
"Baiklah kalau itu keinginanmu mas, dia adalah orang paling kaya raya di kampungmu, bahkan di seluruh desa," ucap Ratu Anjani yang tak langsung memberitahukan siapa nama dari orang tersebut, karena Ratu Anjani sangat yakin bahwa Wisnu pasti akan segera tau siapa orang yang ia maksudkan tersebut.
" Maaf Ratu, apakah yang ratu maksud itu adalah juragan Susilo,? tanya Wisnu kepada Ratu Anjani dengan nada suaranya yang terbata bata, seraya ia menyebutkan nama dari seseorang yang memang telah ia curigai selama ini.
" Ratu Anjani pun terlihat terdiam sejenak, seraya sorot dari kedua matanya itu tetap tertuju kepada Wisnu yang terlihat begitu sangat penasaran tentang orang yang telah tega menumbalkan ibunya tersebut. Ratu Anjani pun terdengar menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian ia pun segera menjawab pertanyaan dari Wisnu tersebut.
" Mas Wisnu, sebelum saya menjawab pertanyaan itu, mas harus berjanji kepada saya untuk bisa menahan emosi, dan juga mas harus bisa berfikir panjang, apakah Mas faham dengan maksud saya ini,? tanya Ratu Anjani kembali kepada Wisnu.
"Baik ratu, sebisa mungkin saya akan berusaha untuk tetap tenang," sahut Wisnu kepada Ratu Anjani.
"Baiklah, kalau mas memang sudah faham, memang benar apa yang yang mas Wisnu katakan tadi mas, dia adalah juragan Susilo, dialah orang yang telah menumbalkan Ibumu mas, demi menuruti perintah dari siluman sesembahannya itu," ucap Ratu Anjani menjawab pertanyaan dari Wisnu.
Mendengar penuturan dari Ratu Anjani barusan, seketika itupun Wisnu tidak dapat lagi menahan amarahnya yang kini terasa memenuhi isi dadanya tersebut. Dan terlihat jelas dari mimik wajahnya tersebut yang menunjukan sebuah amarah dan kebencian.
" Arrgggggghh,,,,,!!!!!
" Baj***n kau Susilo, Tega sekali kau menumbalkan ibuku, kau gunakan segala macam cara agar kau mendapatkan seluruh harta kekayaanmu itu dasar manusia Ban*s*t," ucap Wisnu dengan suara kerasnya, sehingga membuat Ratu Anjani pun seketika dibuat terkejut.
Dengan segera Ratu Anjani mendekati Wisnu, kemudian ia segera mengingatkan Wisnu.
" Mas Wisnu, mas harus ingat akan apa yang sudah saya katakan tadi kepadamu mas, jangan biarkan amarah kini menguasaimu," ucap Ratu Anjani seraya kedua tangannya kini menggenggam erat tangan dari Wisnu yang masih terlihat tegang dan sangat marah kepada juragan Susilo.
" Tidak ratu, dia manusia lak**t, dengan sangat teganya dia telah membuat ibuku meninggal seperti itu ratu, apalagi dengan cara yang sangat keji itu, aku tidak akan pernah membiarkan orang seperti Susilo itu untuk bisa hidup dengan tenang. Bahkan, jasad beserta sukma ibuku telah di tahan oleh siluman sesembahannya itu Ratu," ucap Wisnu dengan begitu kesal.
Terlihat dari kedua matanya yang telah berkaca-kaca, kemudian bulir air matanya pun kini mulai menetes membasahi pipinya, karena menahan amarah bercampur kesedihan yang sangat mendalam. Sehingga, Ratu Anjani yang melihat keadaan dari orang yang ia sukai itupun seketika langsung memeluk erat tubuh Wisnu tersebut, seraya ia pun berkata kepada Wisnu untuk tetap bersabar.
__ADS_1
" Sabar mas Wisnu, akan ada saatnya nanti juragan Susilo itu mendapatkan ganjaran atas semua perbuatan yang telah ia lakukan terhadap ibumu mas, namun untuk sekarang kita harus memikirkan cara agar jasad dan sukma ibumu bisa kita lepaskan dari jerat siluman tersebut mas. Ucap Ratu Anjani mencoba menenangkan Wisnu.
Apalagi mas juga tidak bisa sembarangan saja menuduh orang tanpa bukti mas, walaupun kita beruda sudah mengetahui permuatan dari juragan Susilo terhadap ibumu mas, akan tetapi tidak untuk warga kampung pandan sari, takutnya malah mas sendiri yang nantinya di tuduh menebar fitnah mas, ucap Ratu Anjani kembali kepada Wisnu, seraya mengingatkan Wisnu untuk tetap tenang dalam menghadapi masalah ini.
Mendengar ucapan dari Ratu Anjani tersebut, seketika Wisnu pun sedikit bisa mengontrol amarahnya kembali, sehingga Ratu Anjani pun seketika merasa lega saat melihat Wisnu yang mulai kembali tenang. kemudian Ratu Anjani pun segera melepaskan pelukannya tersebut dari tubuh Wisnu, karena merasa malu kepada Wisnu.
Sementara itu, Wisnu yang melihat tingkah dari Ratu Anjani pun hanya bisa terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata dari mulutnya tersebut seraya memandang wajah cantik dari Ratu Anjani.
" Maaf ya mas, saya tidak sengaja," ucap Ratu Anjani dengan suaranya yang sedikit tergagap, seraya ia masih terlihat salah tingkah karena terus terusan di tatap oleh Wisnu.
" Ohhh,, ia ratu, tidak apa-apa, saya lah yang seharusnya meminta maaf, karena sudah lancang berbicara kasar kepada ratu, sekali lagi maafkan saya ratu,"
sahut Wisnu yang juga suaranya terdengar sedikit tergagap itu.
"Ya sudah mas, sekarang mas tenang saja ya, saya akan mencoba membantu untuk melepaskan ibumu mas, namun bukan sekarang ya mas, karena sekarang ada dua orang yang mas sayangi sedang menunggu mas di rumah, bahkan dengan penuh kekhawatiran akibat kepergian mas Wisnu," sahut Ratu Anjani kepada Wisnu.
" Ya ampun benar sekali ratu, mereka pasti sangat khawatir kepadaku," ucap Wisnu dengan raut muka nya yang kini terlihat sangat mengkhawatirkan ke dua orang yang sangat ia sayangi, yaitu Yuni dan juga Bambang bapaknya.
" Lalu bagaimana dengan ibu, dan kapan saya bisa kembali lagi kesini ratu,? tanya Wisnu kepada Ratu Anjani penasaran.
" Mas tenang saja, mengenai ibunya mas, saya akan cari tahu dulu di mana beliau di tahan dan siapa yang telah menahannya, kemudian apabila saya sudah mengetahui keberadaan ibumu, saya sendiri yang akan datang nanti ke rumah mas Wisnu, yang terpenting sekarang mas pulang saja dulu, kasihan bapak dan juga Yuni sudah menunggumu di rumah," ucap Ratu Anjani menjelaskan.
" Baiklah ratu, saya akan jalankan perintah ratu, namun kenapa bisa Ratu tau tentang bapak dan juga Yuni,? dan bagaimana ratu juga tau rumah saya,? ucap Wisnu seraya memberikan pertanyaan balik kepada Ratu Anjani. Sedangakan, Ratu Anjani hanya tersenyum mendengar semua pertanyaan dari Wisnu barusan dengan tatapan matanya yang tajam namun meneduhkan itu ke arah Wisnu.
" Nanti mas juga akan tau sendiri mas, sekarang mas pulang, biar saya antar mas sampai ke depan gerbang," ucap Ratu Anjani dengan senyumnya seraya menyuruh Wisnu untuk segera pulang.
__ADS_1
Namun sebelum itu Ratu Anjani berpesan, agar Wisnu tidak menceritakan tentang keberadaanya ini kepada siapapun, termasuk kepada bapak dan juga adiknya tersebut.
" Mas harus ingat, hanya mas yang tau tentang keberadaan saya dan juga istana ini, mas jangan beritahu siapapun termasuk bapak dan juga Yuni," ucap Ratu Anjani kembali megingatkan.
Baik ratu, saya tidak akan memberi tahu kepada siapapun termasuk bapak dan juga adikku" ucap Wisnu kepada Ratu Anjani meyakinkan.
Setelah itu, Wisnu di suruh menutup kedua matanya oleh Ratu Anjani, kemudian langsung di turuti oleh Wisnu. Dan ketika Wisnu di suruh untuk membuka mata, alangkah terkejutnya Wisnu, karena dengan hanya sekejap mata, Wisnu kini sudah berada di persimpangan jalan di bawah kaki bukit Mayangan sewaktu ia pertama kali datang.
" Kok bisa secara tiba-tiba aku sudah berada di sini,? gumamnya dalam hati penuh rasa kepenasaran akan apa yang telah ia alami barusan.
" Mas tidak perlu kaget, lambat laun mas akan tahu sendiri jawabannya, sekarang sudah waktunya mas untuk segera pulang" ucap Ratu Anjani yang seolah tau apa yang ada dalam hati dan fikirannya tersebut.
"Baiklah ratu, saya ijin untuk pulang," ucap wisnu yang seketika segera melangkahkan kakinya menuju ke arah jalan pulang. Sementara itu, Ratu Anjani pun segera berbalik kemudian melesat masuk kedalam pekatnya malam kemudian lenyap seketika.
Setelah berjalan cukup lama dan juga harus melewati perkebunan warga, akhirnya Wisnu telah sampai di depan pintu rumahnya, ia kemudian segera mengetuk pintu tersebut seraya memberi salam.
" Took,,,tok,,,tok, Assalamualaikum," ucap Wisnu yang terdengar mengucapkan salam.
" Kreeeeek,,!!!
Pintu pun terbuka, seraya terdengar suara bapaknya menjawab salam dari Wisnu barusan.
" Waalaikumsalam," ucap bapaknya Wisnu,yang kemudian terlihat sangat terkejut ketika melihat Wisnu anaknya yang sekarang sudah berada di hadapannya tersebut, seketika itu juga bapak dan anak itupun langsung saling berpelukan melepas rindu, yang kemudian di susul oleh adiknya yaitu Yuni, sehingga ketiganya pun berpelukan erat.
" Kamu darimana saja Nu,? , bapak sama adikmu Yuni sangat khawatir," ucap Bambang bertanya kepada Wisnu.
__ADS_1
" Nanti saja ya pak, Nanti Wisnu ceritakan sama bapak dan juga Yuni, sahut Wisnu yang tak langsung menjawab apa yang bapaknya tanyakan itu, karena dia tidak mungkin untuk berkata jujur, jadi dia akan mencari alasan yang tepat atas kepergiannya itu dahulu. Mendengar ucapan Wisnu, mereka pun akhirnya memutuskan untuk segera masuk kedalam rumah.