Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Teror Untuk Yuni Masih Berlanjut


__ADS_3

Di keesokan pagi nya, Bambang yang merasa curiga dengan keadaan Yuni pun berinisiatif untuk mengecek ke dalam kamar anak perempuannya itu, kemudian segera mengetuk pintu kamar tersebut untuk membangunkan Yuni.


" Tok,tok,tok,,,!!!!


terdengar suara pintu mulai di ketuk- ketuk oleh Bambang, namun tidak jua ada sahutan dari dalam kamar, sehingga Bambang pun mencoba memanggil- manggil nama anaknya itu dengan sedikit keras hingga terdengar oleh Wisnu.


" Nduk, anakku, kenapa belum bangun nak, ayok sholat subuh dulu nduk," sahut Bambang dengan nada suara nya yang agak sedikit lantang terdengar.


" Kenapa dengan Yuni pak,? tanya Wisnu yang ternyata sudah berada di belakang bapak nya tersebut sehingga membuat Bambang sedikit terkejut dengan kehadiran Wisnu yang secara tiba-tiba itu.


" Astaghfirullah,,,,!!!! kamu Nu, bapak kira siapa, bikin kaget aja lah nu Wisnu," terdengar Bambang pun mengucap istighfar saking rasa terkejutnya oleh Wisnu.


" Ah bapak ini seperti melihat hantu aja pak, lagian bapak manggil- manggil Yuni pun kencang kali suaranya, jadinya Wisnu kemari lah pak," timpal Wisnu menjelaskan.


" Iya Nu, bapak kok gak enak perasaan, apalagi adik mu itu bapak panggil-panggil kok gak ada sahutan, makanya bapak panggil agak kencang, karena biasanya adikmu itu sudah bangun biarpun gak bapak bangunkan," ujar Bambang yang terlihat dari raut wajahnya itu sangat mengkhawatirkan Yuni.


" Ya sudah, biar Wisnu saja yang coba bangunkan Yuni pak, bapak tidak perlu berfikiran yang enggak-enggak dulu, siapa tau dia sedang halangan pak," timpal Wisnu yang mencoba menenangkan bapaknya.


" Yun, bangun, udah subuh, mas sama bapak mau sholat, ayok bangun Yun," terdengar kali ini Wisnu yang mencoba membangunkan Yuni, namun masih saja tidak ada sahutan dari dalam kamarnya, sehingga Wisnu pun berinisiatif untuk memaksa membuka pintu tersebut dari luar.


" Benar kan Nu, apa bapak bilang tadi, adik mu gak biasanya seperti ini Nu," ucap Bambang yang semakin merasakan ke khawatiran terhadap putrinya itu.

__ADS_1


" Ya sudah, begini saja pak, biar Wisnu paksa aja pintunya agar terbuka ya," jawab Wisnu memberi saran kepada Bambang.


" Ia Nu, gimana baiknya saja, hati bapak semakin gak tenang," timpal Bambang kemudian Wisnu pun. segera mendorong pintu tersebut agak kencang sehingga terbukalah pintu kamar itu dan betapa kagetnya mereka melihat keadaan Yuni.


"Nduk, kenapa dengan kamu nduk, kok bisa ada di lantai," teriak Bambang di saat melihat tubuh Yuni yang terkapar di lantai dengan kondisi seperti orang yang tengah tertidur.


" Yun, bangun Yun, Yuni, bangun," sahut Wisnu sembari menggoyang-goyangkan tubuh adiknya tersebut agar segera bangun.


Namun sudah berkali-kali Wisnu mencoba membangunkan Yuni, tetap saja adiknya tersebut pun tak kunjung segera membuka matanya, sehingga Wisnu oun akhirnya membopong tubuh Yuni lalu di baringkan di atas tempat tidurnya kembali.


" Ada apa dengan adikmu itu Nu, kenapa dia tidak mau bangun Nu, ya Allah ada apa lagi dengan keluarga hamba mu ini ya Allah, hikkk," Bambang pun tak kuasa menahan kesedihan melihat anak keadaan Yuni, sehingga tak terasa ia pun akhirnya menangis.


" Sabar pak, sebentar Wisnu ambil dulu minyak angin, mudah-mudahan Yuni bisa segera tersadar pak," ujar Wisnu yang melihat bapak nya yang tengah bersedih.


" Alhamdulillah nduk, akhirnya kamu sudah sadar nduk," sahut Bambang sembari langsung memeluk tubuh anak perempuannya itu sembari menangis.


" Bapak, mas Wisnu, kenapa ada di kamar Yuni,? terus ada apa dengan Yuni,? tanya Yuni yang kini sudah mulai berbicara walau dengan suara nya yang masih terbata-bata akibat merasa kebingungan dengan kehadiran Wisnu dan juga Bambang bapaknya itu di dalam kamar nya.


" Nu, kamu ambil air hangat dulu untuk adikmu, cepat ya Nu," Wisnu pun di suruh Bambang untuk segera mengambilkan air hangat yang akan di berikan untuk Yuni.


Setelah mengambil air, Wisnu segera meminumkan air hangat tersebut kepada adiknya, kemudian segera menjelaskan tentang kenapa mereka berdua bisa berada di dalam kamarnya.

__ADS_1


" Tadi setelah adzan subuh, bapak terdengar memanggil-manggil nama mu Yun, hingga suara bapak terdengar sampe ke kamar mas, makanya mas segera menghampiri bapak yang masih berada di depan ointu kamar mu, dan memang benar mas juga cukup lama memanggil kamu Yun namun tetap saja gak ada sahutan dari dalam kamar, jadinya mas berinisiatif membuka paksa pintu kamar mu ini, hingga akhirnya melihat kamu pingsan di atas lantai, gitu Yun," terang Wisnu yang menjelaskan kepada Yuni adiknya itu.


" Terus kenapa kamu bisa pingsan nduk,? apa ada yang terjadi sama kamu nduk,?" tanya Bambang penasaran.


" Yuni juga tidak tau pak, seingat Yuni, tadi malam Yuni ke belakang ambil air karena sangat haus, terus siap itu Yuni kembali ke dalam kamar, itu saja pak," jawab Yuni kepada bapak dan juga Wisnu, namun dia tidak menjelaskan secara rinci apa sebenarnya yang telah terjadi kepadanya tadi malam.


" Maafkan Yuni pak, mas Wisnu, Yuni terpaksa berbohong karena Yuni tidak ingin membuat kalian khawatir," gumam Yuni dalam hatinya.


" Oh gitu ya nduk, apa mungkin kamu belum makan nduk,?" Bambang pun kembali bertanya kepada Yuni.


" Makan kok pak, mungkin memang Yuni lagi kurang fit aja kali pak, atau karena kecapean pak," timpal Yuni memberi alasan kepada bapak nya, padahal bukan itu lah penyebabnya ia bisa pingsan.


" Iya juga lah pak, kan beberapa hari ini Yuni banyak begadang, bahkan ikut berdzikir sama kita pak, pasti dia kelelahan itu pak," sahut Wisnu meyakinkan bapaknya.


" Iya juga ya Nu, bisa jadi seperti itu Nu, kalau begitu nanti siang antarkanlah adik mu itu untuk berobat ya Nu," ucap Bambang yang akhirnya bisa sedikit tenang dan menyuruh Wisnu mengantar Yuni untuk segera berobat.


" Ah gak usah lah pak, Yuni udah baikan kok pak, ngapain harus berobat lagi pak," timpal Yuni.


" Udah, pokoknya nanti mas mu yang antar kamu ke klinik ya nduk, biar hati bapak bisa tenang," ucap Bambang yang tetap dengan pendiriannya itu.


Mendengar itu, Yuni pun tak tega melihat bapaknya, sehingga ia pun akhirnya mau untuk berobat ke klinik bersama Wisnu abangnya.

__ADS_1


" Ya sudah pak, nanti agak siangan Yuni sama mas Wisnu ke kelinik ya pak, jadi bapak tidak perlu khawatir lagi ya pak," timpal Yuni yang meng iyakan perintah bambang untuk pergi berobat ke kelinik.


Next>>>>>


__ADS_2