
Setelah mendengar ucapan dari mbah Darmo, mereka bertiga pun kemudian segera melakukan dzikir sesuai yang di perintahkan oleh mbah Darmo tadi kepada mereka yaitu dengan cara duduk bersila sembari kedua mata mereka harus dalam keadaan terpejam.
Sementara itu, mbah Darmo pun kini telah masuk kedalam alam siluman, dimana susana disana terlihat sangat jauh berbeda dengan keadaan di alam manusia. Mata mbah Darmo tak henti-hentinya ia arahkan ke sekeliling tempat asing tersebut. Dilihatnya pohon-pohon tinggi menjulang beserta desiran angin yang seolah hanya berputar-putar disekelilingnya itu, membuat mbah Darmo seketika langsung bersikap wasapada. Itu karena dia merasakan aura jahat sedang mengawasinya sejak sukma mbah Darmo mulai memasuki alam siluman tersebut.
" Ya allah ya tuhanku, berilah hambamu ini perlindungan dari kekuatan jahat yang sekarang sedang menunggu hamba. Tunjukanllah dimana keberadaan dari jasad anak hamba yaitu Marni ya allah," gumam mbah Darmo dalam hatinya, sembari ia terus melangkahkan kakinya tersebut menyusuri jalanan setapak didalam hutan tersebut.
Namun, disaat mbah Darmo mulai mendekati sebuah gapura besar yang berada tak jauh dari hadapannya itu, samar-samar kedua matanya tersebut melihat dua buah sosok mahluk tinggi besar yang terkihat sedang menjaga pintu gerbang tersebut. Sehingga mbah Darmo pun seketika langsung menghentikan langkahnya tersebut.
" Hm, sepertinya itu adalah pintu masuk menuju kerajaan siluman yang aku cari, aku harus lebih waspada," kembali mbah Darmo bergumam dalam hatinya.
" Berarti aku harus melawan dahulu dua mahluk siluman tersebut, agar aku bisa segera memasuki pintu gerbang itu," ucap mbah Darmo dalam hatinya seraya ia segera mempersiapkan diri untuk melawan kedua mahluk siluman tersebut.
" Hai manusia, mau apa kau datang kemari,? Berani-beraninya kau menginjakkan kakimu disini," Bentak dari salah satu mahluk tersebut dengan suaranya yang terdengar sangat berat kearah mbah Darmo.
" Kalian tidak perlu tau dengan urusanku wahai mahluk terkutuk,,,!!! lebih baik sekarang kalian biarkan aku memasuki gerbang itu," timpal mbah Darmo yang tak kalah keras kepada kedua mahluk siluman tersebut.
" Hahahahhaha,,,,!!! Apa kau mau cari mati disini manusia bodoh,? Sahut mahluk tersebut seraya terdengar menertawakan ucapan mbah Darmo barusan.
" Dasar manusia bodoh, apa kau tidak tau sekarang sedang berhadapan dengan siapa haaah,? Jawab mahluk siluman itu seraya terlihat tengah bersiap untuk menghadapi mbah Darmo.
__ADS_1
" Aku tidak akan mundur selangkah pun dari sini, apalagi kalau hanya untuk menghadapi mahluk siluman terkutuk seperti kalian ini," sahut mbah Darmo yang juga terlihat langsung bersiap untuk menghadapi kedua siluman tersebut.
" Baiklah kalau itu maumu, kau harus terima akibatnya," ucap salah satu siluman itu kemudian langsung melesat kearah mbah Darmo.
Mbah Darmo yang menyadari akan bahaya tersebut, seketika langsung mengeluarkan sebuah ajian yang ia punya, untuk menghadapi serangan dari siluman tersebut.
" Hiaaattttttt....!!
Mbah Darmo seketika melompat tinggi, kemudian ia segera mengeluarkan sebuah keris yang terselip di pinggangnya itu, seraya ia segera menghujamkan keris tersebut kearah mahluk siluman yang kini tepat berada di hadapannya.
" Arrrggghhh....!!!!,
Sementara itu, salah satu rekan dari mahluk siluman yang tadi tewas oleh mbah Darmo itu pun seketika langsung pergi meninggalkan tempat tersebut, dia akan segera melaporkan kejadian itu kepada Nyai Ratu Sekar Arum.
" Wah, ternyata hebat juga manusia itu, bisa-bisanya si Garda dibuatnya tewas, aku harus segera melaporkannya kepada Nyai Ratu Sekar Arum," gumam siluman itu dalam hati, kemudian segera melesat pergi dan seketika itu juga langsung menghilang.
Mbah Darmo yang tadinya sudah siap untuk menyerang kembali pun akhirnya segera memasukkan kembali keris miliknha itu kedalam sarungnya. Setelah itu mbah Darmo kemudian segera membuka pintu gerbang itu seraya berjalan masuk kedalam wilayah kerajaan siluman ular tersebut.
Sedangkan tanpa disadari oleh mba Darmo, rupanya dari kejauhan terlihat tiga sosok mahluk suruhan dari Ratu anjani tengah mengawasi mbah Darmo. Mereka sangat kagum melihat kesaktian dari mbah Darmo yang mampu mengalahkan salah satu dari penjaga pintu kerajaan milik Nyai Ratu Sekar Arum dengan hanya sekali hantaman saja. Sehingga Broto jenggala pun seketika menyuruh Sastra Dewa dan Ki Welang untuk segera kembali ke kerajaan, untuk memberi tahukan kejadian yang baru berlangsung tersebut kepada Ratu Anjani.
__ADS_1
" Sastra Dewa, Ki Welang, aku perintahkan kalian berdua untuk kembali ke kerajaan, dan segeralah beri tahu kanjeng Ratu mengenai peristiwa yang terjadi disini," ucap Broto jenggala kepada kedua bawahannya tersebut.
" Sendiko tuanku panglima Broto jenggala," sahut Sastra Dewa dan juga Ki Welang, kemudian mereka pun segera melesat pergi kembali ke kerajaan Ratu Anjani.
Sementara itu, didalam rumah Wisnu kini terasa sangat mencekam, sesekali Wisnu merasakan ada sesuatu yang jahat yang sedang mengawasi mereka bertiga. Hingga beberapa kali telinga Wisnu mendengar beberapa bisikan yang menghampiri telinganya tersebut namun Wisnu berusaha untuk tetap focus dalam menjalankan dzikir tersebut.
Berbeda dengan Yuni, sempat dia beberapa kali hampir membuka kedua matanya tersebut akibat beberapa gangguan dari mahluk kiriman yang terus menerus berusaha untuk menggagalkan apa yang sedang mereka bertiga kerjakan itu. Untung lah, dengan pagar ghaib yang sengaja dibuat oleh mbah Darmo dan juga dengan bantuan dari Ratu Anjani yang tanpa sepengetahuan mereka bertiga ternyata juga ikut membantu dari jauh, sehingga upaya dari mahluk siluman kiriman Nyai Ratu Sekar Arum pun tidak ada yang mampu membuat mereka bertiga gagal dalam melaksanakan perintah dari mbah Darmo tersebut.
" Mas Wisnu, seperti yang telah aku katakan kepadamu waktu itu, aku akan selalu melindungi dirimu beserta keluargamu mas," gumam Ratu Anjani berkata dalam hati seraya matanya terus dia arahkan untuk menerawang Wisnu dari kejauhan.
Namun disisi lain, Nyai Ratu Sekar Arum yang telah mengetahui kedatangan mbah Darmo ke wilayah kerajaan ghaib nya tersebut pun seketika menjadi murka, akibat salah satu dari pengawal kerajaanya itu telah tewas ditangan mbah Darmo.
" Dasar manusia laknat, berani-beraninya dia menginjakkan kaki di wilayah kekuasanku ini, kau lihat saja Darmo, aku akan membuatmu tidak bisa kembali ke dalam tubuhmu, Hahahhahahahahah,,,!!!
Ucap Nyai Ratu Sekar Arum dengan sangat murkanya, sembari mulutnya kini terlihat menyeringai di barengi dengan suara tertawanya yang membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan seketika dibuat merinding dan ketakutan olehnya.
" Garwo, sekarang pergilah kau kerumah Wisnu, bantulah si Arya Buto untuk menggagalkan ritual yang sedang mereka lakukan saat ini, agar aku dapat melenyapkan si manusia laknat yang telah memasuki wilayahku ini," Bentak Nyai Ratu Sekar Arum kepada Garwo salah satu penjaga pintu gerbang kerajaanya tersebut untuk segera pergi kerumah Wisnu.
" Baik Nyai Ratu Sekar Arum, hamba akan segera kesana," sahut Garwo kepada Nyai Ratu Sekar Arum seraya segera melesat pergi menuju ke rumah Wisnu.
__ADS_1
Bersambung>>>>