
Mereka berdua nampak sangat kelelahan setelah sama-sama melepaskan hasrat kerinduan yang telah lama mereka pendam. Tampak rona wajah keduanya pun menunjukan bahwa kedua ya begitu amat bahagia. Bahkan kedua sorot mata Wisnu tak henti-hentinya memandangi kecantikan dan juga kemolekan tubuh dari sang pujaan hati yaitu Ratu Anjani.
" Mas Wisnu kenapa,? Kok asik memandangiku saja dari tadi sich, aku kan jadi malu mas," ucap Ratu Anjani yang sadar bahwa sedari tadi Wisnu tak henti-hentinya memandangi dirinya.
" Bagaimana mas mau melewatkan moment indah seperti ini Anjani, kalau mas boleh jujur, mas ingin setiap saat setiap detik selalu berada di dekatmu," timpal Wisnu sembari melempar senyuman kearah Ratu Anjani.
" Ih, mas kok sekarang mulai gombal ya," sahut Ratu Anjani yang merasa malu dibuat Wisnu.
" Oh, jadi sang ratu sekarang sudah tau ya bahasa gombal,hehehehe," celoteh Wisnu yang terus saja meledek sang pacar.
" Udah ah mas, yang jelas aku sangat sayang dan sangat menginginkanmu untuk selamanya mas," timpal Ratu Anjani sembari mencium pipi sang pujaan hati.
" Ia sayang, mas juga pastinya sama seperti apa yang kamu rasakan, karena tujuan mas itu adalah bisa hidup bersamamu dan menjadi ayah dari anak-anak kita kelak Anjani" Ucap Wisnu yang tidak mau kalah. Dibalasnya kecupan dari Ratu Anjani itu dengan sebuah pelukan hangat yang membuat Ratu Anjani semakin merasa bahagia.
" Terimakasih ya mas, berkatmu kini aku bisa merasakan sebuah kebahagiaan yang tiada taranya mas," sahut Ratu Anjani sembari sedikit berbisik mesra kepada Wisnu.
" Sama-sama sayang, oh iya, tadi katanya kamu mau mengatakan sesuatu sama mas, emangnya sesuatu apa ya kalo boleh mas tau,?" Wisnu pun seolah teringat bahwa perkataan dari sang kekasih.
" Iya mas, aku hampir saja lupa, maaf ya mas soalnya masih kangen kali sama mas, jadinya yang ada di pikiranku cuma mas seorang," timpal Ratu Anjani sembari menyunggingkan senyum manisnya itu kearah Wisnu.
" Iya tidak apa-apa kok, hanya saja barusan terlintas di pikiran mas akan perkataanmu waktu pertama kali tadi datang," sahut Wisnu kepada Ratu Anjani penuh mesra.
" Begini mas,,,,,,,!!!!!
__ADS_1
" Mas Wisnu, mas, mas Wisnu, mas sedang apa di dalam,? Boleh Yuni masuk mas,? terdengar suara Yuni memanggil-manggil Wisnu sehingga belum sempat Ratu Anjani melanjutkan ucapannya terpaksa harus di hentikan.
Baik Wisnu maupun Ratu Anjani kini dilanda kebingungan, bukan karena apa. Akan tetapi posisi tubuh mereka berdua masih dalam keadaan tanpa sehelai benangpun, sehingga dengan segera baik ratu Anjani maupun Wisnu, keduanya pun bergegas memakai kembali pakaian mereka. Sedangkan Ratu Anjani yang sudah duluan mengenakan pakaian itu pun langsung pamit kepada kekasihnya tersebut.
" Mas, aku tidak bisa berlama-lama disini, apalagi Yuni tidak boleh tau akan keberadaan ku ini mas, jadi aku pamit ya mas, kamu jaga kesehatan, secepatnya aku pasti kembali kepadamu mas," ujar Ratu Anjani pamit kepada Wisnu.
Wisnu pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena dia tau apa yang di ucapkan kekasihnya tersebut memang benar adanya. Sehingga dengan berat hati, Wisnu pun melepas kepergian sang kekasih ghaib nya tersebut.
" Baiklah Anjani, mas akan selalu setia menunggumu," timpal Wisnu sembari mengecup kening Ratu anjani kemudian sang Ratu pun secepat kilat langsung menghilang dari hadapan Wisnu yang masih dilanda kerinduan yang teramat dalam kepada Ratu Anjani.
" Iya Yun, sebentar ya, mas pakai baju dulu " sahut Wisnu kepada adiknya yaitu Yuni.
" Mas ngapain mas, Yuni panggil-panggil kok gak ada sahutan si mas, Yuni tadi khawatir sama mas, soalnya mas sedari pagi gak ada keluar kamar," ucap Yuni yang terlihat sangat mengkhawatirkan abang nya tersebut.
" Tuh kan bener, mas pasti ada apa-apa, ya sudah ayok makan dulu mas siap itu mas minum obat ya," ajak Yuni kepada Wisnu abangnya.
" Iya Yun, mas ke kamar mandi dulu sebentar, nanti mas nyusul ya," timpal Wisnu sembari berjalan menuju ke arah kamar mandi rumahnya.
Yuni pun terlihat segera berjalan menuju ke arah dapur untuk menyiapkan makanan untuk abangnya. Sementara Wisnu di dalam kamar mandi kini termenung mengingat kebersamaannya yang singkat dengan Ratu Anjani.
" Kenapa hanya sebentar saja aku bisa bersama Anjani, lalu apa yang mau dia katakan itu ya,? Kok aku jadi penasaran," gumam Wisnu dalam hatinya yang kini merasa penuh rasa ke penasaran.
" Mas, ayok makan dulu, ini sudah Yuni siapkan. Bapak tadi pagi-pagi pergi karena ada keperluan ke balai desa mas," sahut Yuni dari arah dapur yang menyuruh Wisnu untuk segera makan.
__ADS_1
" Iya Yun, ini mas sudah siap kok," timpal Wisnu kemudian ia bergegas keluar dari kamar mandi kemudian segera menghampiri adiknya yang telah menunggunya di meja makan.
" Mas, boleh Yuni minta tolong sama mas,? Tanya Yuni kepada Wisnu.
" Boleh Yun, minta tolong apa Yun,? Jawab Wisnu kemudian bertanya balik kepada adiknya.
" Tapi ini kalo mas memang udah bener-bener sembuh sakit kepalanya mas, Yuni kan mau dekor di rumah teman Yuni yang berada di kampung sebelah mas, kira-kira mas mau gak antar Yuni kesana mas,? tanya Yuni kembali kepada Wisnu.
" Oh, bisa dong Yun, lagian sakit kepala mas juga udah agak hilang kok, apalagi nanti kalo udah minum obat, memangnya jam berapa mau mas antar kesana Yun,? Terus teman kamu yang mana,? jawab Wisnu meyakinkan Yuni seraya bertanya tentang teman dari adiknya tersebut.
" Itu loh mas, teman SD Yuni dulu, namanya Rita, dia mau tunangan jadinya minta tolong Yuni untuk bantu dekor di rumahnya," timpal Yuni menjelaskan.
" Oh ya sudah, jam berapa mau kesana biar mas siap-siap,? Ucap Wisnu menanyakan kapan adiknya itu mau di antar.
" Kalo selesai makan ini boleh gak mas,? Soalnya kalau siang kali takutnya nanti kemalaman Yuni pulang," sahut Yuni.
" Ya sudah selesai makan kita berangkat ya," jawab Wisnu singkat.
Ternyata tanpa mereka berdua sadari, ada sepasang telinga tengah mencuri dengar akan apa yang dibicarakan oleh mereka berdua. Dan yang menguping pembicaraan mereka itu tak lain adalah Karta, yang memang sedari tadi sembunyi di belakang rumah Wisnu yang kebetulan sunyi. Itu karena belakang rumah Wisnu tertutup oleh pohon-pohon yang lumayan rindang sehingga siapapun tidak akan mengira kalau di situ ternyata ada si Karta.
Terlihat senyum Karta pun merekah mendengar apa yang telah di bicarakan oleh kedua abang beradik itu. Segera ia pun berangsur mundur kemudian bergegas menuju ke kediaman juragan Susilo.
" Pas kali ah, si yuni mau pergi keluar kampung, ini kesempatan emas karena lewat si Rita, rencana juragan Susilo bisa berhasil,hehehehe," gumam Karta dalam hatinya sembari berjalan agak cepat menuju kediaman sang juragan.
__ADS_1
>>> bersambung guys.....