
A NEW NOVEL DI AKUN AUTHOR YANG SATU NYA YA!NONA KIM.
“kau turun melalui tangga darurat saja!aku tidak mau berbagi ruangan.”seperti biasa Arthur mengeluarkan titah sesuka hati nya.
“ya?.”
“kau mendengar ku dengan baik kan Mrs perfeksionis?.”
“tentu saja tuan,semoga anda selamat sampai lobby.”
Ting.
Tepat setelah pintu tertutup,Nisa berlarian menuruni tangga darurat.hells nya terus menapak dengan cepat, seperti cittah yang berlari dengan cepat,begitu juga Nisa.
Ting.
Ah rasa nya aku benar-benar bahagia setelah mengerjai nya.
__ADS_1
Arthur berdiri tegap di lobbby perusahaan.kedua tangan nya di masuk kan ke dalam celana,sembari menunggu sekertaris nya yang harus berlari melalui puluhan ribu tangga dari lantai 25 sampai ke bawah.
“hosh-hosh,kita berangkat sekarang tuan?.”tanya Nisa dengan nafas ngos-ngosan.
“ayo!.”
Dia tidak menawari ku minum lebih dulu atau bagaimana begitu?.
Nisa menatap heran ke arah Arthur yang terlihat sangat acuh pada nya.pada hal Nisa baru saja melewati puluhan ribu tangga, dengan Hells setinggi 10 cm.
“kau baik-baik saja? bodoh! bagaimana bisa berjalan sampai tersandung.”
Arthur mengoceh,sembari kedua tangan nya memeluk bahu Nisa yang hampir terjungkal ke depan.
“anda gila tuan!sejak pagi saya terus berlari dengan heels setinggi 10 cm,melewati banyak tangga dan anda bilang bodoh?.”kesal Nisa.
“cih!dasar pemarah.”
__ADS_1
Umpat Arthur,berjongkok tepat di hadapan nisa.membuat gadis itu sontak mundur beberapa langkah ke belakang.
“anda mau apa tuan?.”tanya Nisa kaget.
“diam lah!aku hanya mengechek kaki mu.”omel Arthur,sembari mengangkat sebelah kaki Nisa.
“pegangan pada bahu ku!akan merepotkan kalau kau sampai jatuh.”
Arthur kembali meletak kan sebelah tangan Nisa untuk berpegangan pada bahu nya.sementara,ia sekarang tengah berjongkok,menarik sebelah kaki Nisa untuk segera memeriksa nya.
Pemandangan itu tidak luput dari perhatian para karyawan yang menatap sepasang bos dan sekertaris itu dengan pandangan meleleh.
Walaupun termasuk seorang bos yang tega,Arthur tetap lah laki-laki yang perhatian terutama untuk sang sekertaris.
“ini lecet,astaga bagaimana bisa Mrs perfeksionis seperti mu terluka.lepas saja!.”
__ADS_1