
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
a new novel guys baca ya!!!tentang Nisa,sama sekertaris Wahyu? kira-kira sekertaris Wahyu masih hidup nggak ya?!.
"Nisa sudah menikah."
Uhuk,uhuk.
Rendy tersedak mendengar perkataan amerra.dia yang sedang memakan makanan pedas,harus menahan tenggorokan nya yang terasa sakit.
"Astaga"Rendy menekan hidung mancung nya,sembari menegak segelas jus jeruk.
"Mama,jangan seperti itu.uncle ren kan jadi tersedak."karra memperingati sang mama untuk tidak mengulangi nya lagi.
"Iya-iya maaf"Amerra menjawab acuh.
"Astagfirullah"Rendy memukul-mukul dada nya,mata nya juga memerah.
"Kau tampak terkejut En,memang nya kau belum tau?"dahi Amerra berkerut dalam,menelisik ke arah mata Rendy.
"Jika aku tau,tentu aku tidak akan terkejut"jawab Rendy ketus.
__ADS_1
Bagaimana bisa Nisa tidak mengundang ku?.aku selalu bersama nya, bahkan saat dia di rawat di rumah sakit jiwa.
"Kau juga tidak tau en? bagaimana bisa?bukan nya saat di Korea kau sering bertemu dengan nya"ekspresi terkejut tidak dapat di sembunyi kan oleh Amerra.
Amerra tidak tau, persahabatan Rendy dan juga Nisa tidak sedekat itu di Korea.
Walaupun fokus dengan bisnis cabang restauran nya yang ada di Korea,Rendy tetap memiliki waktu untuk bertemu Nisa,tapi gadis itu sangat sibuk.
Karir yang semakin melambung dan nama yang semakin terkenal di mana-mana,membuat Nisa tidak memiliki waktu bertemu Rendy.
"Aku tidak sedekat itu dengan Nisa.semenjak menjadi desainer dan juga penyanyi"Rendy menjawabnya jujur.
"Oh ternyata kau tidak tau juga ya"Amerra mendesah kecewa, membuat nya menatap tajam ke arah luar.
"Kita jadi ziarah kan hari ini?"tanya Rendy.
"Iya"jawab karra antusias.
Setelah selesai dengan makanan masing-masing, Rendy dan juga Amerra langsung menuju ke pemakaman.
***
Barisan nisan menyapa pemandangan mata, Amerra memandang hamparan rumput yang menjadi tempat nya menapak.
Amerra membalut kan jilbab hitam pada karra,sebelum melangkah menuju kedekat makam milik seseorang.
__ADS_1
Wahyu.
Nama yang tertera di batu nisan yang Amerra kunjungi.
"Assalamualaikum sekertaris Wahyu,aku dan karra dayang berkunjung."
Ayana menyapa, sembari mengelus pelan nisan milik mendiang sekertaris Wahyu.
Sementara Rendy sibuk mencabut rumput di sekitar makam.
"Halo ayah,karra datang."baby gembul menyapa sang ayah.
"Dia adalah ayah Wahyu,ayah mu juga.jadi karra harus memanggil nya ayah juga,karra harus menyayangi lebih dari papa.ayah lebih dulu berpulang bertemu Allah.karena itu,kau harus rajin berdoa untuk ayah, mengerti?."
Sedari kecil karra sudah di perkenal kan pada sosok Wahyu,ayah kedua nya.
"mama,karra selalu berdoa pada Allah,pada ayah bisa kembali sekarang?"karra kecil bertanya pada Amerra,netra nya mengerjap lucu.
"ayah sudah tidak bisa kembali sayang,karra hanya bisa mendoakan ayah.karena,tanpa ayah karra dan mama tidak akan bisa hidup,dia banyak berkorban untuk kita."
Amerra menjelas kan dengan bahasa yang lembut dan tertata, berharap karra bisa mengerti.
"okeh mama"hanya itu jawaban dari karra,dua sibuk mengelus nisan sekertaris Wahyu.
aku datang sekertaris Wahyu, terima kasih telah menyelamat kan wanita yang ku cinta.tapi maaf,aku tidak bisa menjaga wanita yang kau cintai,bahkan membiar kan nya di rawat di rumah sakit jiwa.
__ADS_1
Batin Rendy.