BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)

BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)
henti jantung


__ADS_3

Follow Ig author:Nis3263.


Happy reading.


Tuan Estrank yg baru saja sampai di mansion, langsung pergi menuju ke kamar milik sang tuan muda sulung, mencari keberadaan menantu nya, berencana memberikan kabar yg kurang mengenakan.


Tok,tok,tok,tok,tok,tok,


Kevin mendengus sebal baru saja hendak beristirahat,ketukan tanpa jeda terdengar dari balik pintu kamar nya.


Ceklek!


Begitu pintu terbuka Kevin di kejutkan dengan kehadiran sang ayah yg langsung menerobos masuk ke dalam kamar nya.


"Vin di mana amerra!"bentak tuan Estrank,dia mulai merasakan ada kejanggalan, biasa nya dimana ada Kevin di sana ada amerra,tapi lihat lah sekarang.


"Di kamar sebelah dad"jawab Kevin sendu, jawaban yg membuat tuan Estrank emosi bukan main.


"Kalian bertengkar lagi hah!"bentak tuan Estrank,Kevin yg mendengar ayah nya membentak hanya mampu menunduk,dia tau ini semua adalah salah nya.


Tanpa menunggu jawaban dari Kevin,tuan Estrank langsung melangkah keluar,menuju kamar amerra.


Belum juga mengetuk,amerra sudah keluar dengan wajah sembab nya,dia sudah menebak sang ayah mertua akan datang menemui nya terutama ketika bentakan tuan Estrank terdengar hingga ke kamar nya.


"Ada apa dad?"tanya amerra dengan suara parau,bisa di tebak berapa lama dia menangis,mulai dari suara hingga matanya yg sembab memerah.


"Kalian bertengkar karena apa?"tanya tuan Estrank,tatapan tuan besar keluarga julliano itu sangat mengintimidasi.


"Aku dan tuan Kevin hanya berdebat kecil,Daddy tak perlu khawatir"hati Kevin terasa berdenyut nyeri saat Amerra dengan sengaja menekankan kata tuan kevin, biasa nya semarah apapun amerra dia tetap akan memanggil Kevin mas.


"Oh ya dad ada perlu apa?"tanya amerra lagi,ketika tuan Estrank terdiam tanpa mau berbicara sedikit pun.


"Erik baru saja memberi kabar bahwa Nisa tengah kritis di rumah sakit"jawab tuan Estrank pelan.

__ADS_1


Amerra tertegun di tempat,apa kah ini penyebab kekhawatiran nya berapa jam lalu, kekhwatiran yg di salah artikan oleh Kevin.


"Aku ingin ke rumah sakit sekarang dad"amerra berjalan cepat keluar dari mansion,di ikuti oleh Kevin dan jaga tuan Estrank.


Setelah duduk di mobil,Kevin langsung melakukan mobil nya ke rumah sakit ED,sembari merutuki kebodohan nya, terbukti perasaan tidak nyaman amerra tertuju pada Nisa bukan Rendy,tapi karena kecemburuan dan alarm waspadai tingkat tinggi nya membuat hubungan nya dengan amerra kembali merenggang.


"Kapan kalian berdua dewasa"tuan Estrank angkat bicara, memecahkan keheningan yg terjadi di dalam mobil.


"Maaf dad"amerra memalingkan wajah nya setelah mengucap kan kata maaf,ia sama sekali tidak ingin menatap Kevin sekarang.


"Ini semua salah ku dad,aku berfikir Ra khawatir kepada Rendy,ternyata Nisa penyebab dari kekhwatiran Ra"ujar Kevin,tangan nya mencengkram erat kemudi,merutuki kebodohan nya sendiri.


"Baikah kalau begitu kalian cerai saja"saran tuan Estrank.


"Tidak!"dengan cepat dan bersamaan Kevin serta amerra berteriak keras, pertengkaran sudah biasa dalam hubungan terutama rumah tangga yg di dasari bukan karena cinta,tapi perceraian kata itu tidak ada dalam kamus Kevin dan amerra sedikit pun.


Tawa tuan Estrank pecah melihat kedua pasangan yg selalu bertengkar,namun tidak ingin terpisah kan sedikit pun.


"Baik lah, Daddy tau kalian saling mencintai,jadi berhenti lah bertengkar"ledek tuan Estrank,sebenar nya beliau hanya bercanda mencoba melihat apa kah masih ada cinta di mata mereka berdua untuk satu sama lain,dan memang rasa cinta itu masih ada bahkan sangat terlihat.


Begitu sampai di rumah sakit, amerra, Kevin dan juga tuan Estrank langsung turun menuju IGD di mana Nisa tengah berjuang.


Di luar IGD berdiri sekertaris Wahyu,Erik dan juga Rendy,raut kekhawatiran dan kecemasan tidak dapat di sembunyi kan oleh tiga pria tampan itu.


"En, sebenarnya ada apa?"amerra mengalihkan pandangannya ke Rendy, menunggu jawaban dari laki-laki tampan itu.


"Saat ustadz Yusuf menolak permintaan cerai yg di lontar kan oleh Nisa, mendadak dia sesak nafas sebelum akhir nya tak sadar kan diri"amerra tersentak begitu mendengar penjelasan dari Rendy,kepala nya mendadak pusing mengingat semua masalah bersumber dari Aisyah.


"Hufhh,aku pusing"gerutu amerra pelan,dia langsung duduk di ruang tunggu sembari melihat ke arah IGD, berharap seorang dokter atau perawat keluar dan mengatakan bahwa sahabat nya baik baik saja.


Pintu IGD masih tertutup rapat,di dalam tenaga medis terus berjuang mati-matian, karena kondisi Nisa yg semakin menurun, tidak ada perkembangan dari kondisi nya yg semakin drop.


"Tidak ku mohon bertahan lah!"bentak dokter Ridwan frustasi,segala upaya telah di lakukan oleh nya namun tetap tak ada reaksi,detak jantung Nisa semakin melemah,di iringi dengan alat monitor organ-organ penting yg terus menunjuk kan penurunan.

__ADS_1


Sayup-sayup terlihat mata Nisa mengerjap,dia memang tidak di bius, gadis cantik itu melihat sendiri para tenaga medis yg terus menerus berusaha menyelamatkan diri nya.


"Hohh,aku Huhh lelah dok"dokter Ridwan mendongak,senyum lebar terukir di wajah nya melihat Nisa telah sadar.


"Tatap aku"dr.ridwan mengalihkan pandangan gadis itu agar mengarah kepada nya"kau akan baik-baik saja,bernafas lah dengan normal"pinta dokter Ridwan.


Nisa mulai mengatur nafas nya yg masih terasa sangat sesak, paru-paru nya seperti tidak berfungsi dengan baik.


"Dok!detak jantung pasien semakin lemah"ujar seorang suster, melihat detak jantung Nisa melemah dokter Ridwan langsung melakukan CPR atau pertolongan pertama.


"Tidak!sadar lah ku mohon"teriak dokter Ridwan begitu melihat mata nisa mulai terpejam.


"Dok!detak jantung pasien berhenti"dokter Ridwan mematung mendengar perkataan asisten nya.


"Cepat!alat pacu jantung!"pinta dokter Ridwan tegas,dengan cepat seorang suster mengambil alat pacu jantung,setelah mengatur Joule atau jumlah aliran listrik,dr.ridwan mengucapkan bismillah sebelum menekan kan ke dua alat tsb di dada Nisa.


Tetap tak ada reaksi, suara alat monitor terdengar memekakkan telinga membuat dokter Ridwan kalang kabut.


"Ku mohon bertahan"lirih dokter Ridwan sebelum akhir nya mencoba memacu jantung Nisa kembali.


Di luar, mendadak dada sekertaris Wahyu terasa sangat sesak,"argh"ringis nya pelan,tapi mampu merebut atensi semua orang yg ada di sana.


"Wahyu kau baik-baik saja?"Kevin yg lebih dahulu bertanya,dia mendekati wahyu yg terus menekan dada bidang nya yg terasa sangat sakit.


"Dada ku sesak tuan muda"dengan nafas tersengal-sengal sekertaris Wahyu menjawab, firasat nya semakin memburuk di tambah dada nya yg sesak membuat situasi semakin mendukung terjadi nya sesuatu.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Author balik lagi yah guys.


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like, like'like komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote.


Sarange 💗💗

__ADS_1


I love you all para readers kesayangan author bidadari ayah


Kamsahamida 🙏🙏🙏


__ADS_2