
Follow Ig author:Nis3263.
Happy reading.
RENDY POV.
Dan lihat lah,takdir benar-benar bermain-main dengan ku, tanpa memperdulikan rasa lelah aku langsung pergi ke rumah amerra, ternyata sang ayah telah meninggal.
Pertama kali aku melihat nya saat di pemakaman, percaya lah detik itu juga air mata ku luruh, ketika aku melihat dengan mata kepala ku sendiri,aku melihat amerra terisak,bukan hanya itu yg menjadi fokus ku saat ini,melain kan perut buncit nya tampak nya semua ini kenyataan.
Satu kenyataan pagi yg sangat pahit, amerra berpaling dari ku dan mengatakan sendiri dengan gambalang dia mencintai suami nya.
Cinta yg hari ini ku lihat,kedekatan mereka berdua sungguh membuat ku sangat sesak,ini salah ku seharus nya aku percaya bisa menjaga amerra tanpa berkorban,tapi lihat lah dia yg ku perjuangkan bersama laki laki Lain.
Tak bisa kah hargai aku?
Lihat aku di sini?
Aku yg masih mencintai nya?masih mencintai nya hingga detik ini,dengan sombongnya Kevin mengumbar kemesraan dengan amerra di hadapan ku,rasa nya sesak bukan main tuhan!andai bunuh diri tidak dosa,ku pasti kan aku sudah loncat dari atap ini.
"Hiks,aku,,hiks, mencintai mu ame"Isak ku,persetan dengan semua orang yg berfikir aku banci karena menangis.
Aku benar-benar tak kuat menanggung semua nya sendiri,jika ada Nisa tentu dia menjadi sandaran ku sekaligus tempat ku bercerita, pembawaannya yg tenang serta sikap nya yg dewasa membuat nya cocok di jadikan tempat bercerita, tapi saat ini gadis itu tengah bertaruh nyawa.
Ya Allah tak berhak kah aku bahagia?
Aku ingin egois,aku ingin amerra?
Sulit?jangan tanya,hanya orang tidak waras yg mampu menjadi diri ku.
"Tuan rendy"suara seseorang membuyar kan lamunan ku,begitu aku menoleh ternyata sekertaris Wahyu, sekertaris dari saingan ku, laki-laki yg juga tengah mengejar cinta sahabat ku.
__ADS_1
"Cinta tak harus memiliki"satu kata yg keluar dari bibir Wahyu,kata yg menggambar kan segala pengorbanan ku selama ini.
"Hiks,ini tidak mudah"aku tidak perduli jika aku terlihat lemah sekarang, menangis dan menangis.
Berhasil!Kevin lebih unggul dari ku dalam segala aspek, kekayaan,cinta dan segala hal,dia berhasil membuat ku lemah dengan memamerkan kemesraan mereka di hadapan ku.
Cinta itu?ya cinta yg hingga detik ini masih bertahta, cinta yg selalu ku rawat hingga tumbuh sangat subur,cinta yg tampak nya juga harus segera aku kubur.
Sesak?jangan tanya,dengan mata ku sendiri aku melihat kemesraan mereka berdua, kemesraan yg terlihat sangat asli tanpa sedikitpun kepalsuan.
"Tuhan!tak dengar kah engkau bahwa aku mencintai hamba mu!tak bisa kah kau buat dia bersama ku!"teriak Rendy lantang,dia tidak perduli jika di katakan stres atau tidak waras.
Dia lelah,lelah memikul beban yg selama ini dia tanggung sendiri,beban yg di tutupi rapat-rapat oleh wajah tampan nya,beban yg tidak akan pernah tampak jika bersama dengan orang orang terdekat.
"En!"sial,ternyata ame ada di sini.
Aku menoleh dengan Mata memerah, terlihat jelas bahwa aku sedang menangis,lagi dan lagi Kevin dengan santai nya memamerkan kemesraan mereka,bahkan dengan tidak tau malu nya dia mengecup bibir amerra di hadapan ku dan sekertaris Wahyu.
"Jika kalian hanya ingin pamer kemesraan silahkan pergi!aku tau kalian adalah pasangan yg serasih"aku memalingkan pandangan saat melihat amerra bersedih,sial hati ku masih tak kuat.
"Cih!memang kenapa dia istri ku!"dengan lantang nya Kevin berujar membanggakan diri nya di hadapan ku.
"Kau tidak ada apa-apa nya dari ku bodoh!!!aku yg telah berkorban banyak untuk ame!!kau fikir aku ikhlas hah melihat mu bersama dengan wanita yg ku cintai!!"bentak ku,aku benar-benar kehilangan kontrol kesabaran jika berhadapan dengan seorang Kevin.
Dapat ku lihat Ame tersentak,aku tau dia kaget karena selama kami bersama,aku tidak pernah menunjuk kan sikap kasar ku sedikit pun,namun kini aku bisa apa tuhan?aku terlalu lelah.
Tanpa memperdulikan mereka semua,aku langsung melangkah turun menggunakan tangga,aku benci takdir.
Setelah memastikan sahabat ku baik baik saja,ku lakukan mobil kembali ke rumah.
Begitu sampai wah,aku mendapat hadiah yg sangat menyenang kan,tamparan indah dan keras melayang ke pipi ku,jangan tanya siapa yg memberi kan nya,tentu ayah ku ,satu satu nya orang di rumah ini yg berani menampar ku.
"Kau kemana saja ren!kau masih terus mengurusi gadis tak tau diri itu hah!! berani-beraninya kau melawan ku!!!"aku memejam kan mata,berusaha menahan kesabaran di saat ayah terus-menerus menghina ame ku.
__ADS_1
"Dia gadis ja*ang!dia hamil di luar nikah!!!"
"Cukup!!!!"bentak ku lebih keras,cukup kesabaran ku telah di ambang batas penghabisan,tanpa memperdulikan bunda yg terisak,aku mendekat ke arah ayah dengan langkah penuh amarah.
Srek!ku menarik kerah kemeja ayah ku, cukup!aku lelah di tekan.
"Belum puas kah anda membuat ku tidak bisa bersama dengan amerra!aku lelah yah!aku bukan robot yg bisa kau kekang terus menerus!aku juga punya hati!"bentak ku keras,prang!vas bunga milik bunda ku banting sangat keras,aku benci situasi ini.
"Ren"dapat ku rasakan,bunda menepuk lembut punggung ku, percuma amarah ku malah semakin menjadi.
"Bahkan jika ayah mengancam untuk menyakiti ame lagi,mari kita lihat ayah akan berhadapan dengan siapa!ku pastikan satu hal yah!ayah akan kehilangan putra ke dua mu selama nya"tekan ku keras,aku ingin lihat seberani apa ayah jika telah berhadapan dengan keluarga julliano.
"Aku benar-benar merasa, bahwa aku bukan putra kandung ayah sekarang,ayah tidak mengekang bang Aldi dan juga Aldo sama seperti ku"lirih ku pelan,sebelum akhir nya aku melangkah masuk kembali ke dalam rumah, menuju lantai dua di mana di sana terletak kamar ku.
Di kamar ini tidak ada yg berubah,kamar yg sama di mana dulu aku menghabis kan waktu untuk menulis surat, surat yg selalu terkirim teratur menemani kehidupan ame ku.
Pandangan mata ku teralih kan pada jendela ku yg dari dulu di pasang tralis besi, teringat jelas di fikiran ku bagaimana ayah memarahi ku dan memukul ku karena aku diam diam melompat ke jendela demi bertemu amerra.
Sejak saat itu aku selalu di kekang.
"Ayah,aku benar-benar tidak percaya ini"gumam ku pelan,tanpa terasa air mata ku runtuh seketika,aku terduduk di lantai,hiks hiks,tak ada yg dapat ku lakukan saat ini, merebut amerra pun tampak nya tak mungkin.
RENDY POV END.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Author balik lagi yah guys.
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like, like'like komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote.
Sarange 💗💗
I love you all para readers kesayangan author bidadari ayah
__ADS_1
Kamsahamida 🙏🙏🙏