
Mbah Darmo bersama Bambang kini telah sampai di pemakaman, mereka berdua kemudian bergegas menemui sang penjaga makam kemudian segera menguburkan jasad Marni itu diawali dengan memandikan kembali hingga menyolatka jenazah tersebut. Setelah semua tahapan telah mereka jalankan, kini mereka pun segera menguburkan jasad Marni sesuai dengan syariat dalam agama Islam.
" Alhamdulillah ya mbah, akhirnya jasad istriku kini sudah bisa di kebumikan dengan layak, namun bagaimana dengan sukmanya itu mbah,? Ujar Bambang bertanya kepada mbah Darmo setelah ia selesai menguburkan jasad istrinya tersebut.
" Kamu tidak perlu khawatir Bang, sebagaimana jasadnya telah kita sempurnakan, insya allah sukma dari istrimu juga akan kembali kepada sang khalik bang, yang terpenting selalu kirimi dia doa," ucap mbah Darmo yang terdengar menjelaskan kepada Bambang.
" Alhamdulillah ya Allah, syukurlah kalau begitu mbah, ya sudah lebih baik kita segera pulang mbah, karena sebentar lagi mau subuh, gak enak nanti apabila ada warga yang melihat," sahut Bambang seraya mengajak mbah Darmo untuk segera pergi meninggalkan pemakaman tersebut.
Mendengar ucapan Bambang yang memang benar adanya itu, mbah Darmo pun bergegas berjalan mengikuti Bambang dan juga penjaga kuburan kemudian segera pergi meninggalkan komplek pemakaman umum tersebut untuk segera kembali kerumah.
" Pak terimakasih banyak atas bantuannya ya pak," ucap Bambang seraya ia kembali memberikan sebuah amplop kepada penjaga kuburan tersebut.
" Loh iki opo toh pak Bambang, kok tambah lagi pak,? Ucap sang penjaga kuburab tersebut yang pada saat itu nampak terkejut karena mendapat sebuah amplop lagi dari Bambang.
" Tidak apa-apa pak, ini mungkin rejeki untuk bapak sekeluarga, walaupun tidak banyak pak," sahut Bambang menjelaskan mengenai amplop tersebut.
" Oalah pak, yo wes aku terima ini ya pak , semoga bapak dan keluarga senantiasa diberi kelancaran dan keberkahan oleh allah," timpal sang penjaga kuburan tersebut seraya mendoakan Bambang.
" Amin, ya sudah kami pamit ya pak," ucap Bambang yang memudian segera pergi dari tempat tersebut.
Bambang dan juga Mbah Darmo kembali melewati jalan setapak yang melewati ladang perkebunan para warga kampung, karena sama saja akan membuat warga curiga apabila mereka pulang lewat dari tengah kampung. Setelah berjalan beberapa lama, Bambang dan juga mbah Darmo pun akhirnya telah tiba didepan pintu rumahnya tersebut kemudian segera memanggil anaknya yaitu Yuni.
__ADS_1
" Assalamualaikum, nduk, o nduk, iki bapak wes mulih nduk, tolong bukakan pintunya," sahut Bambang dari depan pintu rumahnya tersebut.
" Waalikumsalam, baik pak tunggu sebentar Yuni bukakan," timpal Yuni menjawab salam Bambang kemudian segera membukakan pintu rumahny tersebut.
" Ya allah bapak, mbah, kalian sudah pulang,? Terus mas Wisnu kemana pak,? Tanya Yuni yang terlihat keheranan karena tidak melihat adanya Wisnu bersama mereka berdua.
Serrr, jantung Bambang seketika itu langsung berdesir, mendengar pertanyaan putrinya tersebut mengenai keberadaan Wisnu. Bambang saat itu hanya bisa terdiam memaku akibat ia tidak tau harus menjawab apa kepada putrinya tersebut. Namun, tanpa diduga mbah Darmo tiba-tiba saja menyahut kepada Yuni.
" Oh mas mu itu lagi ada yang dikerjakan nduk, jadi kemungkinan besar mas mu itu pulang agak terlambat nduk, kamu tidak perlu khawatir ya," sahut mbah Darmo yang membuat Bambang seketika itu terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut mbah Darmo barusan.
" Kenapa mbah Darmo berkata demikian,? Apakah benar Wisnu sedang ada yang di kerjakan,? Sementara aku tau Wisnu jatuh kejurang waktu itu," gumam Bambang dalam hatinya yang semakin tidak karuan.
Sedangkan tanpa mereka sadari, salah satu mahluk suruhan dari Ratu Anjani telah mendengar percakapan mereka bertiga, sehingga mahluk itu pun dengan secepat kilat bergegas pergi dari tempat tersebut untuk segera memberitahukan tentang apa yang ia dengar itu kepada Ratu Anjani. Sedangkan Bambang, mbah Darmo kemudia Yuni kini sudah berada di ruangan tengah rumah tersebut.
" Oh iya mbah, maksud mbah Wisnu sedang ada kerjaan apa mbah,? Saya belum faham mbah,? Ucap Bambang saking penasarannya.
" Hussst, untuk sementara waktu biarlah mbah saja yang tau, yang jelas Wisnu selamat dan dalam keadaan sehat," timpal mbah Darmo dengan singkat dan sengaja tidak memberitahukan keberadaan Wisnu kepada Bambang.
" Lalu berada dimana dia sekarang mbah,? Sahut Bambang bertanya kembali kepada mbah Darmo tanpa ia sadari bahwa disitu ada Yuni anaknya sehingga Yuni pun seketika itu menyahut.
" Loh kok bapak ndak tau dimana mas Wisnu sich,? Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan mas Wisnu pak,? sepertinya ada yang sengaja kalian tutupi dari Yuni, terus gimana mengenai jasas ibu pak,? Tolong kalian jawab," ucap Yuni dengan raut wajahnya yang kini terlihat khawatir akan Wisnu dan juga jasad dari ibunya tersebut.
__ADS_1
Bambang yang pada saat itu mendengar Yuni bertanya pun akhirnya tertunduk karena ia tau apa yang di bilang Yuni itu ada benarnya. Sehingga Bambang hanya bisa terdiam tanpa ada sepatah katapun yang bisa keluar dari mulutnya tersebut. Sedangkan mbah Darmo kemudian segera mengambil alih situasi untuk segera menenangkan mereka berdua.
" Begini Bambang, aku tau anakmu Wisnu itu selamat karena aku dapat sebuah wangsit penglihatan mengenai keberadaan dan keadaan Wisnu, namun untuk saat ini mnah belum bisa mengatakannya. Dan untukmu Yuni, mas mu sehat dan selamat, jadi kamu tidak usah terlalu khawatir, karena mas mu pasti akan pulang secepatnya. Sedangkan untuk jasad ibumu sudah kami kebumikan kembali di pemakaman umum, Alhamdulillah kami bisa mengeluarkan jasad ibumu tersebut dari alam ghaib," ucap mbah Darmo menjawab pertanyaan Yuni.
Bambang san juga Yuni pun akhirnya bisa sedikit lebih tenang setelah mereka berdua mendengar penjelasan dari mbah Darmo, itu karena tidak mungkin mbah Darmo akan mengatakan suatu hal yang tidak benar, sehingga mereka berdua pun hanya bisa mengangguk tanpa bisa membantah apa yang telah di katakan oleh mbah Darmo kepada mereka berdua.
" Iya mbah kalau memang seperti itu kenyataanya, semoga Wisnu bisa segera kembali mbah," ucap Bambang kepada mba Darmo.
Sedangkan Yuni pada saat itu masih tidak bisa memahami akan apa yang dikatakan oleh mbah Darmo, namun dia hanya mampu meng iyakannya.
" Allahu Akbar, Allahu Akbar,"
terdengar kumandang adzan dari mesjid yang menandakan bahwa waktu subuh kini telah tiba.
" Ya sudah lebih baik kalian berdua segera bersiap untuk melaksanakan sholat subuh," ucap mbah Darmo yang mengajak Bambang untuk segera mandi kemudian melaksanakan shalat subuh.
Bambang pun kemudian mengangguk dan segera pergi menuju ke kamar mandi, sedangkan Yuni bergegas mempersiapkan tempat untuk mereka bertiga yang akan melaksanakan shalat.
" Kalian duluan saja, mbah nanti nyusul," sahut mbah Darmo kemudian segera menghidupkan rokok daun miliknya tersebut.
Bersambung>>>>>>
__ADS_1