Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun

Asmara Terlarang Dengan Jin Penunggu Air Terjun
Apakah Siasat Susilo Akan Berhasil,? Dan Yuni Akan Menjadi Tumbal Berikutnya,?


__ADS_3

Karta pun tiba di kediaman Rita, lalu ia pun bergegas menjumpai pamannya Rita untuk segera di ajak bekerjasama.


" Mul, bisa bicara sebentar Mul," sahut Karta memanggil pamannya Rita yang bernama Mulyono.


" Eh bang Karta, tak kira siapa bang, bisa, bisa kok bang, memang nya ada apa ya bang Karta tumben-tumbenan mau datang ke gubuk saya ini bang,?" jawab Mulyono sembari bertanya kepada Karta.


" Kita ngobrolnya berdua saja di situ saja, kelihatannya lumayan sepi Mul, soalnya ini sangat penting dan sangat rahasia," ucap Karta sembari jari telunjuknya ia arahkan ke suatu tempat di belakang rumah Rita.


" Oh ayok bang, aku kok jadi penasaran sih," timpal Mulyono kemudian bergegas mengikuti Karta yang telah berjalan duluan menuju ke tempat tersebut.


Sesampainya mereka berdua di tempat yang tak begitu jauh dari rumah Rita, Karta pun mulai melancarkan niatnya tersebut kepada Mulyono.


" Begini Mul, tapi satu lah yang harus kau ingat ya, aku tidak mau pembicaraan ini sampai ke telinga orang lain ya Mul, soalnya ini amat sangat rahasia Mul," terang Karta mengawali pembicaraan nya dengan Mulyono.


" Iya bang, tapi rahasia apa bang,? dan memangnya masalah apa si bang,?" tanya Mulyono penasaran.


" Begini Mul, kau tau kan juragan Susilo,? Karta pun bertanya balik kepada Mulyono.


" Maksud abang juragan yang kaya raya itu ya bang,? Kalau itu ya jelas kenal lah bang, siapa si yang gak tau dengan nama juragan Susilo bang," jawab Mulyono dengan yakinnya.


" Nah syukurlah kalau kau tau Mul, jadi aku mau memberimu pekerjaan, dan ada upahnya juga yang lumayan banyak Mul, tapi ya itu juga kalau kau memang mau si Mul, kalau gak mau ya terpaksa aku harus cari orang lain lagi lah," Karta pun memulai siasat nya tersebut kepada Mulyono.

__ADS_1


" Hem, kalau pekerjaannya gak berat, terus upahnya gede ya pastinya aku mau lah bang," jawab Mulyono sembari mengerenyitkan dahinya tersebut.


" Ya jelas gede lah Mul, apalagi kerjaan yang bakalan aku kasih sama kau gak berat kok Mul, yang penting kau bisa jaga rahasia," timpal Karta.


" Ya udah aku janji sama abang, aku pasti jaga rahasia ini bang, tapi berapa kira-kira upahnya bang,?" ucap Mulyono dengan begitu yakin sembari bertanya tentang upah yang nantinya akan ia terima.


" Pokoknya ini ada uang tujuh juta, terserah lah nantinya kau pakek buat apa, yang penting, sebelum aku berikan uang ini, kau harus tau dulu tugas mu," sahut Karta menjelaskan kepada Mulyono, yang padahal juragan Susilo memberinya uang untuk Rita sebesar sepuluh juta rupiah.


" Wah mantep itu bang, aku mau lah bang," timpal Mulyono kegirangan setelah tau berapa jumlah uang yang nantinya akan menjadi upahnya itu.


" Kau dengar baik-baik ya Mul. Begini Mul, kau kenal Yuni anaknya Bambang itu kan,? Teman keponakanmu si Rita," tanya Karta.


" Oke sekarang aku jelaskan tugasmu ya Mul, kau dengarkan aku baik-baik. Juragan Susilo sebenarnya mau memberikan sesuatu kepada bapaknya si Yuni, akan tetapi pak Bambang lantas menolaknya, padahal juragan Susilo berniat baik, ingin membantu agar si Yuni bisa terus melanjutkan sekolahnya, itu karena juragan Susilo sudah menganggap si Yuni itu sebagai anaknya sendiri. Tapi kau tau sendiri lah niat baik tak selamanya di terima baik kan Mul,? Jadi aku ingin meminta tolong sama kau, bisa gak kau suruh keponakanmu itu untuk memberikan pemberian dari juragan Susilo ini sama si Yuni,? Terang Karta yang masih setengah menjelaskan kepada Mulyono.


" Oh gitu ya, tapi kenapa gak abang saja yang berikan bang,? Kan abang satu kampung juga bang," timpal Mulyono yang malah bertanya balik kepada Karta.


" Makanya kau dengarkan dulu baik-baik, biar aku jelaskan lebih detail lagi," sahut Karta yang terdengar sedikit meninggikan suaranya tersebut.


" Oh baik bang, maaf ya bang," Mulyono pun lantas meminta maaf seakan dia takut terhadap Karta.


" Aku gak bisa memberikan ini karena aku sudah jelas tangan kanannya juragan Susilo, makanya aku minta tolong sama kau Mul. kau suruh keponakanmu itu memberikan pemberian juragan Susilo ini kepada si Yuni, tapi, kau bilang sama si Rita kalau pemberian ini karena si Yuni sudah mau membantu dia mendekor. Kau juga kasih keponakanmu itu entah satu juta atau dua juta agar dia mau Mul, bisa kan,? Terus kau usahakan juga si Rita itu jangan membocorkan rahasia ini ya Mul, bisa kan kau atur kan itu untuk juragan Susilo,? Kini Karta memberi penjelasan kepada Mulyono lebih detail lagi sehingga Mulyono pun akhirnya termakan juga dengan siasat si Karta.

__ADS_1


" Oh kalau cuma itu sih ya aku sanggup kali lah bang, dan lagi kalau masalah si Rita itu gampang bang, namnya dia besarnya itu sama aku bang," jawab Mulyono semakin kegirangan karena bakalan mendapat upah besar padahal tugasnya itu cukup mudah baginya.


" Hahahaha, bagus, bagus mantap itu Mul, gak salah aku jauh-jauh datang kemari jumpai kau Mul, daripada ku kasih sama orang lain kan lebih baik aku kasihkan sama kau yang jelas-jelas bisa aku percaya, hehehehe," ucap Karta sembari tertawa penuh kegembiraan.


" Ia lah bang, lagian tugasnya pun mudah bang, bodoh lah kalau aku tolak bang," timpal Mulyono.


" Nah, nanti kalau sudah berhasil, juragan bilang mau kasih kau sama si Rita uang terimakasih, siapa tau kau ingin punya modal usaha atau apalah, dan juga untuk si Rita biar dia bisa usaha juga Mul," Karta pun meyakinkan Mulyono bahwa dia dan keponakannya itu bakalan di berikan modal oleh juragan Susilo.


" Wah mimpi apa lah aku tadi malam ya bang, bisa-bisa nya aku seperti dapat durian runtuh hehehehe," kekeh Mulyono yang tengah membayangkan modal cuma-cuma dari juragan Susilo.


" Nah ini kau terima uangnya, pokoknya aku percayakan sama kau ya Mul, dan ingat, jangan sampai gagal," ucap Karta sembari menyodorkan sebuah amplop berwarna cokelat berisi uang sebesar tujuh juta rupiah kepada Mulyono yang sebenarnya telah ia kurangi duluan sebesar tiga juta rupiah sebelum sampai ke rumah Mulyono.


" Serius ini bang,? Wah terimakasih sekali lah kalau begitu bang, kalau bisa sering-sering lah abang kasih aku kerjaan ga bang," timpal Mulyono kegirangan.


" Itu mah gampang Mul, yang penting kau bisa selesaikan tugas ini dengan benar, juragan Susilo pastinya bakalan ngasih kerjaan terus untukmu Mul," ujar Karta sembari memastikan kalau Mulyono bisa menyelesaikan tugas tersebut.


" Siap abang ku, anggap saja urusan ini sudah beres bang," jawab Mulyono.


" Nah kalau untuk amplop yang ini bagian si Rita, yang nantinya dia lah yang harus menyerahkan amplop ini sesuai dengan yang sudah aku jelaskan sama kau tadi Mul, jangan sampai gagal ya," ujar Karta sembari menyodorkan kembali sebuah amplop berwarna putih yang nantinya akan diserahkan kepada Yuni.


>>>Bersambung lagi guys........

__ADS_1


__ADS_2