Ayo Menikah

Ayo Menikah
Bab 26


__ADS_3

Naura berpura-pura jika dirinya terpengaruh obat, disanalah Lili mulai bertindak dengan membawa sang target ke sebuah kamar kosong. Dia tersenyum tubuh musuh mulai masuk dalam pengaruh obat, dan meletakkannya ke atas ranjang sederhana. 


Lili mengatur nafasnya yang tidak beraturan. "Bagus, rencana pertama berhasil. Sekarang aku harus menjalankan rencana kedua." Gumamnya sambil merogoh ponsel dari tas kecilnya dan menghubungi seseorang.


Naura membuka sebelah matanya dan melihat situasi aman terkendali, menyusuri pemandangan di tempat itu. Kedua sudut mata melihat teko dan gelas yang berisi air, mengeluarkan sesuatu yang terselip di gaunnya. "Hah, ini dia…sudah jatuh tertimpa tangga. Ck, aku sudah muak padanya dan semoga saja dia jera." Ungkapnya di dalam hati sambil mencampurkan bubuk kecubung ke dalam teko dan gelas berisi air. 


Ya, Naura selalu mengantisipasi dirinya mengenai bahaya dengan membawa bubuk kecubung. Sebuah bubuk yang dapat membuat seseorang yang mengkonsumsinya bisa berhalusinasi dalam jangka tiga hari tiga malam dan lebih parahnya tidak sadarkan diri selama tujuh hari. 


Dia kembali berakting setelah Lili menoleh dan selesai menghubungi seorang pria bayaran untuk melecehkan mantan sahabatnya sendiri. 


Di pesta Arya celingukan mencari keberadaan Naura yang tidak terlihat di manapun, segera meninggalkan acara dan bergegas mencari karena hatinya tak tenang. "Kemana dia pergi?" lirihnya pelan setelah meletakkan minumannya. 


Lili merasakan hawa di ruangan sangatlah panas seakan membakar tubuhnya, mendudukkan tubuhnya di sofa sambil mengipasi dirinya. "Huff astaga…kenapa ruangan ini sangat panas." Gumamnya terdengar oleh Naura yang masih berakting termakan obat perangsang. 


"Haha, rasakan!" batin Naura terkekeh melihat reaksi obat yang menjalar ke seluruh tubuh wanita itu. 

__ADS_1


Lili yang sudah tidak tahan mengipasi tubuhnya perlahan membuka gaun hitam yang melekat di tubuh, seorang pria tiba-tiba masuk ke dalam ruangan yang sama dan terkejut melihat pemandangan indah yang tersuguhkan di hadapannya. 


"Wow, dua wanita? Jadi aku mendapatkan job melayani dua wanita cantik. Sungguh luar biasa," tutur pria itu yang perlahan menanggalkan satu persatu pakaiannya. Sedangkan Naura dalam keadaan sadar segera membuka kedua mata saat pria itu menghampiri membelai wajahnya, dengan gerakan cepat dia menendang pria bayaran yang bekerja sebagai gigolo pemuas n*fsu itu dan melarikan diri secepat kilat. 


Pria itu mengejar Naura tapi tidak bisa menemukannya dan memutuskan untuk kembali. "Ini aneh, bukankah aku di bayar untuk melayani satu orang saja? Kenapa di dalam ruangan ada dua? Sepertinya ini bonus. Persetan dengan semua itu yang terpenting aku di bayar." 


Pria itu tersenyum saat melihat tindakan Lili yang menggodanya apalagi gaun indah berwarna hitam sudah terbuka setengahnya, memudahkannya untuk melakukan pekerjaan. 


"Bantu aku…aku sudah tidak tahan," des*ah Lili menggoda seraya menggingit bibir bawahnya dengan sensual. 


Naura berlari secepat kilat memasang langkah seribu, sesekali dia menoleh kebelakang hingga tak sengaja menabrak sebuah dada bidang. "Auh," ringisnya sembari mengusap kening yang terhantuk, mendongakkan kepala bersamaan dengan senyuman polos. 


"Kau dari mana saja? Dasar ceroboh." Arya menatap Naura penuh penyelidikan, sangat cemas saat wanita itu menghikang dari pandangannya. 


"Aku mengikuti rencana Lili." 

__ADS_1


"Lili?" Arya mengangkat sebelah alisnya penasaran. 


"Ya, dia merencanakan untuk menjebakku minum obat perangsang."


"APA? Berani sekali dia melakukan itu padamu." Geram Arya mengepalkan sebelah tangannya. 


"Kau tidak perlu cemas, aku bisa mengatasinya dan membalikkan keadaan." 


"Aku tidak yakin dengan ucapanmu, kau 'kan wanita ceroboh." 


"Terserah kau saja, lihat apa yang terjadi besok." 


Arya menarik paksa Naura kedalam dekapannya, tidak mengira jika Lili melakukan hal yang nekat. Dia berjanji di dalam dirinya sendiri untuk membalaskan dendam pada Lili setelah dirinya juga tahu kalau Amar tengah bermain gila dengan wanita lain. 


"Ini saatnya untuk menjatuhkan Amar." Ucap Arya di dalam hati menyunggingkan senyuman tipis. 

__ADS_1


__ADS_2