
Follow Ig author:Nis3263.
Happy reading.
"Nis aku mencintai nya"lirih Rendy pelan, netra nya berkaca-kaca menghadap ke arah sang sahabat,netra yg selalu memancarkan ketenangan kini mendadak penuh keputusasaan yg jelas tergambar di sana.
"Tapi amerra mencintai ku"Rendy langsung menatap tak suka ke arah Kevin yg langsung merebut jawaban padahal Nisa yg ingin menjawab.
"Bisa kah kau tidak perlu menyela tuan julliano yg terhormat"ketus Rendy, sementara semua orang yg ada di sana memilih diam tidak ada yg berniat menyela sedikit pun perdebatan mereka.
"Terserah saya tuan Rendy,dan jangan lupa kan wanita yg anda cintai adalah istri saya"Kevin menekan kan kata-kata istri,supaya Rendy menyadari bahwa amerra adalah istri nya terlepas bahwa Rendy adalah cinta pertama nya.
"Kau!aku akan merebut amerra!!"bentak Rendy keras,suara nya meninggi di ikuti mata nya yg memerah,cinta nya masih terlalu besar untuk amerra dan Nisa dapat melihat hal itu dari dalam mata Rendy,hal yg dia sesal kan sedari dulu kenapa Rendy harus pergi.
"Itu kenyataan nya!!"balas Kevin tak kalah Tinggi.
"Ikut aku!"titah Nisa,ia tak ingin mengganggu istirahat sang sahabat,pada akhir nya kini mereka berada di ruangan Dokter Edward Snowden.
"Suruh siapa kau meninggalkan kakak ipar seorang diri,jangan salah kan dia jika nanti berpaling pada laki-laki lain"kata kata pertama yg di keluarkan oleh dokter Edward Snowden begitu mendengar bahwa Kevin dan juga Rendy baru saja baku hantam.
"Kau!"Kevin menatap tajam ke arah sang sahabat.
"Ren! duduk sini"pinta Nisa,Rendy seperti kucing yg tunduk kepada majikan nya,dengan cepat ia duduk di sebelah Nisa.
"Terlepas dari siapa cinta pertama amerra,fakta nya sekarang dia istri dari laki laki yg mencintai nya dan juga di cintai oleh nya,aku mengerti bahwa rasa cinta mu untuk nya sangat besar tapi kau juga sudah meniduri wanita lain ren"Rendy menggeleng ia tetap keukeh ingin merebut amerra dari genggaman tangan Kevin,tapi dia sadar bahwa dia juga laki-laki kotor.
"Tapi wanita yg ku tiduri tidak perawan lagi nis"uhuk!Nisa yg sedang minum langsung tersedak,ia terperangah tidak perawan?.
"Tapi kau seharus nya menjadi laki-laki gentle dengan mempertanggung jawab kan kelakuan mu"sinis Kevin.
"Tapi dia yg menjebak ku!kau tidak tau seberapa gila nya aku setelah melakukan nya kau tidak tau!!"teriak Rendy tidak terima,wajah nya sangat memerah hanya dia yg tau seberapa frustasi nya dia sewaktu di jebak.
__ADS_1
"Ren"Nisa mengelus lembut punggung kekar Rendy,ia berusaha menenang kan sahabat masa kecil nya.
"Aku sangat mencintai amerra hiks nis"Rendy terisak, membuat semua orang yg ada di sana tertegun baru kali ini mereka melihat sosok laki-laki setampan Rendy menangis.
Rendy menyandar kan kepala nya di bahu sang sahabat mengeluar kan segala keluh kesah yg biasa nya di simpan sendiri, isakan Rendy berhasil membuat mereka semua terdiam.
Nisa bahkan memaling kan wajah nya,menghalau air mata yg juga akan meluncur bebas dari netra nya.
"Kau tau nis,,hiks,,aku benar-benar mencintai nya"lirih Rendy pelan,air mata terus saja keluar dari netra nya.
"Tak bisa kah tuhan memberukan ku satu kesempatan saja untuk bahagia!aku benci hidup!"teriak Rendy keras sebelum dia melangkah keluar,Nisa yg melihat ikut mengejar sang sahabat,langkah Hells nya semakin mengejar Rendy,dia tau bahwa sang sahabat kini tengah berada di posisi paling kalut dan tidak bisa berfikir jernih.
"En!"langkah kaki Rendy terhenti begitu mendengar sapaan akrab yg sangat ia rindu kan,di depan nya telah berdiri amerra dengan perut buncit nya,senyum selalu saja menghias wajah cantik ibu hamil itu.
"Sayang"amerra membeku di tempat begitu mendengar panggilan dari Kevin,laki-laki tampan itu baru saja datang dan langsung mencium kening amerra dengan sayang.
"Maaf mas terlambat,kau baik-baik saja?"amerra hanya mengulas senyum tipis,ia sedang tidak memperdulikan pertanyaan dari Kevin,yg ia pedulikan dan harus di perduli kan adalah keadaan Rendy yg sangat berantakan.
"Kau menangis"Baru saja Amerra hendak berjalan mendekat,Kevin buru-buru menarik tangan nya lalu memasang wajah merajuk yg amat menggemaskan.
"Tidak,aku tampak nya melupakan sesuatu ame, sesuatu yg sangat penting"jawab Rendy.
"En, semua baik-baik saja?"tanya amerra lagi, sementara Nisa memutar bola mata nya malas mendengar pertanyaan tak berbobot dari amerra.
"Aku tidak baik-baik saja"Rendy memaling kan wajah nya"tapi sedang berusaha baik-baik saja"amerra mengerti, pasti nya Rendy telah tau siapa laki-laki yg kini tengah menggenggam tangan nya erat.
"Oh ya en, perkenalkan dia kevin suami ku"jleb!bak tertusuk pedang perkataan Amerra menembus ke hati nya, memperkenalkan sosok Kevin kepada laki-laki yg pernah ada di hati nya dan mencintai Nya adalah hal yg paling penting sekarang.
"Aku tau,terima kasih telah membuat ku sadar ame,sadar bahwa tidak ada nama ku di hati mu lagi,dan juga maaf"Rendy mendongak"maaf karena aku terlambat kembali,dan juga terlalu menyakiti mu,benar kata Nisa wanita baik hanya untuk laki-laki yg baik,aku terlalu kotor untuk wanita sebaik diri mu"lirih Rendy pelan,amerra hanya mengangguk berusaha meyakinkan hati nya,bahwa ini adalah hal terbaik.
"Maaf en,setidak nya kita impas bukan? sama-sama mengkhianati dengan cara yang sama hanya beda sebab"amerra tertawa, mengingat diri nya dan Rendy sama-sama bukan manusia suci lagi.
__ADS_1
"Boleh kah aku memeluk mu untuk sekali saja?"amerra menghapus air mata yg sedari tadi tak berhenti mengalir bahkan di balik tawa nya,dengan cepat Amerra melepas kan genggaman tangan Kevin,lalu merentangkan tangannya ke arah Rendy.
Tanpa peduli dengan tatapan kemarahan Kevin,Rendy langsung memeluk tubuh amerra erat,sulit rasa nya melihat fakta bahwa gadis yg ia cintai selama kurang lebih 8 tahun harus berada di tangan laki laki lain.
Di balik pelukan erat mereka berdua, kedua insan itu menyalami perasaan mereka masing masing di iringi dengan air mata,saling memeluk erat,melepas kan segala beban yg selama ini di pendam oleh diri mereka sendiri.
"Aku sangat mencintai mu ame"bisik Rendy di telinga wanita yg sampai detik ini selalu di cintai nya,baik di dalam doa atau di dalam hati.
"Aku tau en,maaf tak bisa mengatakan aku juga mencintai mu seperti dulu"amerra terisak di dada bidang rendy,ia selalu siap memberikan pelukan hangat sebagai bentuk penebusan nya yg telah dengan lancang berpaling hati, kepada sosok laki laki yg sedari tadi menahan kesal.
"Ini semua salah ku"Rendy semakin mempererat pelukan nya,tanpa menyakiti perut buncit amerra,dapat di rasa kan oleh nya bayi yg ada di kandungan amerra menendang-nendang.
"Dengar kan aku baik-baik,aku mencintai mu dan sekalu mencintai mu tak perduli apa pun yg terjadi nanti"lirih Rendy.
Semua orang yg ada di sana ikut terharu, melihat pelukan mereka yg seakan seperti perpisahan setelah tujuh tahun lama nya,Nisa bahkan terus menghapus air mata nya menggunakan tisu.
POV Nisa.
"Cinta bukan tentang yg bersama atau yg di harapkan,melainkan takdir tuhan yg membuat kita nyaman dan tentram,cinta selama delapantahun bisa berubah hanya karena sebuah rasa dan bahu lain yg singgah"
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Author balik lagi yah guys.
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like, like'like komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote.
Sarange 💗💗
I love you all para readers kesayangan author bidadari ayah
Kamsahamida 🙏🙏🙏
__ADS_1