
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"tiga tahun waktu yang lama tuan julliano,dia bukan balita."
"Aku tau,tapi kita sama-sama mengenal bagaimana sifat Ayana."kevin menjawab.
"Apa anda berencana menghancur kan JL group nona?"suara Kevin berubah dingin.
"Saya tidak sejahat itu tuan muda julliano.saya bukan anda,atau Nona Juliano yang lupa diri.hingga tidak ingat,siapa saja yang pernah menolong mereka di masa lalu."
Telak.
Perkataan Nisa berhasil membungkam Kevin, laki-laki itu terdiam seribu bahasa.
Setelah berbicara singkat,Nisa kembali duduk di ruangan Kevin.
"Mark,aku akan masuk ke ruang rapat."Nisa pamit,mengecup lembut pipi Mark sebelum berlalu pergi dari sana.
"Iya hati-hati."jawab Mark Santai.
Sekertaris Al,Kevin dan Nisa memasuki ruang rapat,membuat semua pemegang saham langsung membungkuk hormat.
"Selamat pagi semua nya.perkenal kan,pemilik saham terbesar kita sekarang,nona Nisa.”kevin memperkenal kan Nisa kepada semua orang.
"My name is kim ae-ra,kalian bisa memanggil ku nona Kim."Nisa sedikit membungkuk,menyapa semua orang dengan senyum manis nya.
"Anda desainer hebat itu kan?."
"Ternyata desajner hebat dunia menjadi pemilik Saham terbesar sekarang."
"Dia lebih cantik,dari gambar."
"Astaga,ternyata mendiang sekertaris Wahyu sangat beruntung."
Nisa hanya mengulas senyum sangat tipis.
Setelah rapat pemegang saham berakhir,mark dan rombongan mengadakan makan siang bersama.
"Karra,ayo makan sama papa di sini."Kevin melambai kan tangan nya.
"No papa,karra udah besar."karra menggeleng,dia duduk di tengah-tengah antara sekertaris Al dan Mark.
"Uncle al."
Karra menatap ke arah sekertaris Al.
"Ada apa princess?"jawab sekertaris Al bingung.
"Suapi!"karra memang pandai mencari perhatian,dia ternyata tau yang mana yang paling tampan.
"karra biar papa yang menyuapi mu."ujar Kevin,mengambil tubuh gembul baby karra ke pangkuan nya.
"Ndak mau."karra mengerucut kan bibir nya kesal.
__ADS_1
cup.
Amerra mengecup pipi gembul sang putri,mengelus nya pelan.secara perlahan,Amerra mulai mendidik anak nya agar menjadi gadis yang baik.
"karra kau harus sopan pada papa mu,sini biar mama yang menyuapi mu."Amerra menyendok kan nasi dan lauk,mengayun kan nya ke arah baby karra.
"ish mama,kenapa sih karra nggak boleh makan sendiri?"karra mengerucut kan bibir nya karena kesal.
"ayo makan sayang, menolak nasi bukan lah hal yang baik."Ameera menggeleng karena tingkah sang anak.
"baik ma."karra mengunyah makanan nya dengan pelan.
"karra seharus nya,kau tidak boleh seperti itu.papa mu ini pria paling tampan,uncle ren,uncle Al dan juga uncle Mark tidak ada apa-apa nya dengan papa mu ini."Kevin mengacak rambut sang anak gemas.
"no,papa tidak tampan."karra menggeleng.
"iya,papa mu memang tidak tampan karra.uncle ren mu ini adalah laki-laki paling tampan,mama mu dulu rabun hingga mau dengan papa mu."
celetuk Rendy membuat semua orang yang ada di sana langsung terkekeh, kecuali Nisa yang hanya diam tanpa reaksi.
Amerra mendelik sebal ke arah Rendy.
"mas Kevin laki-laki yang tampan jika dia jelek bagaimana bisa mendapat kan baby secantik karra?."kesal Amerra.
"karena mama nya yang cantik."jawab Rendy apa ada nya.
"jangan berani-berani nya memuji istri ku Rendy Eka Dwi putra!"Sinis Kevin.
1 bulan kemudian.
Tapi,semua nya hancur karena Amerra bertemu dengan Nisa lagi,pada hal Nisa sudah berulang kali menghindari nya.
“amin,kami sedang berusaha membuat nya,bukan begitu honey?”mark menoleh,mengerling kan satu mata nya.
“aku mencintai mu”mark mengecup kening Nisa.
Kenapa Nisa diam?apa dia tidak mencintai Mark?.
Amerra bertanya dalan hati, karena Nisa tidak membalas perkataan Mark.
Tidak mungkin kan Nisa masih mencintai sekertaris Wahyu,ku mohon jangan nisa.aku akan merasa sangat bersalah pada mu, karena aku yang membuat mu kehilangan cinta mu,dan juga alasan mu tidak bisa melanjutkan hidup.ku mohon,aku hanya ingin melihat mu bahagia,agar aku bisa membalas semua yang di beri kan oleh sekretaris Wahyu.
Mata Kevin memerah,rasa bersalah menelusup hati nya.tebakan nya tidak meleset,Nisa belum benar-benar mengikhlaskan kepergian sekertaris Wahyu.
Bukan sekertaris,Kevin sudah menganggap sekertaris Wahyu sebagai sahabat dan juga saudara.
Pada Wahyu lah Kevin mencurah kan semua isi hati nya,berkeluh kesah dan membagi suka duka berdua.
Kehilangan sekertaris Wahyu, membuat Kevin juga kehilangan sandaran hidup nya.tapi hidup tidak berhenti begitu saja masih ada Amerra,sang istri yang terbelenggu rasa bersalah.
Maaf Wahyu,aku tidak pantas kau sebut saudara.aku tidak mampu menjaga satu-satu nya wanita yang kau cintai,bahkan membiar kan nya terbelenggu kesedihan seorang diri.
“semoga rumah tangga kalian langgeng dan secepat nya kau bisa melupakan sekertaris Wahyu,nisa.”doa juga mengudara dari bibir Kevin, mengulas senyum sangat lebar.
“melupakan?anda tidak tau ya saya terbaring di rumah sakit jiwa selama satu Minggu?”nisa menatap tajam ke arah Kevin.
__ADS_1
“apa?”amerra terperangah kaget,berbeda dengan Mark yang langsung terdiam.
“kaget?kalian pasti tidak menyangka aku mantan pasien Rumah sakit jiwa”nisa menjawab santai.
“honey, jangan di bahas lagi ya?”mark meraih tangan Nisa, terbelalak kaget karena melihat darah di tangan nya.
“honey,apa yang kau lakukan?”mark panik bukan main.
“diam di sini,karra ayo kita cari kotak P3k”dengan menggendong karra,Mark berlalu pergi mencari keberadaan kotak p3k.
“nisa,kau pasti bercanda kan?”amerra menggeleng, sementara Kevin hanya terdiam.
“anda bukan sahabat saya,untuk apa saya bercanda pada orang asing.”nisa menatap dengan tatapan dingin,tidak ada yang bisa menebak apa yang dia Fikiran.
“nisa,maaf karena ku hidup mu hancur.kau gadis yang baik,aku benar-benar minta maaf.aku tidak meminta Wahyu mengorban kan diri nya,ini di luar kendali ku.”
Kevin menunduk,menghela nafas panjang.menatap Nisa dengan pandangan bersalah.
“kalian tau kenapa aku membenci kalian berdua?”nisa memandang Kevin dan Amerra bergantian.
“karena kalian egois.kalian berfikir setelah sekertaris Wahyu tiada,semua nya selesai sampai di sini. tapi,kalian salah semua nya tidak selesai,ada hati yang belum ikhlas hingga detik ini.”
Jleb.
Kevin dan Amerra terdiam.hati mereka di tusuk sebuah pedang tak kasat mata, langsung menembus hingga hati terdalam.
“nisa,ini takdir”amerra menyanggah.
“nona Juliano,saya tau ini takdir.maut ada di tangan Tuhan,kita tidak ada yang tau.termasuk bagaimana cara Tuhan mengambil nya,dan di tangan siapa.hanya saja,kalian terlalu sibuk dengan kebahagiaan kalian sendiri,tidak peduli ada orang lain yang tengah mengalami depresi berat,dan harus ketergantungan obat penenang.”
Mata Nisa memerah,air mata nya mengalir tanpa henti.dada nya terasa sesak, mengingat bahwa selama satu Minggu dia masuk rumah sakit jiwa karena sering berteriak di tengah malam.
“aku berjuang sendirian,kalian merenggut segala nya,tapi kalian tidak pernah peduli pada dampak nya.kalian bahagia karena kehadiran karra,tapi aku berduka karena kematian sekertaris Wahyu,aku selalu berteriak histeris di tengah malam, karena kejadian itu merenggut segala nya!tapi kalian tidak peduli!.”
Nisa berteriak keras, menatap tajam.
“hanya Rendy yang menemani ku di rumah sakit,aku sendirian.mulai detik itu aku membenci kalian,membenci kalian yang selalu mementing kan diri sendiri, terutama kau Amerra,kau wanita tidak tau diri!.”
Amerra terisak,menunduk mendengar semua cacian dan hinaan yang di beri kan Nisa pada nya.
“kalian mengata-kan kalian mengenang nya bukan?aku pun sama,tapi aku tidak bisa melupakan nya.aku sendirian,membangun semua nya dari awal tanpa sandaran,kalian tidak tau betapa sulit nya tidak bisa tidur karena mengalami mimpi buruk?.”
Nisa menyeringai,bangun dari duduk nya.
“mata itu,mata itu bukan milik mu Amerra,mata itu milik sekertaris Wahyu.mata itu milik cinta ku yang kau renggut.aku gila!itu semua karena kalian,aku beruntung karena aku tidak pernah berkeinginan bunuh diri,jika itu terjadi pada mu gadis kekanak-kanakan kau pasti sudah mati lebih dulu!”
Nisa berteriak keras.
“aku masuk rumah sakit jiwa karena kesalahan kalian!aku membenci kalian seumur hidup ku.”
Malam hari nya.
Amerra duduk terdiam di dekat jendela, perkataan Nisa kembali terngiang di fikiran nya.
"Honey keuntungan perusahaan naik puluhan kali lipat,berkat Nisa!"Kevin berteriak keras karena bahagia.
__ADS_1
Mark membantu JL group untuk mencapai kesuksesan yang sebenar nya,semua nya di lakukan untuk Nisa.