Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Kematian Mbah Jambrong


__ADS_3

Mbah Darmo pun kemudian merasakan seluruh tubuhnya itu bergetar hebat, kemudian dadanya yang terasa sakit pun kini telah mereda seiring dengan dirasakannya sebuah kekuatan besar telah merasuki tubuhnya.


" Kekuatan apa ini,? kenapa seluruh tubuhku bergetar hebat, dan apa maksud dan tujuan dari suara tersebut mau membantuku,? ah sudahlah yang terpenting aku harus segera mengalahkan manusia terkutuk itu," gumam mbah Darmo bertanya-tanya dalam hatinya kemudian dia bangkit dan langsung melesatkan sebuah serangan kearah mbah Jambrong.


Sementara itu mbah Jambrong sendiri tidak mengetahui dan tidak punya persiapan untuk menangkis serangan dari mbah darmo yang secara tiba-tiba tersebut, sehingga dengan seketika tubuh mbah Jambrong pun rubuh dan tersungkur ke tanah dibarengi teriakan keras dari mulutnya tersebut dan langsung menemui ajalnya.


"Argh, licik kau Darmo,,,!!!!


teriak mbah Jambrong sambil menunjuk kearah mbah Darmo dan tak berselang lama dia pun menemui ajalnya.


Sungguh tragis kematian mbah Jambrong, tubuhnya gosong, kedua matanya terbelalak seolah mau keluar, lidahnya terjulur dengan mulutnya yang terbuka lebar, bahkan seluruh tubuhnya mengeluarkan cairan berwarna hitam dengan bau busuk yang menyengat, membuat juragan Susilo dan juga Karta hanya bisa terdiam melihat pemandangan yang mengerikan tersebut.


Disisi lain Nyai Ratu Sekar Arum pun tampak sangat murka dengan kematian mbah Jambrong, dia pun sempat berujar akan membalas dendam kepada orang yang telah membantu mbah Darmo mengalahkan mbah Jambrong.


" Lihat saja pembalasanku nanti, kalian akan merasakan kemurkaan ku," teriak Nyai Ratu Sekar Arum di dalam istana kerajaan nya itu, sehingga membuat seluruh penghuni istana kerajaan tersebutpun menjadi ketakutan.


Berbanding terbalik dengan Nyai Ratu Sekar Arum, Ratu Anjani tengah merayakan kemenangan dari mbah Darmo yang telah berhasil membunuh salah satu manusia kepercayaan dari saudarinya itu yaitu Nyai Ratu Sekar Arum.


" Ingatlah kalian semua, Nyai Ratu Sekar Arum adalah saudari ku, namun dia telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk mencelakai manusia, dan juga menggunakan manusia untuk menjadi tumbalnya, aku berharap kalian semua tetaplah menghormati manusia, dan jangan pernah mengusik atau mengganggu mereka," ujar Ratu Anjani kepada seluruh penghuni kerajaannya itu.


" Baik kanjeng Ratu," jawab semua penghuni kerajaan itu dengan serempak.


" Darmo, kembalilah kamu kedalam jasadmu, agar kamu tidak terjebak di alam siluman," ucap Ratu Anjani kepada mbah Darmo melalui kontak batin diantara mereka berdua.


" Baiklah, terimkasih banyak atas semua bantuan mu, namun sebelum saya kembali, ijinkan saya mengetahui siapa kamu,? sahut mbah Darmo kepada Ratu Anjani.


" Aku adalah Ratu Anjani penguasa lembah dan air terjun keramat, dan aku jugalah yang telah menyelamatkan Wisnu dan membantu memulangkan jasad Marni," Jawab Ratu Anjani menjelaskan.

__ADS_1


" Lalu kenapa Ratu mau membantu kami,? tanya mbah Darmo dalam batinnya.


" Itu kamu tidak perlu tau, karena lambat laun pun kamu pasti akan segera mengetahuinya, dan satu pesanku untuk mu, jagalah keluarga Wisnu, karena saudariku yaitu Nyai Ratu Sekar Arum tidak akan pernah tinggal diam hingga seluruh keluarga Wisnu binasa. itu karena salah satu manusia kepercayaannya telah kau binasakan," ujar Ratu Anjani memberikan pesan sekaligus penjelasan kepada mbah Darmo.


" Baiklah kalau begitu Ratu, saya ijin kembali ke dunia saya, dan saya akan ingat selalu pesan dari Ratu," timpal mbah Darmo kemudian meminta ijin untuk segera kembali ke dalam tubuhnya.


" Silahkan, dan sampaikan salamku untuk Wisnu," sahut Ratu Anjani.


Setelah meminta ijin, mbah Darmo pun kemudian kembali memasuki raga nya yang berada di rumah Wisnu, dan tak butuh waktu lama, akhirnya sukma mbah Darmo pun telah kembali kedalam tubuhnya yang disambut gembira oleh Bambang dan kedua anaknya.


" Bambang, Wisnu, Yuni, alhamdulillah mbah udah pulang, segeralah kalian hentikan dzikir kalian," ucap mbah Darmo seraya menyuruh ketiga anak cucunya itu untuk menghentikan dzikir mereka.


" Alhamdulillah mbah, akhirnya mbah sudah kembali dengan selamat," sahut Bambang mengucap Syukur atas kembalinya mbah Darmo dengan selamat.


" Iya Bang, alhamdulillah allah senantiasa melindungi ku dan membantuku menumpas kebatilan," timpal mbah Darmo sembari kedua matanya tersebut melirik tajam kearah Wisnu.


" Baik pak," jawab Yuni kemudian segera menuju ke arah dapur.


" Oh iya Nu, nanti setelah istirahat ada yang mau mbah bicarakan berdua denganmu," ucap mbah Darmo kepada Wisnu.


" Memangnya mau bicara apa ya mbah,? tanya Wisnu penasaran.


" Kamu tidak perlu bertanya, nanti aku akan jelaskan," timpal mbah Darmo singkat.


" Oh yasudah kalo begitu mbah, baik mbah," jawab Wisnu kepada mbah Darmo walaupun dalam hatinya kini penuh pertanyaan.


Yuni pun sudah kembali dari dapur dan segera menghidangkan beberapa gelas minuman lengkap dengan kue nya itu ke atas meja.

__ADS_1


" Mbah, bapak, mas Wisnu, diminum dulu airnya keburu dingin," ucap Yuni yang menyuruh mereka bertiga untuk segera minum.


Mendengar itu mereka bertiga oun segera minum dan memakan kudapan yang telah di hidangkan oleh Yuni, terlihat mbah Darmo seperti orang kehausan. Pasalnya, air yang ada didalam gelas ia minum sekali tegukan, bahkan ia tambahkan lagi. Bambang yang melihat itu pun segera mengingatkan mbah Darmo agar pelan-pelan saja, takutnya nanti tersedak.


" Mbah pelan-pelan saja mbah, nanti mbah tersedak, apalagi mbah baru melakukan pertarungan yang pastinya sangat menguras tenaga mbah," ucap Bambang yang tak ingin mbah Darmo kenapa-kenapa.


" Iya Bang, memang cukup melelahkan sekali pertarungan itu, sehingga aku merasa sangat kehausan, terimakasih sudah mau mengingatkan mbah," timpal mbah Darmo.


" Lalu bagaimana nasib orang yang telah mengirim santet sama mbah itu mbah,? tanya Bambang penasaran.


" Alhamdulillah, dia telah menerima apa yang seharusnya dia terima, dan dia telah membayar semua perbuatannya itu dengan nyawanya," jawab mbah Darmo agak singkat.


" Syukurlah mbah, berarti kita tidak perlu khawatir lagi," sahut Bambang yang merasa senang mendengar jawaban dari mbah Darmo.


" Namun kalian harus tetap waspada, perbanyak dzikir dan juga sholat, agar kita senantiasa di hindarkan dari hal-hal buruk, karena sang ratu siluman ular itu kini tengah murka akibat kematian Jambrong manusia kepercayaannya itu," terang mbah Darmo kepada Bambang dan juga kedua anaknya.


" Insya allah mbah, kami semua akan selalu memohon pertolongan kepada Allah mbah, dan saya juga akan selalu mendoakan mbah ," timpal Bambang mengiyakan ucapan mbah Darmo.


" Jadi kapan mbah kita bisa bicaranya mbah,? tanya Wisnu yang secara tiba-tiba.


" Nanti ya Nu, mbah mau istirahat dulu," ucap mbah Darmo sambil tersenyum.


" Iya mas, mbah kan belum ada istirahat mas, kasian mbah masih capek," timpal Yuni sembari melihat kearah Wisnu.


" Oh iya mbah, maaf ya mbah, aku hanya penasaran aja mbah," ucap Wisnu meminta maaf.


Next>>>>>

__ADS_1


__ADS_2