
"tentang sebuah rasa,rasa yg sama yg aku rasa kan ketika aku bertemu dengan en,ketika aku bersama nya ada di dekapan nya, melihat mata nya,aku merasa kan semua itu begitu aku bersama dan melihat mu"~Amerra permata sari.
~•••happy reading•••~
"Mas,itu kan cokelat panas nya Ra"amerra memberengut kesal melihat kopi panas nya di rebut oleh Kevin padahal ia belum mencoba nya.
"Mau?"Kevin menawar kan cup nya saja tanpa ada isinya membuat amerra kesal bukan main.
"Mas ih!"kesal amerra.
Tak terasa dua Minggu telah berlalu kini waktu nya mereka untuk pulang,sebelum itu mereka masuk ke salah satu pusat perbelanjaan di Seoul untuk membeli oleh-oleh.
Nisa, Kevin, sekretaris Wahyu,amerra berserta 4 body guard kini mulai asyik menelusuri toko toko di pusat perbelanjaan.
"Mas ke sana yuk"amerra menarik tangan sang suami ke arah toko yg menyedia kan berbagai furniture baby yg lucu dan imut.
Mau tak mau Kevin ikut melangkah, begitu mereka masuk beberapa pegawai membungkuk sopan terutama bagi melihat bos mereka siapa lagi jika bukan Nisa.
Nisa adalah salah seorang perancang busana terkenal,dan ini adalah salah satu tokoh nya.
"Wih mas,aku mau beli baju baby di sini ah"amerra masih sibuk memilah baju baju bayi yg bagi nya amat lucu.
Sementara Kevin,calon Daddy itu hanya mengangguk membiar kan istri nya memilih apa saja yg ia mau.
"Mas yg mana yg bagus"wajah berseri amerra tampak terlihat,ke dua tangan nya menenteng sesetel baju baby girls berwarna pink pudar dan biru muda.
"Pink,baby girls ku akan terlihat imut"Kevin menunjuk ke arah baju berwarna pink.
"Tidak,aku sudah membeli nya di rumah,aku ingin warna biru jika nanti laki-laki kita tak perlu repot-repot"Kevin menghela nafas kasar,ia terkadang bingung kenapa harus bertanya jika jawaban nya tetap sama.
"Baiklah,lakukan sesuka mu sayang"Kevin mengecup pipi amerra pelan,lalu menatap sang istri yg masih asik memilih baju baju bayi.
__ADS_1
Setelah memilih beberapa pakaian bayi, amerra dan Kevin berjalan untuk membayar nya, terlihat di sebelah meja kasir Nisa sedang memeriksa sebuah catatan dengan sekertaris Wahyu di sebelah nya.
"Wah saya tak tahu Anda berbakat di dunia bisnis nona"sindir sekretaris Wahyu,ia tak menyangka dalam beberapa bulan gadis yg ia kirim ke Korea berhasil bekerja dengan baik dan mengembang kan butik yg selama ini terlantar.
Nisa menghela nafas kesal"maksud anda, anda saja tak tahu bahwa saya itu memiliki banyak keahlian tersembunyi tuan"dengan kesal Nisa membalik halaman demi halaman dengan kesal.
Sekertaris Wahyu tergelak pelan"saya tahu nona berbakat,karena itu saya yakin nona bisa hidup dengan baik"jawab nya tulus,Nisa yg mendengar menaikan dagu dengan bangga.
"Kalian sedang apa?"mereka berdua menoleh ke arah amerra yg sedang membawa beberapa baju bayi imut.
"Kau menyukai rancangan ku?"
Amerra mengeryit bingung mendengar perkataan sang sahabat"apa kah ini rancangan mu?"tanya amerra mengangkat salah satu baju.
"Ya"jawab Nisa singkat,lalu pergi untuk mengurus beberapa hal.
"Ayo kita harus membayar"Kevin menarik amerra ke meja kasir, setelah menyelesai kan pembayaran nya mereka masuk ke salah satu restauran untuk memakan makanan khas Korea terakhir kali nya di negri gingseng itu.
"Aku tidak tahu mau kembali atau tidak"jawab Nisa yg masih sibuk dengan ramen nya.
"Itu negara mu nis"amerra masih sibuk membujuk sang sahabat berharap ia mau kembali,amerra tak sadar bahwa sekertaris Wahyu juga sudah melakukan berbagai cara untuk membujuk Nisa kembali namun nihil.
"Aku tahu tapi di sini aku bekerja,me aku tak bisa meninggal kan karir yg dengan susah payah ku bangun"bohong Nisa,ia memiliki alasan tersendiri untuk tak kembali.
"Kau kan sudah bertemu dengan Aisyah"amerra mulai menerka nerka alasan sang sahabat tak mau kembali.
"Sayang,bertemu belum berarti memaaf kan"Nisa mengacung kan jempol nya ke arah Kevin,ia sangat setuju jawaban dari CEO JL group ini.
"Yah"amerra mendesah lesu"tapi kan nis"amerra menggantung ucapan nya kala mendapat kan gelengan kepala dari sang suami,di ikuti tatapan tajam Kevin, pertanda berhenti.
"Aku akan kembali nanti"Nisa tetap keukeh pada prinsip nya.
__ADS_1
Sekertaris Wahyu hanya diam mendengar,ia tak tahu harus berkata apa sekarang.
"Apa ada Wahyu?"sekertaris Wahyu tersentak mendengar pertanyaan sang tuan muda,ia tertangkap basah sedang melamun.
"Tidak ada tuan muda"jawab nya sopan melanjut kan makan ramen nya, kebetulan mereka berdua memilih menu yg sama yaitu ramen.
"Kau yakin, ayolah Wahyu! Kenapa tak jujur akan perasaan mu sendiri"sindir Kevin keras,bukan ia tak tahu sang sahabat yg juga menjabat sebagai sekretaris itu memiliki perasaan pada Nisa.
"Jujur? perasaan apa sih mas?"amerra ikut nimbrung, amerra sama sekali tak mengerti arah pembicaraan suami nya dengan sekretaris Wahyu.
"Dia sudah jujur"celetuk Nisa,ia mengerti bahwa mereka kini tengah membahas tentang perasaan sekertaris Wahyu pada nya.
"Benar kah?wah kau bergerak cepat Wahyu"ledek Kevin pelan.
"Kalian bicara apa sih!"amerra mengerucut kan bibir nya kesal,ia sedari tadi bertanya namun tak satu pun yg menjawab nya.
"Bukan apa apa sayang"Kevin mengelus sayang rambut sang istri.
"Tapi mas tadi kan bicara apa sih, semua orang tahu tapi aku sendiri yg tidak"amerra tetap kesal karena ia adalah satu-satu nya orang yg tak tahu.
"Sayang,kau tak boleh marah marah,ingat kata dokter baby akan bahagia jika ibu nya ikut bahagia,kau tak mau terjadi apa apa kan dengan baby?"amerra dengan cepat menggeleng tegas,ia mengelus pelan perut nya yg agak membuncit.
"Aku akan selalu bahagia mas"amerra dengan semangat nya menghabis kan sup rumput laut nya.
# assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
author balik lagi yah guys 💗💗💗💗💗💗
Kevin dan amerra mau pulang nih guys ke Indonesia,kira kira ada kejutan apa yah yg ada di sana.
jangan jangan Rendy kembali?atau Vania Chen berulah?
__ADS_1
like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote.