Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Pencarian Wisnu Part 3


__ADS_3

"Sementara itu, Wisnu yang kini tengah berada di istana nya Ratu Anjani pun kini sudah mulai terbiasa dengan keadaan tempat tersebut, dengan suasana kerajaan yang begitu mewah, dengan dinding maupun tiang yang berlapiskan emas 24 karat, sehingga membuat Wisnu hanya bisa berdecak kagum kala itu. Di sisi lain Istana tersebut, terdapat taman-taman bunga yang indah dengan berbagai macam warna dan juga jenis, belum lagi alam di sekitar yang terasa sungguh sangat cantik luar biasa itu, yang semakin lama, semakin membuat Wisnu merasa betah untuk tinggal berlama lama di sana. Ketika Wisnu yang dalam keadaan matanya masih melihat seluruh keindahan dan juga keadaan di sekitar istana, tiba-tiba saja ia dibuat kaget oleh suara dari Ratu Anjani yang seketika itu juga membuat Wisnu terkejut.


" Mas Wisnu, apakah mas betah di sini,? sapa sang ratu, sembari ia terlihat menyunggingkan senyuman manisnya itu ke arah Wisnu, sehingga Wisnu pun kini hanya bisa terdiam dan seolah mematung melihat kecantikan dari Ratu Anjani tersebut.


" I, ia Ratu, saya sangat betah di sini," ucap Wisnu kepada Ratu Anjani dengan suaranya yang terbata-bata, menahan kekagumannya terhadap sosok Ratu Anjani.


" Syukurlah mas, apabila mas merasa betah di sini," ucap Ratu Anjani kembali kepada Wisnu.



" Tapi maaf ratu, apabila saya telah lancang bertanya kepada ratu, tujuan apa ratu membawa saya kemari lagi,? tanya Wisnu yang masih sedikit ragu namun ia berusaha untuk tetap tenang.


" Bukankah mas ingin sekali mengetahui penyebab kematian dari ibumu yang secara mendadak itu mas,? kini Ratu Anjani yang balik bertanya kepada Wisnu, sehingga Wisnu baru tersadar bahwa ia memang sedang mencari tahu tentang kematian ibunya yang meninggal secara mendadak dan tragis tersebut.


"Ia, memang benar sekali ucapan ratu, namun apakah ratu memang mengetahui siapa atau kenapa bisa ibuku meninggal seperti itu,? sahut Wisnu bertanya kembali kepada sang ratu.


Mendengar itu Ratu Anjani pun hanya tersenyum, sembari matanya kini tertuju ke arah Wisnu, yang sontak saja membuat Wisnu segera tertunduk, karena merasa sangat malu ketika ia tahu sedang di pandangi oleh seorang Ratu yang cantik itu.


" Aku tau semuanya mas, dan aku juga tau kenapa bisa ibumu meninggal dengan cara yang tak wajar, namun sebelum itu lebih baik mas makan dulu, karena mas belum ada makan kan,? ucap Ratu Anjani dengan suara nya yang lembut itu, seraya menyuruh Wisnu untuk segera makan.


" Oh ia, ratu kok bisa tau kalau saya memang lagi laper,, hheheh," sahut Wisnu dengan polosnya. Mendengar itu, Ratu Anjani kemudian kembali tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan karena melihat tingkah dari Wisnu tersebut.

__ADS_1


Kami pun kini sudah berada di sebuah ruang makan yang terlihat sungguh besar dan mewah, terlihat perempuan maupun laki-laki tengah sibuk mempersiapkan hidangan untuk disajikan di meja makan tersebut. Di atas meja makan terlihat ada beberapa lauk pauk beserta minuman dan juga buah buahan. Seperti ikan bakar, ikan sambal, ayam bakar, ayam gulai bahkan beberapa minuman dan juga buah-buahan yang kini telah memenuhi meja makan yang terbuat dari batu marmer tersebut.


" Ayo mas kita duduk, makanlah sepuasnya mas, jangan sungkan," ucap Ratu Anjani kepada Wisnu, seraya segera menyuruhnya untuk segera makan.


" Banyak bener makanannya, enak-enak pula kelihatannya, mana pernah aku makan makanan semewah ini, gumam Wisnu dalam hatinya yang sudah tak tahan lagi ingin segera mencicipi semua hidangan di atas meja makan tersebut.


Kemudian, dengan tanpa ragu lagi, ia segera mengambil nasi beserta lauk pauk ke atas piringnya tersebut dengan lahapnya, ia embat hampir semua makanan maupun buah-buahan yang tersaji di atas meja makan tersebut. sehingga Ratu Anjani yang melihatnya pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah dari Wisnu yang seperti sangat menikmati hidangan yang ia suguhkan untuknya itu.


" Pelan-pelan saja makannya mas, kalau kurang bisa di tambah lagi," ucap Ratu Anjani kepada Wisnu yang tengah sibuk menikmati makannya tersebut.


Mendengar ucapaan Ratu Anjani, seketika tangan kirinya menggaruk kepalanya yang tak gatal akibat merasa sangat malu karena di ingatkan oleh Ratu Anjani.


" Maaf ratu, habisnya semua makanan di sini enak-enak sih, apalagi aku belum pernah makan makanan yang semewah ini ratu," ucap Wisnu meminta maaf, seraya iapun segera menghabiskan sisa makanan di atas piringnya tersebut.


Setelah selesai makan dan di rasa sudah cukup kenyang, kini Wisnu di ajak oleh Ratu Anjani menuju ke sebuah ruangan yang mirip sebuah kamar, namun ibarat kata, ukuran dari kamarnya tersebut setara dengan satu buah rumah, dengan hiasan dan juga ornamen-ornamen yang seluruhnya berlapiskan emas.


Kemudian tempat tidurnya yang terlihat sangat luas bertabur dengan kelopak bunga mawar maupun melati, sehingga membuat Wisnu kembali di buat kagum dengan apa yang di lihatnya itu.


" Hmmmm,, Ini mah bukan kamar namanya, tapi sebuah rumah," gumam Wisnu dalam hati, seraya matanya yang tak henti hentinya melirik ke setiap sudut dari kamar tersebut.


" Ya sudah,sekarang kita duduk ya mas," ajak Ratu Anjani kepada Wisnu, seraya segera menarik tangan Wisnu untuk ikut duduk bersamanya yang kala itu ia sudah terlebih dahulu duduk di atas tempat tidurnya tersebut.

__ADS_1


" Baik ratu,"


ucap Wisnu yang kemudian segera ikut duduk di samping Ratu Anjani.


"Mohon maaf ratu, apakah sekarang ratu bisa memberi tahu saya mengenai kematian ibu,? ucap Wisnu memberanikan diri untuk bertanya.


Ratu Anjani yang mendengar pertanyaan dari Wisnu pun langsung menoleh ke arah Wisnu.


" Baiklah mas, sesuai dengan janjiku, aku akan memberitahu tentang kematian ibumu itu," sahut Ratu Anjani seraya tersenyum manis ke arah Wisnu yang membuat hati Wisnu seolah merasakan getaran rasa yang entah itu perasaan suka atau hanya karena terpesona dengan senyuman dari Ratu Anjani tersebut. Kemudian Ratu Anjani pun mulai menceritakan tentang kematin ibunya Wisnu.


" Ibumu sekarang sedang berada di alam jin, ia dijadikan tumbal oleh seseorang, karena yang sebenarnya kalian lihat dan kuburkan itu bukanlah jasad dari ibumu, melainkan itu adalah tipu muslihat dari siluman yang kini telah menjadikan ibumu sebagai budak di kerajaan gaibnya tersebut," ucap Ratu Anjani menjelaskan.


" Siapa yang telah berbuat sekeji itu pada ibuku, lalu bagaimana caranya agar aku bisa menyelamatkan ibuku,? tanya Wisnu dengan suaranya yang seketika terdengar langsung meninggi.


" Begini mas Wisnu, semua sudah suratan dan kehendak dari yang di atas, kita tidak mungkin dapat melawan kehendak tuhan mas, walaupun cara kematian ibumu yang memang tidaklah wajar, namun balik lagi kita hanya bisa menerima akan kehendaknya itu mas," ucap Ratu Anjani mencoba menenangkan Wisnu yang kala itu terlihat memang sudah mulai terlihat sangat emosi.


" Memang benar apa yang ratu ucapkan, namun aku gak mau ibuku tersiksa di alam siluman itu, aku ingin membebaskan ibuku, agar beliau bisa mati dengan tenang ratu," sahut Wisnu kepada Ratu Anjani, seraya tak bisa lagi ia menahan amarahnya tersebut dengan mata yang berkaca kaca.


" Lalu, siapakah orang yang sudah tega berbuat seperti itu kepada ibuku,? tolong ratu beri tahu saya sekarang," ucapnya lagi seraya meminta Ratu Anjani untuk segera memberitahukan kepadanya siapa orang yang telah tega menumbalkan ibunya tersebut.


" Baiklah kalau begitu mas.

__ADS_1


Dia adalah orang paling kaya raya di kampungmu bahkan di seluruh Desa" ucap Ratu Anjani yang tak langsung memberitahukan siapa nama orang tersebut, karena Ratu Anjani sangat yakin, bahwa Wisnu pasti akan tau siapa orang yang ia maksudkan tersebut.


Bersambung>>>


__ADS_2