BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)

BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)
Kevin vs Rendy


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING GUYS.


Kota B.


Ting!


Handphone milik Kevin berdering di saat pria tampan itu tengah sibuk merebah kan tubuh nya, setelah selama beberapa hari mengurus bisnis di kota B bersama sekertaris Wahyu kini berakhir,Kevin merebah kan diri tubuh nya terasa sangat lelah.


Dengan malas,Kevin membuka mata nya secara perlahan,yg pertama kali ia lihat adalah nama Erik.


Kak,Rendy kembali.


Tiga kata yg membuat jantung Kevin serasa meloncat di tempat, tanpa perduli bahwa tubuh nya masih lelah,Kevin dengan cepat membangun kan sahabat sekaligus sekertaris nya,siapa lagi jika bukan sekertaris Wahyu.


"Wahyu bangun Wahyu!!!"dengan kasar Kevin menggoyang kan tubuh kekar sekertaris Wahyu yg baru saja terlelap beberapa jam, guncangan hebat dari sang tuan muda memaksa sekertaris Wahyu membuka mata nya perlahan-lahan.


"Ada apa tuan muda"tanya nya dengan suara serak khas bangun tidur.


"Kita pulang sekarang!"titah Kevin tegas, membuat sekertaris Wahyu yg masih mengumpul kan kesadaran nya terbelalak kaget bukan main,apa terjadi sesuatu hingga harus pulang sekarang?begitu lah perkiraan sekertaris Wahyu.


"Baik tuan muda"sekertaris Wahyu langsung bersiap-siap,untung saja mereka pergi mengguna kan mobil,jadi bisa pulang secepat nya kapan pun mereka mau.


Setelah persiapan pulang telah siap, tanpa perduli dengan segala macam oleh-oleh yg seharus nya di beli oleh mereka, sekertaris Wahyu langsung melaju kan mobil nya memecah kepadatan jalan raya kota B.


"Bagaimana bisa Rendy kembali secepat ini"gerutu Kevin kesal,ia kesal bukan main kenapa Rendy harus kembali di saat ia tidak ada di sebelah amerra,dan sial nya lagi di saat ia berada di luar kota.


"Tuan Rendy sudah kembali"ekspresi terkejut sekertaris Wahyu tidak dapat di sembunyi kan,ia terkejut tidak menyangka bahwa Rendy akan secepat ini kembali.


"Hmm,aku harus bagaimana Wahyu?"tanya Kevin,kepala nya kini telah bersandar di kursi mobil,mengusap wajah nya kasar,rasa nya sakit sial, kenapa dia seakan belum siap dengan segala kemungkinan yg siap terjadi.


"Anda harus tetap bertahan,dan siap dengan segala kemungkinan yg terjadi tuan muda"saran sekertaris Wahyu.

__ADS_1


Akhir nya setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam, mobil yg di kendarai sekertaris Wahyu sampai di parkiran rumah sakit,tanpa basa-basi Kevin langsung berlari masuk, nafas nya terengah-engah mungkin efek kelelahan.


Mendadak aura nya menajam begitu melihat sosok laki laki yg pernah ia lihat foto nya tengah berdiri dengan santai nya di depan ruang rawat sang istri,aura Kevin mendadak berubah menjadi kelam bahkan sangat kelam.


"Sedang apa kau di sini?"Rendy menoleh mata nya menatap tajam ke arah laki laki yg baru saja datang.


"Kevin arlando Julliano?benar kah ini anda laki laki yg meninggal kan istri nya dalam keadaan lemah demi perkerjaan"tanya Rendy sjnis, sebelum nya papa amerra yaitu tuan Chen telah menunjuk kan foto-foto pernikahan Kevin dan amerra.


Srek!


Kevin menarik kerah kemeja Rendy,laki laki ini tampak nya benar-benar menguji kesabaran nya.


"Jangan ikut campur urusan rumah tangga ku"dingin Kevin,bukan nya takut Rendy dengan santai menatap ke arah Kevin.


"Cih!selagi itu masih berurusan dengan wanita yg ku cintai aku akan tetap berurusan dengan nya,Akan ku rebut ame ku kembali"


Bugh!!!!


Bukan mereka nama nya jika tidak saling meninju,mereka tidak seperti wanita yg jika bertengkar akan mengambil jurus kucing garong atau tarik tarikan rambut.


Ke dua laki laki tampan itu saling menonjok satu sama lain,bahkan Erik dan tuan Chen yg baru saja datang berusaha memisah kan mereka berdua bahkan percuma,tidak ada satu pun dari petugas keamanan atau tim medis yg berani memisah kan mereka berdua.


Bahkan wajah tampan mereka kini telah banak belur dengan lebam dan darah di mana mana,namun tetap mereka saling menyerang.


"Berhenti!!"bentak kan sekeras itu seakan menuli kan telinga mereka, mereka masih sibuk menghajar satu sama lain, membuat gadis yg tadi berteriak menghela nafas kesal sebelum berjongkok melepas kan high Hells berwarna merah milik nya.


Huh!mendadak hati gadis cantik itu tak rela jika Hells nya menjadi korban,ah tapi ia bisa apa sekarang? Hells berharga puluhan juta hadiah dari seseorang ah, melihat kondisi yg semakin kacau, membuat gadis itu tanpa fikir panjang melempar kan masing masing Hells nya ke arah kaki Rendy dan Kevin.


Brugh!!


"Argh"Rendy dan Kevin secara bersamaan mengerang kesakitan begitu Hells puluhan juta itu menyapa lutut mereka,untung saja Erik dan tuan Chen menahan tubuh mereka jika tidak mereka berdua bisa oleng.


Dengan kesal,ke dua laki laki yg sama sama mencintai amerra dan baru saja bertengkar itu menoleh ke arah pengacau yg mengacau kan pertarungan mereka.

__ADS_1


"Nisa"secara bersamaan ke dua laki laki itu menyebut kan satu nama, begitu melihat gadis cantik dengan setelan jas Marron itu dengan santai nya berdiri di sebelah sekertaris Wahyu.


"Apa!"tantang Nisa,mata nya mengamati wajah laki laki di hadapan nya yg lebam lebam.


"Cih!ikut aku dasar ke kanak-kanakan"decih Nisa sebelum melangkah masuk ke ruang rawat amerra.


Kini Kevin dan Rendy sudah duduk di sofa yg tempat yg bersebelahan,Nisa sengaja melarang sekertaris Wahyu untuk tidak mengobati sang tuan muda, karena menurut nya jika mereka bertengkar lagi kan jadi lebih mudah.


"Sebenar nya kalian berdua ini kenapa?memperebut kan amerra?"tanya Nisa, sementara wanita yg sedang di ribut kan tengah tertidur pulas di ranjang,tidak menyadari kehebohan apa yg terjadi karena diri nya.


"Tidak ada yg mau menjawab?"tanya Nisa begitu tidak ada satu pun di antara Rendy dan juga Kevin yg ingin buka mulut.


"Begini nona"Nisa mengangkat satu telapak tangan nya sebatas bagi pertanda melarang sekertaris Wahyu menjelas kan.


"Kau untuk apa kembali ren?"Nisa beralih ke arah sahabat nya"jangan bilang kau masih mencintai ame setelah apa yg kau lakukan tak bisa kah kau sadar diri?"tanya Nisa lagi, kali ini Rendy menunduk ia tak berani menatap ke arah sang sahabat.


"Sahabat mu ini"Nisa menunjuk tubuh nya sendiri sebelum menggeleng pelan"ah bukan wanita yg egois tidak tau diri, tidak tau malu dan penyakitan benar begitu ren?"Nisa menekan kata-kata nya,hati nya terlanjur sakit akan segala tuduhan tanpa alasan yg Rendy keluar kan pada nya.


"Nis maaf"


"Aku tidak meminta mu berbicara ren"potong Nisa cepat"kau tau kan amerra sudah menikah?sadar tidak sadar kau sama saja mau menghancur kan pernikahan ame ren"Rendy tetap bukan mendengar semua ceramah yg di lontar kan oleh Nisa,dia tak bisa menampik karena memang semua itu kah fakta nya.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Author balik lagi yah guys.


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like, like'like komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote.


Sarange 💗💗


I love you all para readers kesayangan author bidadari ayah


Kamsahamida 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2