BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)

BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)
pertengkaran


__ADS_3

LANTAI ATAS (RUANG CEO)


Kevin tengah memainkan pena di tangan nya, fikiran nya sibuk menerawang perkataan sang istri tadi.


"Tuan muda Anda baik baik saja?"sekertaris Wahyu bingung dengan sikap tuan muda nya,yg sedari tadi diam tak bergeming.


"Siapkan jadwal check up,aku akan segera berlibur"Titah Kevin,mungkin berlibur pilihan terbaik agar sang istri bisa melupakan penat nya sebentar saja Fikir nya.


"Baik tuan"sekertaris Wahyu langsung keluar, menyiapkan segala sesuatunya tak ada yg boleh terlewat sama sekali.


Menikah dengan sosok amerra permata sari,benar benar harus menekan kemarahan nya setiap berhadapan dengan amerra,ia yg tak pernah mengalah kini harus rajin mengalah agar sang istri tak marah.


"Hufhhh,Ra aku mencintai mu"lirih Kevin,sudut bibirnya tertarik ke atas mengingat sifat sang istri yg terkadang ke kanakan.


Sosok tampan itu mulai mengerjakan berkas berkas yg menggunung,menanti sang sekretaris kembali.


Tak terasa mata hari telah naik tinggi,terik nya tak menyurutkan semangat orang lain bertempur dengan perkerjaan.


Amerra dan Nino baru keluar dari musholla setelah melaksanakan ibadah shalat Dzuhur,mereka berdua juga berjalan ke kantin di mana Aisyah,Frans, Nino,dan Ratna yg telah menunggu kehadiran mereka.


"Silahkan di makan"Aisyah datang membawa pesanan mereka berdua yaitu,SOP iga,Soto ayam,dan juga dua es teh.


"Terima kasih"senyum amerra mengembang sempurna begitu mendapati makanan favorit Nya.


Mereka semua langsung menikmati makanan dengan hikmat, sesekali di selingi canda dan tawa yg di sebabkan oleh cerita Frans yg patah hati.


"Cieee, penggoda bisa ketawa juga yah"sindir seorang karyawan bername tag Carolline, termasuk pegawai senior jika di bandingkan dengan Amerra dan Aisyah.


Mendengar sang adik angkat di sindir,Nino pasang badan,laki laki tampan berkaca mata itu berhadapan dengan Carolline.


"Siapa yg anda katakan penggoda nona elinee?"Carolline tertawa sinis mendengar pertanyaan dari Nino,tentu saja lah amerra kan gosip sudah menyebar,bodoh Fikir nya.


"Siapa lagi jika bukan amerra, penggoda sang ceo!"suara lantang Caroline merebut semua atensi pengunjung kantin JL group,mereka lebih tertarik melihat drama di depan nya dari pada bercanda dengan rekan kerja nya.


"Bukan nya anda yg penggoda nona,semua orang pasti tahu jika anda ingin keruangan CEO anda pasti membuka kancing kemeja atas kan?"sahut Ratna tak terima, menurut nya wanita di hadapan nya ini tak sadar diri.


"Oh ya tapi kenyataannya dia yg keluar dari mobil CEO!"semua orang terperangah mendengar balasan Carolline,setahu mereka untuk berdekatan dengan CEO saja harus mati Matian,karena beliau sosok yg tak dapat di sentuh.


"Bisakah anda diam! sehebat apa anda hingga anda mencaci saya hah?!sesuci apa anda nona Carolline,apa anda fikir saya tak tahu?anda melakukan hal tak senonoh di gudang dengan salah satu atasan tua yg sudah beristri bahkan cucu!"telak,yg menjadi topik perdebatan kini angkat bicara,nada suara nya meninggi.


Membuka aib yg sebenarnya ingin amerra simpan sendiri, tapi sikap senior nya makin kemari semakin menjadi, melampaui batas wajar.


Mendadak wajah Caroline pias,ia fikir tak ada yg tahu bahwa dia menjadi penghangat ranjang seorang atasan.


"Akh!"mendadak perut amerra yg sudah membuncit sakit,rasa nya amat sakit,dahi nya berkerut dengan mata terpejam menahan rasa sakit.


"Ame"semua orang panik bukan main, begitu melihat amerra mengerang kesakitan.


"Bawa dia ke rumah sakit"titah Ratna,dengan cepat Nino menggendong sang adik angkat,di susul dengan Aisyah.


Sementara Ratna dan juga Frans pergi untuk izin,mereka cukup mempercayakannya pada Nino.


Setelah sampai di parkiran,Nino langsung membaringkan amerra di kursi belakang, sementara Aisyah mengelus kepala ibu hamil yg sudah tak sadar kan diri sambil mencari cari nomor seseorang.


📞Tut,,Tut,,,Tut,,,Tut,,

__ADS_1


"Halo"~


"Halo pak!amerra pingsan"~aisyah.


"Apa!nona pingsan?"~


"Iya"~aisyah.


"Bawa ke rumah sakit ED,saya dan tuan muda akan menyusul"~


Setelah sampai, beberapa perawat sudah menunggu berikut dokter pribadi amerra yaitu Edward Snowden.


Semua hal berikut pemeriksaan dan apapun itu,sudah di tangani dan di awasi oleh sekertaris Wahyu.


Dia sudah menelpon dokter Edward Snowden,yg langsung dengan cekatan mempersiapkan semuanya.


"Ada apa dengan nona?"Edward Snowden begitu khawatir,ia melihat keadaan amerra yg sudah pucat di brankar.


Dengan cekatan beberapa perawat mendorong brankar ke IGD,di ikuti Aisyah dan juga NiNo.


Tap,tap.


Langkah kaki memenuhi lantai rumah sakit,wajah gusar suami dari pasien yg tak lain adalah Kevin,wajah penuh kekhawatiran tidak dapat lagi di sembunyikan.


"Aisyah di mana Ra ku?"Nino terperangah melihat wajah khawatir sang atasan,ada apakah ini sebenarnya?.


"Dia ada di dalam,tadi dia pendarahan"deg!fakta itu seakan menampar kuat diri nya, seharusnya ia tak membiarkan Ra nya berkerja.


"Kak Nino!dia suami nya ame"melihat wajah bingung sang sahabat, akhirnya Aisyah angkat bicara.


"Maaf Ra"lirih Kevin,netra nya berkaca kaca,sakit bukan main ketika dari kaca transparan ia dapat melihat bayangan sang istri sedang di rawat oleh beberapa Dokter.


"Semua akan baik-baik saja tuan"dengan tenang sekertaris Wahyu berujar,ia tak boleh ikut khawatir karena kekhawatiran bisa membuat suasana menjadi semakin kalut.


± 1 jam,pintu IGD terbuka, menampilkan sosok dokter Edward Snowden, dengan wajah yg begitu dingin.


"Bagaimana keadaan Ra ku?"Kevin begitu khawatir, dengan cepat ia langsung menghampiri dokter Edward Snowden.


"Kakak ipar pendarahan,bukan kah sudah ku katakan untuk menjaga nya?emosi nya sedang tak stabil,tekanan darah juga tinggi, kandungan nya lemah Vin,ku mohon jaga kakak ipar,dan untuk saat ini ia akan di rawat"jelas dokter Edward.


"Sebenarnya apa yg terjadi?"sekertaris Wahyu bertanya dengan nada dingin dan pandangan nya datar.


Nino mengambil alih,tak mungkin membiarkan Aisyah yg menjelaskan pada makhluk kutub ini fikir nya,dengan cepat ia menjelaskan dari awal perdebatan Carolline dan juga amerra.


"Pecat dia Wahyu"aura dingin menguar hebat dari wajah tampan Kevin,ia tak kan segan segan menyakiti orang yg telah menyakiti cinta nya,Ra nya.


"Baik tuan"membungkuk hormat, sekertaris Wahyu berjalan meninggalkan Kevin di ikuti dengan Aisyah dan juga NiNo.


RUANG RAWAT INAP


Kelopak mata itu tak mau terbuka, menyembunyikan mata indah yg selalu berbinar ketika mendapat kan sesuatu.


Tangan yg mulai menggemuk efek kehamilan kini terpasang selang infus,drop satu kata yg pantas menjabarkan keadaan amerra.


Matahari yg mulai lelah, bersembunyi dan hanya menyembulkan kepalanya sedikit menikmati dua insan saling terikat,langit perlahan berubah jingga pertanda sudah sore.

__ADS_1


Mata milik amerra mulai mengerjap menandakan sang pemilik ingin terbangun,begitu terbangun yg dia lakukan adalah meraba Perut nya dan menangis histeris,sontak Kevin gelagapan bukan main.


"Hiks,,hik,,,, anak ku"Isak amerra,dengan cepat Kevin mendekap tubuh sang istri,dapat ia rasakan punggung amerra juga ikut bergetar.


"Semua baik baik saja Ra"Kevin terus menghadiahi kecupan di kening sang istri,di ikuti tangan kekar nya yg menepuk lembut punggung amerra berharap tangis sang istri mereda.


"Hiks,,bayi ku"lirih amerra,ia khawatir setengah mati takut sang anak tidak baik baik saja, percayalah ia sangat ketakutan kini, tubuh nya juga bergetar.


"Hey!Ra, lihat aku"Kevin merapihkan rambut sang istri yg berantakan,lalu mengusap air mata yg masih mengalir.


"Anak kita tak apa apa,hanya saja kau harus bedrest total"senyum mengembang mendengar jawaban dari sang suami,dengan cepat ia memeluk tubuh kekar Kevin lagi.


"Terima kasih"lirih amerra,ia sangat bahagia kebahagiaan yg tak terhingga.


Kevin mencium hidung mancung sang istri,lalu mengambil kan minum yg langsung di terima amerra,dalam beberapa tegukan air tersebut habis.


"Aku lapar"amerra berkata dengan sangat lirih,tapi mampu di dengar oleh Indra pendengaran tajam Kevin.


"Kau ingin sesuatu?"tawar Kevin.


"SOP iga"Kevin hanya mengangguk lalu keluar untuk mencari SOP iga keinginan sang istri.


"En"entah mengapa bayang bayang Rendy kembali keingatan nya,bukan ia lapar hanya saja ia ingin sendiri merenungkan segala perasaan yg makin mengganggu nya.


Rasa tak nyaman, bimbang bercampur menjadi satu.di sisi lain sosok Rendy masih bertahta indah di relung hati terdalam tapi,tak dapat amerra pungkiri mungkin saja lama kelamaan posisi itu akan tergantikan dengan Kevin.


"Kau kemana?tak bisa kah cepat kembali?aku belum yakin bahwa kau telah tidur dengan orang terdekat ku tapi Nisa,,,,,,tak mungkin ia berbohong"meragukan Nisa bukan hal yg baik,tak ada alasan untuk meragukan nya.karena Nisa menyukai sekertaris Wahyu,,,tak mungkin ia berbohong fikir amerra.


"Lupakan Rendy!"titah nya pada diri sendiri,tak penting tak masalah,mulai membuka hati untuk Kevin itu jalan terbaik, meskipun nantinya akan sulit dan Amerra paham hal itu.


"Ra"panggilan itu membuyarkan pergelutan batin amerra,ia mendongak tersenyum manis ke arah Kevin yg sibuk memindahkan SOP iga ke mangkuk.


"Suapi"rengek amerra manja,jangan lupakan puppy eyes yg sengaja ia pasang agar Kevin tak mampu menolak nya.


Dengan penuh kasih sayang Kevin menyapu sang istri,hingga suapan terakhir.


Ada yg Janggal,mata ibu hamil itu kini memerah, memicing menatap ke arah Kevin.


"Buat aku berpaling, sebelum En kembali"lirih nya,mata Kevin ikut memerah bukan terharu,melainkan ia bisa melihat banyak luka terpancar dari manik mata hitam amerra.


Luka yg di buat oleh Rendy dan juga dirinya,luka yg teramat dalam hingga Kevin tak yakin bisa membantu amerra menyembuhkan nya.


Bukan hanya sebuah rasa, melainkan sebuah perasaan benci dan juga kecewa tapi rasa sakit yg teramat.


Luka yg berhasil menembus relung hati amerra terdalam,relung hati yg penuh dengan luka dan juga rasa sakit.


Menghela nafas,ini waktu nya Kevin mengangguk yakin.2 bulan dalam waktu dua bulan ia bertekad membuat amerra jatuh cinta pada Nya,dan juga terus berada di dekapan nya tanpa berpaling.


# assalamualaikum 🙏💗🥰🙏


author balik lagi yah.


like, like, like, komen, komen, komen, komen, and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote


I always love you

__ADS_1


Sarange 💗💗💗💗💗💗


__ADS_2