BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)

BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)
kedatangan tuan xio woo Chen


__ADS_3

~•••happy reading•••~


a new Novel,guys mampir



Setelah mempersilah kan sang tamu untuk duduk,amerra pergi ke dapur untuk membuat kan minum.


"Silah kan di minum"setelah meletak kan minuman di meja,amerra kembali duduk mulai mengatur nafas ingin bertanya alasan pria ini datang.


"Maaf tuan,sebenar nya ada keperluan apa ya?"tanya amerra.


"Kau putri angkat tuan Adi kan nak?ibu mu kemarin datang meminta mu meninggal kan suami mu demi kakak tiri mu kan?"amerra terdiam membisu,ia bingung bagai mana bisa laki laki paruh baya ini tau masalah nya yg besar itu.


"Tak perlu bingung,maaf kan akan sikap istri ku"


Jeder!!!


Bagai tersambar petir di siang bolong,amerra kini tak percaya bahwa pria paruh baya di hadapan nya adalah suami dari ibu kandung nya, kejutan apa lagi ini tuhan.


"Ma-maksud an-anda?"amerra bertanya dengan terbata-bata,ia shock bukan main,ini kejutan yg bisa saja menjadi Boomerang bagi rumah tangga nya.


"Saya xio woo Chen,ayah dari Vania Chen"tuan Chen mengulas senyum tipis,mata ibu hamil di hadapan nya ini sangat mirip dengan mata nya,manik yg teduh serta senyum anggun.


"Saya datang ke sini hanya ingin meminta maaf atas perlakuan istri saya,dia sangat tidak sopan"tuan Chen menghela nafas pelan"dia hanya seorang ibu yg mengingin kan kebahagiaan untuk anak nya,saya tak habis Fikir ibu macam apa yg bisa mengorban kan kebahagiaan putri nya demi putri yg lain nya,untuk itu saya benar-benar minta maaf,Vania Chen terlalu terobsesi dengan nak kevin"dengan tulus tuan Chen berujar,ia benar-benar ingin dekat dengan sosok amerra demi memasti kan satu hal.


"Berarti anda tak ingin meminta saya menjauhi mas Kevin kan,dan memberi kan nya pada nona Vania?"gurat kekhawatiran tampak jelas tergambar di wajah amerra,bisa bisa kondisi nya down jika ia terus memikir kan hal ini.


Tuan Chen tertawa lucu"saya tidak sejahat itu nona julliano"huh!amerra mendesah lega,ia sempat berfikir akan hal hal buruk.


"Nak kalau begitu paman pamit dulu"tuan Chen mulai berjalan keluar di ekori oleh amerra yg hendak mengantar kan sang tamu keluar.


"Hati hati di jalan paman"pesan amerra pelan,ia melambai kan tangan nya begitu mobil milik ayah dari saingan nya itu menjauh.


Tak terasa beberapa hari berlalu,hari ini tepat lima bulan usia kehamilan amerra,dan juga hari yg sangat di nanti kan oleh seorang Kevin Arlando Julliano.


Hari ini mereka ingin melakukan check up,menurut Edward Snowden usia lima bulan bisa di lihat jenis kelamin dari janin yg telah di kandung amerra.


Dengan bergandengan tangan,Kevin dan amerra mulai memasuki lobby rumah sakit ED,begitu sampai di ruangan sudah ada Edward Snowden dan juga seorang perawat yg di tugas kan untuk memeriksa amerra.


"Apa kabar kakak ipar"sapa Edward mengulur kan tangan,baru saja ingin menyambut jabatan tangan Edward,tangan amerra buru-buru di tepis oleh Kevin.


"Jangan menyentuh Nya"Kevin benar benar posesif terhadap amerra,terbukti dia yg langsung memeluk pinggang sang istri lembut,semakin merapat kan tubuh amerra ke pada nya.


"Cih! dasar posesif"gerutu Edward pelan.

__ADS_1


"Ayo duduk lah dulu kakak ipar"Edward mempersilah kan sepasang suami istri itu untuk duduk terlebih dahulu.


"Terima kasih"jawab amerra,ia duduk di sofa dengan nyaman,mata nya sibuk mengamati ruangan sang dokter pribadi.


"Kakak ipar,katakan satu hal kau ingin boy or girl?"tanya Edward,dia ingat rapat kemarin ya membahas tentang Kevin yg dengan yakin mengata kan bahwa sang calon bayi berjenis kelamin perempuan.


Ya,walau pun bagi sebagian besar keluarga, terutama keluarga konglomerat atau kerajaan bisnis.anak laki laki lebih di utama kan,banyak yg rela memiliki lebih dari satu istri hanya karena ingin memiliki seorang putra.


Bagi keluarga besar,putra adalah keturunan wajib.karena apa? karena mereka menganggap bahwa putra derajat nya lebih tinggi dari seorang putri.


Namun itu semua tidak berlaku bagi Kevin,menurut nya memiliki seorang putri adalah kesenangan tersendiri.seorang anak perempuan lebih dominan bermanja ke sang ayah, keceriaan yg selalu menyambut nya pulang,berada dalam dekapan nya,ya hanya itu yg ada di fikiran Kevin.


"Apa pun jenis kelamin nya,aku mensyukuri nya dok"jawab amerra,sembari mengelus perut buncit nya.


"Ah baiklah,yg kakak ipar fikir kan benar,ayo berbaring dulu"amerra menurut,ia langsung berbaring di brankar.


Setelah mengoles kan gel, suster mulai mengarah kan alatvdi genggaman nya,sementara dokter Edward Snowden mulai memperhati kan layar USG dengan teliti.


"Keadaan bayi nya sehat,tak ada yg perlu di khawatir kan"jelas nya singkat.


"Bukan kah kau kata kan kami bisa melihat jenis kelamin nya Sekarang?"Kevin mengeryit bingung,bukan kah Edward mengata kan jenis kelamin bayi Nisa di lihat waktu kandungan berumur 4 bulan 2 Minggu.


"Kau penasaran?"dokter Edward sengaja menggoda sang sahabat sekaligus atasan,bagi nya kapan lagi ada momen seperti ini.


"Baik lah jenis kelamin bayi kalian......."


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


"Mas bahagia?"tanya amerra,kini mereka tengah dalam perjalanan pulang menaiki mobil yg di sopir langsung oleh sekretaris Wahyu.


"Hem"Kevin hanya mengulas senyum tipis nya.


"Selamat tuan dan nona"ucap sekretaris Wahyu yg masih sibuk menjalan kan tugas nya apa lagi jika bukan, menjadi sopir pribadi.


"Oh ya, sekertaris wahyu.kemarinaku menelfon Nisa,tapi nomor nya tidak aktif,apa kau tau sesuatu?"tanya amerra, kemarin ia menelfon sang sahabat namun nomor nya tak aktif.


"Apa kah dia marah dengan perkataan ku kemarin?"dahi Kevin mengeryit heran,tak mungkin kan sampai sejarah itu hanya karena perkataan nya.


"Mungkin"singkat sekertaris Wahyu.


Amerra yg tak mengerti apa-apa hendak bertanya,namun belum bertanya ia melihat sahabat nya siapa lagi jika bukan hilma,ya gadis berambut merah pendek itu tengah mengobrol dengan seseorang.


"Sedang apa dia?"lirih amerra pelan,namun masih di dengar dengan sangat baik oleh Indra pendengaran Kevin yg tajam.


"Siapa?"Kevin menoleh, melihat mantan pegawai nya.

__ADS_1


"Mas tau sesuatu?Nisa kemarin, waktu kembali sangat aneh,dia tampak mencurigai hilma"mengalir lah cerita waktu itu,di mana tampak keseriusan ibu hamil itu dalam bercerita.


Ting!


Sekertaris Wahyu menyaut handphone di saku nya sembari tetap fokus ke arah jalan,ia mengeryit bingung ternyata pesan itu dari sang tuan muda.


Tuan muda


Menurut ku ada yg tidak beres dengan gadis itu,bisa jadi gadis itu yg tidur dengan Rendy.


Sekertaris Wahyu menghela sejenak,ingin rasa nya ia terbang langsung ke Korea bertemu Nisa,dan langsung menanya kan hal itu,namun apa daya jam terbang nya sangat padat, membuat nya menyamping kan hal pribadi demi sang tuan muda.


"Mas!"pekik nya kesal, terutama melihat sang suami tengah sibuk dengan handphone nya.


"Maaf sayang"dengan cepat Kevin meletak kan handphone nya kembali ke dalam saku celana,ia tak ingin sang istri sampai marah.


Mobil sekertaris Wahyu melaju ke arah Rumah berwarna putih,ya rumah itu adalah rumah baru milik Kevin dan amerra yg baru mereka tinggali beberapa hari ini.


Setelah sampai amerra di sambut langsung dengan binatang gembul berwarna abu gelap, kucing itu dengan manja nya melingkar di kaki amerra.


"Ughhh,Noni ku sayang"dengan gemas amerra menggendong kucing peliharaan kesayangan nya,Noni ya kucing yg baru baru ini di beli kan Kevin untuk sang istri.


Walau pun sebenar nya ada rasa menyesal di hati nya karena membelikan makhluk berbulu lebat itu,karena amerra lebih perhatian pada peliharaan nya dari pada Kevin.


"Sayang"panggil Kevin kesal,terutama ketika amerra masuk ke dalam rumah dengan kucing gembul di gendongan nya tanpa memperduli kan sang suami yg kesal bukan main.


"Huh,Wahyu besok buang saja hewan itu ke planet mars"ketus Kevin,sebelum akhir nya ia memilih ikut melangkah masuk.


Sementara sekertaris Wahyu termengu di tempat nya,bagai mana cara nya membuang kucing itu ke planet mars,harus kah ia memakai jasa kurir J&T,atau menitipkan nya di dalam roket NASA,mungkin kah ia harus menendang kucing gembul itu hingga keluar angkasa?,ah atau ia harus mengguna kan balon udara lalu mengikat kucing itu.


Tapi tunggu,ia tak setega itu hingga membuang kucing itu ke planet lain apalagi yg tak ada udara nya,bagai mana bisa kucing malang itu bernafas?,apa kah ia harus membeli baju yg di khusus kan untuk para astronot dengan ukuran kecil agar kucing itu muat,lalu apa dia juga harus mensetok makanan kucing, mengingat di mars tak ada kehidupan,lebih parah nya lagi bagaimana bisa kucing itu hidup sendiri di sana.


Argghhh memikir kan nya saja sudah membuat sekertaris Wahyu pusing bukan main.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Author balik lagi yah guys.


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote


Sarange 💗💗


I love you all para readers kesayangan author bidadari ayah


Kamsahamida 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2