Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Pencarian Jasad Marni


__ADS_3

Di tempat lain, Ratu Anjani beberapa kali telah mengutus abdi-abdi setianya itu untuk mencari keberadaan Marni. Namun, usaha tersebut selalu saja bisa digagalkan oleh sebuah kekuatan yang tidak dapat di tembus oleh para abdi setianya tersebut. Sehingga Ratu Anjani pun segera mengeluarkan pusaka andalannya tersebut yaitu keris Kyai Anta Boga. Keris tersebut memang terkenal akan kesaktiannya, bahkan sudah ratusan orang berilmu tinggi dari golongan manusia mencoba untuk mengambilnya sebagai barang pusakan mereka. Namun bergagai upaya mereka untuk mendapatkan keris pusaka tersebut tidak satupun yang membuahkan hasil, sehingga keris tersebut hingga saat ini tetap berada ditangan Ratu Anjani.


Di keluarkannya keris pusaka tersebut dari dalam tubuh Ratu Anjan, kemudian dengan kekuatan yang dimiliki oleh Ratu Anjani itu pun seketika membuat seluruh kerajaan memancarkan cahaya keemasan yang di timbulkan oleh kekuatan yang berada pada keris pusaka tersebut. Sontak saja kejadian tersebut membuat gempar seluruh penghuni kerajaan ghaib milik Ratu Anjani tersebut. Sehingga para penghuni di kerajaan tersebut pun tau, bahwa sang Ratu telah mengeluarkan pusakan andalannya tersebut. Dan mereka juga tau, apabila pusaka tersebut telah dikeluarkan, berati akan ada sebuah peristiwa besar yang terjadi di alam ghaib tersebut.


" Sudah saatnya aku menggunakan pusaka ini, sehingga aku bisa segera menyelamatkan jasad dari ibunya mas Wisnu," gumam Ratu Anjani dalam hatinya sembari tangannya kini telah menggenggam sebuah keris pusaka luk sembilan dengan ukiran seekor naga yang terbuat dari emas tersebut seraya ia acungkan ke atas.


" Broto jenggala, Satra Dewa, Ki Welang, segeralah kemari," sahut Ratu Anjani yang terdengar memanggil beberapa nama untuk segera menghadap kepadanya. Dan seketika itu juga, beberapa nama yang di panggil oleh Ratu Anjani pun kini telah berada di hadapannya.


" Sendiko dawuh Kanjeng Ratu, hamba bertiga siap menerima titah dari Kanjeng Ratu" ucap mereka bertiga kepada Ratu Anjani sesaat setelah mereka tiba dihadapan Ratu Anjani.


Terlihat dari perawakan mereka yang gagah, dengan badan yang kekar dan tubuh mereka yang tinggi, di tambah lagi dengan wajah-wajah sangar mereka bertiga tersebut. Dan kemungkinan besar, mereka bertiga itu adalah para pengawal atau panglima dari kerajaan tersebut. Karena dibanding yang lain, mereka bertiga seolah memiliki aura kekuatan yang tinggi, apalagi disaat Ratu Anjani mengeluarkan pusaka tersebut, hanya mereka bertiga lah yang dipanggil menghadap sang Ratu.

__ADS_1


" Broto Jenggala, kamu sebagai seorang patih kerajaan ini aku perintahkan untuk membawa kedua panglima perangmu yaitu Sastra Dewa dan juga Ki Welang untuk segera berangkat menuju Gunung Merangin, karena aku dapat firasat bahwa kanda Nyai Ratu Sekar Arum telah menyembuyikan jasad seorang manusia dari kampung Pandan Sari. Dan di saat aku menyuruh Dewi Arimbi, Sukmawati, Pitaloka dan juga Cahya kinasih untuk mencari keberadaan jasad tersebut, mereka pun tidak berhasil, sehingga aku memanggil kalian bertiga kemari," ucap Ratu Anjani menjelaskan kepada Patih dan juga kedua panglimanya tersebut.


" Mohon ampun kanjeng Ratu, bukan kah Nyai Ratu Sekar Arum adalah kakak dari kanjeng Ratu,? kenapa kita harus ikut campur urusan manusia kanjeng Ratu,? tanya patih Broto jenggala kepada Ratu Anjani yang merasa heran dengan perintah sang Ratu kepada mereka.


" Memang benar Nyai Ratu Sekar Arum itu adalah kakak ku, namun dia telah menyembunyikan jasad dari seorang manusia yang tidak berdosa. Dan perlu kalian ingat, antara aku dan juga Nyai Ratu Sekar Arum kakak ku itu punya jalan yang berbeda. Dia telah keluar dari perintah hyang sepuh Raden Wijaya Kesuma ayah kami, yang saat itu menyuruh kami untuk selalu berbuat baik kepada manusia. Namun semenjak hyang sepuh mowksa, rupanya Nyai Ratu Sekar Arum telah menggunakan kekuasaanya tersebut untuk menyesatkan manusia. Bahkan dia telah menjadi siluman yang haus darah manusia, apakah kalain sudah lupa Titah dari hyang sepuh,? Ujar Ratu Anjani menjelaskan kembali masa lalunya tersebut.


" Ampun kanjeng Ratu, Ampun, hamba hanya ingin memastikan bahwa kanjeng Ratu telah memikirkannya secara matang-matang kanjeng Ratu. Karena yang akan kita hadapi adalah saudara dari kanjeng Ratu sendiri yaitu Nyai Ratu Sekar Arum," sahut patih Broto jenggala sembari memohon ampun kepada Ratu Anjani.


" Sendiko dawuh kanjeng Ratu, hamba beserta Sastra Dewa dan Ki Welang, akan segera berangkat menuju ke gunung tersebut," sahut patih Broto jenggala kepada Ratu Anjani seraya mereka bertiga pun telah siap untuk segera berangkat ketempat yang di perintahkan oleh Ratu Anjani.


" Baiklah, sekarang kalian bertiga segera berangkat kesana. Berhati-hatilah disaat kalian telah memasuki wilayah kekuasaanya tersebut, karena beberapa dari pengawalnya itu bukan siluman sembarangan, melainkan siluman-siluman pilih tanding dengan kekuatan mereka yang cukup lumayan tinggi. Semantara itu aku akan terus memantau kalian dari sini," ucap Ratu Anjani yang segera memerintahkan mereka bertiga untuk segera berangkat ketempat tersebut.

__ADS_1


" Sendiko dawuh kanjeng Ratu," sahut mereka bertiga secara bersamaan kemudian segera pergi menuju Gunung Merangin. Kemudian Broto jenggala, Sastra Dewa, dan juga Ki Welang pun menghilang dan seketika lenyap dari hadapan Ratu Anjani.


Sepeninggal ketiga prajuritnya tersebut, Ratu Anjani kini terlihat tengah termenung diatasa singgasana kerajaanya tersebut, sembari tangannya masih terlihat menggenggam sebilah keris pusaka Kyai Anta Boga tersebut.


" Mas Wisnu, aku akan membantumu dengan cara apapun, walaupun harus mengorbankan nyawaku sendiri. Kamu tenang saja mas Wisnu, semoga secepatnya aku bisa segera mendapatkan jasad ibumu tersebut mas," gumam Ratu Anjani dalam hatinya, yang kini sangat merindukan Wisnu.


" Jujur saja mas Wisnu, walaupun kita berlainan alam namun aku sungguh sangat mencintaimu semenjak pertama kali aku melihatmu mas. Apakah kau disan juga merasakan apa yang kini aku rasakan kepadamu mas,? Kembali Ratu Anjani bertanya dalam hatinya tersebut. Seolah dia berharap Wisnu akan merasakan perasaan yang sama seperti yang kini tengah ia rasakan itu.


" Argggghhhhh, sepertinya itu tidak akan mungkin terjadi, apalagi dia akan mempunya perasaan sepertiku. Karena bagai manpun juga dia tidak akan mencintai mahluk seperti aku ini yang hanya seorang siluman," gumam Ratu Anjani anjani kembali yang nampak terlihat jelas dari wajahnya tersebut kini menujukan rona kesedihan itu.


" Tapi apapun nanti yang akan terjadi, aku tetap akan selalu setia untuk membantunya, karena hanya dengan cara itu aku bisa selalu dekat dengan mas Wisnu," Ratu Anjani pun akhirny menghela nafas panjang seraya ia kemudian segera pergi menuju kedalam sebuah kamar di istananya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2