Ayo Menikah

Ayo Menikah
Bab 23


__ADS_3

Setelah ciuman itu, Arya membawa Naura kembali masuk ke dalam mobil. Dia membawanya ke suatu tempat dimana tidak ada orang lain di sana, melajukan mobil agar segera sampai tanpa menghiraukan umpatan kekesalan dari wanita yang duduk di sebelahnya. 


"Itu ciuman pertamaku dan kau mencurinya." 


"Eh, sungguh? Pantas saja ciumanmu sedikit kaku." Ujar Arya meledek.


"Ingatlah batasanmu!" 


"Batasan apa yang kau bicarakan? Jelas-jelas aku mencium istriku, apa ada yang salah?" 

__ADS_1


"Tentu saja salah, karena kita menikah dalam kesepakatan saja." 


Arya menyunggingkan senyuman dan sesekali melirik wanita di sebelahnya, mengingat ciuman itu sungguh berkesan. Dia sedikit terkejut mengenai keterangan Naura, ciuman pertama? Dia merasa seperti pangeran di sebuah kerajaan. "Kita memang menikah dalam kesepakatan, tetapi sah dimata hukum dan juga semua orang. Itulah sebelum menandatangani perjanjian pranikah kau harus membacanya lebih teliti lagi, tertulis jika aku sebagai pihak pertama bisa melakukan apapun padamu sebagau pihak kedua, termasuk berhubungan intim." Jelasnya yang mengungkap. 


Sontak kedua mata Naura terbelalak kaget, mengapa pihak kedua yang merasa di manfaatkan. "Kau pasti bercanda dan hanya mengada-ada saja." 


Arya menyunggingkan senyuman tipis, dia menepikan mobilnya ke pinggiran agar aman dalam hal serius. Tak lupa dia meraih tas hitam yang selalu ada di dalam mobil dan mengeluarkan sebuah surat perjanjian pranikah, menyerahkannya kepada Naura. "Kau baca sekali lagi." 


"Kau sudah menandatanganinya dan itu artinya setuju, salah siapa yang tidak membacanya terlebih dulu? Aku sudah memperingatkanmu untuk itu." Jawab Arya dengan santai juga sangat puas, karena dirinya bisa mengendalikan sang istri kontrak termasuk menambah masa kontrak mereka. 

__ADS_1


Naura menyipitkan kedua matanya, meraih kerah Arya dan menatapnya dengan tajam juga menusuk. "Kau pria kaparat kedua yang aku temui setelah Amar, kau dan kakak tirimu sama-sama licik." 


"Terima kasih atas pujiannya. Berhentilah menatapku begitu, kau yg tampak seperti kucing." 


Naura tak tinggal diam jika selama ini dirinya di permainkan oleh Arya yang mengambil keuntungan di kala situasinya yang kurang beruntung, meraih berkas itu dan merobeknya melampiaskan kekesalan. 


"Robek saja, aku masih punya banyak yang seperti itu dan juga salinannya." 


Naura membuka jendela dan mengeluarkan semua emosi di hatinya, ternyata selama ini dia di jebak. "Aku akan lihat, bagaimana lembaran kertas itu bisa mempengaruhiku." Gumamnya di dalam hati. 

__ADS_1


Sementara di sisi lain, Lili sangat terkejut dengan berita yang baru saja menjadi tranding dalam sekejap. Kecemburuan dan iri hati semakin membuatnya gelisah. Dia meremas ponsel di genggaman, dan bersumpah akan merebut Arya dari Naura sebelum yang sudah-sudah pernah di lakukan. "Kebahagiaanmu hanya sebentar saja, Amar saja bisa tergoda olehku dan sangta mudah untuk melakukan hal yang sama pada Arya Atmajaya. Kau akan hancur Naura…nikmati masa kebahagian singkatmu." Ucapnya di dalam hati seraya tersenyum licik.


__ADS_2