
Peraturan di mansion yg wajib di patuhi termasuk di larang membuat kan nona muda susu kecuali tuan muda yang membuat kan.
Begitu sampai di dapur mansion Kevin Langsung membuat kan sang istri susu khusus ibu hamil,hanya dia yg boleh tak boleh orang lain.
"Kau semangat sekali menjadi pembantu untuk istri tak tahu diri mu itu"cibir seseorang yg tak lain adalah nyonya fresya,ia amat tak menyukai sosok menantu yg tak lain adalah istri Kevin.
"Tentu saja,aku calon ayah yg baik"Kevin berkata dengan bangga nya, semakin membuat wanita paruh baya di hadapan nya mengepal kan tangan nya kesal.
"Dia bukan menantu ku"sanggah nyonya fresya mentah mentah,bagi nya amerra tak masuk sama sekali standar menjadi menantunya.
"Tapi dia istri ku nyonya fresya yg terhormat,dengan atau tanpa restu mu"Kevin berujar dengan lantang nya"jika anda menyakiti nya sedikit saja,lihat nanti"ancam Kevin, kemudian berlalu keluar dari dapur dan masuk kembali ke kamar istri nya.
"Ra kenapa belum tidur?"tanya Kevin bingung, istri nya bukan nya tidur melainkan membaca sebuah novel.
Amerra menoleh ke arah sumber suara lalu membenarkan letak bantal nya,yg menjadi sanggahan punggung.
"Cerita ini sangat menarik"berceloteh tak jelas tanpa memperdulikan kemarahan sang suami"cerita cinta tentang seorang CEO kejam, tapi mas Sangat baik yah,jadi tak seseru novel ini yah"mendesah lesu, ketika novel impian nya tak mirip dengan cerita hidup nya.
Kevin menghela nafas mendengar pemaparan sang istri,bukan kah seharusnya Ra merasa beruntung mendapatkan nya sebagai suami?.
Secara dia tampan,baik,kaya kurang apa coba?fikir Kevin, menatap sang istri yg tampak serius membaca novel.
"Ra,minum dulu susu nya"Kevin menyodorkan segelas susu,yg dengan cepat ibu hamil tersebut ambil tanpa mengalihkan pandangannya dari novel yg kini ia sedang baca.
"Disini juga ada cerita tentang sekertaris nya,apa mas tahu tentang cerita cinta sekertaris Wahyu?"Kevin mendesah kasar, melihat sang istri malah membahas laki laki lain di hadapan nya.
Mulai beranjak,menarik selimut lalu membaringkan tubuhnya, meletakan kepala amerra di dada bidang nya Kevin mulai bercerita.
"Sekertaris Wahyu tak pernah dekat dengan satu pun wanita selama ini,dia sosok yg jarang tersentuh.dia dekat dengan Aisyah sahabat mu tapi tak terlalu banyak berbicara,beda jika ia berdekatan dengan orang yg di anggap istimewa sama seperti kedekatan nya dengan Nisa"menghela nafas kala melihat sang istri menyimak sangat serius,bukan nya tidur Fikir Kevin.
"Aku tahu di mata Nya,dia memiliki perasaan pada Nisa.dia datar tak tersentuh bukan Erik yg mampu meluapkan segala nya,aku tahu dia bukan membantu gadis itu pergi.melainkan,melindungi gadis itu agar jauh dari jangkauan orang orang yg menyakiti nya,dia juga tak ingin gadis itu depresi karena banyak masalah yg terjadi"sedetik kemudian,netra nya menangkap sang istri yg kini tidur terlelap.
Tidur tanpa dosa,wajah nya yg polos membuat siapa saja bisa luluh di hadapan nya,pantas banyak yg menyukai mu fikir kevin.
Tak lama Kevin juga ikut terlelap di sebelah sang istri,ia percaya semua akan berjalan semestinya.
Kedua manusia itu saling berpelukan, menebarkan kehangatan untuk sesama, menjadi kan bulan saksi cinta sosok Kevin yg tak tersentuh untuk amerra, wanita yg ia nikahi karena kesalahan.
Allahuakbar Allahuakbar
Terdengar adzan berkumandang merdu,mengusik indera pendengaran tajam seorang Kevin arlando Julliano,mata tajam milik nya mengerjab menyesuaikan dengan cahaya yang menembus mata tajam nya.
Sesuatu menggeliat di dada nya, membuat Kevin mendongak ternyata sang istri masih sibuk dengan dunia mimpi nya.
"Ra,bangun yuk sholat"dengan lembut Kevin menoel-Noel pipi sang istri yg terlihat lebih berisi semenjak kehamilan.
"Eugh"amerra melenguh pelan,lalu perlahan membuka mata nya.
"Ayo!"ajak amerra menarik tangan sang suami, setelah melaksanakan shalat berjamaah amerra langsung mandi bersiap ke kantor begitu pun dengan Kevin.
__ADS_1
Kali ini amerra memakai dress coksu dan blazer hitam, rambut nya di biarkan terurai.
Blezer?untuk menutupi perut nya yg semakin terlihat membesar,itu alasan kenapa ia memakai dress yg longgar hingga tak terlalu terlihat .
"Cantik"ucap nya menatap ke arah cermin,Fixs ia sudah bulat!umur ke 5 bulan kandungan nya ia akan cuti untuk fokus kepada kandungan.
"Sehat sehat sayang,bunda menunggu mu"lirih amerra, mengelus perut buncitnya,di mana sosok malaikat kecil berada di dalam, malaikat kecil yg sempat ia tolak kehadiran nya.
Setelah mengambil tas nya,amerra turun ke bawah untuk sarapan.
"Pagi dad,pagi rik"sapa amerra gembira,lalu duduk di depan mereka semua.
"Cie,yg ulang tahun nya berdua yah?ehem,ehem,, jomblo bisa apa?"goda Erik,tapi tak lama ia mengeluarkan sebuah kotak lalu memberikan nya pada amerra.
Dengan semangat amerra membuka nya dan wow,ia terperangah melihat jam tangan kayu klasik ini mirip milik Son ye jin iya ini mirip fikir nya.
"Ini...untuk ku rik?"amerra bertanya dengan polos nya, padahal tentu saja untuk Nya.
"Ya,itu untuk kakak,kado dari ku"jawab Erik,tuan Estrank mengeluarkan dua buah tiket, seketika amerra berjingkrak heboh melihat negara yg tertera di sana.
Grep!amerra berhenti melompat,kala kedua tangan kekar memeluk nya erat.
"Diam,jangan terlalu banyak bergerak"Kevin benar benar kesal ketika amerra berjingkrak heboh, tanpa memperdulikan kandungan nya.
"Tiket ke Korea?"dahi Kevin berkerut dalam,ia baru saja ingin memesan tiket ke sana tapi sang ayah sudah mendahului nya.
"Iya!itu kado dari Daddy untuk menantu kesayangan Daddy"senyum amerra senakin lebar karena mendapat kan keluarga yg benar benar menerima nya.
"Terima kasih dad"jawab amerra tulus, lalu kembali melanjutkan makan nya.
"Ra!"Panggilan Kevin membuat sang istri menoleh lalu menatap ke arah Kevin dengan mata polos nya.
"Iya?"amerra bertanya dengan bingungnya.
"Satu Minggu lagi yah,kau harus mempersiapkan diri,tapi sebelum itu kau harus check ke dokter"dengan penuh kasih sayang Kevin mengusap lembut rambut sebahu istri nya.
"Oke"singkat,itu yg di dapat kan dari jawaban sang istri.
Setelah selesai mereka semua bersiap untuk berangkat,Termaksuk erik.
Di depan mansion terjadi perdebatan dan rengekan sengit,antara amerra dan juga Kevin.
"Mas ayolah"jurus paling jitu ia keluar kan, karena Kevin tetap tak membiarkan nya untuk satu mobil dengan sang adik ipar.
"Ra sayang, bersama ku saja yah"dengan nada amat lembut Kevin membujuk sang istri yg tak henti hentinya merengek.
"Aku ingin bersama erik!"sentak amerra kasar,Kevin tak mengerti bahwa banyak gosip simpang siur tentang kedekatan nya dan sang CEO.
__ADS_1
"Ra"Kevin berusaha sebisa mungkin untuk menahan emosi nya.
"Apa!mau bersama dengan mas?dan membiarkan semua orang berkata yg tidak tidak tentang ku"keluar sudah Segala uneg uneg yg amerra pendam sendiri,dengan cepat ia masuk ke dalam mobil Erik.
Kepergian nona muda keluarga julliano ini meninggal kan keheningan diantara tuan muda sulung & bungsu serta sekertaris Wahyu.
"Kak,turuti saja yah permintaan kakak ipar, ingat dia tak boleh sters"dengan santai nya Erik berucap,tubuh kekar nya bersandar manja pada mobil Lamborghini Aventador warna biru.
"Hem,jaga dia"titah kevin, berlalu memasuki mobil nya.
Gerbang mansion yg menjulang tinggi nan indah, terbelah paksa kala kedua mobil mewah itu hendak melewati nya.
Di ikuti oleh 1 mobil berisi bodyguard di belakang nya, menjaga nona,dan tuan muda nya dari segala sesuatu yg mungkin menghalangi nya.
Di mobil Lamborghini Aventador warna biru,amerra menyandar kan kepala nya pada kaca mobil, Bagaimana ia tak tertekan? sementara masalah demi masalah datang silih berganti tanpa jeda.
Tak bisa kah ia tenang dan sekali saja?ibu nya kembali tanpa sebab berikut juga dengan sosok Rendy yg ingin kembali.
"Bagaimana dengan rencana liburan kalian kak?"Erik memecahkan keheningan,namun percuma amerra sana sekali tak merespon sedikit pun.
Setelah sampai di sana,amerra keluar tanpa memperdulikan siapapun yg memperhatikan nya, begitu sampai dia langsung masuk ke dalam divisi nya.
Lagi,dan lagi,semua terjadi membuat pagi nya berantakan,kabar ia menjadi simpanan sang CEO semakin sentar terdengar, memekakkan telinga nya.
"Ame"mbak ratna mendekat, mengelus punggung amerra lembut ia faham mood sahabat nya sedang down, terutama banyak cibiran dari para karyawan.
"Aku lelah mbak"lirih nya berkaca-kaca, perkataan para karyawan bak palu yg menghujam hati nya yg rapuh,hancur berkeping keping tanpa tersisa.
"Ame,mbak tahu kau tak seperti itu"hibur Ratna pelan,sang junior nya yg sangat ia kenal kini sedang berada pada fase amat down.
"Tak perlu fikirkan kata orang, fikirkan lah diri mu sendiri, menjadi egois tak salah me"Nino sang kakak angkat paling bijak mengambil alih, perkataan nya mampu menenangkan amerra walau untuk sesaat.
"Aku sedang berusaha kak"amerra menengadah menghalau air mata yg siap meluncur bebas dari kelopak mata nya.
"Ayo kerja!"Frans mengalihkan perhatian dari yg melow menjadi serius, itu lah guna nya dia.
Mereka semua lalu kembali ke kubikel masing-masing, mengerjakan perkerjaan yg sempat tertunda.
LANTAI ATAS (RUANG CEO)
Kevin tengah memainkan pena di tangan nya, fikiran nya sibuk menerawang perkataan sang istri tadi.
# Assalamualaikum 🙏💗🥰🙏
author balik lagi yah.
like, like, like, komen, komen and vote.
IG:Nis3263
__ADS_1