ratu Anjani.
" Iya mas, tapi kan aku ingin juga mendengar langsung dari mulut kamu mas, biar lebih asik, hehehehe," celoteh Ratu Anjani sambil terkekeh.
" Lama-lama kamu kok gombal ya Anjani, jangan-jangan kamu sering nonton sinetron ya,? Wek, wek,wek," timpal Wisnu yang sedikit meledek Ratu Anjani sehingga mereka berdua pun kini sama-sama terkekeh.
" Ah udah ah mas, di alam ku mana ada lah sinetron mas, yang ada demit mas," ucap Ratu Anjani sembari mencolek pinggang Wisnu hingga Wisnu pun merasa gelik atas apa yang di lakukan oleh Ratu Anjani.
__ADS_1
" Iya, iya deh, mas kan cuma bercanda, oh iya memang ada hal penting apa yang mau kamu sampaikan sama mas Anjani,? Tanya Wisnu penasaran mengenai apa yang akan di katakan oleh Ratu Anjani kepadanya.
" Sabar ya mas, kan kita baru saja berjumpa lagi mas, aku kangen kali sama kamu mas," sahut Ratu Anjani sembari menggelayut kan kepalanya itu ke pundak Wisnu.
Wisnu yang mendapat perlakuan mesra dari sang kekasih pun tanpa ragu lagi langsung mengelus rambut Ratu Anjani kemudian mencium kening dari sang kekasih. Wajar saja, setelah kejadian dulu, Wisnu maupun Ratu Anjani tidak pernah bertemu mengingat amanat yang di berikan oleh mbah Darmo kepada mereka berdua agar menunggu mbah Darmo menyelesaikan tirakatnya dahulu. Namun dengan rasa rindu yang begitu mendalam, dan juga karena ada suatu hal yang harus di sampaikan langsung kepada Wisnu, maka Ratu Anjani pun terpaksa melanggar amanat dari mbah Darmo.
" Terimakasih kamu sudah datang Anjani, jujur mas sangat kangen dan rindu sekali kepadamu Anjani. Terkadang setiap saat setiap detik mas ingin selalu berada di sampingmu Anjani, hanya saja mas ingat perkataan mbah Darmo, sehingga mas mencoba menahan rasa rindu yang begitu mendalam kepadamu selama ini," sambil memeluk Ratu Anjani, Wisnu pun mengeluarkan segala rasa yang ia pendam selama ini.
" Tidak apa-apa mas, aku tau kok kalau selama ini mas juga merindukan aku, hanya saja aku faham selama ini mas juga berusaha untuk tetap menjaga amanat dari mbah Darmo," timpal Ratu Anjani membalas pelukan hangat dari sang kekasih.
" Mas, sebelum aku memberitahukan apa yang akan aku sampaikan kepadamu ini mas, dan karena aku juga tidak bisa berlama-lama disini, aku ingin menghabiskan waktu bersamamu mas," rengek Ratu Anjani kepada Wisnu.
" Baik sayang, lakukan apa yang kamu mau Anjani, mas pun ingin menghabiskan waktu bersamamu," timpal Wisnu yang semakin erat mendekap tubuh langsing dan sintal milik Ratu Anjani tersebut.
" Anjani," ucap Wisnu yang setengah berbisik ke arah telinga Ratu Anjani.
" Iya mas, ada apa mas,? Jawab Ratu Anjani sembari menolehkan wajahnya ke arah Wisnu.
" Mas sudah gak tahan sayang, mas ingin," ucapan Wisnu pun terhenti tatkala kedua bibir mereka berdua pun kini telah saling bertautan.
" Jangan di lanjut mas, aku pun sangat menginginkan itu mas," ucap Ratu Anjani pelan dengan deru nafasnya yang terdengar kian memburu.
__ADS_1
Wisnu yang mendengar itu pun kemudian segera membalas kecupan demi kecupan yang di lesakkan oleh Ratu Anjani. Kini mereka berdua sudah tidak memperdulikan lagi kalau di rumah itu bukan hanya ada mereka berdua, namun ada Bambang dan juga Yuni yang entah mereka mengetahui atau tidak apa yang sedang terjadi di dalam kamar Wisnu tersebut. Itu karena sekarang mereka berdua telah terlena dan terbuai dengan birahi mereka yang kian memuncak.
Semakin lama semakin cepat ritme yang mereka mainkan. Belaian demi belaian kini saling mereka daratkan, kecupan demi kecupan pun saling balas membalas mereka lesakkan, hingga puncaknya mereka berdua pun kini sudah tidak mengenakan satu helai benang pun yang menutupi kedua tubuh mereka berdua.
" Mas, ayok mas, aku sudah tidak bisa menahannya lagi mas," pinta Ratu Anjani kepada Wisnu.
Wisnu yang mendengar permintaan dari sang kekasih pun seolah diberi tanda agar dia langsung melesatkan rudalnya tersebut yang memang sedari awal sudah siap di luncurkan.
" Baiklah anjani kalau itu permintaanmu," jawab Wisnu kemudian segera melesakkan sang rudal itu masuk kedalam goa.
Cukup lama mereka bergulat dalam kenikmatan hingga akhirnya mereka berdua pun terkulai lemas di atas tempat tidur milik Wisnu dengan peluh dan keringat yang sama-sama bercucuran membasahi tempat tidur tersebut.
" Argggghhhh," terdengar mereka berdua mengerang hebat tanda mereka berdua telah sampai Finis.
" Terimakasih ya mas, kamu memang sungguh luar biasa," ucap Ratu Anjani berbisik ke telinga Wisnu dengan deru nafasnya yang begitu menderu.
" Sama-sama Anjani, kamu juga luar bisa, mas hampir saja kewalahan, hehehe," timpal Wisnu sembari terkekeh.
" Semoga kita segera bisa disatukan ya sayang, jujur mas sangat menginginkan untuk bisa hidup bersamamu," ucap Wisnu.
" Iya mas, kita berdoa saja semoga secepatnya kita bisa hidup bersama," timpal Ratu Anjani seraya kembali memeluk tubuh Wisnu.
__ADS_1
Jam telah menunjukkan pukul 22.45 Wib yang berarti Ratu Anjani harus segera pergi. Namun sebelum itu, Ratu Anjani harus menyampaikan dulu sesuatu kepada Wisnu.
>>> bersambung guys....