BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)

BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)
balasan setimpal


__ADS_3

~"Bukan pendendam?hanya saja aku melakukan sesuatu yg harus di rasa kan oleh amerra,cinta itu bisa manis juga bisa beracun,mungkin dengan begini Rendy bisa merasa kan betapa hancur nya amerra waktu itu"~siti Khoirun Nisa.


FOLLOW IG AUTHOR:Nis3236.


Happy reading.


"Nak"amerra hanya menatap sayu ke arah tuan xio woo Chen yg tak lain adalah ayah nya.


"Aku ingin istirahat mas"pinta amerra pada Kevin,setelah sampai di kamar yg menjadi saksi bisu amerra kecil hidup tanpa ibu dan hanya memiliki ayah nya.


Amerra memilih untuk segera membersih kan diri,setelah selesai gantian Kevin yg membersih kan diri.


Begitu keluar dari kamar mandi,Kevin di suguh kan pemandangan amerra tengah terlelap sambil memeluk foto gadis kecil bersama tuan Adi,perlahan Kevin mendekat lalu mengecup pelan kening amerra.


Di luar,tepat nya di ruang tamu hanya ada keheningan yg melanda,sebelum pada akhir nya tuan Estrank buka suara.


"Nis,kau datang dengan cepat memang nya kau dari mana?"tanya tuan Estrank.


"Australia,aku tengah mengecheck pembangunan butik baru di sana"jawab Nisa,seulas senyum tipis terlampir di bibir tipis nya.


"Kau berkerja sangat keras nis,pantas saja Erik dan Wahyu tergila-gila pada mu"ledek tuan Estrank, sementara Erik sibuk menatapi wajah sembab gadis pujaan nya yg telah lama tak terlihat,tetap cantik di balik kesederhanaan nya ah Nisa semakin membuat nya jatuh cinta.


"Nona,aku heran kenapa anda tetap cantik"jujur Erik, jangan lupa kan wajah polos yg ia tampil kan,lucu namun berhasil membuat sekertaris Wahyu menatap nya tajam.


Nisa yg mendengar mengulas senyum tipis,netra mereka semua teralih kan pada Kevin yg baru saja datang,ia langsung duduk di sebelah Erik.


"Bagaimana keadaan ame Vin?"tanya tuan xio pada sang menantu.


"Alhamdulillah,dia sudah tidur pa, tidur dengan memeluk foto ayah Adi"lirih Kevin pelan.


Derttt derttt handphone Nisa berdering berhasil membuat gadis cantik yg sibuk dengan minuman nya menoleh ke arah handphone nya, Rendy nama yg tertera di layar membuat nya mendesah kesal.


📞📞📞📞


"Assalamualaikum"~nisa.


"Wa'alaikumsallam"~rendy.


"Ada apa ren?jika kau ingin menanya kan soal ame jangan sekarang,aku sedang sibuk"~nisa.


"Apa benar amerra sudah menikah?"~rendy.


"HM"~nisa.


"Kenapa kau tidak memberi tahu ku hah!seharus nya kau memberi tahu ku!kau tau kan seberapa besar aku mencintai nya! sahabat macam apa kau hah!beri tau aku Nisa!kenapa kau melakukan ini kepada ku hiks"~rendy.


Deg!jantung Nisa terasa ingin berhenti, bagaimana bisa seorang sahabat membiar kan sahabat nya berteriak bahkan menangis.

__ADS_1


"Ren maaf,tapi aku ingin ame bahagia"~nisa.


"Tapi tidak begini cara nya nis!kau egois! entah mengapa aku memiliki sahabat seperti mu penyakitan, egois,tidak tau diri dan tidak tau malu"~rendy.


"Ya!aku memang penyakitan! egois!tidak tau diri!dan juga tidak tau malu!!!"


Pyar!!dengan penuh emosi Nisa membantung handphone berlogo apel di gigit,ia marah bukan main, dari dulu dia yg selalu di salah kan bukan orang lain,dia yg menjadi korban.


Semua orang tersentak kaget melihat kemarahan dari gadis berzodiak Aquarius itu,terutama mendengar suara teriakan Nisa yg semakin menjadi.


"Nona"sekertaris Wahyu mendekat,bukan tatapan manis atau bahagia yg di beri kan oleh Nisa,melain kan tatapan tajam yg berhasil mengalah kan tatapan dingin milik sekertaris Wahyu.


Tanpa banyak bicara Nisa berjalan keluar,duduk di bawah pohon menetral kan emosi yg tiba-tiba meledak tanpa memperduli kan situasi yg tengah berduka.


"Tadi Rendy kah?"tanya Erik,ia samar-samar mendengar panggilan telpon antara Nisa dan sekertaris Wahyu"dia sudah tau kalau kak ame menikah,mungkin kah sebentar lagi dia kembali"Kevin tersentak bukan main mendengar perkataan Erik.


Mungkin saja Rendy akan kembali sebentar lagi, mengingat rasa cinta milik Rendy yg Sangat besar,walau pun amerra sudah mencintai nya tapi mungkin saja hati milik sang istri semakin kemari semakin meragu.


Cinta yg baru saja tumbuh bisa musnah hanya karena satu hal, kembali nya cinta masa lalu,bisa kah dia mempertahan kan amerra?menguat kan cinta yg baru bersemi?cinta yg sangat ingin Kevin miliki.


Tidak,bukan masalah itu yg sekarang harus ia Fikir kan melain kan keadaan sang istri,amerra,Kevin langsung berjalan kembali menuju ke kamar.


Mengecheck keadaan sang istri yg belum benar-benar pulih, menempel kan punggung tangan nya ke dahi amerra,mata nya terbelalak kaget menyadari suhu tubuh sang istri di atas rata rata.


"Ra!!"Kevin terus saja mengguncang tubuh sang istri,namun sama sekali tak ada respon dari Amerra.


"Rik!!!siap kan mobil!!!"pekik Kevin keras,Erik yg mendengar teriakan sang kakak langsung menyiap kan mobil.


Nisa dan sekertaris Wahyu yg sedang duduk di bawah pohon ikut berdiri,ketika melihat Kevin membawa masuk amerra ke dalam mobil.


"Nona muda"sekertaris Wahyu langsung sigap masuk ke dalam mobil yg berbeda di ikuti oleh Nisa,tuan xio woo Chen dan juga tuan Estrank.


"Ra sayang bangun"Kevin terus menepuk lembut pipi amerra berharap sang istri bisa sadar kan diri,namun fakta nya Amerra sana sekali tak sadar.


Cit!!!.


Decitan rem terdengar memekik kan telinga semua orang, begitu pintu di buka Kevin langsung di sambut dengan petugas medis dan juga dokter Edward Snowden,mereka di tugas kan langsung untuk menangani nona muda keluarga Juliano itu.


Setelah di baring kan di brankar,dengan langkah terburu buru para petugas medis mendorong brankar milik amerra masuk ke dalam IGD.


1 jam kemudian.


Dengan langkah pelan, dokter Edward Snowden keluar dari ruang IGD.


"Kakak ipar hanya demam, kandungan nya untuk saat ini tidak bermasalah, saya harap kalian harus benar-benar menjaga ibu dan bayi, mengingat kini bukan hanya fisik kakak ipar yg bermasalah,melain kan juga jiwa nya juga,saya takut terjadi sesuatu"pesan Edward Snowden sebelum melangkah keluar, meninggal kan semua orang yg masih mematung.


Melihat keadaan sang sahabat yg sudah baik-baik saja,Nisa memilih berjalan pelan meninggal kan mereka semua.

__ADS_1


Setelah di pindah kan ke ruang rawat,Kevin tak henti-henti nya berada di sebelah sang istri, menggengam erat tangan pucat itu.


"Ra,ku mohon bertahan"lirih Kevin pelan,netra nya terus sibuk memindai wajah sang istri yg mulus tanpa noda.


"Vin,anak ku dan juga cucu ku pasti akan baik-baik saja"tuan xio woo Chen menepuk pelan pundak Kevin memberi kan kekuatan kepada sang mantu yg kini tengah sibuk memikir kan keadaan amerra.


"Amin, semoga saja pa"jawab Kevin pelan.


Jika Kevin tengah mencemas kan keadaan sang istri berikut juga anak nya beda dengan laki-laki tampan berahang tegas,dan mata dingin itu.


Kini ia tengah sibuk mengawasi sosok gadis cantik yg tengah berdiri di atap rumah sakit ED,jam sudah menunjuk kan pukul 14:00, beruntung saja kini cuaca sedikit mendung berhasil menghalau sinar matahari yg ingin menerpa wajah cantik itu.


"Nona"akhir nya setelah sekian lama memberi kan waktu untuk Nisa memenang kan diri, sekertaris Wahyu menyapa dengan senyum manis yg tak pernah ia beri kan kepada siapa pun.


"Hem"dehem Nisa pelan, tanpa menoleh,dia sibuk memandang ke arah banyak nya gedung pencakar langit di sana.


"Anda baik baik saja?"Nisa tertawa Begitu mendengar pertanyaan yg di lontar kan oleh sekertaris Wahyu,terlalu lucu bagi nya menanya kan dia baik baik saja sekarang bukan lah saat yg tepat.


"Harus baik baik saja"jawab Nisa.


Di dunia ada 3 tipe kondisi baik baik saja,1.baik baik saja karena memang sedang baik,2.terpaksa baik baik saja karena keadaan atau ke 3.harus baik baik saja,karena keadaan, situasi dan kondisi tidak mendukung mu untuk tidak baik baik saja.


"Keadaan tidak mendukung anda untuk tidak baik baik saja"Nisa hanya mengangguk pelan,senyum tipis terukir di bibir nya, senyum yg belum pernah ia perlihat kan kepada orang lain,senyum penuh luka dan rasa sakit.


"Anda benar sekertaris Wahyu"canda Nisa.


"Rendy marah pada mu nona?"tanya sekertaris Wahyu,Nisa menoleh sekilas lalu mengangguk pelan,ya fakta nya Rendy marah pada nya.


"Ku rasa itu balasan yg setimpal atas perlakuan Rendy kepada amerra"jawab Nisa santai.


"Anda tipe orang yg suka membalas dendam nona"ledek sekertaris Wahyu,ia berfikir bahwa Nisa hanya pembangkang dan juga gadis yg memiliki sifat keras kepala,tapi fakta yg mengejut kan lain nya adalah gadis ini pendendam.


Nisa menghadap kan tubuh nya ke arah sekertaris Wahyu memasang tampang santai namun menakut kan.


"Bukan pendendam?hanya saja aku melakukan sesuatu yg harus di rasa kan oleh amerra,cinta itu bisa manis juga bisa beracun,mungkin dengan begini Rendy bisa merasa kan betapa hancur nya amerra waktu itu" jawab Nisa.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Author balik lagi yah guys.


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote


Sarange 💗💗


I love you all para readers kesayangan author bidadari ayah


Kamsahamida 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2