Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Bertemunya Ahli Ilmu Hitam dan Ilmu Putih.


__ADS_3

Mereka bertiga kaget ketika melihat mbah Darmo seperti tengah menahan sakit yang teramat di bagian perut dan kepalanya itu, Bambang kemudian segera menghampiri mbah Darmo dengan perasaan cemas dan juga takut namun ia berusaha sebisa mungkin untuk tetap tenang.


" Astaghfirullah, mbah kenapa mbah,? kenapa bisa seperti ini mbah,? tanya Bambang yang begitu sangat mengkhawatirkan kondisi mbah Darmo apalagi darah sudah mulai keluar dari mulutnya.


" Akh, eurgh, tolong ambilkan segera buntelan hitam yang mbah taruh di atas meja itu," sahut mbah Darmo dengan suaranya yang terdengar seperti tercekik itu menyuruh Bambang untuk mengambilkan buntelan miliknya tersebut.


Bambang yang mendengar itu pun langsung bergegas mengambilkan buntelan hitam milik mbah Darmo itu kemudian segera memberikan kepada mbah Darmo yang pada saat itu semakin lemah.


" Ini mbah buntelan nya," sahut Bambang seraya segera memberikan sebuah buntelan berwarna hitam itu kepada mbah Darmo yang langsung menerimanya kemudian segera membuka buntelan tersebut.


Dikeluarkannya sebuah keris berlapis emas dari dalam buntelan tersebut, kemudian mbah Darmo segera mengambil sikap duduk seperti sedang bertapa. Di pegangnya keris tersebut sembari berkomat kamit melafalkan doa. Dan tiba-tiba saja dari dalam mulutnya itu keluar beberapa benda seperti, jarum,paku, ijuk bahkan ada beberapa hewan berbisa yang turut keluar dari dalam mulutnya tersebut. Wisnu, Yuni, dan juga Bambang hanya bisa bergidik ngeri melihat pemandangan tersebut.


" Pa, kenapa dengan mbah Darmo? kenapa bisa mengeluarkan begi banyak benda dan hewan dari dalam mulutnya itu pa,? tanya Wisnu setengah berbisik kepada Bambang ayahnya itu penuh keheranan.


" Hus, kamu dia saja Nu, nanti juga mbah mu itu pasti akan memberitahukan kepada kita semua mengenai apa yang terjadi ini," sahut Bambang yang menyuruh Wisnu untuk tidak bertanya.


mendengar itu Wisnu pun hanya bisa terdiam dan menunduk, karena apa yang di katakan oleh bapak nya itu memang benar adanya.


" Mbah tadi dapat serangan dan kirim teluh dari seseorang, dan orang tersebut menginginkan mbah untuk mati," ucap mbah Darmo dengan tiba-tiba sehingga membuat mereka bertiga seketika terkejut.


" Maksud mbah, ada orang yang gak suka sama mbah,? tanya Bambang dengan spontan.


" Bukan tidak suka lagi, namun memang mereka tidak mau kerjaannya itu mbah ganggu lagi," timpal mbah Darmo menjelaskan.


" Tapi apa pekerjaan mereka itu mbah,? kini Wisnu lah yang kemudian bertanya kepada Mbah Darmo.

__ADS_1


" Nanti kalian juga pasti akan mengetahuinya sendiri," jawab mbah Darmo dengan singkat.


Sementara itu, juragan Susilo dan juga Karta pun dibuat terkejut melihat mbah Jambrong tiba-tiba saja mengerang kemudian terjungkal kebelakang dengan begitu kerasnya.


" Argh, Bruk," Terdengar suara erangan dari mbah Jambrong seraya tubuhnya tersebut terjungkal dan dengan seketika langsung terhempas kebelakang seolah ada sesuatu yang mendorong tubuh mbah Jambrong tersebut sehingga bisa terjungkal dengan begitu sangat kerasnya.


" Mbah kenapa mbah,? tanya juragan Susilo dengan raut wajahnya yang terlihat keheranan.


" Bang**t kau Darmo, ternyata kau bukan orang sembarangan, argh," teriak mbah Jambrong menahan sakit di bagian dadanya tersebut bahkan darah segar mengucur membasahi bibirnya


" Si Darmo itu rupanya mempunyai ilmu yang cukup tinggi, bahkan dia di lindungi oleh kekuatan yang terpancar dari sebuah pusaka berbentuk keris miliknya tersebut, sehingga kiriman ku bisa dengan mudahnya ia tepis," ucap mbah Jambrong.


" Lalu kita harus bagaimana mbah,? tanya juragan Susilo yang kembali bertanya kepada mbah Jambrong.


" Aku harus mencari kelemahannya dahulu Susilo, karena tanpa kelemahan dia, akan sulit aku untuk bisa mengalahkannya," timpal mbah Jambrong kepada juragan Susilo.


" Baik mbah, kami akan tunggu hingga mbah selesai melaksanakan pertapaan itu mbah," sahut juragan Susilo.


" Ya sudah, sekarang kalian lebih baik segera tidur, karena aku sebentar lagi akan mulai pertapaanku ini," ujar mbah Jambrong kepada mereka berdua.


Setelah mendengar perintah tersebut, juragan Susilo pun kemudian mengajak Karta untuk segera tidur, karena dia tidak ingin mbah Jambrong marah kepadanya.


" Karta, lebih baik kita segera tidur, daripada mbah Jambrong marah," ajak juragan Susilo kepada Karta.


Sementara itu mbah Jambrong sendiri bergegas keluar dari gubuk ya tersebut kemudian ia pun naik ke atas sebuah batu besar yang tepat berada di bawah pohon besar tersebut kemudian segera melakukan tapa berta nya itu.

__ADS_1


Sedangkan di kediaman Wisnu sendiri terlihat mbah Darmo tengah sibuk berjalan berkeliling hampir ke seluruh ruangan yang berada di dalam rumah Wisnu tersebut. Dia juga menyuruh Bambang dan juga kedua anaknya itu untuk menunggunya di ruang tengah rumah tersebut.


" Bambang, bawa lah kedua anak mu itu ke tengah ruangan, tunggu aku selesaikan aku hingga selesai, nanti aku akan segera menemui kalian," ucap mbah Darmo kepada Bambang.


" Baik mbah, kami akan menunggu mbah di ruang tengah," sahut Bambang yang kemudian bergegas mengajak kedua anaknya tersebut menuju ke ruang tengah rumahnya.


" Ayo Nu, nduk, kita ke ruang segera keruang tengah, kita ikuti apa yang mbah Darmo katakan itu," ucap Bambang kepada Wisnu dan juga Yuni.


Setelah hampir setengah jam lamanya, mbah Darmo pun akhirnya telah selesai dengan apa yang ia gadi kerjakan, kemudian mbah Darmo oun segera menemui Bambang dan juga kedua anaknya itu di ruang tengah.


" Bagaimana mbah,? apakan sudah selesai,? tanya Bambang kepada mbah Darmo yang kini telah duduk bersama mereka bertiga.


" Alhamdulillah atas ijin Allah, sudah selesai," timpal mbah Darmo dengan singkat, namun kedua sorot matanya itu masih saja dia arahkan ke sekeliling rumah tersebut.


" Kalau boleh tau mbah, siapa yang telah mengirim teluh tersebut mbah," tanya Bambang kembali kepada mbah Darmo.


" Mbah belum bisa mengatakannya sekarang, karena mbah merasakan orang tersebut masih akan mengirim sesuatu kemari," sahut mbah Darmo sembari menghidupkan sebatang rokok di tangannya itu dengan suara dari nafasnya itu yang terdengar berat.


" Lalu apa yang harus kami lakukan mbah,? tanya Bambang kembali kepada mbah Darmo.


" Kalian sudah pernah mbah pagar, namun lebih baik lagi jika kalian perbanyak dzikir selepas shalat fardu, itu akan lebih membentengi diri kalian semua," jelas mbah Darmo yang menjawab pertanyaan Bambang tadi.


" Insya allah kalau begitu mbah," sahut Bambang.


" Orang ini sungguh kuat ilmu hitamnya, sehingga dia tau kapan mengirim teluh itu disaat aku sedang tertidur. Jadi usahakan sebelum tidur pun kalian perbanyak dzikir," ucap mbah Darmo mengingatkan.

__ADS_1


Bersambung>>>>>


__ADS_2