Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Kehebatan Ajian Rajah Kala Cakra


__ADS_3

Mbah Darmo pun seketika langsung mengambil posisi duduk bersila, kemudian ia segera mengeluarkan tasbih dan juga keris nogo sosro miliknya itu sembari memejamkan kedua matanya tersebut. Didalam penerawangannya itu, mbah Darmo melihat beberapa mahluk tinggi besar yang terlihat menjijikan telah berada tak jauh dari hadapannya. Sehingga mbah Darmo pun seketika langsung bereaksi.


" Kalian fikir aku akan terkecoh oleh ilmu sihir milik kalian itu wahai mahluk-mahluk laknat,,,!!! Bentak mbah Darmo kearah kelima siluman bersaudara tersebut sehingga membuat mereka seketika itu juga langsung terkejut.


" Kakang , bagaimana mungkin manusia itu bisa melihat keberadaan kita kang,? Ucap Wuni Geni kepada Kala Ireng.


" Iya, kita tidak bisa menyepelekan ilmu dari manusia itu adik-adikku," timpal Kala Ireng kepada keempat saudaranya tersebut.


" Jadi kita harus bagaimana kakang,? Apakah kita akan berdiam diri saja kang,? Kini giliran Rogo Sasono yang terdengar bertanya kepada Kala Ireng.


" Sekarang kalian segeralah berpencar, kalian kelilingu manusia itu dari empat penjuru angin, sementara aku akan menghadapinya dari arah depan," sahut Kala Ireng menyuruh keempat saudaranya tersebut untuk mengambil posisi masing-masing.


Sementara itu, Broto jenggala, Sastra Dewa, dan juga Ki Welang pun kini mulai bersiap untuk membantu mbah Darmo yang akan di serang oleh siluman-siluman suruhan Nyai Ratu Sekar Arum tersebut.


" Kanda patih Broto jenggala, apa yang akan kita perbuat kanda,? Tanya Sastra Dewa.


" Kita akan membantu manusia itu disaat dia membutuhkan kita, namun untuk sekarang ini, kita jangan dulu ikut campur dalam pertarungan diantara mereka," sahut Broto jenggala seraya segera menyuruh kedua anak buahnya itu untuk segera bersiap.


" Baik kanda patih Broto jenggala, kami siap kapanpun harus menyerang siluman-siluman itu," timpal Sastra Dewa dan juga Ki Welang.


Sedangkan kelima siluman itu kini telah berada di posisinya masing-masing, sementara itu mbah Darmo sendiri pun terlihat tengah bersiap untuk menerima dan melawan serangan dari para siluman itu yang terlihat sudah dalam posisi siap menyerang tersebut.


" Ya allah bantulah hamba, selamatkanlah hamba, berilah hamba kekuatan untuk menghancurkan iblis-iblis lakn*t itu ya allah," ucap mbah Darmo yang berdoa dalam hati meminta perlindungan kepada sang pencipta.


" Hiaaattttttt,,,,,!!!!


" Wuuusssshhhh,,, jedaaarrrr...!!!!

__ADS_1


Terlihat Kala Ireng seketika melesat kemudian segera melakukan serangan kepada mbah Darmo. Mbah Darmo yang melihat itu pun seketika langsung berdiri kemudian segera melompat tinggi sembari menghunuskan keris pusakanya itu kearah siluman tersebut.


" Duar,, grubak...!!!


Terdengar sebuah suara yang terdengar begitu menggelegar karena pertemuan dua kekuatan yang dikeluarkan oleh Kala Ireng dan juga mbah Darmo yang saling menyerang satu sama lain itu. Hingga mbah Darmo pun sesekali terlihat menghidari serangan-serangan hebat yang dikeluarkan oleh siluman Kala Ireng tersebut kepadanya.


" Masih bisa rupanya kau menghidari seranganku manusia laknat...!!!! Gertak Kala Ireng terdengar begitu marah, karena setiap serangan darinya itu bisa di hindari oleh mbah Darmo.


" Bismillahirrahmanirrahim rojoh kolo cokro...!!!! ucap mbah Darmo yang terdengar meneriakkan ajian rahak kala cakra miliknya tersebut, sehingga Kala Ireng pun bergegas mundur karena mendengar ajian tersebut.


" Haaahhh....!!!!!


" Ternyata manusia itu mempunyai ajian rajah kala cakra," gumam Kala Ireng sembari terlihat segera mundur seraya menjauh dari mbah Darmo.


Sementara keempat saudaranya tersebut juga terlihat segera menjauh mengikuti Kala Ireng saudara tertua mereka. Namun tidak dengan mbah Darmo, ia segera melompat kembali kearah dimana Kala Ireng dan juga keempat saudaranya tersebut tengah berkumpul.


" Ajian rojoh kolo cokro....!!!!


" Hiaaattttttt.....!!!!


Mulut mbah Darmo pun terdengar berteriak sembari menghunuskan keris pusakanya itu kearah para siluman yang saat itu tidak bisa untuk mengelak dari serangan tersebut. Sehingga mereka berlima pun akhirnya seketika binasa, disertai dengan sebuah suara ledakan keras yang ditimbulkan oleh ajian rojoh kolo cokro milik mbah Darmo tersebut


" Duaarrrrrr......!!


" Arrrrrrgggghhhh.....!!!!!


Terdengar ledakan yang begitu kencang disertai suara erangan dari mulut kelima mahluk siluman tersebut yang saat itu telah terkena serangan dari mbah Darmo. Dan mereka berlima pun seketika itu langsung tewas ditangan mbah Darmo.

__ADS_1


" Alhamdulillah ya allah, terimakasih atas semua pertolonganmu," ucap mbah Darmo yang terlihat berdoa sembari menengadahkan kedua tangannya itu keatas. Setelah itu iapun segera terduduk akibat merasa sangat kelelahan akibat pertarungan hebat dengan mahluk siluman yang baru saja berhasil ia binasakan itu.


Sementara itu, Broto jenggala dan kedua anak buahnya pun terlihat cukup senang melihat keberhasilan dari mbah darmo yang telah berhasil mengalahkan kelima siluman itu seorang diri. Mereka pun kemudian segera bersiap untuk kembali ke kerajaan untuk segera memberitahukan keberhasilan mbah Darmo itu kepada sang Ratu. Namun sebelum mereka pergi, kedua mata Ki Welang tiba-tiba saja melihat sebuah sosok yang ia lihat tengah terikat oleh akar di sebuah pohon besar yang berada tepat dihadapan mbah Darmo.


" Kamu kenapa Welang,? Tanya Broto jenggala kepada Ki Welang yang saat itu terlihat sedang memandang kesebah pohon besar yang letaknya tak jauh dari keberadaan mereka itu.


" Maaf kanda patih, saya melihat ada sebuah sosok yang terlihat sedang terikat disebuah batang pohon besar itu kanda," sahut Ki Welang yang segera memberitahukan penglihatannya tersebut kepada Broto jenggala.


" Kalau begitu, sesuai perintah dari kanjeng gusti Ratu Anjani, kita harus membantu manusia itu untuk bisa melepaskan sosok tersebut," timpal Broto jenggala seraya menyuruh Ki Welang dan juga Sastra Dewa untuk membantu mbah Darmo.


Mereka bertiga tau, kalau mbah Darmo tidak akan bisa menembus pagar ghaib yang menyelimuti pohon besar tersebut, sehingga Broto jenggala beserta kedua anak buanya tersebut pun segera mengluarkan ajian mereka bertiga untuk menghancurkan pagar ghaib yang telah dibuat oleh Nyai Ratu Sekar Arum tersebut.


" Baiklah kanda patih, mari kita hancurkan pagar ghaib tersebut, agar manusia itu bisa segera melihat keberadaan sosok tersebut," sahut Ki Welang dan juga Sastra Dewa.


Tidak lama kemudian, mereka bertiga pun akhirnya berhasil menghancurkan pagar ghaib milik Nyai Ratu Sekar Arum tersebut. Berbarengan dengan itu, mbah Darmo pun seketika bisa melihat keberadaan dari jasad Marni yang saat itu terlihat tengah terikat di sebuah batang pohon besar yang sempat ia lihat tadi.


" Alhamdulillah ya allah akhirnya hamba bisa menemukan jasad Marni," ucap mbah Darmo yang seketika itu segera berlari menghampiri pohon besar tersebut.


Sedangkan Broto jenggala, Sastra Dewa, dan juga Ki Welang pun akhirnya segera pergi dari tempat tersebut. Mereka bertiga melesat secepat kilat kemudian seketika menghilang untuk kembali ke kerajaan Ratu Anjani.


Sementara itu, mbah Darmo segera melepaskan jasad marni dari lilitan akar pohon yang selama ini telah mengikat jasdanya itu, kemudian ia segera meletakkan jasad milik marni di samping sebuah batu besar yang berada tak jauh dari pohon besar tersebut kemudian segera menyelimutinya dengan memakai ajian payung malaikat yang dikuasainya itu. Agar nanti disaat mereka kembali, jasad Marni itu tidak akan bisa ditemukan oleh siapapun termasuk oleh Nyai Ratu Sekar Arum.


" Alhamdulillah akhirnya sudah selesai, lebih baik aku segera kembali ke jasadku," gumam mbah Darmo seraya bergegas keluar dari alam siluman tersebut, kemudian segera memasuki jasadnya kembali.


" Uhuk,,, uhuukk," terdengar suara mbah Darmo terbatuk setelah berhasil memasuki jasadnya tersebut.


" Kalian sudah bisa menghentikan dzikir kalian, dan segeralah membuka kedua mata kalian," ucap mbah Darmo kepada Bambang, Wisnu dan juga Yuni.

__ADS_1


__ADS_2