BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)

BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)
karena kalian patut di benci


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


"Kalian terlalu sibuk dengan kebahagiaan kalian sendiri, hingga lupa ada hati yang sedang terluka.mungkin itu sebab nya,nona Nisa membenci anda dan nona muda."


Ujar sekertaris Al.


"Dan jangan lupa,anda dan nona Amerra tidak hanya melukai satu hati.bagaimana jika nona Nisa sampai masuk rumah sakit jiwa? keluarga nya juga akan terluka tuan,tapi pernah kan di tengah malam kalian terbangun tengah malam dan berteriak memanggil nama sekertaris Wahyu?atau pernah tidak nona amerra berteriak dan sesak nafas, karena tragedi penembakan itu kembali."


Kevin bungkam,otak jenius nya memang tidak pernah sampai ke sana sedikit pun.


"Nona Nisa mungkin sering berteriak dan terisak tengah malam,mengingat laki-laki yang sangat dia cintai terbunuh.tapi kalian?kalian mungkin sedang bercinta.kalian pantas untuk di benci, sekertaris Wahyu mengorban kan nyawa nya untuk nona muda.dan juga mata nya agar tetap bisa melihat nona Nisa,tapi terbalik,kalian membiar kan nona Nisa sendirian."


Kalimat panjang di keluar kan oleh sekertaris Al.


"Bagaimana kau bisa tau?"tanya Kevin.

__ADS_1


"Anda lupa saya siapa?"tanya sekertaris Al balik.


"Saya tidak ingin berkata di hadapan nona muda,bahwa dia tidak pantas di maaf kan, karena kesalahan nya cukup banyak."


"Aku tau,tapi aku tidak bisa melakukan apapun."Kevin menunduk merasa bersalah pada Nisa.


"Andai kalian lebih dulu membuka mata,pada penderita nona nisa.mungkin saja nona Nisa mampu memaaf kan kalian berdua."


sekertaris Al berujar.


pada malam hari.


Kevin duduk termenung di ruang kerja nya di mansion julliano.perkataan sekertaris Al terngiang di telinga nya tanpa henti,tidak pantas di maaf kan, perkataan itu benar-benar menusuk hati nya.


Kevin berdiri,menatap figura di hadapan nya.jejeran foto nya bersama dengan Wahyu,dari mereka kecil,batita, balita, anak-anak, beranjak dewasa,abg,remaja,dan laki-laki dewasa.


"Wahyu maaf,aku bodoh.aku tidak peduli pada kesakitan wanita mu,aku terlalu sibuk dengan kebahagiaan ku bersama dengan Amerra."

__ADS_1


Kevin memandang sendu ke arah figura Wahyu.


"kau sudah melakukan banyak hal untuk ku.semua hal,sedari kita kecil kau selalu mengalah pada ku,menjaga ku dengan sangat baik.tapi,menjaga wanita mu saja,aku tidak mampu."


Amerra yang baru masuk,menghela nafas sangat panjang.memandang ke arah Kevin,yang sedang membelakangi nya.


"maaf mas"


Kevin menoleh,mendekap Amerra dengan erat.


"ini salah ku,aku tidak pernah peduli pada Nisa sedikit pun."


Amerra berkata jujur,setelah kematian sekertaris Wahyu dia sama sekali tidak peduli pada nisa.dia larut dalam kebahagiaan nya sendiri, menikmati peran baru nya sebagai ibu,dan menikmati limpahan kasih sayang dari Kevin.


Hingga Amerra terlena,tidak sadar ada seseorang yang sedang mengalami masa-masa berat.


Amerra tidak pernah ingin tau bagaimana kondisi Nisa sekarang,yang ia tau hanya Nisa semakin sukses,tanpa tau gadis itu masuk rumah sakit jiwa atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2