Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
~Ujian Berat~


__ADS_3

Sementara itu, telinga Yuni kini semakin sering mendengar suara-suara aneh yang acap kali ia dengar didalam dzikirnya tersebut. Bahkan beberapa kali pula ia sempat mendengar sebuah suara dari seseorang yang sangat ia kenal.


" Nduk, ini ibumu nduk, bukalah matamu nduk," sahut suara tanpa wujud tersebut yang meminta Yuni untuk segera membuka kedua matanya tersebut.


" Nduk, ayo nduk, bukalah matamu, ini ibumu nduk, ibu sangat merindukan kalian nduk, hikkksss,,hikkksss,,,," kembali suara yang terdengar seperti suara Marni tersebut terus memanggil Yuni disertai sebuah tangisan sedih dari suara tersebut.


Yuni yang mendengar suara yang mirip ibunya tersebut pun semakin dibuat bingung. Dia tidak mungkin untuk membuka kedua matanya itu, karena mbah Darmo sudah mewanti-wanti mereka, agar mereka mengabaikan segala macam bentuk gangguan yang akan mengagalkan dzikir mereka. Sedangkan hati kecil Yuni tetaplah hati seorang anak, yang tidak mungkin mengabaikan suara panggilan yang ia kira ibunya tersebut.


" Bu,,, benarkah itu ibu,? Kenapa ibu menangis bu,? Gumam Yuni dalam hatinya.


" Ia nduk, ini ibumu nduk, ibu kesakitan nduk, tolong ibu nduk," sahut suara yang menyerupai suara Marni tersebut yang terdengar memelas kearah telinga Yuni.


" Buuuu, uhuk, uhuk,," Yuni yang mendengar itu pun seketika tak kuasa menahan tangisnya, hingga ia tak sadar suaranya tersebut kini terdengar oleh Wisnu dan juga Bambang. Sehingga, Wisnu yang mendengar adiknya tersebut menangis pun segera bergeser untuk lebih dekat dengan Yuni.


" Sttttt,,,,istighfar Yun, itu semua pasti gangguan yang datang untukmu, kamu harus kuat," sahut Wisnu dangan suara yang berbisik sembari tangannya segera ia tepukkan ke pundak Yuni.


" M,, mas Wisnu, maafkan Yuni, tadi Yuni mendengar suara ibu mas," timpal Yuni berbisik ke arah Wisnu.


" Bukan, itu bukanlah ibu, namun itu iblis yang dikirim untuk mengganggu kita berdzikir agal gagal. Jadi sekarang lebih baik kamu lanjut lagi berdzikir," ucap Wisnu sambil matanya yang masih terpejam itu seraya ia kembali mengingatkan adiknya tersebut.


" Baik mas, maafkan Yuni," timpal Yuni yang kemudian kembali melanjutkan Dzikir nya tersebut.


Garwo yang mengetahui misinya gagal, kemudian ia segera menyusun kembali rencana nya untuk menganggu mereka bertiga. Dan kali ini sasarannya ialah Wisnu.


" Nu, tolong ibu Nu, ibu sudah tidak kuat Nu, tolong ibu," rintih suara yang kini terdengar ditelinga Wisnu seraya meminta-minta tolong.


Wisnu tidak bergeming dengan suara yang terus dia dengar ditelinganya tersebut, bahkan dalam hati Wisnu terdengar membentak suara tersebut. Sehingga, suara yang sebenarnya itu adalah Garwo siluman kiriman Nyai Ratu Sekar Arum pun segera mundur seketika.

__ADS_1


" Diam kau mahluk siluman, kau tidak akan mampu untuk mengelabuiku wahai iblis laknat,,,!!!


Bentak Wisnu dengan keras di dalam hatinya, seraya sembari terdengar membentak hebat kepada siluman tersebut .


Sementara Ratu Anjani yang terus mengawasi Wisnu dari kerajaanya tersebut pun seketika langsung memanggil salah satu pengawalnya yaitu Cakra langit untuk segera membantu Wisnu sekalian untuk membinasakan Garwo, mahluk berwujud genderuwo kiriman Nyai Ratu Sekar Arum tersebut.


" Cakra langit, segeralah kau berangkat menuju kerumah Wisnu, bantulah Wisnu dan keluarganya tersebut. Sekalian kau binasakan mahluk siluman kiriman Nyai Ratu Sekar Arum itu segera," Ucap Ratu Anjani yang segera memerintahkan pengawalnya tersebut untuk segera pergi.


" Sendiko dawuh kanjeng gusti," sahut Cakra langit kepada Ratu Anjani, kemudian segera melesat secepat kilat menuju rumah Wisnu.


Sesampainya di sana, Cakra langit pun kemudian segera menghantam Garwo yang terlihat tengah berada didekat Wisnu.


" Hiaaaaaattt, rasakan ini ,,,!!! " Bruaaaaakk,,,, " teriak Cakra langit yang seketika itu menerjang tubuh Garwo, sehingga Garwo pun seketika terpental jauh dan berteriak kesakitan akibat terkena hantaman dari ajian yang dikekuarkan oleh Cakra Langit kepada Garwo.


" Uaaaaaaaaaarrggg,,,!!!! Gubrak,,,!! Teriak Garwo dengan mulutnya yang mengeluarkan darah itu kemudian langsung terpental hebat kearah belakang.


" Si,, siapa kau,? Kenapa kau ganggu urusanku,?" Tanya Garwo kepada Cakra langit, sembari tanganya terus2an memegang dadanya tersebut menahan sakit.


" Ampun, baiklah aku akan pergi dari sini. Tapi kau harus ingat, Nyai Ratu Sekar Arum tidak akan tinggal diam," sahut Garwo kemudian segera menghilang dari hadapan Cakra langit.


Cakra langit yang sejatinya memang disuruh untuk menjaga Wisnu beserta keluarganya itu pun seketika langsung mengelilingi rumah Wisnu, ia pun sembari terlihat tengah memasang tameng atau pagar pelindung ghaib disekitar rumah tersebut. Setelah selesai, Ia kemudian langsung berdiri tegap didepan pintu masuk rumah Wisnu.


Ratu Anjani yang mengetahui Cakra langit sudah berhasil menghalau pengganggu itu pun kemudian terlihat segera menyunggingkan senyumannya tersebut tanda ia .erasa senang.


" Bagus Cakra langit, memang tidak salah pilih, karena telah mengutusnya pergi kesana," gumam Ratu Anjani dalam hatinya.


Sementara itu, mbah Darmo kini telah memasuki wilayah kekuasaan dari kerajaan milik Nyai Ratu Sekar Arum tersebut tanpa sengaja melihat sebuah pohon besar yang berdiri tegak tepat di ujung jalan setapak yang tengah ia lewati itu.

__ADS_1


" Tolong, tolong saya, tolong saya,"


" Tolong,,,,!!!


" Hikkkkss,,, hiks,, hiks,,,,,!!


Sayup-sayup indra pendengaran mbah Darmo pun kini menangkap sebuah suara dari seorang wanita yang tengah merintih seraya meminta tolong. Mbah Darmo yang mendengar suara itu pun, dengan segera melangkahkan kakinya tersebut menuju kearah suara yang barusan ia dengar itu.


" Suara siapakah itu,? Kenapa aku sepertinya sangat mengenal suara itu,? Apa mungkin itu suara Marni,? Gumam mbah Darmo bertanya dalam hatinya.


Sedangkan tanpa ia sadari, Broto jenggala terus mengikutinya dari jauh. Untuk memastikan bahwa mbah Darmo adalah sekutu baginya.


" Berhenti kau manusia,,,!!


" Atau kau akan menjadi santapanku,,,!!


Bentak sesosok mahluk tinggi besar berkepala harimau yang tiba-tiba saja sudah berada di hadapan mbah Darmo, sehingga mambuat mbah Darmo seketika itu langsung menghentikan langkahnya tersebut seraya bersiap dengan segala kemungkinan yang skan terjadi nanti.


" Mau apa kau mahluk laknat,? Apa kau kira aku akan takut untuk menghadapi mahluk terkutuk sepertimu,? Sahut mbah Darmo yang terdengar kembali membentak mahluk tersebut dengan suaranya yang lantang itu.


" Hahahahahaha,,,,!!!!


" Rrrrrrrrrrrr,,,,!!!


" Rupanya kau memang sudah bosan hidup manusia, hahaha,,, dengan senang hati aku akan melahapmu tanpa menyisakan sehelai rambutpun dari kepalamu itu bang**t," gertak mahluk siluman tersebut kepada mbah Darmo.


Namun bagi mbah Darmo, gertakan dari mahluk siluman itu tidak sedikitpun membuat nyalinya itu ciut. Bahkan mbah Darmo terlihat semakin tembah bersemangat untuk segera menghadapi mahluk siluman tersebut.

__ADS_1


" Tidak usah banyak bicara wahai mahluk laknat, karena ada allah yang akan selalu melindungiku," timpal mbah Darmo yang kemudian segera mengabil ancang- ancang untuk segera menyerang siluman tersebut.


Bersambung>>>>


__ADS_2