Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Awal Pertentangan


__ADS_3

" Terimakasih banyak mas Wisnu karena kamu mau menerimaku dengan apa adanya," sahut Ratu Anjani kepada Wisnu.


" Jadi sekarang kamu mau kan menikah denganku Anjani,? tanya Wisnu dengan penuh keyakinan.


" Kalau itu memang sudah menjadi pilihan terbaik untuk mas Wisnu, saya dengan senang hati akan menerima pinangan dari mas," ucap Ratu Anjani sembari tersenyum kearah wisnu, sehingga Wisnu pun seketika langsung tersipu malu dibuatnya.


" Syukurlah kamu mau menerimaku Anjani, aku berjanji akan selalu setia dan tulus kepadamu," timpal Wisnu sembari mengecup kening Ratu Anjani itu dengan penuh kemesraan.


Mendapatkan perlakuan mesra dari calon suaminya itu pun membuat Ratu Anjani semakin merasakan kebahagiaan yang tidak bisa ia ungkapkan lagi dengan kata-kata. Ratu Anjani tidak menyangka sama sekali bahwa orang yang sangat ia cintai itu benar- benar telah menunjukkan ketulusan cintanya kepada Ratu Anjani. Sehingga kini hanya tersisa satu masalah yang harus mereka berdua hadapi yaitu sebuah restu dari bambang ayah dari Wisnu. Karena dia berpikir bahwa itu akan menjadi jalan yang sulit bagi mereka berdua, namun Ratu Anjani tetap yakin bahwa pada saatnya nanti mereka berdua benar-benar dapat bersatu untuk selamanya.


" Mas, sepertinya ini saatnya mas untuk kembali pulang ke rumah, kerena mereka semua sangat mengkhawatirkan keadaan mas saat ini mas,'' ucap Ratu Anjani kepada Wisnu.


" Tapi urusan kita belum selesai Anjani, bagaimana mungkin mas bisa pergi,? sahut Wisnu yang masih ingin berada didekat Ratu Anjani calon istrinya itu.


" Mas tenang saja mas, yang penting mas pulang dahulu, karena walau bagaimana pun juga ayah beserta adikmu sedang menunggu kedatangan kamu di rumah mas," timpal Ratu Anjani kembali mengingatkan Wisnu.


" Terus kapan kita bisa menikah Anjani,? tanya Wisnu penasaran.


" secepatnya setelah Mas telah mendapatkan restu dari orang tua mas," sahut Ratu Anjani menjawab pertanyaan dari Wisnu.


" Ya sudah mas akan mencoba pelan-pelan menjelaskan kepada bapak dan juga Yuni," ucap Wisnu menimpali Ratu Anjani.


" Iya mas, tidak perlu terburu-buru, agar mas bisa menjelaskan kepada ayah dan adikmu itu mas," sahut Ratu Anjani mengingatkan.


Mereka berdua pun kemudian saling berpelukan, itu karena wisnu akan segera kembali pulang kerumahnya, sehingga Ratu Anjani pun sebenarnya tidak rela melepas kepergian Wisnu walau pun hanya sebentar saja. Dan setelah merasa cukup, akhirnya Ratu Anjani pun segera mengajak Wisnu untuk bergegas pergi meninggalkan kerjaan nya tersebut itu.

__ADS_1


" Mas pulang dulu ya dik Anjani," sahut Wisnu yang kini terdengar menyebut Ratu Anjani itu dengan panggilan dik. Sehingga membuat Ratu Anjani semakin kegirangan mendengar panggilan baru untuknya itu.


" Iya mas Wisnu, sekarang pejamkan kedua matamu itu mas," timpal Ratu Anjani kepada Wisnu kemudian segera di turuti oleh Wisnu dengan memejamkan kedua matanya tersebut.


Setelah beberapa saat Wisnu pun dengan perlahan bergegas membuka kembali kedua matanya kemudian ia sadar kini telah berada di jalan setapak menuju kearah rumahnya tersebut. Ia menoleh ke belakang berharap bisa melihat wajah kekasihnya itu namun yang nampak hanyalah kegelapan malam dan suasana sunyi sepi dimana sekarang ia tengah berada.


" Hem, semoga saja niat kami ini dapat segera tercapai," gumam Wisnu dalam hatinya berkata- kata kemudian ia pun bergegas pergi berjalan menyusuri jalan setapak tersebut menuju rumahnya.


Dan setelah berjalan cukup lama akibat tanpa memakai penerangan itu pun akhirnya Wisnu kini telah sampai didepan rumahnya. Sesaat kemudian ia pun segera menuju kearah pintu rumahnya tersebut seraya segera mengucapkan salam sembari mengetuk pintu tersebut.


" Tok, tok, tok, Assalamualaikum, bapak, Yuni," sahut Wisnu dari balik pintu rumahnya tersebut.


Sementara Bambang, mbah Darmo kemudian Yuni yang pada saat itu tengah berbincang di ruang tengah pun nampak terkejut kemudian segera menghentikan obrolan diantara mereka bertiga itu seraya bergegas berjalan ke depan untuk segera membukakan pintu rumahnya tersebut.


" Wisnu, mas Wisnu, sahut Bambang dan juga Yuni setelah pintu rumahnya tersebut terbuka.


" Bapak, Yuni," timpal Wisnu yang kemudian segera memeluk tubuh ayah dan juga adiknya tersebut itu dengan eratnya.


" Ya Allah terimakasih banyak ya Allah, engkau telah mengembalikan anakku ini dengan selamat ya Allah," sahut Bambang yang segera mengucap syukur kepada Allah atas kembalinya Wisnu ketengah- tengah mereka.


" Kamu sehat nak, kamu tidak kenapa-kenapa kan nak,? tanya Bambang kepada anaknya tersebut.


" Ndak pak, alhamdulillah Wisnu baik-baik saja kok pak," ucap Wisnu kepada ayahnya tersebut.


" Syukur alhamdulillah kalau nak, sebaiknya kita segera masuk, biar kita bicara didalam saja nak," timpal Bambang kemudian segera menyuruh anaknya tersebut untuk masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Setelah itu mereka bertiga pun akhirnya berjalan masuk kedalam rumah, kemudian Bambang menyuruh Wisnu untuk segera duduk dan beristirahat, sedangkan Yuni bergegas pergi ke dapur dan segera membuatkan minum untuk Wisnu mas nya tersebut.


" Mbah, gimana kabarnya mbah, sehat,? ucap Wisnu kepada mbah Darmo.


" Alhamdulillah mbah sehat Wisnu, gimana keadaan mu,? timpal mbah Darmo seraya balik menanyakan keadaan Wisnu.


" Alhamdulillah baik juga mbah," ucap Wisnu singkat.


" Bapak masih tidak percaya kalau kamu benar-benar telah selamat anakku, karena bapak menyaksikan sendiri ketika kamu jatuh pada saat di tebing itu Nu, siapa yang telah menyelamatkanmu,? bagaimana kamu bisa selamat,? ujar Bambang yang pada saat itu memberondong Wisnu dengan banyak pertanyaan.


" Udahlah pak, mas Wisnu kan baru sampai pak, biarlah mas Wisnu beristirahat dulu pak," timpal Yuni yang pada saat itu telah selesai membuatkan minum untuk Wisnu kemudian segera mengingatkan bapaknya itu agar jangan memberikan dulu banyak pertanyaan untuk Wisnu.


" Oh iya nanti saja kamu ceritakan ya, sekarang lebih baik kamu minum saja dulu nak," ucap Bambang kepada Wisnu seraya menyuruh anaknya tersebut untuk segera minum.


" Duh apa yang harus aku bilang sama mereka ya,? apa yang harus aku jelaskan,? aku takut mereka akan membenci Ratu Anjani apabila aku langsung menceritakan ini kepada mereka," gumam Wisnu dalam hatinya.


Sedangkan mbah Darmo seolah mengerti dengan keadaan Wisnu sehingga dia pun langsung menyahut.


" Tidak usah banyak pikiran dulu Wisnu, nanti saja kita bicarakan ya," ucap mbah Darmo secara tiba- tiba.


" Oh iya mbah terimkasih ya mbah," sahut Wisnu kepada mbah Darmo yang pada saat itu ia melihat sorot kedua mata mbah Darmo yang begitu tajam kearahnya


" Duh, apa mungkin mbah Darmo sudah mengetahui hubunganku dengan Ratu Anjani,? kalau memang iya bisa gawat nanti," Wisnu pun kembali bergumam dalam hatinya yang kini merasakan sebuah kebingungan dalam batin nya tersebut.


Bersambung>>>>>

__ADS_1


__ADS_2