
"Kok tumben-tumbenan toh, pak Bambang mau duduk di sini, biasanya nak Wisnu yang malahan keseringan duduk di warung bibik sama kawan kawannya itu, habis dari mana to pak Bambang? tanya bik Darsih.
" Ohh, njih bik, anu,, memang lagi kepingin minum saja di sini bik, sekalian makan gorengan bibik, hehehhehe" sahut Bambang seraya segera menyeruput kopi buatan bik Darsih yang memang sudah sangat terkenal di kampung Pandan Sari tersebut.
"Yowes, yowes, bibik tinggal dulu ya, nanti kalau mau nambah pesanan, panggil saja bibik," ucap bik Darsih seraya membalikkan badannya kemudian pergi. Bambang yang masih kefikiran tentang Wisnu pun masih terlihat matanya itu sesekali ia arahkan ke sekeliling, dengan harapan, akan melihat Wisnu melewati warung bik Darsih.
Namun, disaat fikiran Bambang masih menerawang jauh, tiba-tiba saja dari arah belakang Bambang terdengar seseorang menyapanya, sembari ia seketika merasakan sebuah tepukan pelan ke pundaknya tersebut.
" Pak Bambang," ucap suara yang ia dengar dari arah belakangnya itu seraya ia segera membalikan badannnya kemudian ia menoleh ke arah sumber suara tersebut.
Namun ia dibuat celingukan ketika ia menoleh ke arah datangnya suara tersebut, Bambang sama sekali tidak mendapati siapapun ada di belakangnya, bahkan kini bambang mulai merasakan bulu kuduknya pun seketika langsung meremang.
" Su,, suara siapa tadi ya,? kenapa tidak ada orangnya, apa aku hanya berhalusianasi saja, atau jangan-jangan suara tadi itu suara hantu,? gumam Bambang dalam hati sembari bertanya tanya karena keheranan.
Belumpun hilang rasa kepenasaran dsri fikirannya itu, kini ia mendengar lagi suara tersebut memanggil, namun kini suara tanpa wujud tersebut terdengar semakin jelas di telinganya.
" Pak Bambang, bapak tidak usah khawatir mengenai Wisnu, sekarang bapak pulang saja, dan tenangkanlah fikiran bapak, karena nanti malam Wisnu akan segera pulang," ucap suara yang terdengar seperti suara dari seorang perempuan tersebut yang menyuruhnya untuk segera pulang.
" Kenapa dia bisa tau kalau aku sedang mencari Wisnu,? lalu, siapakah dia,? kenapa dia memberitahukan mengenai Wisnu,? gumamnya kembali bertanya tanya dalam hati, karena ia semakin dibuat kebingungan ketika ia mendengar bahwa Wisnu akan pulang nanti malam.
Dengan penuh rasa penasarannya tersebut, Bambang memutuskan untuk segera pulang, walaupun dia merasakan suatu keanehan dari suara yang ia dengar tadi.
" Semoga saja, apa yang di ucapkan suara tersebut benar adanya" gumam Bambang dalam hatinya, berharap Wisnu memang akan pulang nanti malam.
" Bik, tolong bungkuskan goreng pisang sama bakwannya ya bik, buat Yuni di rumah," ucap bambang meminta bik Darsih untuk membungkuskan gorengan yang nantinya akan ia bawak pulang ke rumah.
__ADS_1
" Loh, itu minumnya aja masih ada, kok cepat sekali mau pulang,? sahut bik Darsih yang nampak heran melihat gelagat dari Bambang.
" Itu bik, Yuni di rumah sendirian, kasian dia bik, mungkin dia mau gorengan bibik juga," sahut Bambang pada bik Darsih dengan sedikit beralasan.
"Owalahh,, yowes, ni bibi bungkuskan, tunggu sebentar ya", ucap bik Darsih yang dengan segera ia pun membungkus gorengan yang di pesan oleh Bambang tersebut, kemudian segera ia berikan kepada Bambang.
Berapa semua bik,? tanya Bambang kepada bik Darsih.
" Duabelas ribu saja semuanya, itu bibik juga lebihkan untuk Yuni anakmu," ujar bik Darsih sembari menerima uang pembayaran dari Bambang, seraya segera mengembalikan kembaliannya kepada Bambang.
" Terimakasih ya bik, saya pamit pulang dulu," ucap Bambang seraya segera pergi meninggalkan warung bik Darsih kemudian berjalan menuju ke arah rumah nya tersebut.
Sesampainya ia dirumah, Yuni terlihat sedang berada diteras depan rumahnya, sembari matanya terlihat sedang melirik ke kiri dan ke kanan seperti sedang menunggu seseorang.
" Nduk, ngapain kamu di situ sendirian,? kenapa gak di dalam saja toh nduk," ucap Bambang yang seketika membuat Yuni langsung terkejut dan segera menolehkan wajahnya ke arah bapaknya itu.
" Endak pak, Yuni sedsri tadi lagi lihat-lihat saja pak, siapa tau yang lewat itu mas Wisnu, hehehhe," timpal Yuni menjelaskan sambil terkekeh. Bambang yang melihat anaknya seperti itupun tak kuasa menahan pilu, walau Bambang tetap berusaha menyembunyikan perasaanya tersebut, agar tidak nampak oleh anaknya.
" Oh, gitu toh nduk, ya sudah ayo kita masuk kedalam, ni bapak bawakan goreng pisang sama bakwan bikinan bik Darsih kesukaanmu itu nduk" ujar Bambang menunjukan kantung plastik berisi goreng pisang dan bakwan di tangannya tersebut, seraya segera mengajak Yuni untuk segera masuk.
" Pas kali Yuni kepengen gorengan bik Darsih, ehhh rupanya bapak bawain, makasih ya pak," sahut Yuni yang segera meraih kantung plastik berisi gorengan tersebut dari tangan bapaknya.
Bambang pun seketika mengangguk kepada anak gadisnya itu, seraya mereka pun segera berjalan masuk kedalam rumah kemudian mereka duduk di sofa ruang depan rumahnya tersebut.
" Pak, apa bapak sudah bertemu sama mas Wisnu pak,? tanya Yuni pada Bambang yang kala itu belum sempat mengatur nafasnya.
__ADS_1
" Tadi bapak sudah keliling kampung nduk, namun semua kawannya itu gak ada satupun yang tahu kemana masmu itu pergi nduk," sahut Bambang dengan suaranya yang sedikit terbata-bata akibat mendapat pertanyaan dari Yuni.
" Jadi mas Wisnu kemana pak,? Yuni takut terjadi apa-apa sama dia pak," ucap Yuni kembali seraya terlihat dari matanya yang berkaca kaca merasakan kesedihan atas kepergian dari Wisnu.
"Wees, wess, kamu ndak usah sedih nduk, soalnya tadi bapak...!!
Bambang seketika menghentikan ucapannya tersebut, ia masih bingung apakah harus bilang pada Yuni atau tidak mengenai suara yang tadi ia dengar sewaktu di warung bik Darsih tersebut.
" Bapak kenapa,? tadi kenapa pak,? kenapa bapak malah diam pak,? Yuni pun kini memberondong pertanyaan pada kepada Bambang yang dia sendiri juga masih merasakan kebingungan.
"Tadi, sewaktu bapak sedang duduk di warung bik Darsih, tiba-tiba saja, bapak mendengar ada suara seorang perempuan memanggil nama bapak, kemudian bapak lihat, namun tidak ada seorangpun, dan juga bapak tidak tau darimana asal suara tersebut. Setelah itu, suara itu pun muncul kembali, bahkan semakin jelas terdengar di telinga bapak, dia menyuruh bapak untuk segera pulang dan menyuruh agar bapak jangan khawatir mengenai Wisnu nduk.
" Karena, kata suara tersebut mas mu Wisnu nanti malam akan pulang, ya mau tak mau akhirnya bapak ikuti saja perintah dari suara tersebut, walaupun bapak masih bingung siapa sosok dari suara perempuan tersebut, dan kenapa bisa tau kalau bapak sedang mencari Wisnu, gitu loh nduk," ucap Bambang menjelaskan kepada Yuni, yang kini terlihat merasakan kebungungan yang sama setelah mendengar penuturan dari bapaknya tersebut.
" Ma,,,, maksud bapak, ada hantu gitu pak,? ucap Yuni bertanya, sembari matanya menyorot tajam ke arah bapaknya.
" Wallahu nduk , mau siapapun dia, mau jenis apapun dia, bapak hanya berharap ucapannya itu benar nduk, yang terpenting kita tetap doakan mas mu itu agar tidak terjadi apapun kepadanya ya nduk," sahut Bambang yang berusaha untuk tetap tenang dihadapan Yuni.
" Owhhh,,, begitu ya pak, mudah mudahan saja memang benar mas Wisnu nanti malam akan pulang ya pak," ucap Yuni menimpali Bambang.
" Aminnn," sahut Bambang seraya mengaminkan ucapan dari anaknya tersebut.
" Ya sudah pak, kalau begitu Yuni ke belakang dulu ya pak, biar Yuni ambilkan bapak air putih, karena pasti bapak tadi minumnya kopi aja kan pak,? ucap Yuni kepada Bambang.
"Ia nduk, tadi bapak cuma minum kopi, belum ada minum air putih," jawab Bambang seraya ia pun memakan gorengan yang tadi ia bawakan untuk Yuni.
__ADS_1
"Ya sudah, Yuni kebelakang dulu ya pak," ucap Yuni sembari segera melangkahkan kakinya berjalan ke arah dapur untuk segera membuatkan minum untu bapaknya tersebut.
Bersambung>>>