Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Prasangka


__ADS_3

Sesampainya di rumah, tiba-tiba saja hati dan perasaan Wisnu jadi tidak tenang dan merasa cemas. Namun Wisnu tidak tau apa yang membuatnya tiba-tiba merasakan kecemasan yang luar biasa itu. Beberapa kali Wisnu coba menepis perasaan tersebut namun tetap saja perasaan tersebut muncul di dalam benak Wisnu hingga pada akhirnya Wisnu pun memutuskan untuk segera mengambil air Wudhu kemudian iapun segera melaksanakan shalat di dalam kamarnya tersebut.


" Alhamdulillah ya Allah, akhirnya rasa was-was ini sedikit mereda ya Allah, hamba mohon lindungilah hamba dan keluarga hamba dari segala bentuk marabahaya, amin," gumam Wisnu berdoa setelah ia selesai melaksanakan shalat.


" Wisnu kamu dimana Nu,?" terdengar suara Bambang ayahnya Wisnu memanggil-manggil dari balik pintu kamarnya.


Mendengat sang ayah memanggil, Wisnu pun bergegas merapikan kamarnya lalu Wisnu pun berjalan kemudian segera membukakan pintu kamarnya tersebut.


" Iya pak, ada apa pak,?" tanya Wisnu kepada sang ayah.


" Udah kamu antar adikmu Yuni Nu,? Soalnya bapak sedari tadi tidak melihat Yuni di rumah," jawab sang ayah yang menanyakan tentang anak perempuannya yaitu Yuni.


" Oh iya pak, Wisnu tadi sudah antar Yuni kerumah Fita sahabatnya itu pak, memangnya kenapa pak,?" timpal Wisnu kemudian bertanya kembali kepada Bambang.


" Yo ndak, bapak hanya ingin memastikan saja kalau adikmu sudah kamu antarkan," jawab Bambang kepada anaknya.


" Kirain Wisnu ada hal yang penting pak," sahut Wisnu.


" Yasudah, bapak mau ke belakang dulu ya, nanti kamu jemput kan lagi adikmu itu ya Nu," ucap Bambang sembari melangkah pergi menuju kearah dapur.


Sementara itu Wisnu pun kembali masuk kedalam kamarnya, kemudian bergegas ia merebahkan tubuhnya itu keatas tempat tidurnya lalu ia pun seketika tertidur.


" Tambah lagi nasinya Yun, masih banyak stok kok, jangan sungkan-sungkan disini ya," ucap Rita kepada Yuni.


" Ah ada-ada saja kamu Rit, ini saja rasanya aku udah kekenyangan kali, yang ada nanti nge dekor nya gak siap-siap deh akibat aku kekenyangan, hehehehe," timpal Yuni sembari terkekeh.

__ADS_1


" Ya sudah terserah kamu saja Yun, sing penting bikin cantik ya rumah ku yang reyot ini Yun, hehehehe," Rita pun ikut terkekeh kearah Yuni.


" Iya siap bos, pokoknya aku jamin rumah mu ini terasa seperti di syurga, hahahaha" jawab Yuni kembali sembari tertawa.


" Bas bos bas bos, bosan iya Yun, heheheh," timpal Rita.


Setelah menyelesaikan makan dan duduk sejenak, Yuni pun kini mulai mengawali pekerjaan mendekornya itu, sementara Rita terlihat membantu Yuni dalam menyusun berbagai alat dan juga keperluan Yuni selama mendekor rumahnya tersebut.


Namun, mereka tidak sadar kalau sebenarnya mereka tengah diawasi oleh sesosok mahluk yang tak kasat mata yang sedari tadi terus-terusan melihat kegiatan mereka berdua. Ya, sosok tersebut tak lain adalah sosok dari Nyai Ratu Sekar Arum yang memang sengaja datang untuk memastikan bahwa Yuni akan segera me jadi tumbal dia berikutnya.


" Tak lama lagi kau akan segera menjadi tumbal pengganti ibumu Yuni, kau akan aku jadikan dayang di kerajaanku, hahahaha," ucap Nyai Ratu Sekar Arum dengan mulutnya yang terlihat menyeringai kearah Yuni dan juga Rita sembari tertawa kegirangan, sementara seisi rumah tersebut tidak satu orang pun yang akan mendengar maupun melihat keberadaan Nyai Ratu Sekar Arum di rumah tersebut.


Sedangkan Karta kini tengah berada di rumah temannya sembari menunggu kabar dari Mulyono mengenai tugas yang telah ia berikan dengan penuh penantian. Itu karena apabila ini sempat gagal, sudah pasti murka sang juragan tidak akan bisa ia elakkan, sehingga dia terus berharap Mulyono bisa berhasil dalam rencana ini.


" Waduh kok lama sekali si Mulyono itu, apa mungkin dia telah gagal,? Tapi gak mungkin lah, aku tau kali sidat Mulyono, dia tidak akan pernah buat aku kecewa apalagi dia sudah aku berikan duit," gumam Karta sembari bertanya-tanya dalam hatinya cemas.


" Halah, bikin aku jantungan saja Man," timpal Karta sembari raut wajahnya itu terlihat tegang akibat di kagetkan oleh Darman.


" Lagian ku lihat abang terbengong, makanya aku sengaja sedikit berteriak agar kau cepat sadar bang Karta," jawab Darman menjelaskan kepada Karta.


" Aku bukannya melamun Man, tapi aku lagi nunggu kabar dari si mulyono, makanya aku sedikit bengong," timpal Karta yang juga memberi penjelasan.


" Ya sudah sekarang kau belikan rokok, sekalian juga beli makanan untuk anak-anak mu" sahut Karta seraya menyuruh Darman sembari memberikan beberapa lembar uang pecahan lima puluh ribu kepada Darman.


Selepas kepergian Darman, hp Karta pun tiba-tiba berdering. Dilihatnya panggilan tersebut dari juragan Susilo,tanpa fikir panjang lagi bergegas Karta langsung menerima panggilan dari sang juragan tersebut.

__ADS_1


" Halo juragan maaf agak lama angkat telfonnya, soalnya tadi lagi di kamar mandi," ucap Karta sengaja berbohong kepada juragan Susilo.


" Kau kemana saja Karta,? Kenapa sampai sekarang belum juga kau laporkan hasilnya,?" tanya juragan Susilo dengan nada suaranya yang terdengar sedikit meninggi.


" Maaf juragan, saya belum hubungi juragan karena masih di proses, jadi belum bisa saya laporkan apapun juragan. Nanti kalau sudah A satu pasti saya akan laporkan langsung sama juragan," jawab Karta dengan nada suara nya yang sedikit bergetar.


"Awas saja kalau sampai ini gagal, kau tau sendiri akibatnya Karta," timpal juragan Susilo yang kini mulai membentak Karta.


" Baik juragan, pokoknya saya akan usahakan semaksimal mungkin agar rencana kita ini berhasil juragan. Juragan tenang saja, saya yakin mulyono bisa melaksanakan rencana kita ini dengan baik," ucap Karta yang mencoba meyakinkan sang juragan.


" Oke,!!! Aku tunggu kabar baik darimu secepatnya, jangan sempat nanti kau kasih aku kabar yang buruk," sahut juragan Susilo seraya segera menutup panggilan telfonnya tersebut.


" Oalah nasib-nasib, kalo gak karena duit, aku pastikan gak bakalan mau jadi pesuruh juragan Susilo," gumam Karta dalam hatinya ketus.


Karta yang mendapat panggilan dari sang juragan barusan pun semakin dibuat khawatir, karena Mulyono belum juga datang dan memberi tahu bagaimana hasil dari pekerjaannya itu.


" Ini lagi si Mulyono, udah jam segini pun belum juga nongol-nongol, apa mungkin dia mau menipuku,? Ah gak bakalan dia berani berbuat seperti itu, apalagi dia mau bermain di belakang aku," kembali Karta bergumam seraya sedikit mencurigai Mulyono.


Sementara di rumah Rita, terlihat Yuni tengah sibuk mendekor dan mempercantik ruangan yang nantinya akan digunakan untuk acara lamaran dari sahabatnya itu.


" Yun, istirahat aja dulu, jangan terlalu capek Yun," sahut Rita menyuruh Yuni untuk beristirahat sejenak.


" Ah tanggung Rit, ini tinggal dikit lagi kok, jadi nanti aja aku istirahat nya sekalian kalau udah beres kerjaannya," timpal Yuni kepada Rita.


" Ya sudah, kalo gitu minum saja dulu Yun, itu sudah aku siapkan di atas meja ya," sahut Rita kembali kepada Yuni seraya menyuruh sahabatnya itu untuk minum.

__ADS_1


>>> bersambung.......


__ADS_2