Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Teror Kepada Yuni


__ADS_3

Selepas kepergian mbah Darmo, di rumah tersebut kini kembali mereka hanya bertiga. Nampak rona ketakutan terpancar dari wajah Yuni maupun Bambang disaat terdengar suara seperti benda jatuh yang berasal dari arah belakang. Wisnu yang melihat mereka berdua nampak takut pun akhirnya memberanikan diri untuk segera mengecek sumber suara tersebut ke belakang.


" Mau kemana mas,? hati-hati ya mas, soalnya suaranya terdengar begitu keras mas," ucap Yuni kepada Wisnu.


" Mas mau cek dulu ke belakang Yun, siapa tau memang cuma tikus atau kucing yang lagi berantem," jawab Wisnu.


" Atau bapak temani kamu Nu, siapa tau itu maling," sahut Bambang yang mencoba menawarkan diri untuk menemani anaknya tersebut.


" Tidak usah pak, bapak disini saja temani Yuni, insya allah tidak akan ada apa-apa kok pak," Wisnu pun melarang bapaknya tersebut untuk menemaninya seraya meyakinkannya.


" Ya sudah, tapi kamu harus tetap hati-hati ya Nu," ucap Bambang mengingatkan anaknya.


Wisnu pun berjalan ke belakang dengan berjalan sangat pelan, karena dia takut apabila itu maling, maling tersebut akan segera pergi atau pun bahkan akan menyerangnya apabila tau dia sedang menuju ke dapur.


" Ya Allah mudah-mudahan itu hanya suara kucing atau tikus ya Allah," gumam Wisnu dalam hatinya.


Sesampainya ia di dapur, ia pun langsung mengalihkan penglihatannya itu ke sekeliling tempat tersebut, untuk segera mencari sumber suara yang tadi sempat ia, bapak nya dan juga Yuni dengar. Namun sudah hampir seluruh sisi dan sudut ruangan dapur itu ia perhatikan, namun tidak ada satupun barang atau benda yang terlihat terjatuh di bawah, malahan ia hanya mencium wewangian seperti bau parfum mayat sehingga ia pun hampir saja muntah.


" Kok aneh ya, kenapa tidak ada tanda-tanda kalau di sini ada barang atu benda yang terjatuh sich,? dan kenapa indera penciumanku malah mencium wewangian khas mayat,? apa hidungku sedang bermasalah ya,? tanya Wisnu dalam hatinya.


Setelah lama ia berada di dapur dan juga tidak menemukan suatu hal aneh atau yang mencurigakan di sana, akhirnya ia pun memutuskan untuk segera kembali ke depan untuk menjumpai bapak dan juga adiknya.


" Gimana Nu, apa ada yang terjadi di belakang,? tanya Bambang penuh rasa ke khawatiran pada saat Wisnu terlihat sudah kembali dari dapur.

__ADS_1


" Tidak ada pak, mungkin memang cuma tikus atau kucing itu pak," jawab Wisnu dengan sedikit berbohong akan apa yang telah ia alami tadi di dapur. Itu karena dia tidak ingin membuat bapak dan kuga adiknya itu tambah ketakutan.


" Oh syukur lah kalau begitu mas, berarti tidak ada yang perlu kita khawatirkan ya kan mas,? sahut Yuni.


" Iya Yun, mudah-mudahan kita senantiasa selalu dalam lindungan Allah SWT amin," timpal Wisnu.


Pada malam harinya sekitar pukul 01:00 dini hari, tiba-tiba Yuni terbangun akibat merasakan haus yang teramat sangat, mungkin itu karena saat itu Yuni sedang datang bulan sehingga kondisi tubuhnya sering tidak menentu, sehingga mau tak mau walaupun dalam keadaan yang teramat sangat mengantuk, Yuni pun beranjak dari tempat tidurnya kemudian segera menuju ke dapur. Namun ketika Yuni telah tiba di dapur tiba-tiba..!


"Duarr,,,,!!!


" Eurrrrrmmmm,,,!!!!


Terdengar suara dentuman keras dari arah pintu belakang rumahnya disertai dengan suara geraman yang membuat bulu kuduk Yuni pun seketika meremang. Bahkan sekujur tubuhnya pun kini bergetar hebat akibat merasakan ketakutan yang luar biasa.


Sekuat tenaga Yuni pun berusaha untuk tetap tenang, bahkan ia pun mencoba memberanikan diri untuk mendekat ke arah sumber suara tersebut. Namun ia tidak menemukan apapun disana, hanya saja suasana terasa begitu mencekam, dan juga kini indera penciumannya itu menangkap bau busuk yang begitu sangat menusuk hidungnya, sehingga ia pun bergegas menjauh dari tempat tersebut.


" Bau apa lagi ini,? dan suara apa tadi,? lebih baik aku segera kembali ke kamar daripada aku tetap berada disini, hiiiii," kembali Yuni berkata-kata dalam hatinya seraya ia pun segera berbalik dan bergegas kembali ke dalam kamarnya.


" Ah apa aku salah dengar tadi ya,? tapi gak mungkin aku salah dengar, soalnya suaranya memang begitu kerasnya, tapi suara apa itu ya,?" ujar Yuni berbicara sendiri.


Diambilnya selimut kemudian ia pun segera menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tersebut, namun baru saja ia menutup tubuhnya tersebut, kembali ia mendengar suara yang kini berasal dari balik jendela kamarnya.


" Yuni,,,,,,!!!!

__ADS_1


" Sudah saatnya kau ikut dengan ku,,,!!!


" Eurrmmmm,,,,!!!


Mendengar namanya kini di panggil oleh sosok yang tanpa wujud itu pun membuat Yuni semakin dilanda ketakutan, apalagi disaat ia akan berteriak untuk memanggil bapak dan juga abangnya mulutnya seakan terkunci. Karena sekuat apapun ia berusaha untuk berteriak, seolah ada yang menahan suaranya itu untuk ia keliarkan. Sungguh ia tak tahu harus bagaimana lada saat itu.


" Maaaa,,,,, maaaaaas, Mas Wisnu, tolong Yuni," rintih Yuni yang terus-terusan mencoba memanggil Wisnu.


" Jangan takut cah ayu, kau akan kami bawa untuk menjadi pelayan ratu kami, hahahaha," ujar suara itu kembali dan dengan nada suaranya yang begitu berat.


" Pergi kami, jangan ganggu aku, siapapun kamu tolong jangan ganggu aku," teriak Yuni namun itu hanya bisa dalam hatinya.


" Tidak perlu kau memohon, karena ketika waktunya tiba, kau akan aku bawa dan aku serahkan kepada sang ratu," timpal suara tanpa wujud tersebut yang seolah tahu aoa yang di ucapkan Yuni di dalam hatinya itu.


" Hahahaha, kau tidak akan bisa lolos dariku, karena kau akan di jadikan santapan yang lezat bagi sang ratu, hahahaha," terdengar kembali tawa yang begitu menggelegar namun kini suara tersebut pun sudah maujud menjadi sesosok mahluk yang sekujur tubuhnya di penuhi bulu, dan dengan kedua mata yang menyala-nyala disertai dua buah taring yang begitu panjang.


Yuni yang saat itu tak sengaja melihatnya pun seketika langsung tak sadarkan diri, bahkan saking takutnya ia melihat mahluk tersebut, Yuni tanpa sadar telah mengompol di celananya.


" Siapa kau, jangan ganggu aku, pergi dari sini," ucap Yuni kemudian ia pun langsung pingsan.


Sementara mahluk siluman itu seketika lenyap dari kamar tersebut sembari tertawa-tawa melihat keadaan Yuni.


" Hahahaha, dasar manusia lemah, hahaha," ucap sang mahluk sembari tertawa puas kemudian segera menghilang .

__ADS_1


Yuni yang tak sadarkan diri pun hingga subuh masih terkulai di atas tempat tidurnya, sehingga suara adzan subuh pun tak terdengar olehnya.


__ADS_2