
Happy reading.
"i-itu tak benar!"elak fresya,bohong jika ia tak takut, keringat dingin membahasi wajah cantik nya.
"Mas"amerra menyenggol Kevin yg sedari tadi diam tak berekspresi,amerra takut sang suami terkena serangan jantung dadakan karena terlalu terkejut.
"Hem"sahut Kevin pelan,sebagai seorang anak tentu dia kecewa kepada sang mommy,apa kah ini alasan nya sang Daddy selalu sibuk?yaitu untuk menghindari sang mommy yg ternyata selingkuh.
"Maaf Dad,jika Daddy lelah cerai kan saja mommy, kesalahan nya sudah tidak dapat di tolerir lagi.erik dan kak Kevin bisa mandiri tanpa kehadiran nya,kami mendukung mu dad"kata kata bijak keluar dari bibir Erik,bagi Erik tak masalah jika sang Daddy bercerai,toh percuma pernikahan ini di pertahan kan.
"Tidak!"teriak Fresya keras, bagaimana bisa ia bercerai dengan ATM berjalan nya, bagaimana nanti dia bisa hidup?.
"Seharus nya anda sadar diri nyonya,anda sama sekali tak pantas di sebut ibu atau pun istri"setelah lama terdiam,Kevin angkat bicara sambil berjalan masuk ke kamar,di ekori oleh amerra yg tau pasti suami nya kini tidak baik baik saja.
"Kevin!!"Vania Chen masih terus berteriak memanggil nama Kevin namun percuma,jangan kan menoleh melirik saja Kevin tidak.
"Diam Vania!"pinta tuan xio woo Chen tegas,ia menatap tajam sang putri agar diam,setelah pamit,tuan besar Chen langsung menarik istri dan juga putri nya keluar.
Dan sekarang tinggal lah keluarga julliano,melihat kondisi yg sudah tak memungkin kan untuk melawan,akhir nya fresya mengalah ia memilih berlutut di hadapan tuan Estrank,berharap suami nya bisa mengubah keputusan nya lagi.
"Maaf kan aku sayang"lirih nyonya fresya pelan,tapi percuma tuan Estrank sudah bulat dengan keputusan yg ia buat,tak ada kesempatan ke dua untuk pernikahan mereka.
"Mulai detik ini aku mengharam kan mu untuk menyentuh tubuh ku, fresya Anindita Putri aku menjatuh kan talak pada mu"dengan lantang tuan Estrank berujar,cukup ia menahan semua nya sendiri demi para anak anak nya,kini tak ada harapan sedikit pun untuk melanjut kan pernikahan mereka.
Setelah mengata kan hal itu,tuan Estrank dan juga Erik langsung pergi meninggal kan nyonya fresya yg tengah meratapi nasib nya.
Tanpa mereka sadari, ada sosok yg kini hancur di balik pintu kamar nya,Kevin masih bisa mendengar semua nya termasuk talak yg di jatuh kan tuan Estrank kepada nyonya fresya,tepukan lembut di punggung nya di beri kan oleh amerra,ia tahu sang suami tengah tak baik-baik saja.
__ADS_1
Tanpa bicara,Kevin berjalan menuju ke jendela kamar mereka,di sana terletak sebuah sofa berwarna hitam,setelah menduduk kan diri di sana,ia langsung menyandar kan kepala nya pada sandaran sofa.
Membuang semua rasa kecewa,kesal,dan benci,kini ia berada pada fase paling down dalam hidup nya,ia pusing bukan main rasa nya sulit di jelas kan dengan kata kata.
"Mas,butuh bahu?"tawar amerra memamer kan bahu nya,ya walau pun tak sekekar bahu Kevin setidak nya masih nyaman untuk bersandar dan juga tempat untuk mengeluh kan segala rasa kecewa.
Mendengar perkataan sang istri,tanpa basa-basi Kevin langsung menyandar kan kepala nya di sana,di ikuti tepukan pelan di punggung nya.
"Sayang kau tau sakit nya memiliki ibu namun tak perduli"lirih Kevin mulai bercerita.
"Dulu....saat aku di mansion hanya ada para pelayan di sana,saat aku jatuh hanya ada Tante Mina(ibu angkat sekertaris Wahyu)yg membantu ku berdiri?,sedang kan mommy ia sibuk dengan handphone nya tanpa melirik ku"netra penuh kekecewaan dan kesedihan terpancar jelas dari mata itu,mata yg selama ini selalu menatap dingin tak bersahabat.
"Aku fikir dulu mungkin mommy bersikap seperti itu karena sedang hamil Erik,selama hamil Erik aku benar-benar iri pada adik ku itu,tapi pada kenyataan nya dia lebih malang dari ku"senyum getir terukir indah di bibir laki laki tampan pemilik JL group.
"Begitu dia lahir mom tak ingin menyusui nya,bahkan perduli pada nya saja tidak"sebagai calon ibu dan putri yg Terbuang,amerra tentu dapat merasa kan apa yg di rasa kan oleh Erik,tapi kenapa dia dan jevin seperti dua orang berkebali kan.
"Mas,Ra tau perasaan mas,tapi menangis bukan lah jalan keluar,mas harus terlihat baik baik saja"Kevin menggangguk patuh.
Menerbang kan rambut sebahu nya hingga menutupi sebagian wajah nya, menatap ke arah cakrawala ada rasa penasaran yg belum terpuas kan,ia belum puas dengan cerita tuan Estrank tadi,dia heran jika fresya semurah itu lalu apa kabar Vania Chen yg telah memandang dunia luar,dari pada penasaran ibu hamil itu memilih mengambil handphone menelfon Sekertaris Wahyu.
Tut,Tut,Tut,📞📞📞📞
"Assalamualaikum nona"~wahyu.
"Wa'alaikumsallam sekertaris Wahyu,maaf mengganggu"~amerra.
"Tidak masalah nona,kata kan ada apa?"~wahyu.
__ADS_1
"Tak bisa kah kau berbasa-basi dulu! kenapa langsung to the points,dasar datar, bagaimana bisa sahabat ku menyukai mu"~amerra.
"Karena saya tampan"~wahyu.
"Ah sudah lah,aku ingin menanya kan sesuatu, apa kau tahu semua kelakuan ibu mertua ku selama ini?"~amerra.
"Tidak"~wahyu.
"Bagaimana bisa kau tidak tahu hah!bukan nya kau selalu melakukan apa pun agar semua nya baik-baik saja"~amerra.
"Tapi pada fakta nya,saya memang tidak mengetahui apa pun"~wahyu.
"Ah terserah! assalamualaikum"~amerra.
Setelah mematikan panggilan dari sang nona muda, sekertaris Wahyu mulai turun untuk meminum secangkir teh hangat, kebiasaan yg sulit hilang sedari dulu adalah kebiasaan nya meminum teh hijau sebelum tidur.
"Wahyu!"laki laki tampan itu mendongak, menatap heran ke arah sang ayah yg sudah pulang.
"Ayah"sapa sekertaris Wahyu balik,ia masih sibuk mengaduk-aduk teh hijau favorit nya.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Author balik lagi yah guys.
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote
Sarange 💗💗
__ADS_1
I love you all para readers kesayangan author bidadari ayah
Kamsahamida 🙏🙏🙏